NovelToon NovelToon
Takdir Kedua Pernikahan Kontrak Istri Mafia

Takdir Kedua Pernikahan Kontrak Istri Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Time Travel
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Laksmi Harsa

kecelakan tragis itu merenggut nyawa Kiara, setelah mengetahui fakta bahwa dia dikhianati suaminya.

Tetapi Tuhan selalu memberi plot twist yang tidak pernah bisa kita tebak. Kiara mendadak terbangun kembali ke lima tahun lalu tepat di hari pertama pernikahan kontrak mereka dimulai.

Menyadari bahwa dia kembali mengulang waktu, kali ini Kiara bertekad untuk mengumpulkan uang lalu kabur demi menyelamatkan nyawanya. Akan tetapi, Kiara justru dibuat syok oleh perubahan drastis Dante, sang mafia kejam yang tiba-tiba berubah menjadi super bucin, posesif, dan memanjakan Kiara dengan uangnya yang tidak akan pernah habis itu. Kiara tidak pernah tahu bahwa suaminya yang kejam itu ternyata juga ikut bereinkarnasi dari masa depan, membawa rasa bersalah dan sejuta penyesalan yang siap melakukan apa saja agar sang istri tidak pernah pergi lagi dari pelukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laksmi Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Loncana sorot matamu yang indah mulai menembus masuk ke dalam relung sukmaku. Pramoda kegembiraan ini mekar dengan sangat anggun, membawa kehangatan baru. Prema rasa cinta tulus mengalir tenang menyatukan dua hati.

...----------------...

Dua puluh menit setelah meninggalkan mansion, sedan hitam antipeluru yang membawa Dante dan Leo berhenti tepat di depan lobi gedung pencakar langit Belmont Development, jantung dari seluruh kerajaan bisnis legal maupun ilegal milik Dante.

Pintu mobil terbuka, langkah kaki tegap Dante kembali mendominasi, membuat seluruh staf dan penjaga keamanan refleks menundukkan kepala dengan tubuh gemetar. Aura membunuh yang dibawa pria itu dari mansion sama sekali belum pudar.

"Apa semua kepala divisi sudah berkumpul?" tanya Dante dingin tanpa menghentikan langkah kakinya menuju lift khusus.

"Sudah, Tuan. Mereka sudah menunggu di ruang rapat sejak sepuluh menit yang lalu," jawab Leo yang berjalan setengah langkah di belakang Dante.

Begitu pintu lift terbuka, sunyi yang mencekam langsung menyambut mereka. Dante melangkah masuk ke dalam ruang rapat berdinding kaca yang menampilkan pemandangan kota dari ketinggian. Di dalam ruangan itu, delapan orang kepala divisi yang memimpin berbagai sektor mulai dari logistik, keamanan, hingga pencucian uang duduk dengan wajah tegang. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani bersuara.

Dante berjalan ke ujung meja panjang, namun ia tidak langsung duduk. Ia meletakkan kedua telapak tangannya di atas meja marmer, mencondongkan tubuhnya ke depan, dan mengedarkan pandangan ke setiap wajah yang ada di sana.

"Aku selalu membayar kalian dengan nominal yang sangat tinggi, agar memastikan bisnisku berjalan tanpa cacat," suara Dante terdengar sangat rendah, namun sanggup membuat bulu kuduk semua orang di ruangan itu merinding. "Lalu, bagaimana bisa kepolisian bagian utara mengendus gudang penyimpanan utama kita dan menemukan barang selundupan? Siapa kepala divisi yang bertanggung jawab di wilayah utara?"

Seorang pria paruh baya bertubuh tambun bernama Harris perlahan mengangkat tangannya dengan gemetar. Keringat dingin mengucur deras di pelipisnya.

"S-saya, Tuan... Tapi sumpah demi apa pun, semua barang yang masuk minggu ini sudah saya periksa secara langsung. Semuanya bersih dan legal! Ini murni jebakan dari kelompok luar," jelas Harris dengan suara yang terputus-putus karena ketakutan.

Dante melirik Leo. Leo langsung mengetuk layar tabletnya dan menampilkan sebuah rekaman CCTV di layar proyektor.

"Lihat," perintah Dante dingin. "Itu adalah rekaman CCTV tiga jam sebelum penggerebekan terjadi. Dua buah truk kontainer bernomor polisi palsu masuk melalui pintu belakang gudang utara tanpa ada satu pun penjaga yang menghentikannya. Harris, katakan padaku, ke mana perginya seluruh anak buahmu yang bertugas menjaga pintu belakang malam itu?"

Harris membelalakkan matanya melihat rekaman tersebut. "I-itu... malam itu seharusnya ada tim regu tiga yang berjaga, Tuan. Saya... saya tidak tahu mengapa pos itu kosong."

"Kau tidak tahu atau kau sengaja menerima suap dari pihak lawan?!" bentak Dante tiba-tiba, suaranya menggelegar membuat Harris langsung bersujud di lantai.

"Maaf, Tuan! Saya setia kepada Anda! Saya tidak pernah menerima uang sepeser pun dari bajingan-bajingan itu! Tolong beri saya waktu untuk mencari tahu siapa pengkhianat di dalam kelompok kita!" ratap Harris.

Dante menatap Harris dengan pandangan jijik. Dia melambaikan tangannya ke arah dua orang pengawal yang berjaga di dekat pintu. "Bawa Harris ke ruang bawah tanah. Jika dia terbukti bersih, kembalikan dia ke posisinya. Tapi jika ada satu saja bukti aliran dana ilegal di rekeningnya... kau tahu apa yang harus kau lakukan, Leo."

"Mengerti, Tuan," jawab Leo tegas.

"Tuan! Mohon ampuni saya! Saya tidak bersalah, Tuan!" teriakan histeris Harris perlahan menghilang. Diseretnya pria itu keluar dari ruang rapat.

Suasana di dalam ruangan kini semakin tegang, bahkan suara helaan napas pun terdengar begitu jelas. Dante akhirnya mendudukkan dirinya di kursi kebesaran di ujung meja, menyilangkan kakinya dengan santai namun matanya tetap memancarkan kengerian.

"Sekarang, mari kita bicara tentang dalang di balik semua ini," ucap Dante sambil mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di atas meja. "Leo, katakan pada mereka siapa yang berani bermain-main denganku."

Leo maju satu langkah ke depan. "Berdasarkan nomor seri kontainer dan jalur pelarian truk yang kami lacak, dalang dari sabotase ini adalah kelompok Viper yang dipimpin oleh seseorang bernama Jack. Mereka sengaja meletakkan sejumlah besar senjata rakitan ilegal di gudang kita."

Dante tersenyum sinis, sebuah senyuman yang lebih mirip seperti seringai iblis. "Jack... bajingan kecil itu?"

"Tuan Besar, kepolisian saat ini menahan tiga orang kepala gudang kita untuk dimintai keterangan. Jika mereka tertekan, mereka mungkin akan membocorkan beberapa jalur logistik rahasia kita yang lain," salah satu kepala divisi keamanan ikut angkat bicara.

"Mereka tidak akan sempat membocorkan apa pun," sahut Dante dengan nada dingin yang absolut. "Leo, hubungi pengacara utama kita di kepolisian pusat. Katakan padanya untuk memindahkan kasus ini ke tingkat polda dalam waktu satu jam, dan pastikan ketiga orang itu tutup mulut. Sementara untuk Jack..."

Dante menggantung kalimatnya, tatapannya beralih menatap lurus ke arah luar jendela besar, menembus awan-awan kelabu yang mulai menutupi langit kota pagi itu. "Aku sendiri yang akan mendatanginya malam ini. Aku ingin melihat seberapa besar nyali yang dimiliki ular kecil itu."

...----------------...

Sementara itu, di mansion mewah Belmont, Kiara sedang duduk termenung di sofa ruang tengah yang luas. Secangkir teh chamomile hangat yang disiapkan oleh Bi Narti sama sekali tidak disentuhnya sejak satu jam yang lalu. Pikirannya melayang memikirkan Dante yang pergi dengan amarah yang begitu besar pagi tadi. Di kehidupan sebelumnya, tidak ada kejadian seperti ini.

Bi Narti yang sejak tadi memperhatikannya dari kejauhan akhirnya memberanikan diri untuk mendekat.

"Nyonya... maafkan saya jika kelancangan saya mengganggu, tetapi teh Anda sudah mendingin. Apakah Anda ingin saya menggantinya dengan yang baru?" tanya Bi Narti dengan sangat lembut.

Kiara tersentak dari lamunannya, lalu menoleh dan tersenyum tipis ke arah kepala pelayan paruh baya itu. "Ah, tidak usah, Bi. Terima kasih. Aku hanya... sedang tidak ingin minum saja."

Bi Narti menghela napas pelan, ia memahami beban pikiran yang sedang dihadapi oleh wanita muda di hadapannya ini. Menjadi istri dari seorang pria seperti Dante bukanlah perkara mudah. "Nyonya memikirkan Tuan Besar?"

Kiara mengangguk perlahan, ia melipat kedua lututnya di atas sofa dan memeluknya erat. "Bi... apakah Dante selalu seperti itu setiap kali ada masalah di luar sana?"

Bi Narti tersenyum maklum, dia duduk di karpet tebal di bawah sofa dekat kaki Kiara. "Saya sudah bekerja di mansion ini bahkan sebelum Tuan mengambil alih kekuasaan dari mendiang ayahnya, Nyonya. Saya telah melihat bagaimana Tuan tumbuh di dunia yang sangat keras ini."

"Dan sekarang... apakah aku menjadi titik kelemahannya itu, Bi?" tanya Kiara. Ucapan Dante saat sarapan tadi, yang mengatakan bahwa dirinya adalah milik Dante yang paling berharga, terus terngiang-ngiang di kepalanya.

"Bukan kelemahan, Nyonya. Melainkan alasan bagi Tuan Besar untuk tetap pulang dalam keadaan hidup," jawab Bi Narti dengan mata yang berbinar. "Selama bertahun-tahun, Tuan Dante hidup tanpa arah yang pasti, dia bertarung hanya untuk bertahan hidup dan mempertahankan kekuasaannya. Namun sejak ada Nyonya di rumah ini, maksud saya... perubahan sikap Tuan yang sekarang memberi kehangatan bagi mansion ini, saya melihat ada secercah cahaya di mata Tuan setiap kali dia melangkah masuk ke dalam mansion. Anda adalah rumahnya yang sesungguhnya."

Mendengar penuturan Bi Sumi, air mata Kiara perlahan menetes. Kiara bimbang, apakah dia tetap dengan tujuan awalnya untuk pergi jauh setelah tabungannya cukup, atau.... tetap berdiri di samping Dante. Kiara tidak buta, dia bisa merasakan jika perubahan sikap Dante di kehidupan kali ini memang benar-benar tulus. Meskipun bayang-bayang kekejaman Dante di kehidupan sebelumnya masih kerap membuatnya waspada.

"Terima kasih, Bi. Ucapanmu sangat menenangkanku," ucap Kiara sambil menghapus air matanya.

Tiba-tiba, ponsel milik Kiara yang terletak di atas meja kaca bergetar. Layarnya menampilkan sebuah nomor baru yang tidak dikenal. Kiara mengernyitkan dahi, ragu sejenak sebelum akhirnya menggeser tombol hijau untuk mengangkat telepon tersebut.

"Halo?" ucap Kiara lembut.

1
Dhisha
lanjut Thor... suka banget kalau papa Dante mode sangar
Laksmi Harsa: ikutin terus mama papa dante ya kak
total 1 replies
Dhisha
hari ini agak telat update ya Thor? aku nungguin dari tadi loh
Laksmi Harsa: hari ini agak sibuk di dunia fana 🤭 tapi masih berusaha buat sempetin update walau agak telat. btw... makasih udah selalu mampir yaa kak 😍
total 1 replies
Dhisha
hayoo siapa yang telpon mama Kiara gw
Laksmi Harsa: penasaran yaa.... stay tune ok 🤭
total 1 replies
Dhisha
yaah... tanda² nggak jadi ikut mama Kiara kabur deh
Laksmi Harsa: kita culik mama Kiara aja apa gimana nih kak, paksa kabur 🤣
total 1 replies
Dhisha
nah kaaan, mama Kiara mending urungin deh niat kaburnya. papa Dante kan sekarang udah mode jinak 🤣
Dhisha: aku juga mau kali Thor... bagi napa, jangan diambil sendiri 😄
total 2 replies
Shaqueena Wibowo
maaf ngelunjak thor... bisa kali double up 🤭
Laksmi Harsa: peregangan otot dulu kak 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
ciee... mama kiara, udah mulai khawatir 😍
Laksmi Harsa: mama Kiara udah mulai kecantol pesona papa Dante 😄
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
nggak bisa... aku udah nahan diri buat nabung bab, eh pas ada notif update dari mama kiara langsung gatel pingin baca 🤭
Shaqueena Wibowo: siap kawal Belmont family sampe punya anak cucu nih thor
total 2 replies
Dhisha
Nah kaaan... mama Kiara udah kepelet sama pesona papa dante🤣 Thor... bisa kali satu bab lagi 🤭
Dhisha: ditunggu bab selanjutnya thor💪
total 2 replies
Shaqueena Wibowo
penasaran sih.. rahasia apa yang di simpan dante. please thor... lanjut 😍🤭
Laksmi Harsa: ikutin terus ya kak... jangan lupa like, dan beri ulasannya. jadi makin semangat aku nulisnya 😍🤭
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
my hero dante 😍
Laksmi Harsa: love papa Dante
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
kairo ini minta di masukin selokan kyaknya
Laksmi Harsa: ayo kak... aku temenin 🤣
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
kusebut kau si tampan dan perkasa dante 😍
Laksmi Harsa: ikutin terus ya kak... jangan lupa beri ulasan 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
jujur... keren banget ceritanya, minim typo dan bahasanya mudah dimengerti. 👍
Laksmi Harsa: kak... terimakasih 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
cuma kiara yang tau rasanya dante 🤭
Laksmi Harsa: gurih pasti ya kak 🤭
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
dante mode sugar daddy 😍
Laksmi Harsa: mau yang kyak Dante ya kak? 🤭
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
menjijikan sekali sora sama ayahnya ini
Laksmi Harsa: masukin karung aja nggak sih?
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
ada kalanya, orang tualah yang berdosa terhadap anak. semangat kiara.... 💪
Laksmi Harsa: follow Kiara terus yaa😍
total 1 replies
Dhisha
si mama Kiara masih gengsi guys... padahal berbunga² banget tuh hatinya 🤭
Laksmi Harsa: mama Kiara mode gengsi 🤭
total 1 replies
Dhisha
Dante junior comingsoon sih inii
Laksmi Harsa: Tungguin yaa onty 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!