Xing Shenyuan, pangeran kesembilan Dinasti Bintang Agung, dikhianati oleh saudaranya sendiri. Tulang Surgawi miliknya dicabut, basis kultivasinya dihancurkan, dan dia dibuang ke Makam Leluhur yang terlarang untuk menjadi pelayan nisan seumur hidup. Di tengah keputusasaan, sebuah suara kuno bergema di jiwanya. Dengan sistem "Masuk Log" (Sign-In), setiap inci tanah pemakaman menjadi gudang harta karun ilahi.
"Masuk Log di Makam Kaisar Pertama, hadiah: Tubuh Kekacauan Primordial!"
"Masuk Log di Gundukan Pedang Dewa, hadiah: Niat Pedang Penghancur Cakrawala!"
Sepuluh ribu tahun berlalu dalam sekejap mata. Dunia luar telah berganti zaman, kekaisaran runtuh, dan dewa-dewa baru bermunculan , ketika musuh dari langit mencoba mengusik ketenangan makam leluhur nya, xing shenyuan bangkit dari debu hanya satu jentikan jari untuk meratakan seluruh galaksi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzuki chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 26 pencurian terbesar di kota seribu sungai
Hujan deras mengguyur Kota Seribu Sungai, mengubah permukaannya menjadi cermin gelap yang memantulkan cahaya lampion yang pudar. Suara tetesan air yang menghantam atap kayu dan jembatan batu menciptakan simfoni alami yang sempurna untuk menyamarkan langkah kaki yang paling sunyi sekalipun.
Di puncak menara jam yang terbengkalai, Xing Shenyuan berdiri tegak. Jubah hitamnya tidak lagi berkibar; ia telah menggunakan Qi untuk melekatkan pakaiannya ke tubuh agar tidak menimbulkan suara sekecil apa pun. Wajahnya tertutup Topeng Wajah Seribu Ilusi yang kini mengambil rupa tanpa fitur, hanya sebuah bayangan halus.
"Guru, sensor di gerbang barat telah dinonaktifkan oleh Tie Zha," suara Xiaoyue terdengar melalui transmisi suara di telinga Shenyuan. Gadis itu berada tiga ratus meter jauhnya, bersiap dengan panah pengalih perhatian jika keadaan menjadi kacau.
"Bagus. Tetap di posisimu. Jika kau melihat cahaya merah menyala dari menara utama, segera lepaskan 'Hujan Api Biru' ke arah dermaga timur," perintah Shenyuan.
Ia memejamkan mata sejenak, mengaktifkan Mata Batin Penembus Ilusi.
Seketika, dunia di depan matanya berubah. Paviliun Bayangan Air yang megah itu kini tampak seperti sarang laba-laba raksasa. Ribuan benang energi berwarna emas dan merah melilit bangunan itu—Formasi Jaring Dewa. Satu sentuhan yang salah, dan alarm akan terdengar hingga ke telinga para penjaga kota.
Namun, di mata Shenyuan, ada garis-garis hitam tipis yang berdenyut pelan. Itu adalah "titik mati" energi, tempat di mana formasi itu melakukan siklus pembaruan setiap sepuluh detik.
"Langkah Hantu: Tanpa Jejak."
Shenyuan melompat. Ia tidak jatuh, ia seolah-olah meleleh ke dalam tetesan hujan.
Infiltrasi: Menembus Jaring Dewa
Shenyuan mendarat di balkon lantai tiga tanpa menimbulkan riak sedikit pun pada genangan air. Ia merayap seperti bayangan, mengikuti garis hitam yang ia lihat melalui Mata Batinnya.
Dua penjaga tingkat Inti Emas berjalan melewatinya. Jarak mereka hanya dua meter, namun berkat Jubah Hakim Neraka yang meredam aura dan Topeng Ilusinya, para penjaga itu hanya merasakan embusan angin dingin yang lewat.
"Dingin sekali malam ini," gumam salah satu penjaga sambil mengeratkan bajunya.
"Sudahlah, fokus saja. Madam Hong bilang ada barang berharga milik Sekte Pedang Langit yang baru masuk. Jika hilang, kepala kita taruhannya."
Shenyuan menunggu mereka lewat, lalu bergerak menuju pintu kayu ek yang dijaga oleh segel rune. Ia tidak menghancurkan segel itu. Ia mengeluarkan Lentera Abadi dalam bentuk miniatur sekecil ibu jari.
Api putih dari lentera itu menyentuh segel rune. Bukannya meledak, segel itu justru "tertipu"—api Shenyuan meniru frekuensi energi penjaga toko, membuat segel itu terbuka dengan patuh.
Klik.
Pintu terbuka. Shenyuan menyelinap masuk ke dalam Gudang Harta Utama.
Login: Di Tengah Tumpukan Harta
Di dalam, ruangan itu dipenuhi dengan kotak-kotak giok, senjata-senjata yang bersinar, dan tumpukan batu roh yang menggunung. Namun, Shenyuan tidak melirik semua itu. Matanya tertuju pada sebuah kotak hitam yang diletakkan di atas altar pusat, dilindungi oleh kubah energi transparan yang berdenyut kuat.
> [Sistem Login Harian Makam Bintang]
> [Lokasi: Gudang Harta Paviliun Bayangan Air (Jantung Harta Karun)]
> [Status: Siap untuk Check-in.]
> [Bonus: Keberuntungan Pencuri +30%.]
>
"Login," bisik Shenyuan.
> [Ding! Check-in berhasil!]
> [Selamat, Tuan mendapatkan: "Cairan Pemakan Formasi" (Satu Kali Pakai) dan "Kunci Master Kerangka Naga".]
> [Deskripsi Item:]
> * Cairan Pemakan Formasi: Cairan asam spiritual yang dapat melubangi penghalang energi terkuat sekalipun tanpa memicu alarm selama 60 detik.
> * Kunci Master Kerangka Naga: Kunci yang bisa membuka mekanisme fisik apa pun yang dibuat oleh pengrajin manusia.
>
Shenyuan segera mengeluarkan botol kecil berisi cairan hijau berpendar. Ia meneteskan satu tetes ke kubah energi yang melindungi kotak hitam itu.
Sssss...
Sebuah lubang kecil seukuran tangan terbentuk di kubah tersebut. Shenyuan memasukkan tangannya dengan cepat dan mengambil kotak hitam itu. Di dalamnya, tergeletak sepotong logam berbentuk segitiga tua yang dipenuhi ukiran rasi bintang.
Fragmen Peta Bintang Kuno (Kunci Bintang).
Shenyuan bisa merasakan jantungnya berdegup kencang saat menyentuh logam itu. Resonansinya dengan Makam Bintang sangat kuat, hampir membuat Qi di tubuhnya meledak.
Namun, tepat saat ia hendak memasukkan fragmen itu ke dalam cincin penyimpanannya, sebuah suara dingin bergema di ruangan yang sunyi itu.
"Tamu tak diundang biasanya tidak akan keluar dengan tangan penuh, Tuan Muda Ye... atau haruskah aku memanggilmu, Sang Pencuri Makam?"
Konfrontasi: Madam Hong dan Kebenaran yang Dingin
Madam Hong berdiri di ambang pintu, kipas sutranya kini terbuka, menyingkap bilah-bilah baja tipis di sela-selanya. Di belakangnya, berdiri seorang pria tua berjubah abu-abu dengan aura yang sangat menindas—Seorang Ahli Jiwa Baru Lahir Tahap Puncak.
Shenyuan berbalik dengan tenang, meskipun batinnya waspada. "Madam Hong. Anda memiliki kebiasaan buruk mengintip privasi pelanggan."
"Pelanggan tidak mencuri dari tokoku," Madam Hong menutup kipasnya dengan bunyi plak. "Aku sudah curiga saat kau menjual senjata para Tetua itu. Kau memiliki bau kematian yang sangat pekat. Tapi aku tidak menyangka kau cukup berani untuk menyusup ke sini."
Pria tua di belakangnya melangkah maju. "Nyonya, biarkan saya menghancurkan meridiannya dan mengambil kembali harta itu. Kita bisa menyerahkan mayatnya ke Sekte Pedang Langit untuk mendapatkan hadiah tambahan."
Shenyuan terkekeh, suara yang keluar dari topengnya terdengar berat dan menyeramkan. "Madam Hong, Anda adalah wanita yang cerdas. Apakah Anda benar-benar ingin bertaruh dengan nyawa seluruh orang di paviliun ini demi sepotong logam tua yang bahkan tidak bisa Anda gunakan?"
"Apa maksudmu?" Madam Hong menyipitkan mata.
"Fragmen ini adalah kutukan," Shenyuan mengangkat logam itu. "Kekaisaran sedang menuju ke sini. Jika mereka menemukan benda ini di tangan Anda, mereka tidak akan membeli. Mereka akan membantai kota ini untuk memastikan tidak ada saksi. Saya sedang melakukan bantuan untuk Anda dengan membawanya pergi."
"Omong kosong!" Pria tua itu menyerang. Sebuah tangan besar dari energi hijau muncul, hendak meremukkan Shenyuan.
"Panji Sepuluh Ribu Jiwa: Manifestasi Tie Zha!"
Shenyuan menghentakkan kakinya. Bayangan hitam meledak dari tubuhnya, membentuk wujud raksasa Jenderal Tie Zha yang memegang gada.
BOOOM!
Dua kekuatan besar bertabrakan di dalam gudang. Getarannya meruntuhkan rak-rak harta di sekitar mereka. Madam Hong terpaksa mundur beberapa langkah karena tekanan yang dihasilkan.
"Jiwa Baru Lahir?! Kau memelihara roh jenderal?!" Madam Hong terkejut.
Shenyuan menggunakan kesempatan itu untuk melempar sebuah botol giok ke arah Madam Hong. Wanita itu menangkapnya dengan refleks.
"Di dalam itu adalah Pil Pemurni Jiwa tingkat Surga yang aku temukan di lantai kedua Makam," teriak Shenyuan. "Itu jauh lebih berharga daripada fragmen peta ini bagi kultivasi Anda. Anggap itu sebagai harga pembelian yang jujur. Biarkan aku pergi, atau kita semua akan mati terkubur di bawah reruntuhan paviliun ini!"
Madam Hong membuka botol itu sejenak. Aroma obat yang sangat murni memenuhi hidungnya, seketika menenangkan Qi-nya yang bergejolak. Matanya bergetar antara keserakahan dan logika.
Pria tua itu hendak menyerang lagi, namun Madam Hong mengangkat tangannya. "Berhenti, Penatua Gu."
"Tapi Nyonya—"
"Dia benar," Madam Hong menatap Shenyuan dengan pandangan baru. "Jika dia bisa memanggil roh setingkat Tie Zha, latar belakangnya bukan sesuatu yang bisa kita singgung dengan mudah. Dan pil ini... ini adalah apa yang kubutuhkan untuk mencapai tahap menengah."
Madam Hong menatap Shenyuan tajam. "Pergilah. Tapi jika Kekaisaran bertanya, kau tidak pernah ada di sini. Dan jika kau tertangkap, pil ini akan menjadi bayaran untuk kepalamu."
"Adil," sahut Shenyuan.
Ia segera menghilang ke dalam kegelapan, menggunakan Langkah Hantu untuk menembus dinding yang telah retak akibat benturan tadi.
Pelarian: Langit yang Terbakar
Di luar, alarm akhirnya berbunyi. Para penjaga kota mulai mengepung Paviliun Bayangan Air.
"Xiaoyue, sekarang!" perintah Shenyuan melalui transmisi.
Siuuuu! BOOM!
Tiba-tiba, area dermaga di sisi timur kota meledak dalam kobaran api biru yang indah namun mematikan. Perhatian seluruh penjaga kota seketika teralih ke sana, mengira ada serangan dari perompak sungai.
Shenyuan bertemu dengan Xiaoyue di tepi sungai yang gelap.
"Dapat, Guru?" tanya Xiaoyue dengan napas terengah-engah.
"Dapat. Kita harus keluar dari kota ini sekarang. Madam Hong tidak akan bisa menahan informasi ini lama jika ditekan oleh Kekaisaran."
Mereka melompat ke atas sebuah perahu cepat yang telah disiapkan oleh Tie Zha. Perahu itu meluncur membelah sungai, menjauh dari cahaya Kota Seribu Sungai yang mulai kacau.
Di Ibu Kota: Panggilan dari Neraka
Di saat yang sama, di Dataran Angin dekat Ibu Kota Kekaisaran.
Pangeran Pertama, Xing Jian, berdiri di atas altar pemujaan yang dikelilingi oleh ribuan mayat prajurit yang tewas dalam pertempuran sore tadi. Di tangannya, ia memegang Cermin Pemanggil Iblis.
"Dengan darah ini, aku memanggilmu! Penghancur Dunia, Sang Pelahap Bintang!" teriak Xing Jian, wajahnya sudah tidak tampak seperti manusia lagi—matanya hitam sepenuhnya.
KRAAAKK!
Langit di atas Ibu Kota terbelah. Sebuah lubang hitam raksasa muncul, dan dari dalamnya, cakar-cakar raksasa yang tertutup sisik api keluar. Aura jahat yang begitu kuat menyebar ke seluruh negeri, membuat setiap kultivator di Benua Timur gemetar ketakutan.
Xing Jian tertawa gila, tidak menyadari bahwa tubuhnya sendiri mulai retak, esensi kehidupannya diserap oleh cermin itu sebagai bayaran.
Penutup Bab: Gema yang Terhubung
Di atas perahu, Shenyuan tiba-tiba memegangi dadanya. Lentera Abadi miliknya bergetar hebat, memancarkan cahaya ungu yang sangat terang.
"Guru! Apa yang terjadi?" Xiaoyue panik.
Shenyuan menatap ke arah utara, ke arah Ibu Kota yang kini dilingkupi awan hitam kemerahan.
"Pangeran Pertama... dia benar-benar melakukannya," bisik Shenyuan. "Dia memanggil entitas dari Alam Bawah. Resonansi ini... iblis itu sedang mencari sesuatu."
Shenyuan menatap fragmen peta di tangannya. Fragmen itu bersinar selaras dengan lubang hitam di langit utara.
"Fragmen ini bukan hanya peta menuju Jantung Dunia," Shenyuan menyadari dengan ngeri. "Ini adalah jangkar. Siapa pun yang memegang ini akan menjadi target utama bagi iblis yang dipanggil."
Ia mengepalkan tangannya.
"Xiaoyue, kita tidak bisa lari lagi. Kita harus menuju ke Ibu Kota. Jika iblis itu mendapatkan kunci ini, Makam Bintang akan terbuka dari luar, dan dunia ini akan benar-benar berakhir."
Shenyuan berdiri di haluan kapal, matanya berkilat penuh tekad.
"Waktunya bagi Pangeran Terbuang untuk pulang... dan memadamkan api yang dinyalakan oleh kakaknya."
* Kultivasi: Setengah Langkah Jiwa Baru Lahir (Hambatan Terobosan mulai retak).
* Item Diperoleh: Fragmen Peta Bintang (Kunci Bintang).
* Kondisi Dunia: Invasi Iblis dimulai di Ibu Kota.
* Tujuan Berikutnya: Kembali ke Ibu Kota (Misi Penyelamatan Dunia/Makam).