NovelToon NovelToon
ANAK RAHASIA SANG SUPERSTAR (REVISI)

ANAK RAHASIA SANG SUPERSTAR (REVISI)

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: HANA ADACHI

Bertemu kembali dengan Althan Alaric, mantan pacarnya yang sekarang menjadi aktor terkenal, bukanlah kabar baik bagi Vivi. Ia berusaha menjauh, tapi pria itu seolah sengaja mendekatinya untuk membalas dendam.

Vivi bisa memahami alasan Althan bersikap demikian. Namun masalahnya bukan itu. Jika Althan terus berada di dekatnya, Vivi takut pria itu akan mengetahui keberadaan Mikaila, anak yang dirahasiakan Vivi selama ini. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Sanggupkah Vivi terus menyembunyikan anak itu dari sang superstar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HANA ADACHI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 : Mencari Manik-manik

"Sudah puas kan, sekarang?" Vivi menahan air matanya sebisa mungkin. "Kalau gitu, sekarang aku sudah boleh pergi, kan?"

Althan membisu.

Diamnya Althan membuat Vivi mengambil kesempatan untuk pergi dari sana. Ia bergegas berjalan keluar tanpa menoleh ke belakang sama sekali, sembari menahan bulir bulir air mata yang sebentar lagi jatuh.

Benar saja, saat dirinya sudah keluar dari pintu apartemen, air matanya langsung jatuh bercucuran.

Vivi menutup mulutnya dengan punggung tangan, berusaha sekeras mungkin untuk tidak menimbulkan suara. Jangan sampai Althan mendengar tangisannya. Lalu secepat mungkin, dia berlari keluar dari gedung apartemen.

Saat kaki Vivi melangkah ke halaman gedung, Tiba-tiba hujan gerimis turun. Vivi mendongakkan kepala.

Astaga, hari ini benar-benar sial. Ia sebenarnya sudah merasa sangat capek sekarang, tapi ia tak ingin pulang dan membiarkan Mikaila melihat keadaan ibunya seperti ini. Anak cerdas itu pasti akan bertanya tanya.

Maka, untuk menghilangkan rasa gundah di dalam hatinya, Vivi tetap nekat berjalan meskipun di tengah hujan. Ia berharap, tetes air hujan yang jatuh dapat menyamarkan air mata nya, serta menghilangkan seluruh beban di kepala.

Sementara itu, Althan masih terdiam di tempat.

Jauh di lubuk hatinya, Althan ingin menahan Vivi. Ia ingin menginterogasi wanita itu, menanyakan alasan alasan yang tak pernah ia ketahui. Bertanya apakah masih ada dia di dalam hati wanita itu. Tapi lidahnya kelu, dan tubuhnya kaku. Ia tak sanggup melakukannya.

Matanya menyusuri manik manik gelang yang berserakan. Air matanya tanpa sadar pun ikut mengalir jatuh.

Ia masih ingat bagaimana dulu dirinya dengan telaten menyatukan satu demi satu manik-manik demi membuat gelang yang cantik. Gelang yang katanya bisa membuat cinta mereka abadi.

Tapi, Althan malah memutusnya sendiri.

Perasaan Althan sekarang terasa campur aduk. Perlahan, pria itu berjongkok dan memungut manik-manik serta benang yang telah ia putus tadi. Menaruhnya dalam genggaman satu per satu, lalu menghitungnya. Merasa ada yang kurang, ia pun mencarinya ke seluruh ruangan, berharap manik manik itu masih ada.

Karena tak kelihatan, Althan pun menghidupkan lampu ruangan. Tepat saat itu, matanya tertuju ke arah ponsel milik Vivi yang tergeletak di atas lantai.

"Dia pasti melupakan ini karena buru buru," Althan mendesah.

Ia memungutnya, di layarnya langsung menampilkan wallpaper wajah Vivi dan Mikaila.

"Cantik sekali.." Ujarnya sambil tersenyum. Ah, Tiba-tiba dia jadi rindu dengan Mikaila. Kapan ya bisa bertemu lagi? Sepertinya harus mencari waktu sebelum ia dijemput oleh ayahnya.

"Eh, tunggu, ayahnya?"

Althan merasa ada sesuatu yang aneh. Kenapa pada wallpaper ponsel Vivi hanya ada gambar dia dan anaknya saja? Bukankah biasanya pasangan yang menikah akan menampilkan seluruh anggota keluarga? Kenapa Vivi mengecualikan suaminya?

"Apa mereka sedang ada masalah?" Althan bertanya-tanya. "Ah, sudahlah, buat apa aku memikirkan hal itu,"

Althan merasa dirinya sangat bodoh sekarang.

Padahal sudah jelas jelas Vivi adalah seorang istri yang bahkan punya anak juga, bisa bisanya Althan masih sempat berharap Vivi punya perasaan padanya.

"Kenapa aku merasa jadi perebut bini orang?" Althan mengacak rambutnya frustasi.

"Tapi..." Althan menatap sisa sisa gelang yang ada di tangannya. "Kenapa perbuatan kamu membuat ku merasa kamu punya perasaan padaku, Vivi?"

...----------------...

Hari sudah gelap saat Roni kembali ke apartemen.

Hari ini adalah jadwal dia untuk rapat bersama beberapa brand yang dibintangi Althan. Seharusnya, Althan ikut bersamanya. Tapi, Tiba-tiba saja Althan merasa tidak enak badan saat mau berangkat. Alhasil, hanya Roni seorang lah yang berangkat bekerja.

Tepat saat dirinya keluar dari lift, tiba-tiba Roni teringat sesuatu.

"Oh iya, Mbak Vivi!" Roni menepuk jidatnya sendiri.

Ia baru ingat kalau Vivi meneleponnya tadi untuk mencari benda yang hilang. Roni sudah terlanjur bilang di apartemen tidak ada orang, dan menyuruh Vivi datang sendiri. Tapi, di menit terakhir, ia lupa mengabari kalau Althan ada di rumah.

"Ya ampun, Althan nggak bakalan marahin Mbak Vivi, kan?"

Tiba-tiba Roni merasa panik.

Masalahnya, selama ini Roni selalu mengamati sikap Althan yang sangat kejam terhadap Vivi. Roni sendiri juga bingung. Kenapa Althan seperti membenci Vivi, tapi di lain sisi dia sendiri lah yang meminta Vivi bekerja untuknya? Roni merasa keheranan dengan sikap kontradiktif bosnya itu.

Maka, Roni pun melangkah dengan cepat menuju apartemen. Saat membuka pintu, ia langsung memandang ke arah sekeliling, mencari sosok Vivi.

"Ngapain sih, bang? Kok kaya panik begitu?" Althan yang sedang ada di ruangan tengah menatap heran.

"Eh, nggak apa apa Than," Roni menggaruk tengkuknya. "Itu.. tadi, Mbak Vivi kesini nggak, ya?"

Gerakan Althan yang sedang menggeser kursi terhenti. "Kesini. Aku kaget karena dia tiba-tiba buka pintu apartemen seolah tau sandinya,"

"Itu salahku Than," Roni langsung klarifikasi. "Aku sengaja kasih dia sandi apartemen kita karena katanya ada barang yang ketinggalan. Tapi, tenang aja. Setelah ini bakalan aku ganti kok sandinya. Kamu jangan marahin dia, ya?"

Althan menghela napas panjang. "Nggak usah diganti," ucapnya kemudian.

"Eh, beneran nggak papa?" Roni merasa kaget dengan jawaban Althan. "Bukannya biasanya kamu nggak suka kalau ada orang lain yang mengganggu privasi kamu?"

"Dia kan setiap hari juga bakalan kesini, jadi nggak papa lah,"

"Oh..." Roni mengangguk angguk, meskipun masih tetap merasa heran. Masalahnya, selama ini bahkan petugas kebersihan yang selalu datang ke apartemen mereka setiap seminggu sekali pun tidak pernah diperbolehkan mengetahui akses sandi apartemen mereka. Tapi kenapa sekarang tiba-tiba Vivi boleh?

"Bang, daripada bengong disitu, gimana kalau kamu bantuin aku aja?"

"Eh," ucapan Althan membuat Roni tersadar dari lamunan. "Bantuin apa, Than? Eh... ini kenapa ruangannya jadi berantakan gini?"

Roni baru sadar kalau ruang tengah apartemen mereka menjadi sangat berantakan.

Sofa-sofa sudah berpindah jauh dari tempatnya, posisinya miring dan tak beraturan. Meja tengah terdorong entah ke mana, hampir menepi ke sudut ruangan. Karpet besar tergulung asal, memperlihatkan lantai yang kini penuh jejak geseran.

Barang-barang kecil berserakan di mana-mana. Remote, majalah, hingga hiasan yang biasanya tertata rapi kini tergeletak begitu saja. Bahkan beberapa perabot tampak sudah ditarik keluar dari posisinya, seolah setiap sudut ruangan sudah diperiksa tanpa sisa.

"Aku lagi cari sesuatu," ucap Althan sambil melongokkan kepala ke bawah sofa. "Coba bantu aku cari juga bang,"

"Kamu lagi cari apa, sih?" Roni yang penasaran akhirnya mendekat. "Sampai apartemen kita kaya habis kemalingan gini,"

"Manik manik," ucap Althan sembari bangkit dari posisinya. "Bentuknya kotak dan ada inisial huruf A,"

"Manik-manik?" Roni mengernyitkan dahi. "Kenapa kamu cari manik manik?"

"Udahlah bang," Althan menepuk dada Roni pelan. "Nggak usah banyak tanya,"

Roni mendengus. Situ yang minta bantuan, situ juga yang ngelarang ngelarang, sungutnya di dalam hati. Tapi ia menuruti Althan dengan mencari manik-manik yang dimaksud.

Roni mencari di sela-sela karpet yang tergulung, lalu beralih ke bawah meja yang sudah bergeser jauh dari tempatnya. Ia berjongkok, menyapu lantai dengan telapak tangannya, berharap merasakan benda kecil yang dimaksud.

Beberapa detik berlalu, hingga ujung jarinya menyentuh sesuatu yang keras dan kecil.

“Eh, bentar,” gumamnya.

Roni memicingkan mata, lalu meraih benda itu. Sebuah manik-manik kecil berbentuk kotak terjepit di dekat kaki sofa. Ia mengangkatnya lebih dekat ke wajah, memastikan.

“Inisial A…” gumamnya pelan.

“Than!” panggil Roni, setengah meninggikan suara. “Ini, bukan?”

Althan yang tadi masih sibuk di sisi lain ruangan langsung menoleh. Begitu melihat benda di tangan Roni, langkahnya refleks mendekat cepat.

“Iya, itu!” jawabnya tanpa ragu.

Roni belum sempat berkata apa-apa ketika Althan sudah merebut manik-manik itu dengan hati-hati, seolah benda kecil itu jauh lebih berharga dari ukurannya. Ia menatapnya beberapa detik, napasnya sedikit berat, lalu senyum lebar perlahan muncul.

Bukan senyum biasa.

Ada rasa lega yang kentara, bahkan nyaris seperti bahagia yang berlebihan.

Roni mengangkat alis, heran.

“Seriusan, kamu sampai mengacak-acak ruangan ini cuma gara-gara benda itu?” tanyanya, menatap manik-manik kecil di tangan Althan.

Althan tidak menjawab. Ia hanya menggenggam benda itu erat, lalu mengembuskan napas panjang, seolah beban besar baru saja terlepas dari pundaknya.

Roni makin bingung.

1
Muft Smoker
kayakny ny ad yg gx berees niih ,,
semoga althan segera tau kebenaran ny ,, klo vivi ninggalin dy krn Selina ,,
mungkin vivi di bawah ancaman Selina ,,

next kak
Shee_👚
andai kan roni tau kenapa mereka berpisah juga bakalan iba, selina itu emang harus di kasih pelajaran. kapan ya vivi ngaku kalau dia pergi karena atas perintah Selina
Shee_👚
bukan mantan, lebih tepatnya di paksa jadi mantan😏
kalau kamu g membuat mereka berpisah juga g bakalan mereka pisah😡
Muft Smoker: sabar kak ,, jgn emosii ,,
yuuuk mending pecat aj Selina jd kodok ,, jggn jd manusia lgiii ,,
jd org koq licik ,, 😒😒😒😒😒
total 1 replies
Shee_👚
sumber uang selina dari hasil kerja keras althan. dan hidup althan di buat menderita karena ulah selina😏
aliyya
ap yg udh selina katakan ke roni, tentang althan dan vivi sampai roni ky marah bgt bgtu ,,,,
Shee_👚: yang pasti mengatakan yang tidak-tidak kak, intinya dia jelekin vivi
total 1 replies
Muft Smoker
jgn2 yg nyuruh vivi ninggalin althan tu Selina gemezzz ,,
/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Shee_👚
tes DNA althan biar vivi g bisa ngelak lagi.
sebenarnya vivi juga pengin ngaku kalau Mikaila anak althan, tapi dia takut kejadian masa lalu terulang kembali.
harusnya Vivi terus terang kenapa dia dulu ninggalin althan, biar althan kasih pelajaran sama wanita serakah itu kalau kebahagiaan althan sama Vivi g bakalan menghambat karirnya.
Muhammad lutfi Lutfi
Bagus althan Pepet terus Vivi biar ngaku atau langsung tes DNA diam diam.
Shee_👚
selina orang serakah dan melakukan segala hal hanya demi apa yang dia mau tercapai😏
Shee_👚
astag maen gebuk aja al, sabar dan tanya dulu kenapa sih😂
Shee_👚
dan jawabnya karena althan aja bingung kenapa g melakukan itu🤭
Shee_👚
😭😭😭😭😭😭😭
yang bukan dari harga, tapi dari nilainya siapa yang memberi dan kenanganny😭😭😭😭
Shee_👚
ko sedih ya ngebayangin perjuangan mereka dulu saar kerja di resto, makan seadanya tapi bahagia. sekarang punya segalanya tapi menderita 😭😭😭
Shee_👚
emang betul, karena cinta itu masih sama seperti dulu
Shee_👚
😭😭😭😭😭
sabar vi semua pasti akan terungkap tanpa harus kamu bicara
Shee_👚
andai althan atau di balik vivi melakukan itu semua, althan pasti menyesal dan bakalan marah benget sama agensinya. dia pasti memilih meninggalkan segalanya dari pada harus kehilangan vivi dulu. nyesek nya jadi mereka 😭😭😭
Shee_👚
apa yang kamu pikirkan itu betul semua althan, tpi vivi juga punya rahasia sendiri kenapa g mau mengucapkannya. Vivi takut karir kamu hancur dengan sekejap
Shee_👚
sengaja diem-diem eh malah ketahuan, sia-sia dah gelap gelapan tau gitu tadi nyalain lampu😂
Shee_👚
cantik sekali gelangnya, walau keliatan sederhana tapi bagus
Shee_👚
dah nikmatin aja drama rumah tangga secara live🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!