Hanya satu persen dari populasi global, manusia yang memiliki warna mata heterochromia. Lunar salah satunya.
Memiliki warna mata hijau dan biru, Lunar menyembunyikannya ketika hidup di luar Silvanwood yang terisolasi dari teknologi.
Untuk menyambung hidup, Lunar tak menduga menjadi aktris di perusahaan entertainment milik Jackson Adiwangsa dan menjadi kesayangannya.
Hingga kejadian tak terduga membuat apa yang disembunyikan Lunar terkuak. Bagaimana kehidupan Lunar, apakah dia akan tetap tinggal atau kembali ke Silvanwood?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seven Introvert, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua puluh tiga
Jackson memasang wajah frustasi. Pria itu memeluk Lunar seraya mengatakan rindu. Lunar tercengang, ternyata ketika dia kabur Jackson sudah mengetahuinya dan menyuruh orang untuk membuntuti Lunar. Dari reaksinya, bisa diterka Lunar marah tapi Jackson tak perduli.
Tak hanya Jackson, Tom pun ikut menginjakkan kakinya di Silvanwood. Spontan Lunar menghambur ke luar, pandangannya mengedar ke sekeliling.
"Apa tuan bersama tim?" Lunar berharap Jackson tak mengecewakannya dengan membawa orang selain Tom.
Lunar tak tahu bagaimana perasaan Aling jika Silvanwood dimasuki orang lain. Daripada menjawab Lunar, perhatian Jackson dan Tom terbius dengan keindahan Silvanwood.
Bibir Lunar bergetar menahan tangis. Dia takut Aling marah karena kehadiran Jackson dan Tom. Setelah keterpanaan Jackson pada Silvanwood, pria itu kembali memusatkan perhatiannya pada Lunar.
"Setelah kau melampiaskan kerinduanmu, mari kita pulang!" ajak Jackson lembut.
Spontan Lunar menggeleng. Gadis itu merasa Silvanwood lah rumahnya. Bukan kota besar atau rumah Jackson. Sang ceo AHP memperingatkan Lunar dengan semua aset-aset jerih payahnya selama ini.
"Tuan, pertama aku ke luar dari Silvanwood tak membawa apa pun begitupun saat kembali lagi aku rela meninggalkan semuanya," tutur Lunar memalingkan wajah.
Jackson tak suka mendengarnya. Tom tak bereaksi, jika dia menjadi Lunar takkan mau meninggalkan keduanya.
Lunar semakin resah. Dia pun mengusir Jackson dan Tom untuk pergi kuatir Aling melihat mereka. Tapi mereka tak beranjak sedikit pun membuat Lunar ketar-ketir.
Benar saja. Aling tepat berada di belakang mereka. Nyawa Lunar seakan ke luar, wajahnya memucat sampai tak bisa mengatakan sepatah kata.
Lunar tahu, meski penglihatan dan pendengaran Aling sedikit bermasalah kedua pria itu bisa dideteksi kehadirannya.
Jackson menyadari sosok Aling ketika berbalik. Segera pria itu mencium punggung tangan Aling. Sikapnya sok akrab membuat Lunar semakin takut dimarahi Aling.
Keberadaan Silvanwood hanya Kaelix, Aling dan Lunar saja yang tahu bahkan Erina saja hanya tahu nama tempatnya saja.
"Nyonya Aling," cicit Lunar tak enak.
Aling sosok bijaksana dengan membawa kedua pria itu masuk ke rumah pohon. Kata Aling, tidak baik membiarkan tamu di luar.
Jackson dan Tom membenarkan. Mereka dibuat takjub melihat isi di rumah pohon. Jackson tak pernah melihat dekor ruangan seindah rumah pohon Aling. Semua yang ada di sana begitu antik.
Jackson memperkenalkan diri. Aling membatin, rupanya pria di depannya yang Lunar ceritakan. Tak dipungkiri, di mata Aling Jackson tampan dan baik hanya saja sedikit ambisius pada Lunar.
Meski Aling tersinggung, dia tak bisa memarahi Lunar. Kedatangan kedua pria itu bukan kehendak Lunar.
Lunar kembali ke kota bersama Jackson dan Tom. Setelah berbincang lama, Lunar diminta Aling untuk melupakan Silvanwood. Kata Aling, anggap saja Silvanwood tidak pernah ada tapi itu membuat perih hati Lunar.
Jackson tak sedetik pun melepaskan genggaman tangannya pada Lunar. Seperti kata Aling biarlah Lunar menjadi dirinya sendiri. Warna mata hijau dan biru membuat Lunar percaya diri. Gadis itu belajar menulikan pendengaran ketika orang-orang berbisik melihatnya.
Dari Aling, Jackson mengetahui asal-usul Lunar. Tadinya, Jackson pikir sosok Kaelix yang pernah dijadikan inspirasinya dalam sebuah film patriot hanya sosok fiktif. Namun siapa sangka Lunar sendiri putri Kaelix. Jackson pikir nama belakang Lunar hanya kebetulan saja.
"Ayah Lunar tidak sengaja melenyapkan kucing, karena itulah wujud Lunar mirip kucing." Jelas Jackson di depan media.
Apa yang dikatakan Jackson bukan sekadar bualan. Publik pun turut berkomentar dengan mengatakan bahwa itu bukan hanya mitos. Apalagi dari testimoni korbannya langsung. Lunar merasa dilindungi Jackson. Pernah ceo AHP itu bertanya, Lunar hendak minta apa padanya.
"Aku tak pernah bertemu ayahku dan tak tahu siapa ibu kandungku, tuan." Begitulah jawaban Lunar.
Lunar berharap itu pada Jackson, selama ini hal mustahil pun bisa diselesaikan Jackson. Sosok Kaelix ... Jackson mengawang nama itu. Dia sendiri tak tahu harus mencari ke mana, tapi Jackson akan berusaha. Menurut Jackson, hal pertama yang harus dilakukannya ialah mengetahui biografi Kaelix.
Jackson Adiwangsa dan Lunar Kaelix akan adu acting di film terbaru. Kabar itu bukan sebatas rumor tapi sudah diberitahu ekslusif oleh AHP.
Penggemar dibuat panas-dingin menunggu rilisnya film mereka. Terang-terangan Jackson ungkapkan di media, bahwa projeknya kali ini terinspirasi dari kehidupan Lunar.
Marahlah Alice mendengar itu. Gadis itu tidak lagi menyewa buzzer untuk menyerang Lunar. Tak sedikit yang menganggap Alice sudah putus urat malu. Bagaimana tidak depresi, Alice ditinggalkan penggemar dan kepercayaan bekerja sama di entertainment. Alice pun luntang-lantung di media sosial membuat huru-hara.
"Silvanwood? Hahaha, nenekku pernah mengatakan ini tapi biar kuberi tahu kalian itu tempat tinggalnya para manusia jadi-jadian seperti Lunar!" ujar Alice.
Penggemar Lunar dibuat muak lalu menyerang Alice. Bisa-bisanya mantan it girl itu melakukan siaran langsung sembari mabuk. Anggap saja Alice manusia stres, foto-foto hot Alice pun dia menyebarkannya sendiri.
AHP sendiri tak mau ambil pusing. Ada yang menarik di sini ketika nama Kaelix naik ke permukaan.
Orangtua satu generasi dengan Erina mengatakan tidak asing dengan nama itu. Jackson Adiwangsa pun membuat podcast mengundang narasumber bagi mereka untuk membicarakan luar-dalam sosok Kaelix.
Jackson dibuat tercengang, mendengar cerita sesepuh yang pernah melihat langsung Kaelix. Ketika kecil, Harisson yang seorang anak prajurit hidup di era retro di mana Kaelix lah sosok master yang melatih pasukan elit.
Jackson tak bisa membayangkan, jika Harisson saja sudah setua itu bagaimana dengan Kaelix. Sang ceo AHP berusaha membuat Lunar mengerti, logika saja mungkin Kaelix sudah berpulang.
Harisson sendiri membantah, Kaelix tidak bisa mati jika bukan dirinya yang menginginkan. Jackson termenung, baginya umur manusia tidak ada yang sampai berabad-abad.
Oke, katakan saja Jackson percaya dengan apa yang dikatakan Harisson. Ini yang membuat Jackson kaget, jika usia Lunar belum genap dua puluh tahun tidak terbayang seperti apa Kaelix di saat menikahi ibunya Lunar. Wow, perkasa sekali. Jika benar Kaelix masih hidup, Jackson bersumpah akan berguru padanya untuk menjadi lelaki perkasa.
Podcast yang diadakan Jackson Adiwangsa semakin menarik perhatian. Rupanya di kalangan netizen, kakek buyut mereka mengetahui Kaelix walau cuma mendengar namanya saja.
Pandangan publik pada Lunar berubah. Pantas saja, gadis itu acapkali tak sadar menunjukkan dirinya mempunyai ilmu kebal toh mengalir darah Kaelix dalam tubuhnya.
"She is my catgirl," ucap Jackson menarik Lunar dalam pelukannya.
Pria itu tak lagi canggung melakukan kontak fisik dengan gadis itu begitupun sebaliknya. Jackson punya ide gila untuk membuat banyak anak bersama Lunar. Rencana itu dia ungkapkan pada media.
"Tuan ingin anak dariku? Bagaimana, kalo mereka terlahir sepertiku?" Lunar terkejut.
"Bagus dong. Populasi sepertimu akan bertambah," jawab Jackson enteng.