Niat hati hanya ingin menolong Putri dari mantan majikan Kakeknya yang hendak melarikan diri, Asep justru di paksa untuk menikahinya.
Hanya tiga bulan, itu yang ia katakan, namun apa benar dalam waktu tiga bulan tak akan ada perasaan yang tumbuh diantara mereka?
Asep ada kecoak! Asep ada tikus! Asep, Asep, Asep, Asep!
“Sial, kenapa dikit-dikit gue terus manggil nama dia?” Ziya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 - Cewek bernama Siti
Ziya tiba-tiba merasakan sakit di perutnya, “aduh, kenapa nih perut gue tiba-tiba keram,” keluhnya sembari mencengkram perutnya.
Tiba-tiba dia ingat sesuatu, “tanggal berapa sekarang?” dia pun memeriksa kalender di ponselnya.
“Pantes, ini jadwal gue datang bulan,” ucapnya, dia bangkit dan membongkar isi kopernya, “ah sial, gue lupa bawa pembalut lagi, mana kalau datang bulan darahnya langsung banyak pula.”
“Apa gue minta tolong Asep beliin? Anjir, nggak-nggak masa ia gue nyuruh dia beli pembalut mau ditaruh dimana muka gue. Kayanya ada warung dekat sini, gue cari aja sendiri,” Ziya membawa dompet berikut ponselnya kemudian berjalan keluar.
“Wah, ternyata kalau siang hari pemandangannya lumayan juga,” komentarnya, dia pun lantas berjalan menyusuri jalanan berbatu untuk mencari warung atau toko yang menjual barang yang dia perlukan.
Cukup jauh Ziya berjalan, namun dia belum menemukan toko atau apapun itu hanya rumah-rumah warga biasa yang ia temukan, setelah beberapa saat akhirnya dia menemukannya.
“Wah itu dia, jauh juga ya,” keluhnya sambil bergegas menuju warung tersebut.
“Permisi,” ucap Ziya saat mencapai warung tersebut, seorang wanita muda hampir sebaya dengannya bangkit dari tempat duduk.
“Mangga Teh, bade meser naon?” (Iya Teh, mau beli apa?) ucapnya, kemudian dia pun terdiam, wajah yang semula ramah dan full senyum berubah seketika.
“Eleh-eleh gening kamu, Istrinya Kang Asep. Ngapain kamu kesini?”
“Kamu kenal saya?” tanya Ziya bingung, pasalnya dia baru pertama kali bertemu wanita ini.
“Tong pura-pura kamu ya, semalam kamu kan yang ngetawain saya,” ujarnya diiringi tatapan sengit.
“Semalam? Oh itu kamu,” ucap Ziya tanpa minat, “Aku mau beli pembalut dong, yang buat siang sama malam,” dia langsung saja mengatakan maksud dan tujuannya datang ke warung itu, lagi pula dia tidak peduli siapa itu Siti dan apa hubungannya dengan Asep.
Siti langsung mengambil barang yang dipesan Ziya dan menaruhnya dengan kasar di atas etalase.
“Berapa semuanya?”
“Seratus rebu,” ucapnya masih dengan tatapan yang sama, seakan Ziya ini musuhnya.
“Mahal amat, perasaan aku kalau beli di supermarket gak semahal itu,” komentar Ziya, tapi dia tetap membuka dompetnya untuk membayar barang belanjaannya.
“Kalau gitu pergi aja sana ke supermarket, ngapain kamu belanja disini,” kesalnya.
Ziya memutar bola matanya, malas meladeni sikap menyebalkan Siti.
“Lah ko gak ada,” keluh Ziya, dia membuka tiap sekat di dompetnya, ternyata tidak ada uang cash sepeserpun disana, hanya ada beberapa kartu ATM, kartu Kredit dan KTP-nya.
“Wah sial, gue lupa ngambil uang pas pergi kemren,” keluh Ziya, dia mengedarkan pandangannya mencari mesin untuk pembayaran lewat kartu Kredit atau ATM namun sepertinya tidak ada.
“Aku gak bawa uang Cash, bayarnya bisa pake QRIS gak?”
“Naon, kamu hayang gelut ejeng saya make Keris?” diluar dugaan reaksi Siti justru berbanding terbalik dengan maksud Ziya.
“Sok, di lawan ku urang, te sien urang mah rek maneh make Keris, rek maneh make Pedang hayu, sok kadie,” (Sok sini, aku lawan aku gak takut sama kamu meskipun kamu pake Keris atau Pedang sekalipun,) ucapnya sambil pasang kuda-kuda.
Ziya yang bingung mundur beberapa langkah kebelakang, “ini orang kenapa sih?" Keluhnya.
“Ada apa Neng?” Asep muncul entah darimana.
“Ini gue mau beli–,” Ziya menjeda ucapannya, dia tak sanggup mengatakan kata pembalut pada Asep, “gue mau beli cemilan, gue tanya apa bisa bayarnya pake QRIS eh dia malah marah-marah gak jelas,” terang Ziya.
“Mana ada atuh Kang, Siti mah gak pernah marah-marah, Istrinya Akang yang mulai duluan,” balas Siti.
“Dih malah memutar balikan fakta lagi, jelas-jelas kamu tadi yang mulai duluan, saya juga gak kenal kamu awalnya,” ucap Ziya tak terima.
“Udah atuh udah, biar saya yang bayar, berapa belanjaannya Istri saya, Teh?” ucap Asep dengan nada sopan, namun ditelinga Ziya itu terdengar seperti terlalu sopan dan cenderung merayu.
“Sepuluh ribu aja atuh Kang,” sahut Siti dengan ekspresi wajah malu-malu.
“Wah wah, tadi kamu bilang sama aku 100 ribu, tapi sekarang sama Asep cuma 10 ribu, parah.”
“Itu karena saya gak suka sama kamu,” ungkapnya dengan tampang menyebalkan.
Ziya berdecak kesal, dia menyambar kantong kresek hitam berisi pembalut itu dari tangan Asep kemudian pergi dari warung tersebut dengan langkah setengah menghentak-hentak.
“Neng tungguin saya, saya juga mau pulang,” Asep berjalan cepat berusaha mengejar langkah Ziya.
“Uang lu entar gue ganti,” ucap Ziya tanpa menoleh.
“Gak usah atuh Neng, tapi kenapa atuh Neng malah berantem sama Teh Siti?”
Mendengar pertanyaan Asep membuat langkah Ziya seketika terhenti, “lu nyalahin gue Sep? Jelas-jelas cewek itu yang mulai duluan,” kesalnya.
“Saya bukan nyalahin Neng atuh, saya cuma nanya,” ralat Asep.
“Hah cuma nanya,” Ziya mendengus kasar, “ngomong-ngmong kenapa lu bisa tiba-tiba muncul disana, di warungnya Siti? Lu selingkuh ya?!” tuding Ziya dia melempar tatapan menusuk kearah Asep.
“Mana ada saya selingkuh atuh Neng, saya baru mau pulang dari kebun pas liat Neng diwarung nya Teh Siti,” ucap Asep.
“Alah alasan, lagian kamu ngapain ngomongnya sok menye-menye depan Siti, nyebelin tahu gak.”
“Menye-menye gimana atuh Neng perasaan saya biasa aja,” tanggap Asep.
“Biasa katanya, cih,” Ziya berlalu lebih dulu meninggalkan Asep dibelakang.
Biar si benalu cari duit sendiri
❤❤😍😍💪💪
klao Asep gk cinta ma kmu ziyaa..
🤣🤣😄❤❤❤😍💪💪💪
ziya auto njerittt..
aaaaa..
🤣🤣😄😄😍😍😍❤💪💪💪
jangan samlai pak raden manfaatin ziya yaaa😍❤❤❤❤💪💪💪
jgn sampai siti curiga..
klao perlu ziya cium asep di depan siti..
🤣🤣😄😍❤❤❤❤
😍💪😍😍💪💪❤❤❤
aseppp..
siap2 aja macn netinamu ngamuk3..
🤣❤❤💪😍😄
bakal ada salah paham ini..
moga gak panjang salah pahamnya..
❤💪💪💪😍😍😄😄😄