NovelToon NovelToon
Chasing The Shadow The Valkyrie'S Path

Chasing The Shadow The Valkyrie'S Path

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Cassia Bellvania Anahera adalah personifikasi keanggunan di SMA Kencana, dengan rambut panjang yang menjadi simbol harga diri dan kasih sayang kakaknya, Kalingga. Namun, dunia Cassia yang berwarna merah muda seketika berubah menjadi kelabu saat ia mendapati kekasihnya, Zidane, dan sahabatnya, Elara, mengkhianatinya. Penghinaan Zidane terhadap dirinya—yang dianggap hanya sebagai "pajangan membosankan"—memicu ledakan luka yang mendalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab spesial : Dinasti kencana dan gerakan yang tersembunyi

Tiga tahun setelah badai Skorpio dan pengkhianatan Pak Guntur berlalu.

Pagi di Jakarta Selatan selalu diawali dengan hiruk-pikuk yang sama, namun di lantai teratas Gedung Kencana-Sheq Technologies, suasananya jauh berbeda. Gedung bertingkat dua puluh ini bukan hanya sekadar kantor pusat; ia adalah simbol kebangkitan sebuah dinasti baru yang lahir dari sisa-sisa reruntuhan masa lalu. Ruangan itu kedap suara, berbau aroma kopi arabika yang baru digiling bercampur dengan aroma samar dari logam presisi tinggi.

Cassia Kencana berdiri di depan jendela kaca besar yang membentang dari lantai hingga langit-langit. Di bawah sana, kemacetan Jakarta terlihat seperti barisan semut, namun fokusnya adalah pada sebuah motor listrik prototipe yang baru saja selesai diuji coba di lintasan bawah tanah gedung ini. Ia mengenakan setelan formal—blazer abu-abu dengan potongan ramping—namun tetap menyisipkan unsur sporty dengan sepatu sneakers kustom yang memudahkannya untuk bergerak cepat ke area bengkel kapan saja.

Rambutnya kini dibiarkan tumbuh sedikit lebih panjang, melewati bahu, memberikan kesan kedewasaan yang tenang. Namun, saat ia berbalik, tatapan matanya tetap setajam saat ia masih dikenal sebagai Phantom.

"Data akselerasi pada modul Valkyrie-Core 2.0 menunjukkan anomali kecil di detik kelima, Zel. Ada jeda sekitar 0,2 milidetik pada distribusi torsi ke ban belakang," ucap Cassia tanpa menoleh saat pintu otomatis di belakangnya terbuka dengan suara desis halus.

Zelene masuk dengan langkah terburu-buru, membawa tablet transparan yang dipenuhi dengan grafik holografik yang berkedip-kedip. Zelene telah bertransformasi sepenuhnya. Gadis yang dulu hanya bersembunyi di balik tudung hoodie gelap kini tampil sebagai Chief Technology Officer (CTO) yang disegani. Rambutnya dipotong bob rapi, dan kacamata tebalnya telah diganti dengan lensa kontak pintar yang bisa langsung memproyeksikan data ke retina matanya.

"Itu bukan anomali, Cass. Itu adalah protokol keamanan 'Anti-Impact' yang sengaja kutanamkan tanpa memberitahumu," jawab Zelene dengan nada tegas khas seorang jenius. Ia meletakkan tabletnya di atas meja kerja Cassia. "Aku tahu gaya berkendaramu masih sering 'gila' seperti dulu. Aku tidak mau kamu terbang terlalu tinggi sebelum sistem pengereman daruratnya siap seratus persen. Aku tidak ingin kehilangan satu-satunya penguji terbaikku."

Cassia tertawa kecil, suara tawa yang kini terdengar lebih lepas. "Kamu terlalu protektif, Zel."

"Bukan aku yang protektif," Zelene melirik ke arah pintu. "Tapi pria yang sebentar lagi akan masuk ke ruangan ini."

Tepat saat itu, pintu terbuka lagi. Kalingga masuk dengan langkah mantap. Karismanya sebagai CEO Kencana Group kini benar-benar matang. Kemeja putihnya yang digulung hingga siku memperlihatkan lengan yang masih kekar, namun kini lebih sering digunakan untuk menandatangani kontrak jutaan dolar daripada memegang kunci inggris. Di pergelangan tangannya melingkar sebuah jam tangan kronograf antik, pemberian Zelene saat perayaan ulang tahun perusahaan tahun lalu.

"Zel, kau melewatkan alarm makan siangmu lagi," suara Kalingga berat namun penuh perhatian. Ia meletakkan sebuah kantong kertas dari restoran organik favorit mereka di atas meja Zelene. "Otakmu itu butuh glukosa untuk berpikir, bukan cuma asupan kafein dari kopi dingin itu."

Zelene tertegun sejenak, pipinya sedikit merona—sebuah pemandangan yang selalu membuat Cassia ingin menggoda mereka. Sejak setahun terakhir, Kalingga dan Zelene perlahan menunjukkan kedekatan yang lebih dari sekadar rekan kerja. Kalingga yang dulu kaku dan terlalu protektif menemukan keseimbangan dalam diri Zelene yang logis dan blak-blakan. Bagi Kalingga, Zelene adalah satu-satunya orang yang bisa memahami isi kepalanya tanpa ia perlu bicara banyak.

"Terima kasih, Ling. Tapi aku sedang di tengah-tengah pembenahan enkripsi," gumam Zelene, meski tangannya mulai meraih kantong makanan itu.

"Enkripsi bisa menunggu sepuluh menit, Zel," sahut Kalingga lembut. Ia kemudian menoleh ke arah Cassia. "Cass, Galaksi mana? Dia seharusnya sudah ada di sini untuk rapat dewan direksi."

"Dia di ruang manufaktur lantai dasar," jawab Cassia, matanya berbinar setiap kali menyebut nama itu. "Ada satu bagian pada frame motor yang menurutnya kurang presisi sekitar beberapa mikron. Kau tahu sendiri kan, Arsheq Zhafran Galaksi tidak akan membiarkan ada satu baut pun yang tidak sempurna di bawah pengawasannya."

Galaksi kini menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO). Pria yang dulu hidup di bawah bayang-bayang jalanan itu kini menjadi pilar utama perusahaan. Jika Kalingga adalah wajah dan visi perusahaan, dan Zelene adalah otaknya, maka Galaksi adalah jantungnya. Ia yang memastikan semua ide gila Zelene dan Cassia bisa diproduksi secara nyata.

"Dia terlalu perfeksionis," Kalingga tersenyum, lalu menatap adiknya dengan tatapan yang sangat dalam. "Tapi kurasa itu sebabnya kalian berdua sangat cocok. Dia menjaga motormu seperti dia menjaga nyawamu."

Cassia tersenyum, ia menyentuh cincin perak yang melingkar di jari manisnya—sebuah pengingat akan janji yang mereka buat di atas bukit senja tiga tahun lalu. Namun, ia tahu hari ini bukan hari biasa. Ia bisa merasakan ketegangan yang tertutup rapi di balik setelan formal Galaksi saat mereka bertemu di sarapan tadi.

Hari ini adalah hari di mana Galaksi akan membuktikan nyalinya yang sebenarnya—bukan di lintasan balap, melainkan di hadapan Kalingga, untuk meminta restu terakhir yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Di sisi lain, Kalingga juga tampak lebih sering melirik Zelene dengan pandangan yang sulit diartikan, seolah-olah sebuah rencana besar juga sedang berputar di kepalanya.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
falea sezi
lanjutt donk seruu
falea sezi
elara jalang gatel g tau diri
falea sezi
nyimak moga bagus q ksih hadiah deh
Paradina
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!