NovelToon NovelToon
Rindu Terlarang Pada Bosku (Bos Adalah Mantan Guruku)

Rindu Terlarang Pada Bosku (Bos Adalah Mantan Guruku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: winda siregar

Aleena Keisha(24), desainer interior KALA JIVA Singapura. Kemenangan lomba desain hotel Bandung membawanya promosi ke Jakarta, kota yang menyimpan luka masa lalunya.

Hari pertama kerja, ia menabrak pintu kaca lobi. CEO KALA JIVA, Keanu Zayn Malik(30) terpaku. Gadis itu adalah Aleena, murid olimpiade matematika yang 7 tahun lalu pernah ia bimbing dan hilang kontak.

Gosip guru-murid dulu telah menghancurkan beasiswa Aleena. Zayn memberontak orang tuanya dan membangun KALA JIVA dari nol. Kini takdir mempertemukan mereka sebagai Bos dan Bawahan. Aleena tak mengenalinya sama sekali, malah mengira Zayn sudah beristri dan punya anak. Mampukah Zayn meluruskan semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RTPB - 23

Sudah tiga hari Aleena Keisha bekerja di Kantor Pusat KALA JIVA Interiors.

Tiga hari juga Keanu Zayn Malik tidak bisa fokus kerja.

Di ruangan CEO yang berada di lantai lima belas Zayn menatap laptopnya. Bukan sedang memeriksa laporang keuangan proyek Bandung yang jumlahnya ratusan miliar. Tapi Zayn sedang menatap rekaman CCTV dari lantai empat belas.

Tepat berada di tengah, kamera CCTV sedang mengarah ke meja Aleena Keisha. Mantan muridnya enam tahun yang lalu.

Jam tujuh lewat lima belas menit Aleena sudah tiba di kantot. Paling pagi dari semua anggota timnya. Aleena memakai kemeja putih bersih, jilbab cream polos dipadu rok span hitam panjang. Penampilannya lebih feminim dari Aleena yang Zayn kenal enam tahun yang lalu.

Begitu sampai di mejanya Aleena langsung menyalakan komputer, tanpa ngobrol, tanpa lihat kanan kiri. Langsung buka aplikasi untuk membuat desain.

Zayn yang lebih dulu sampai jam tujuh pagi segera melihatnya dari CCTV. Dia mengerutkan kening.

Anak itu tidak pernah berubah. Selalu datang paling pagi kalau ada target. Dulu waktu olimpiade matematika SMA, Aleena juga begitu. Datang jam setengah tujuh pagi ke perpustakaan hanya untuk ngerjain soal yang tidak bisa dia jawab semalam.

Jam sembilan ada meeting khusus satu tim yang dipimpin oleh sang manajer. Aleena bersama tim desain meeting berada di ruang kaca. Vira yang banyak bicara, Aleena lebih banyak mencatat di buku kecil warna biru. Sesekali dia menggigit bibir bawah kalau bingung atau tidak setuju tapi tidak berani membantah.

Kebiasaan lama yang Zayn masih hafal betul. Dulu waktu olimpiade, kalau Aleena gak bisa jawab soal matematika, dia pasti gigit bibir bawahnya sampai merah.

Zayn tersenyum sendiri dari ruangannya. Senyum tipis yang sudah enam tahun tidak pernah muncul kini tiba - tiba hadir kembali. Zayn tersadar lalu cepat-cepat menghapus senyumnya dan memasang wajah dingin lagi saat sekretarisnya masuk membawa kopi.

"Pak Zayn kopi hitamnya"

"Letakkan saja disitu"

Sekretaris itu keluar dengan bingung. Tumben Pak Zayn senyum-senyum sendiri menatap laptopnya.

Jam dua belas siang semua karyawan turun ke kafetaria yang berada di lantai satu kecuali Aleena.

Aleena masih sibuk di mejanya. Membuka bekal plastik dari rumah. Zayn memperhatikannya dari kamera CCTV nya. Zayn menzoom layarnya, dia melihat bekal Aleena hanya nasi putih, telur dadar tipis, dan sambal sachet.

Dada Zayn sesak.

Selama lima tahun di Singapore, hidupnya seperti apa? Kenapa bekalnya sesederhana ini? Bukankah gajinya di cabang Singapore cukup besar? Atau dia masih suka berhemat seperti dulu? Dulu waktu SMA, Aleena juga selalu bawa bekal sederhana karena harus nabung untuk berobat ibunya.

Zayn tidak tahan. Dia langsung menekan intercom.

"Diki, ke ruangan saya sekarang" Perintahnya.

Manajer Diki naik dengan napas ngos-ngosan karena perintah Bosnya untuk segera dateng. Diki yang berada di lantai dua belas langsung naik tangga ke lantai lima belas karena lift sedang diadakan pemeliharaan.

"Siang Pak. Bapak memanggil saya? Ada apa ya? Apakah ade revisi desain Bandung?"

"Tim desain mengapa masih ada yang diruangan jam segini, kenapa belum makan siang? Proyek Bandung deadline nya masih dua bulan lagi, saya tidak mau ada karyawan yang sakit karena telat makan. Itu akan sangat merugikan dan menghambat proyek kita"

Diki bingung. Selama enam tahun KALA JIVA berdiri dan selama dia bekerja, Zayn tidak pernah mengurus jam makan siang karyawan. Bosnya itu hanya tau beres, proyek selesai atau tidak.

"Eh.. iya Pak, saya akan suruh mereka makan sekarang. Mungkin mereka masih kejar sketsa awal"

"Satu lagi" Zayn menatap layar CCTV yang menampilkan Aleena sedang makan telur dadar sendirian sambil melihat tutorial di youtube untuk referensinya.

"Mulai besok voucher kafetaria untuk tim desain ditambah dua kali lipat. Bilang saja dari perusahaan ada apresiasi khusus karena tim desain menang lomba kemarin dan harus lembur untuk proyek Bandung. Biar mereka bisa makan yang bergizi. Jangan sampai ada yang bawa bekal dari rumah lagi karena sibuk"

Diki mengangguk, walau semakin bingung. Tapi dia catat di buku kecilnya. Perintah CEO adalah Undang-undang yang harus dilaksanakan oleh semua karyawan.

Setelah keluar dari ruangan sang CEO Diki langsung mengirim pesan ke group timnya untuk segera turun makan siang. Kalau sampai ada yang absen makan siang akan dihukum

Vira yang semula ingin turun sendiri melirik ke meja Aleena. Vira langsung menyeret kursi Aleena dan menariknya keluar.

"Al ayo makan di kafetaria.Voucher kamu masih banyak, ngapain bawa bekal telur terus. Kamu gak baca pesan group dari Pak Diki?"

Aleena kaget.

"Nanti aja Vir, nanggung nih.. Desain untuk kamar Delux belum selesai. Pak Zayn minta semua kamar beda - beda desainnya, gak boleh ada yang sama. Kalau aku makan di kafetaria lama, ntar ketinggalan mana lift sedang maintenance" Tolak Aleena.

"Ya ampun Al.. kamu ngejar setoran kayak mau bayar hutang. Pak Zayn memang begitu, dingin, perfeksionis, mulutnya pedes kalau ngomel, tapi kamu jangan sampai gak makan! Kamu baru tiga hari disini, jangan langsung sakit! Lagian kamu mau di hukum?"

Vira memaksa. Akhirnya Aleena ikut. Dia menutup bekalnya yang baru setengah habis.

Di kafetaria lantai satu suasanya ramai. Aleena memilih menu soto ayam sambil buka sketsa di iPadnya. Sesekali dia corat-coret.

Tanpa dia tau dari ruangan sang CEO, Zayn terus memantau lewat kamera CCTV kafetaria. Begitu melihat Aleena makan dengan lahap bahunya yang tadi tegang karena lihat bekal telur dadar, turun sedikit.

Lega, walau Zayn masih sedikit kesal karena Aleena tetap saja bekerja saat makan.

Kamu gak berubah, kalau sudah mengejar sesuatu sampai lupa segalanya. Bahkan rasa lapar kamu pun bisa hilang. Batin Zayn.

Sore jam setengah enam sore bel pulang kantor berbunyi. Semua karyawan beres-beres. Begitu juga teman satu tim Aleena, Vira sudah memakai tasnya dan bersiap hendak turun.

"Al pulang yuk! Udah jam setengah enam"

"Kamu duluan aja Vir, aku mau selesaikan dulu desainkamar deluxe ini. Nanggung, sedikit lagil. Sepuluh menit juga udah selesai"

"Dasar ambisius! Aku duluan ya" Vira menggelengkan kepalanya pasrah.

Satu persatu karyawan pulang. Kini lantai empat belas sudah kosong. Hanya satu meja yang lampunya masih menyala terang. Meja Aleena Keisha yang letaknya di pojok dekat jendela dan pintu lift

Aleena lembur, dia janji mau kasih hasil terbaik dan tidak mau dianggap tidak produktif oleh Bosnya yang punya mulut pedas itu. Dia menggambar sampai matanya memerah, punggungnya terasa pegal.

Tepat jam tujuh malam hujan turun deras di Jakarta. Petir silih berganti saling menyambar.

Zayn masih di ruangannya. Rapat direksi sudah selesai dari jam enam tadi. Supirnya sudah menunggu di basement tapi Zayn belum pulang. Dia melihat ke layar CCTV. Aleena masih disana sendirian disaat keadaan diluar sedang hujan badai.

Tangannya sudah meraih gagang telepon di ruangannya. Dia ingin sekali memberi peringatan pada gadis itu. Ingin bilang dengan suara yang dulu sering dia pakai waktu jadi guru.

"Sudah pulang, besok lanjut lagi. Ceroboh, nanti sakit! Hujan begini kok masih di kantor?"

Kata "Ceroboh" itu sudah di ujung lidahnya.

Tapi tangannya tertahan di atas telepon.

Kalau dia telepon sekarang Aleena pasti curiga bagaimana dia bisa tahu kalau Aleena masih di ruangannya.

Sebenarnya bisa saja Zayn memaksa banyak alasan tapi kalau dia terlalu perhatian pada satu karyawan wanita yang baru saja bekerja di kantor pusat, satu gedung akan heboh dan pasti tersebar gosip. Gosip itu akan sampai ke telinga keluarganya. Dan yang paling dia takutkan, keluarganya akan tau Aleena ada di perusahaannya dan sejarah kisah lalu akan terulang. Aleena akan menderita lagi.

"Anak ini masih saja keras kepala. Tidak pernah dengerin kata orang kalau sudah fokus" Gumam Zayn pelan sambil mengepalkan tangan.

Zayn terus berfikir bagaimana caranya. Akhirnya dia ambil handphone dan melakukan pangggilan.

"Diki kamu masih di kantor?"

"Masih Pak, saya di lantai dua belas lagi beresin laporan keuangan"

"Tolong cek lantai empat belas. Kalau masih ada karyawan lembur suruh pulang. Tadi saat aku mau turun aku lihat ada cahaya disana. Diluar hujan deras disertai petir, tidak aman untuk karyawan wanita pulang malam sendirian"

"Siap Pak, akan saya cek sekarang"

Lima menit kemudian dari layar CCTV, Zayn melihat Diki naik ke lantai empat belas sambil memegang payung. Diki bicara dengan Aleena yang tampak kaget dengan kedatangan Diki. Aleena akhirnya beres-beres dengan wajah kelelahan tapi lega karena dibawakan payung dan dipesankan taxi.

Aleena masuk ke dalam taxi warna hitam yang dipesankan Diki. Membawa tas ransel besar berisi laptop.

Baru setelah lampu taxi itu hilang dari layar CCTV parkiran basement, Zayn mematikan semua layar CCTV nya dan menghela nafas panjang yang sudah dia tahan sejak jam tujut pagi.

Ruangan CEO yang begitu luas kini kembali terasa sepi.

Zayn tetap duduk di meja kerjanya. Di atas meja, selain laptop dan tumpukan kontrak hotel, ada satu bingkai foto yang selalu diletak diatas meja kerjanya. Foto seorang anak kecil laki - laki berumur empat tahun tersenyum lebar, memakai kaos putih. Anak itu mirip sekali dengannya, hidung dan bagian matanya.

Zayn mengelus foto itu dengan jari telunjuknya. Wajah dinginnya yang tadi tegang seharian, tiba-tiba melunak. Matanya berkaca-kaca.

"Zyandra..." bisiknya pelan, suaranya berat menahan rindu.

"Papa lagi serba salah nak. Hari ini Papa lihat seseorang... seseorang yang Papa coba lupakan selama enam tahun ini. Kini dia sudah kembali. Dia ada di gedung ini tapi Papa tidak tau harus berbuat apa. Papa takut kalau Papa dekatin dia, dia akan mendapatkan cobaan hidup yang lebih berat lagi"

Zayn memeluk bingkai foto itu.

"Doain Papa ya sayang..."

Di luar hujan masih turun deras. Di dalam taksi yang melaju di jalanan yang macet dan banjir kecil Aleena mulai merasa kedinginan.

"Hatchim!"

Aleena kembali memikirkan kenapa wajah CEO dingin K. Zayn M. itu terasa tidak asing, dan kenapa Pak Diki tiba-tiba baik sekali memanggilkan taxi kantor untuknya di tengah hujan badai.

Apakah ada hubungannya?

.

.

BERSAMBUNG

1
Eva Karmita
kalau memang cinta dan sayang harusnya kamu perjuangkan Zayn bukan hanya menambah luka untuk Ale 💔🥺 , kalau memang kamu sudah berkeluarga jauhi Ale jgn kamu suka berbohong Zayn... kasihan Ale selalu diingatkan dgn masa lalu nya 💔 , ayo Ale move on dari Zayn kalau kamu sadar kamu bagai langit dan bumi Ale 🥺 jauhi pak Zayn
Deswita
terimakasih up nya Thor 🙏
🥺🥺🥺🥺 sesulit itu untuk mereka meraih bahagia 💪💪💪💪
Nabila hasir
KK author tak sabar flashback crita Zayn bisa nikah waktu Aleena berangkat ke singapore
Nabila hasir
ahhhh🥺🥺🥺 sedih .
Nabila hasir
masih penasaran dan kepo ma Zayn dng pernikahannya.
kenapa masih mencuri lihat ke Keisha aleena
Nabila hasir
jalan di bandung semoga Aleena kenalan ma cowok ya Kaka author
Nabila hasir
Aleena gak inget ma wajahnya pak keanu yaa.
sdah pangling Aleena ma Zayn Keanu.
Eva Karmita
otor kasih pendatang baru dong cowok yang cool berani ngejar Ale..., mau tau seperti apa reaksi Zayn melihat Ale dekat sama cowok yang ngejar alee
Deswita
terimakasih up nya Thor
ikutan sedih dengan kisah kalian,semoga cepat bersama Pak KEANU dan KEISHA 💪
Deswita
terimakasih up nya Thor 🥰
akhirnya pak Keanu memanggil KEISHA Nama panggilan sayang terucap juga💃💃💃💃
Nabila hasir
ahhh masih penasaran kenapa Zayn bisa menikah Sampek punya anak.sedangkan hati masih mikirin Aleena.
kasihan ma Aleena hatinya tertahan 6 THN yg lalu ma Zayn keanu
Nabila hasir
zyandra anaknya Zayn.
tapi penasaran ma hidup Zayn 6 THN yg lalu kenapa Sampek bisa dan menikah .mana manggil sayang lagi pas di bandara.tapi sekarang hatinya katanya masih memikirkan Aleena.
tambah kepo ma penasaran baca lanjutannya
Nabila hasir
masih penasaran ma pak zayn
Nabila hasir
kenapa kamu nyari Alena Zayn?
bukannya kamu sdah nikah yaaa
Wanda
semangat kak, aku tunggu tiap saat pokoknya, 🌹🌹
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🏻🥰
Eva Karmita
Andai kamu tau Ale orang yang selama ini kamu kagumi adalah mantan guru yg kamu cintai apa yg bakal kamu lakukan Ale ... berhenti atau terus lanjut bekerja di perusahaan itu .. semangat ya Ale jgn terkurung di masa lalu tapi teruslah melangkah maju demi masa depan...buka lembaran baru move on dari masa kelam melangkah untuk kehidupan yang lebih baik, buka hatimu jgn memikirkan mantan guru yang sudah bahagia dgn wanita pilihan keluarga nya laki" seperti itu tidak pantas kamu cintai ibarat kata dia langit kamu bumi tidak akan pernah bisa bersatu apalagi pak guru tidak ada pendirian yg masih bernaung di ketiak orang tua nya
yumi chan
thor bt ale bisa mut on dr zaey thor..dn bt zaey tdk bisa mlpkn ale lg..
Deswita
terimakasih up nya Thor 🙏
💃💃💃 liburan diBandung Allena 💪
Eva Karmita
otor please jgn buat Al seperti kecintaan sama Zayn... Ale jgn baper ya , ingat Ale perjuangan mu sampai di titik ini ngk usah ingat mantan guru mu fokus ke masa depan aja Ale
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!