Vallerie tidak pernah menyangka bahwa menutup mata setelah membaca bab terakhir sebuah novel akan membawanya terbangun di tubuh seorang figuran dengan nama yang sama. Namun, ia tidak punya waktu untuk bingung. Sebilah belati tak kasat mata kini tergantung di atas kepala sahabatnya, sang Antagonis, yang ditakdirkan mati mengenaskan di tangan Protagonis Pria demi membalas dendam kekasihnya
Demi mengubah naskah kematian tersebut, Vallerie harus memainkan peran yang berbahaya. Di mata dunia, ia adalah kaki tangan yang setia, ikut tertawa saat sang antagonis merencanakan kejahatan, dan terlihat sama busuknya. Namun, di balik bayang-bayang, Vallerie-lah yang diam-diam memotong tali jebakan, dan memastikan rencana jahat sahabatnya selalu gagal .
Berada di antara pedang Protagonis Pria dan obsesi gelap sahabatnya sendiri, satu-satunya teman bicara Vallerie hanyalah sebuah Sistem super cerewet dan berisik di dalam kepalanya. Terkadang Vallerie merasa kesal, tapi hanya dia yang bisa membantu V
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan yang tak dianggap
Vallerie melangkah ke lobby dengan langkah anggun, disana sudah terparkir mobil mewah yang mungkin milik Vernandes, tanpa menunggu lama Vallerie masuk kedalam mobil itu, dimana ada Vernandes yang duduk di bangku belakang dengan supir didepannya.
"Ada apa?"tanya Vallerie to the point.
Sebelum menemui Vernandes, Vallerie sudah menghubungi Eleanor sebelumnya, bagaimana pun dia adalah tunangan Eleanor, kalau menemui nya tentu harus mendapatkan izin dari Eleanor dulu. Tentu saja Eleanor mengizinkan, karena dia juga meminta tolong kepada Vallerie agar pertunangan nya dengan Vernandes bisa berakhir.
"Bagaimana? Dengan apa yang saya katakan padamu tempo hari?" Vallerie diam, dia tidak tahu apa yang pernah Vallerie ucapkan dengan pria ini sebelumnya.
[Sebelum kamu ke sini Vallerie sempat bertemu Vernandes sekali, dia mengajukan kerja sama agar bisa memutuskan pertunangan nya dengan Eleanor.] Ucap sistem
[Dan kamu tau? Dia meminta kamu dan Eleanor bersekongkol untuk memberitahukan hubungan Eleanor dengan Dominic kepada orang tua Vernandes, agar mereka membenci Eleanor dan memutuskan pertunangannya."
Vallerie tersentak, dia tidak bisa membiarkan Eleanor memberitahukan kepada orang tua Vernandes tentang dia yang mencintai Dominic, nanti orang tua Vernandes tidak hanya membatalkan pertunangan, tapi dia juga memutuskan kontrak kerja sama orang tua mereka, yang pastinya akan menghancurkan perusahaan milik keluarga Eleanor.
"Kenapa diam? Kamu tidak bisa membujuk Eleanor?"ucap Vernandes lagi.
Vallerie menghela nafas panjang. "Bukan tidak bisa, saya tidak mau hidup Eleanor hancur, kamu tau sendiri perusahaan orang tuanya bergantung padamu."
Vernandes yang awalnya duduk menghadap Vallerie meluruskan posisinya, dia diam dengan pemikirannya sendiri, Vernandes sudah melakukan berbagai cara agar pertunangannya dan Eleanor batal, tapi tetep gagal, Eleanor mencintai dan mengejar Dominic, posisi Vernandes terasa dipermainkan. Dia tidak seharusnya berada di antara mereka.
"Jadi? Kamu tidak bisa membantu saya?"
Sebelum Vallerie sempat menjawab, sebuah keributan pecah di lobby kantor yang terlihat jelas dari kaca mobil. Suara pekikan Eleanor terdengar nyaring.
"LEPASKAN AKU! NIC, LIHAT APA YANG DILAKUKAN WANITA KAMPUNGAN INI PADA BAJUKU!"
Vallerie menoleh dan melihat Eleanor sedang menjambak rambut Aleta di tengah lobby, sementara Dominic baru saja keluar dari lift dengan wajah yang merah padam karena murka.
[GAWAT! Skenario pembantaian dimulai! Di novel, di sinilah Dominic pertama kali menampar Eleanor dan kamu yang mencoba membela Eleanor malah didorong hingga jatuh! Cepat lakukan sesuatu!]
Tanpa persetujuan Vernandes, Vallerie keluar dari dalam mobil dan berjalan tergesa mendekati tiga orang itu.
"Cukup Elea! Kamu sudah keterlaluan!"ucap Dominic sambil menggenggam kasar tangan Eleanor yang hendak kembali menyerang Aleta. "Lagian, Apa ini? Sejak kapan anak magang tugasnya mengepel?"lanjut Dominic saat melihat tongkat pel dan ember di dekat Aleta.
Aleta hanya menunduk, sedangkan Eleanor menata tajam Aleta dengan nafas memburu, Vallerie mendekat, berdiri disebelah Eleanor, menyenggol sedikit bahunya meminta penjelasan. Sedangkan Eleanor sendiri hanya melirik sekilas dan kembali menatap tajam Aleta.
"Aleta? Jawab aku, kenapa kamu mengepel lantai?"Aleta masih menunduk, lalu memberanikan diri mengangkat wajahnya. Dia menatap Eleanor sekilas lalu beralih menatap Dominic.
"Bu, Eleanor bilang aku harus mengganti kan kerjaan OG, karena yang bertugas hari ini tidak masuk."cicitnya lalu kembali menunduk.
Dominic yang mendengar itu menatap tajam Eleanor, sementara Eleanor sendiri hanya memutar bola matanya malas.
"Eleanor!"geram Dominic
"Aku sudah berulang kali mengatakan kepada mu, jangan pernah menganggu Aleta, kenapa kamu menjadi kekanak-kanakan seperti ini?"Eleanor menghempas dengan kasar tangannya yang masih diremas Dominic
"Apa kamu bilang? Kekanak-kanakan? Nic? Kita sudah kenal dari kecil, kita sudah bersama sejak kecil, kenapa dengan mudahnya kamu malah jatuh cinta dengan wanita kampung itu?"sarkasnya sambil menunjuk Aleta dengan muak.
Vallerie menggenggam kedua bahu Eleanor memberikan keterangan, meskipun tidak ada gunanya sama sekali. Mau bagaimana pun Eleanor pasti akan tetap emosional.
"Memang kenapa? Kita bertiga dari kecil cuma sahabatan. Aku, kamu dan Vallerie. Kita tidak ada hubungan lebih selain itu. kenapa sekarang kamu malah berharap lebih seperti ini?" Eleanor terkekeh lirih mendengar itu, mereka memang hanya sebatas sahabat, tapi apakah Dominic tidak mengenang kenangan mereka sejak kecil? Bagaimana dia memperlakukan baik Eleanor? Bagaimana dia selalu memprioritaskan Eleanor dari pada urusannya sendiri, bagaimna dia ada didepan Eleanor disaat susah maupun senang. Apakah Dominic tidak sadar semua itu menciptakan ruang lain yang lebih besar dari sekedar persahabatan di hati Eleanor? Dia sendiri yang membuat Eleanor seperti ini, dia sendiri yang membangunkan monster di diri Eleanor.
"Dengan mudahnya kamu berbicara seperti itu? Hanya karena jalang itu?"ucap Eleanor dan beralih menatap Aleta dengan tajam.
"Eleanor!"bentak Dominic, seakan tidak terima Eleanor menghina Aleta.
"Kenapa? Dia memang jalang murahan!"teriak lantang Eleanor dan hendak kembali menyerang Aleta sebelum Vallerie dan Dominic menghalangi nya.
[Awas Vallerie! Sepertinya Dominic hendak menampar Eleanor!"teriak sistem yang membuat Vallerie menatap ke arah Dominic.
Vallerie tidak bisa menghentikan Eleanor yang sudah menarik rambut Aleta, karena emosi tenaga Eleanor cukup besar dan membuat Vallerie terdorong sedikit.
Eleanor terus mengumpat sambil terus menerjang Aleta, Dominic yang muak akhirnya menyeret paksa Eleanor agar menjauh dari kekasihnya, tangannya melayang hendak menampar Eleanor sebelum Vallerie datang menghalangi nya, namun anehnya Vallerie tidak merasakan apa pun, tidak merasakan sakit karena tamparan.
Vallerie dan Eleanor yang awalnya reflek menunduk karena hendak ditampar Dominic mendongakkan kepala mereka, betapa terkejutnya mereka saat melihat Vernandes menangkap tangan Dominic yang melayang di udara, dengan kasar Vernandes menghempas tangan Dominic.
[Gawat! Kenapa Vernandes malah kesini dan membela kalian? Aku tidak menyangka akan hal ini."
Vallerie terbengong. Sistem saja tidak menyangka, apa lagi Vallerie. Karena dia sama terkejutnya dengan itu, setaunya Vernandes sangat tidak suka dengan Eleanor, kenapa sekarang malah datang menolongnya?
"Pria sejati tidak memukul wanita. Apa kamu benar-benar pria?"tanya nya dengan nada dinginnya.
[OMJ! Dia bisa secool itu?" Teriak sistem histeris!
"Kenapa? Kamu mau membela tunangan mu? Kalau gitu kamu harus ajarkan dia untuk tidak mengganggu hidup saya dan kekasih saya."jawab Dominic dengan sinis.
Eleanor yang mendengar itu menatap Dominic dengan pandangan yang sulit di artikan, selama ini di mata Dominic dia hanya seorang pengganggu? Kebersamaan mereka selama ini tidak ada artinya? Dibandingkan dengan Vallerie, Eleanor dan Dominic lebih dekat, karena orang tua Eleanor sering melakukan urusan bisnis keluar kota bahkan luar negeri, orang tua mereka yang juga sahabatan sering menitipkan Eleanor dirumah Dominic. Karena kebersamaan itu rasa Eleanor tumbuh menjadi cinta, tapi Dominic tidak pernah peka akan hal itu.
Eleanor mendekat sambil menjauhkan Vernandes dari hadapan Dominic. Dia berdiri di hadapan Dominic dengan menatap tajam pria itu. "Kalau menurut kamu aku adalah pengganggu, maka aku akan perlihatkan seperti apa pengganggu."ucapnya dan berlalu pergi dari sana, meninggalkan beberapa orang yang masih terpaku.
[Gawat! Eleanor tidak akan menyerah begitu saja, dia semakin membenci Aleta]
[Setelah ini dia akan semakin menganggu Aleta dan kematian pasti akan terjadi padanya dan juga padamu.]
[Kamu harus mencari cara agar menggagalkan semua perbuatan Eleanor, tapi kamu juga tidak boleh ketahuan oleh Eleanor karena menggagalkan rencananya]
[Vallerie! Kamu mengerti maksud ku bukan?]
Vallerie yang berdiri disana menghela nafas jengah, dia mengerti, tapi tidak mungkin juga dia menjawab ucapan sistem dihadapan Vernandes, Dominic dan Aleta.
Vallerie menatap dengan sinis tiga orang yang ada disana, lalu berlalu menyusul Eleanor menuju lift untuk ke ruangannya.