Dia adalah Kezia Putri Ramadhan – CEO muda berusia 25 tahun yang menguasai bisnis tekstil keluarga dengan tangan besi. Hidupnya penuh dengan rapat bisnis, target penjualan, dan tanggung jawab berat hingga dia tak punya waktu untuk cinta. Namun, semuanya berubah ketika keluarga dihadapkan pada kehancuran keuangan yang hanya bisa dihindari dengan satu cara: menikahi putra keluarga Wijaya.
Yang tak disangka, calon suaminya adalah Rizky Wijaya – seorang anak SMA berusia 18 tahun yang baru saja lulus ujian masuk kampus, suka bermain game, ngemil keripik, dan masih sering lupa menyetrika baju!
Tanpa pilihan lain, mereka menjalani pernikahan yang tak diinginkan. Di rumah besar Kezia, tingkah lucu Rizky tak pernah berhenti: memasak yang malah membuat kompor berasap, menempelkan stiker kartun di laptop kerja istri, hingga menyuruh asisten perusahaan memanggilnya "Mas Rizky". Tapi bukan hanya kelucuannya yang menghiasi kehidupan mereka – rasa cemburu sang suami muda yang masih dibawa umur ju
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kepahiang Martin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TAMAT KULIAH DAN MASA DEPAN YANG CERAH
Suatu pagi yang sangat spesial – hari dimana Rizky akan mengikuti wisuda kuliahnya yang sama dengan hari ulang tahun Rania yang ke satu tahun! Udara di sekitar kampus terasa sangat meriah dengan banyak mahasiswa yang mengenakan toga wisuda dengan penuh bangga. Rizky sendiri mengenakan toga dengan hati-hati tapi tetap tidak bisa menghindari kesalahan lucu – tali dasarnya salah ikat hingga terlihat seperti ikat pinggang yang salah pasang.
"KAK KEZA! TUNGGU DULU YA! AKU MAU FOTOIN KAMU DAN RANIA SAMA TOGA WISUDAKU!" teriak Rizky dengan suara penuh kegembiraan sambil membawa kamera yang sudah dia siapkan dengan hati-hati. "Wah, ternyata hari wisudaku sama dengan ulang tahun Rania ya Kak Kezia? Seru banget deh!" ucapnya dengan senyum lebar, membuat Kezia yang sedang membawa Rania langsung tersenyum hangat.
"Sangat seru kan sayangku? Kita wisuda bareng dan bisa merayakan ulang tahun anak kita sekaligus," jawab Kezia dengan suara penuh cinta sambil mencium pipi Rizky yang sudah mulai berkeringat karena kegembiraan. "Tapi kamu jangan terlalu senang sampai lupa ya – nanti kalau salah pegang anak kita lagi kan?"
Rizky langsung tersenyum malu. "Maaf ya Kak Kezia... aku cuma terlalu senang aja. Kamu tahu kan, hari ini aku tidak hanya tamat kuliah tapi juga bisa merayakan ulang tahun Rania yang ke satu tahun! Ini benar-benar hari yang sangat spesial buat kita semua."
Saat prosesi wisuda dimulai, Rizky berdiri dengan penuh bangga bersama teman-temannya yang juga tamat kuliah hari itu. Suasana di dalam aula kampus sangat meriah dengan banyaknya keluarga yang datang untuk menyaksikan kelulusan anak-anak mereka. Rizky sendiri tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia yang luar biasa – dia bahkan membawa Rania yang sedang tertidur di dalam kereta dorong khusus yang dia modifikasi sendiri.
"Lihat ya Kak Kezia! Rania sudah bisa tidur nyenyak sambil kita wisuda lho!" ucap Rizky dengan suara penuh kebanggaan. "Padahal kemarin malah salah bawa kereta dorong jadi bawa kereta mainan anak yang ada di rumah!"
Kezia hanya bisa tersenyum melihat tingkah lucu suaminya. "Ya sudah sayangku... kamu memang selalu bisa membuat semua orang terhibur dengan kelucuannya," ucapnya dengan suara penuh cinta. "Tapi ingat ya – setelah tamat kuliah kita bisa fokus lebih pada bisnis dan juga merawat Rania dengan lebih baik lagi."
Setelah prosesi wisuda selesai, seluruh mahasiswa yang baru tamat berkumpul di halaman kampus untuk foto bersama. Rizky langsung menjadi pusat perhatian karena dia datang dengan membawa Rania yang sedang tertidur di dalam kereta dorong khusus yang dia modifikasi seperti mobil balap. "Wah, Mas Rizky kamu ini kreatif banget ya! Bawa anaknya wisuda bareng!" ucap salah satu teman kuliah dengan senyum penuh kagum.
Rizky hanya bisa tersenyum malu tapi bangga. "Terima kasih ya teman-teman! Ini semua karena dukungan kalian juga lho! Dan ingat ya teman-teman – nasehat penting buat semua pembaca: Jangan pernah terburu-buru menikah atau punya anak sebelum kamu benar-benar siap secara emosional, finansial, dan pendidikan. Selesaikan pendidikan kalian terlebih dahulu agar bisa memberikan yang terbaik bagi diri sendiri dan orang-orang terkasih."
Setelah acara wisuda selesai, Rizky mengajak Kezia dan Rania berjalan-jalan ke taman kota yang penuh dengan bunga-bunga cantik. Di sana banyak keluarga yang sedang berkumpul dan anak-anak yang sedang bermain. Rizky langsung berlari ke arah penjual es buah yang ada di dekat taman. "KAK KEZA! AKU BELI ES BUAH BUAT KAMU NIH! INI ES BUAH KHAS PALEMBANG YANG KAMU SUKAIN!" ucapnya dengan suara ceria, membuat Kezia langsung tersenyum melihat wajah suaminya yang penuh kegembiraan.
"Saya sudah lama tidak makan es buah khas Palembang ya Kak Kezia," ucap Kezia dengan suara penuh cinta sambil meraba perut Rania yang sudah mulai aktif bermain di kereta dorong khusus yang Rizky buat seperti mobil balap. "Lucu banget bentuknya kayak mobil balap lho Kak Kezia!" ucap Rizky dengan suara bangga.
Kezia hanya bisa tersenyum melihat wajah suaminya yang penuh kegembiraan. "Terima kasih sayangku... kamu benar-benar membuat hidupku lebih berwarna dengan segala kelucuannya dan cinta yang tulus," ucapnya dengan suara penuh cinta.
Di tengah suasana yang penuh keceriaan dan cinta itu, Rizky tiba-tiba berhenti dan melihat ke arah langit yang sudah mulai gelap. "Kak Kezia... kamu tahu nggak? Aku merasa sangat bersyukur bisa memiliki kamu dan Rania di hidupku. Meskipun dulu aku banyak salah dan tidak bisa melakukan banyak hal dengan benar, tapi dengan cinta kita bisa melewati segala rintangan dengan baik," ucapnya dengan suara penuh emosional.
Kezia meraih tangan suaminya dengan erat. "Aku juga sangat bersyukur bisa memiliki kamu sayangku... kamu memang sering salah dan bertingkah lucu tapi itu yang membuatmu spesial," ucapnya dengan suara penuh cinta.
Rizky hanya bisa tersenyum melihat wajah istri tercinta yang penuh dengan cinta dan kebahagiaan. Di langit yang sudah mulai gelap, bulan mulai muncul dengan cahayanya yang hangat menyinari jalan-jalan kota Palembang yang penuh dengan kenangan mereka berdua.
Nasehat untuk pembaca: "Setiap langkah dalam hidup memang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Namun dengan cinta, kerja keras, dan kesabaran kita bisa menghadapinya dengan baik. Jangan pernah terburu-buru dalam mengambil keputusan besar seperti menikah atau punya anak sebelum kamu benar-benar siap secara pendidikan dan finansial. Selesaikan pendidikan kalian terlebih dahulu agar bisa memberikan yang terbaik bagi diri sendiri dan orang-orang terkasih di sekitar kalian."