NovelToon NovelToon
Goblin Emperor

Goblin Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Isekai / Sistem
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: PrinceArslan

Di dunia fantasi yang kejam, di mana hierarki ditentukan oleh kekuatan dan kemurnian garis keturunan, terlahir sebagai seekor Goblin adalah sebuah kutukan. Mereka adalah ras terendah-lemah, kotor, diburu sebagai ajang latihan para petualang amatir, dan dibantai tanpa ampun oleh umat manusia.

Namun, dari kedalaman keputusasaan ras yang nyaris punah di Hutan Misti, lahirlah sebuah anomali.

Bukan dengan kulit hijau menjijikkan atau tubuh bungkuk yang menyedihkan, melainkan dengan paras rupawan bagai seorang High Elf yang agung. Berambut pirang keemasan, bertelinga runcing yang elegan, dan dianugerahi ingatan serta kecerdasan dari dunia modern, ia adalah Altair-Sang Goblin Emperor pertama.

menyadari ras nya di ambang kepunahan altair pun bertekad membangkitkan kembali ras goblin yang hina, menjadi penguasa dunia dengan bantuan sistem manipulasi genetik dan kekuatan reproduksi nya sebagai sang kaisar goblin. bisakah dia menghadapi segala rintangan di depan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinceArslan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: Warisan Baja di Jantung Gunung

Tiga hari berlalu sejak kilat Sang Penguasa Badai menghancurkan langit Hutan Selatan.

Di dalam markas tersembunyi di balik air terjun, suara pahatan batu bergema berirama. Luka-luka bakar di tubuh Altair perlahan menutup berkat stat Vitality-nya yang tinggi, meski jejak kehitaman dari petir murni itu masih membekas di lengannya—sebuah pengingat abadi akan jurang kekuatan yang harus ia lampaui.

Kekalahan itu tidak menghancurkan moral Kekaisaran Goblin, melainkan memicu kefanatikan yang lebih gila. Ratusan Hobgoblin pekerja dan petarung kini menggali lebih dalam ke perut gunung siang dan malam tanpa henti. Mereka memperluas gua, membangun barak, dan mencari sumber air tanah demi mempersiapkan pasukan yang suatu saat nanti akan menantang langit.

Altair sedang duduk di atas singgasana batu sementara yang baru dipahat, mendengarkan laporan Anrus, ketika suara dentuman keras terdengar dari lorong galian terdalam.

TANGGG!

Suara itu bukanlah suara beliung batu yang menghantam tanah atau karang alami. Itu adalah suara logam tebal yang beradu dengan keras.

Sesaat kemudian, seorang Hobgoblin pekerja berlari tergopoh-gopoh menuju aula utama. Beliung batunya patah menjadi dua. "Yang Mulia! Di kedalaman lorong utara... kami tidak bisa menggali lagi. Ada dinding yang tidak bisa dihancurkan!"

Mata merah rubi Altair menyipit. Pegunungan purba ini seharusnya hanya terdiri dari batu kapur, granit, dan akar pohon raksasa. Dinding yang tidak bisa dihancurkan oleh tenaga Hobgoblin adalah sebuah anomali.

"Tunjukkan jalannya," perintah Altair seraya bangkit berdiri.

Altair melangkah menyusuri lorong yang gelap dan lembap, diikuti oleh Zyrus, Valdor, dan Anrus. Udara semakin pengap saat mereka turun lebih dalam ke perut gunung, menjauhi suara air terjun di luar.

Di ujung terowongan galian, puluhan Hobgoblin berdiri kebingungan. Di hadapan mereka, tanah dan bebatuan telah runtuh, menyingkapkan sebuah permukaan datar berdebu yang tertanam di dalam gunung.

Zyrus melangkah maju, memanggil bola api kecil di telapak tangannya untuk menerangi area tersebut.

Itu bukanlah dinding batu alami. Itu adalah sepasang pintu raksasa setinggi sepuluh meter yang terbuat dari paduan logam abu-abu gelap, nyaris menghitam karena termakan usia. Permukaan pintu itu dipenuhi oleh ukiran geometris yang presisi dan susunan rune yang sangat rumit.

Valdor yang berpostur anak lima tahun berotot baja menggeram pelan. Insting buasnya tidak merasakan ancaman kehidupan dari balik pintu itu, melainkan sesuatu yang sangat berat dan mati. Ia berjalan mendekat dan memukul pintu itu dengan kepalan tangannya.

TENGGG!

Pukulan Valdor yang setara dengan monster Rank C bahkan tidak meninggalkan goresan sehelai rambut pun pada logam tersebut.

Anrus terkesiap, tongkatnya nyaris terjatuh. Matanya melebar menatap ukiran rune di pintu raksasa itu. "Tulisan bersudut tajam... pintu logam di kedalaman gunung yang mustahil ditembus... Yang Mulia, legenda tentang masa lampau itu ternyata benar! Ini adalah peninggalan Kekaisaran Dwarf Kuno!"

Altair menatap Anrus. "Kekaisaran Kuno? Bukankah suku Dwarf masih eksis dan mengisi dua puluh persen populasi benua ini?"

"Benar, Yang Mulia," suara Anrus bergetar penuh rasa takjub. "Suku Dwarf modern yang ada di dunia luar saat ini adalah pandai besi yang hebat. Tetapi, mereka hanyalah sisa-sisa dari peradaban masa lalu yang telah kehilangan banyak teknologi leluhur mereka. Ribuan tahun lalu, sebelum manusia mendominasi benua, ada Kekaisaran Dwarf Kuno yang menguasai seni tempa legendaris—seni yang kini telah musnah dari ingatan Dwarf modern. Konon, bengkel-bengkel raksasa mereka terkubur dan tersegel di bawah gunung-gunung purba akibat perang besar. Saya tidak pernah menyangka Qirwood Selatan menyembunyikan salah satunya!"

Kecerdasan yang dimiliki Altair langsung memproses informasi tersebut dengan kecepatan kilat. Teknologi kuno yang hilang. Logam purba yang mustahil ditembus. Tiga hari yang lalu, ia bersumpah mencari senjata dan zirah yang bisa menahan petir sang Griffin. Dan kini, takdir menyajikannya tepat di bawah kakinya.

Altair melangkah maju, menempelkan telapak tangannya yang penuh bekas luka bakar ke permukaan logam dingin itu. Antarmuka sistemnya bereaksi seketika:

[ Area Rahasia Terdeteksi: 'Forge of the Deep' (Bengkel Kekaisaran Dwarf Kuno) ]

[ Status Segel: Tidak Aktif (Kehabisan Mana) ]

[ Material Pintu: Black Iron & Mithril (Resistensi Sihir 90%) ]

Resistensi sihir 90 persen, batin Altair, jantungnya berdegup lebih cepat. Jika ia bisa melapisi pasukannya dengan paduan logam kuno ini, petir Griffin itu hanya akan terasa seperti gigitan serangga.

"Zyrus," panggil Altair. "Pintu ini dirancang untuk menahan sihir dan benturan fisik tingkat tinggi, tetapi segel mana-nya sudah mati sejak ribuan tahun lalu. Artinya, engsel raksasa di baliknya hanya terkunci oleh karat dan debu."

Zyrus mengangguk paham. "Jika kita menggabungkan kekuatan fisik murni untuk mendobrak poros tengahnya, struktur karatnya akan runtuh."

"Kita memiliki kekuatan yang lebih dari cukup," Altair menoleh ke belakang, menatap barisan Hobgoblin terkuatnya, lalu menatap Valdor. "Semuanya, letakkan bahu kalian di pintu ini. Saat aku memberi aba-aba, dorong dengan seluruh tenaga yang kalian miliki."

Altair sendiri menempatkan kedua tangannya di tengah celah pintu raksasa itu, mengalirkan seluruh kekuatan fisiknya. Valdor menempelkan bahu bajanya di sisi kanan, diikuti oleh puluhan Hobgoblin berotot pekat yang berbaris rapat.

"Dorong!" raung Altair.

Otot-otot hijau dan ungu menegang hingga urat-urat mereka menonjol. Lantai batu di bawah kaki mereka retak akibat tekanan yang luar biasa.

KREEEEK...

Suara derit logam purba yang memekakkan telinga bergema di seluruh lorong. Karat tebal perlahan rontok dari engsel raksasa. Dengan satu dorongan terakhir yang diiringi raungan Valdor dan para Hobgoblin, pintu setebal dua meter itu akhirnya bergeser terbuka, menghembuskan udara basi yang tertahan selama ribuan tahun.

Zyrus memperbesar nyala api sihirnya, melemparkannya tinggi ke udara untuk menerangi ruangan di balik pintu tersebut.

Pemandangan yang tersingkap membuat seluruh goblin terdiam membisu.

Itu bukanlah sekadar gua. Itu adalah sebuah kota tempa raksasa di dalam gunung. Pilar-pilar batu berukir menopang langit-langit yang tingginya mencapai ratusan meter. Di tengah ruangan raksasa itu, terdapat puluhan tungku lebur dari batu bata hitam yang ukurannya sebesar rumah, dikelilingi oleh paron-paron baja raksasa dan saluran-saluran lahar bawah tanah yang siap diaktifkan kembali.

Di berbagai sudut, berserakan tumpukan bijih logam purba murni, senjata-senjata paruh jadi yang tidak pernah berkarat, serta cetakan-cetakan zirah berskala besar yang jauh melampaui teknologi manusia maupun Dwarf modern. Beberapa kerangka berukuran pendek berserakan di sekitar tungku tempa, mati dengan palu masih berada di tangan tulang-belulang mereka.

Ini bukan sekadar penemuan; ini adalah pabrik perang.

Altair berjalan perlahan memasuki aula raksasa itu. Ia memungut sebuah tombak dari rak senjata terdekat. Tombak itu berat, seimbang, dan mata pisaunya memancarkan kilau kebiruan yang langsung menetralisir hawa dingin di udara sekitarnya.

Sebuah seringai lebar dan buas terbentuk di wajah Altair. Tawa rendah yang menggetarkan dada keluar dari tenggorokannya, memantul di dinding-dinding bengkel purba tersebut.

"Burung sombong di atas sana berpikir dia telah mengubur kita di dasar hutan," ucap Altair, matanya menyala merah rubi di tengah kegelapan bengkel raksasa itu. Ia mengangkat tombak kuno itu dan menancapkannya dengan keras ke lantai batu hingga memercikkan api.

"Dia tidak tahu, bahwa dia baru saja melemparkan kita tepat ke dalam gudang senjata yang akan mencabut nyawanya."

Sang Kaisar menoleh ke arah Anrus, Zyrus, dan barisan pasukannya. "Bangunkan tungku-tungku ini. Pelajari cetakannya. Mulai hari ini, Kekaisaran Goblin tidak akan lagi bertarung menggunakan rongsokan kayu dan batu. Kita akan menempa legiun lapis baja kita sendiri!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!