NovelToon NovelToon
Love Unscripted

Love Unscripted

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:856
Nilai: 5
Nama Author: CieMey

Zhevanya Maharani Karasya (Vanya) selalu menjadi anak yang dapat dibanggakan oleh kedua orangtua nya, siapa sangka sifat nya yang ceria periang dan selalu berfikir positif itu ternyata menyembunyikan rasa sakit yang sangat menyiksa. Vanya yang selalu ingin menyerah oleh penyakit nya itu tak pernah menduga masa remaja nya akan terasa sangat berwarna.

Pertemuan nya dengan Nana, Farida, dan Irgi benar benar membuat masa remaja nya begitu berwarna, indah dan membuat banyak kenangan yang tak terlupakan, sampai pada akhirnya Semua terasa begitu sia sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CieMey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekhawatiran yang mendalam

Semua murid SMP Permata berbaris di lapangan untuk upacara. Vanya tadinya sudah Ikut upacara, tapi tiba tiba kepalanya terasa sangat pusing akhirnya ia memutuskan untuk beristirahat di UKS. 

Farida mendatangi Vanya ketika upacara telah selesai, ia khawatir dengan keadaan Vanya. "Van... Lo gapapa kan?" Muka Vanya terlihat sangat pucat. 

"Gapapa kok... Gue kecapean aja" Vanya tersenyum manis, mencoba menenangkan Farida yang terlihat panik. 

"Van Lo istirahat disini dulu, kalo udah enakan baru keatas tapi kalo Lo ga kuat pulang aja ya" kata Nana sambil membawakan obat milik Vanya. 

Vanya menerima obatnya dan langsung meminumnya. Ia menatap kearah Nana dan Farida, "gue baik baik aja kok... Kalian balik aja ke kelas, dikit lagi pasti guru masuk" kata Vanya mencoba meyakinkan kedua sahabatnya. 

Tak ada pilihan lain, dengan berat hati Nana dan Farida memutuskan untuk meninggalkan Vanya dan kembali ke kelas. 

"Na... Vanya kenapa?" Kata Farida tepat ketika Nana menutup pintu UKS. 

"Gue juga ga tau, kemaren tiba tiba Vanya sakit" jawab Nana dingin. 

Sejujurnya ia malas berteman dengan Farida, itu karena Nana tidak suka dengan perempuan yang genit seperti Farida. 

"Na kok lo kalo sama Vanya baik giliran sama cewek lain dingin banget sih ?" Kata Farida dengan intonasi yang sengaja di buat seperti suara anak kecil. 

Tentu saja itu membuat Nana semakin kesal mendengarnya. Tapi apa boleh buat, jika ia ingin dekat dengan Vanya maka ia harus merelakan telinganya mendengar suara cempreng milik Farida. 

Nana tidak menjawab pertanyaan Farida tadi, ia hanya melirik ke arah Farida dengan tatapan datar dan berajalan mendahului Farida.

Farida yang kesal menghentak hentakan kakinya. Ia berulang kali berusaha untuk mendekati Nana tapi usahanya selalu saja gagal. 

Didalam ruang UKS Vanya melihat dan mendengar pembicaraan Nana dan Farida. Dan hal itu membuat Vanya bingung. Vanya tidak bingung dengan sikap Nana yang dingin ke semua cewek selain dirinya tapi justru dengan sikap Farida kepada Nana, Vanya merasa jika Farida menyukai Nana.

Vanya mencoba berpikir positif dan memilih beristirahat, ia harus kembali kedalam kelas setelah istirahat pertama karena ia akan ada ulangan, Vanya tidak mau mengikuti ulangan susulan. 

...☘️☘️☘️...

"Nana tunggu..." Farida berlari mengejar Nana yang sudah jauh di depannya. 

Tepat ketika Farida berhasil meraih baju Nana, ia terjatuh "aduh sakit" Farida terduduk di anak tangga sambil mengusap dengkulnya. 

Nana menoleh dan menghembuskan nafas dengan kasar. "Makanya gausah pecicilan jadi cewek" kata Nana sambil membantu Farida untuk kembali berdiri. 

Farida tersenyum, akhirnya Nana mau menolongnya walaupun ia harus merasakan sakit terlebih dahulu. Farida sengaja berpura pura jatuh, ia ingin melihat respon dari Nana. Dan Farida puas dengan respon yang di berikan Nana. 

Nana melepaskan genggaman tangannya dari tangan Farida. Mereka berjalan beriringan menuju kelas. 

Pelajaran pertama dimulai. Nana tidak bisa fokus pada pembelajaran kali ini, pikirannya sedang sibuk mengkhawatirkan kondisi Vanya. 

"Arnando kerjakan soal di papan tulis... Saya liat kamu dari tadi bengong Mulu" kata bu Tina yang sedari tadi memperhatikan Nana. 

Sontak Nana membulatkan matanya, ia sama sekali tidak mendengarkan penjelasan Bu Tina tadi. 

Nana berjalan dengan ragu ragu, walaupun ia murid terpintar di kelas nya tapi tetap saja ia seorang manusia, ada saatnya ia tidak mengerti dengan soal soal latihan, terlebih lagi ia tadi tidak mendengarkan penjelasan tentang soal tersebut. 

Nana menerima spidol yang di berikan oleh Bu Tina, ia mencoba memahami soal di hadapannya dan berdoa agar ia dapat menjawab soal tersebut. 

Kali ini keberuntungan tak berpihak pada Nana. Sudah 15 menit ia berdiri di depan papan tulis berusaha menjawab soal tersebut tapi otaknya sudah buntu, ia kacau. 

"Arnando ambil alat tulis kamu kerjakan soal ujian ini di depan" kata Bu Tina sambil memberikan lembar soal kepada Nana.

"Baik Bu" ketika Nana sudah berada di luar kelas Bu Tina menemui Nana dan membuat Nana mendongakkan kepalanya kearah Bu Tina. 

"Arnando saya lihat kamu lagi banyak masalah... Dengarkan saya Arnando, saya tidak tahu masalah kamu apa dan saya tidak akan memaksa kamu untuk menceritakan masalah kamu dengan saya. Kamu murid yang paling kami andalkan di angkatan ini, saya yakin kamu tidak akan mengecewakan kami. Sebelum semuanya terlambat, saya tidak ingin melihat kamu seperti tadi, tidak fokus, bahkan kamu tidak bisa menjawab soal semudah itu. Arnando saya harap ini adalah yang pertama dan terakhir saya menghukum kamu" 

Nana terdiam, ia tahu ini benar benar memalukan. Untuk pertama kalinya seorang Arnando Farid di hukum.

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
gempi
b
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!