Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.
Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.
Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 1
WUUUUUSSSSH!
Lapisan atmosfer di langit barat Benua Fana Tianyun tiba-tiba melengkung hebat. Sebuah robekan dimensi berwarna perak terbuka, memuntahkan angin yang langsung mengubah awan-awan di sekitarnya menjadi ketiadaan.
Dua sosok melangkah keluar dari robekan tersebut, melayang tinggi di atas hamparan lautan dan daratan fana.
Zhao Xuan berdiri dengan tangan di dalam saku jubah tempur hitamnya, menghirup udara Benua Tianyun yang terasa luar biasa tipis baginya. Di sebelahnya, Long Chen mendengus kasar, mengerutkan keningnya.
"Udaranya sangat kotor dan lemah," keluh Long Chen, menepuk dada perunggunya. "Rajaku, aku merasa jika aku bersin terlalu keras di sini, aku bisa meratakan sebuah pegunungan secara tidak sengaja."
Zhao Xuan menyeringai tipis. Matanya menyapu hamparan dunia di bawah mereka dengan kebosanan.
Kultivasi maksimal di Benua Tianyun biasanya hanya mencapai batas Nascent Soul atau Soul Transformation Awal bagi leluhur sekte yang bersembunyi. Bagi Zhao Xuan yang kini berada di ranah Ascendant Awal, hukum alam di benua ini terasa seperti sarang laba-laba yang bisa ia robek hanya dengan Niat Membunuhnya.
"Kunci Qi mu rapat-rapat," perintah Zhao Xuan dingin, Roda Ketiadaannya berputar menyegel seluruh fluktuasi Ascendant nya hingga ke titik nol. Kini, ia terlihat persis seperti manusia fana tanpa basis kultivasi sama sekali. "Jika kau tidak sengaja menghancurkan benua ini, kita akan kehilangan petunjuk Kunci Asal."
Long Chen tertawa, lalu mengalirkan energi naga ke dalam tulangnya, menekan paksa auranya hingga terlihat seperti kultivator Core Formation biasa. "Dimengerti! Jadi, ke mana kita akan meratakan tempat pertama?"
Zhao Xuan menunduk, menatap sebuah kota pesisir raksasa di bawah mereka. Kota itu berbatasan langsung dengan kabut hitam tebal yang menyelimuti ujung lautan, Lautan Kematian.
"Kita turun ke kota itu. Aku mencium banyak fluktuasi Qi," gumam Zhao Xuan. Keduanya langsung melesat turun menembus awan.
Kota Pelabuhan Ujung Darah, Perbatasan Lautan Kematian.
Kota ini biasanya sepi karena bahaya dari Lautan Kematian. Namun hari ini, jalanannya dipenuhi oleh ribuan kultivator dari berbagai sekte besar Benua Tianyun.
Di tengah kota, terdapat sebuah alun-alun raksasa di mana sebuah kapal terbang raksasa berlabuh. Kapal itu memancarkan formasi pertahanan tingkat tinggi.
Di depan kapal tersebut, berdirilah seorang pemuda berjubah putih bersulam pedang perak. Wajahnya sangat tampan, dihiasi oleh senyum arogan yang seolah memandang rendah seluruh makhluk hidup. Fluktuasi Qi-nya sangat pekat, berada di ranah Nascent Soul Puncak! Untuk ukuran benua fana di usianya, ia adalah monster jenius yang langka.
Dia adalah Jian Wushuang, Tuan Muda dari Sekte Pedang Langit, sekte nomor satu di Benua Tianyun saat ini.
"Dengarkan baik-baik, kalian semua!" suara Jian Wushuang menggema, dipenuhi Niat Pedang yang membuat banyak kultivator Core Formation di sekitarnya memucat dan mundur. "Lautan Kematian baru-benar ini menunjukkan anomali. Ada harta karun kuno yang akan lahir! Sekte Pedang Langit-ku telah memonopoli rute kapal pelindung ini. Jika kalian ingin menumpang untuk mencari sisa-sisa harta, kalian harus menyerahkan seratus ribu batu roh per orang, dan bersumpah tunduk padaku!"
Para kultivator independen menggertakkan gigi, namun tidak ada yang berani melawan. Jian Wushuang memiliki reputasi sebagai pembantai kejam yang bisa memotong kepala ahli Nascent Soul lainnya hanya dalam tiga jurus.
Tepat saat para kultivator itu mulai mengantre dengan pasrah untuk membayar upeti, kerumunan tiba-tiba terbelah.
Dua pemuda melangkah dengan santai membelah keramaian, sama sekali tidak memedulikan Niat Pedang yang dipancarkan Jian Wushuang.
Yang satu adalah pemuda berjubah hitam pekat dengan tatapan sedalam jurang, sama sekali tidak memancarkan Qi (seperti fana). Di belakangnya, seorang raksasa liar bertelanjang dada memanggul pilar hitam, memancarkan aura Core Formation yang lemah.
Tentu saja, itu adalah Zhao Xuan dan Long Chen.
Mereka berdua berjalan lurus menuju kapal terbang raksasa itu, benar-benar mengabaikan antrean ratusan orang dan bahkan keberadaan Jian Wushuang.
"Menyingkir dari jalanku, serangga-serangga fana," gumam Zhao Xuan malas saat beberapa murid Sekte Pedang Langit menghalanginya.
Hanya dengan gumaman itu yang dilapisi sedikit Hukum Gravitasi seluruh murid penjaga itu terpental ke kanan dan ke kiri layaknya daun kering yang tertiup badai.
Melihat keributannya diabaikan, alis Jian Wushuang berkedut marah. Harga dirinya sebagai jenius nomor satu benua fana tercoreng seketika.
"Berhenti di sana, fana udik!" bentak Jian Wushuang, melesat dan mendarat tepat di depan Zhao Xuan, menghalangi jalan menuju kapal. Matanya memicing tajam. "Kau tidak memiliki fluktuasi Qi sedikit pun, dan pelayan raksasamu ini hanya di ranah Core Formation. Siapa yang memberimu keberanian untuk melangkahi Tuan Muda ini?!"
Di belakang Zhao Xuan, Long Chen langsung menyeringai lebar hingga gigi-gigi taringnya terlihat. Ototnya berkedut gembira. Ia mencondongkan kepalanya ke arah bahu Zhao Xuan.
"Rajaku," bisik Long Chen dengan suara yang sengaja dikeraskan. "Bolehkah aku menggunakan kelingkingku untuk meremukkan kepala yang berisik ini?"
Kata-kata Long Chen memicu hening mutlak di seluruh alun-alun. Jutaan pasang mata menatap mereka dengan ngeri. Seorang pelayan Core Formation ingin meremukkan kepala Tuan Muda Nascent Soul Puncak dengan kelingking?!
Jian Wushuang tertawa keras karena saking marahnya. "Hahahaha! Kelancangan yang mencari mati! Aku, Jian Wushuang, adalah dewa pedang generasi ini! Kalian berdua akan menjadi makanan anjing hari—"
SRAAAASH!
Jian Wushuang belum selesai bicara ketika Zhao Xuan, dengan wajah bosan setengah mati, hanya menjentikkan jarinya ke udara kosong.
Roda Ruang di Dantian Zhao Xuan berputar.
Tiba-tiba, Niat Pedang kebanggaan Jian Wushuang hancur berkeping-keping. Sebuah gaya isap dimensi yang tak kasat mata merobek ruang di sekitar dada pemuda arogan itu, menghantamnya dengan kekuatan yang setara dengan meteor raksasa.
KABOOOOOOOM!
"A-ARGHHH!"
Tanpa sempat menyentuh gagang pedangnya sama sekali, jenius nomor satu Benua Tianyun itu terlempar sejauh lima ratus tombak! Tubuhnya menabrak menara kota, menghancurkannya menjadi debu, lalu tertimbun di bawah reruntuhan batu dengan tulang rusuk yang remuk total.
Keheningan yang luar biasa mencekam turun ke seluruh Kota Pelabuhan Ujung Darah. Ribuan kultivator menahan napas hingga wajah mereka membiru.
Sang jenius puncak Nascent Soul... dikalahkan hanya dengan sebuah jentikan jari dari udara kosong?!
Zhao Xuan bahkan tidak melirik ke arah reruntuhan tempat Jian Wushuang terkubur. Ia memasukkan kembali tangannya ke dalam saku jubah, lalu melangkah naik ke atas geladak kapal raksasa tersebut seolah tempat itu adalah halaman belakang istananya.
"Kualitas katak di sumur ini ternyata semakin menurun," desis Zhao Xuan bosan, menoleh ke arah Long Chen. "Naik. Kita bajak kapal rongsokan ini ke Lautan Kematian. Siapa pun yang berisik... jadikan pupuk lautan."
"Hahaha! Dengan senang hati!" raung Long Chen, melompat naik ke atas geladak, menyeringai iblis ke arah ratusan murid Sekte Pedang Langit yang kini gemetar hingga mengompol.