*merried for revenge
bukan ajang perlombaan ini hanya sekedar balas dendam , balas dendam antar saudara yang tak kunjung padam.
liyan menatap nanar HP yang baru saja di banting hingga berserakan di lantai. emosi nya memuncak dan tak terkendali karena sang kekasih meninggalkan liyan demi memilih bertunangan dengan musuh bebuyutannya.
"5 tahun kita pacaran kau malah memilih laki laki sialan itu karena dia di pewaris. " umpat nya tertahan di antara rahang yang sudah mengeras
"brengsek!! "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
...
...
" Good bye shanghai,…"
Chelin wang, keturunan indo cina itu memutuskan balik lagi ke Indonesia setelah 10 Th meninggal kan negara kelahiran nya itu. Chelin melangkahkan kaki nya di bandara kota Shanghai yang Mega itu, dia tidak sendiri melain kan bersama sang menejer sekaligus sahabat nya, namanya Maura gadis berkulit Tan skin dan matanya yang sipit membuat nya menjadi incaran para bule. Lihat lah sekarang Maura menjadi pusat perhatian pria berkulit pucat dan berambut pirang di lokasi nya itu.
"Akhirnya kita pulang juga beb.. aku harap kamu bisa kontrol diri sendiri, aku juga ga mau kamu berakhir ke psikiater lagi.." ucap Maura dengan wajah yang khawatir.
"Hmm,. Sejujur nya aku kangen indo ra. aku pengen pulang secepat nya ke indo,, maaf yaa gara gara aku kamu juga harus nemenin aku ke China.." ucap chelin dengan wajah sendu
"aku ga pa pa shel,.aku juga senang belajar disini,lanjutin kuliah aku disini,, lagian dari kecil kita bersama dan aku lebih memilih nemenin kamu dibanding tinggal di Indonesia., Don't worry ya bebb.."ucap Maura dengan senyum tulus
Maura adalah keturunan Indonesia asli, orang tua Maura adalah asisten pribadi ayahnya chelin. Dari kecil Maura dan chelin selalu bersama, sekolah di tempat yang sama, les privat pun juga di tempat yang sama.
"Hmppp.. makasih ya Maura, kamu sahabat terbaikku, yang ga pernah ngehakimin aku, ga pernah ninggalin aku, ga pernah ngehujat aku kaya yang lain.." kata chelin menerawang masa lalu nya
"Sama sama chelin,.."
Tak lama kemudian pesawat mereka pun lepas landas. Perempuan cantik berprofesi model itu menatap kota Shanghai dari ketinggian, kota yang menjadi tempat pelarian baginya.
***
Malam yang di tunggu akhirnya datang juga, zheya menatap cermin memandang wajah nya. Hasil polesan make up yang natural dengan hair style Banana Bun, sanggul modern simple tapi benar benar membuat nya tampak elegan.
Gaun hitam selutut dengan lapisan kain transparan di atas nya, dasar hitam tali tipis itu terlihat sangat mewah berkat lengan panjang dari kain transparan itu yang menutupi dasar asli gaun.
Sungguh perpaduan make up dengan style nya hari ini menonjol kan karakteristik pemakai nya.
Tak lama kemudian orang yang di tunggu akhirnya datang menjemput, bak Cinderella di jemput sang pangeran, cieee anjayy... Pangeran ga tuh
"Zhee udah siap?" Tanya liyan yang membuka pintu kamar telihat mematung beberapa saat ketika melihat sang istri menoleh padanya
Liyan POV
Ku langkah kan kaki ku menuju ke kamar kami, mungkin istri ku telah lama menunggu. aku sudah telat menjemputnya 15 menitan. Bagai mana tidak, aku sedikit sibuk hari ini dan baru tersadar 1 jam yang lalu.
Untung saja baju ku masih tersimpan di mobil, aku bergegas siap siap untuk ke acara amal nanti, ku lihat jam telah menunjukan waktu 18.30 sedang kan aku berjanji menjemput zheya jam 8, dan berakhir lah sampe di rumah jam 19.15
Ku bukan pintu kamar kami , "zhee udah siap?" Tanya ku padanya, istri ku menoleh ketika mendengar suara ku. Aku sedikit kaget dan mematung melihat kecantikan istri ku malam ini, jantung ku berdebar sulit sekali mengendalikan diri.
Gilaaa., Malam ini dia terlihat sangat cantik sungguh di luar ekspektasi ku. Kurasa aku tidak akan terpana karena sudah terbiasa memandang kecantikan nya setiap hari, ini kali pertama aku melihat nya berdandan seperti ini.
"Udah.. dari tadi!!" Ucap nya berjalan ke arah ku, yang hanya kujawab dengan anggukan kecil, Lidah ku keluh tiba tiba saja aku tak bisa bicara.
Zheya berjalan mendahului ku, aku pun mengikutinya. tiba tiba saja tangan ini dengan nakal nya menarik tangan nya zheya lalu mengandeng nya Sampai ke mobil, kubuka kan pintu mobil untuk nya meski tak ber ucap satu kata pun.
Ku nyalakan mobil ku lalu mulai menfokuskan diri, sayang nya aku tak bisa fokus sesekali melirik ke arah spion hanya untuk melihat istri ku.
.ingin rasanya ku kunci saja istri ku ini di kamar, tak rela rasa nya berbagi dengan orang lain untuk sekedar melihat nya saja. Lihat lah apa apan baju nya yang itu seksi sekali, betis jenjang nya Ter ekspos seolah olah olah menggoda iman.. tunggu!! Bukan nya aku yang memberikan gaun itu? Lah jambuuu., Kalo tau begini mending ke pilih yang lain saja.
"LIYAN!!" Sentakan zheya membuat ku menoleh padanya.
"Apa?" Tanya ku spontan
"Idihh.. dari tadi di panggil panggil ga nyaut!! Di tanya ga jawab!!" Zheya terlihat kesal meski ekspresi nya hanya terlihat datar
"Eh.. emang iya?" Tanya ku pada nya bingung. dari tadi aku ga denger
"Malah nanya..?" Sebal zheya lalu memalingkan wajah nya ke arah jalan.
"Emang kamu nanya apa?" Tanya ku pada nya, sayang nya istri ku tidak menyahut
"Hmmpp.. bilang apa tadi istri ku?" Ku tanya dengan lembut menggoda nya mana tau kan mau jawab
Tapi tetap saja ga di respon malah semakin memalingkan wajah nya.
"Iya deh.. aku minta maaf.. aku salah" ucap ku padanya
"Mmm" jawab nya singkat padat dan jelas
"Salah siapa jugaa..!" Ucap ku lirih, namun zheya malah menatap ku
"Emang salah siapa?" Tanya nya mendekat kan wajah nya pada ku
"Salah kamu lah,. Salah siapa lagi?" Jawab ku menatap mata nya,. Ahh kan ga kuat pengen aku makan saja rasanya
"Aku??"tanya nya, wajah nya semakin dekat kepadaku
"Iya salah kamu.." ucap ku lalu memarkirkan mobil di basemen aula itu.
"Hah?" Zheya memundurkan wajah nya ketika aku mendekat menatap nya
"Salah kamu karena terlalu cantik hari ini" bisik ku pada nya,. Ahhh aku lepas kendali
Dan cupppp.. hampir saja ku cium bibir ranum nya itu untung saja aku bisa mengendalikan diri di saat terakhir. Fhuhhhh
"Bercanda" ucap ku lalu ketawa menarik wajah ku dari nya. Sedangkan istri ku itu wajah nya terlihat merah seperti tomat
Aku turun dari mobil dan membuka kan pintu untuk istri ku ini
"Aiss.. jahil" ucap nya lalu dengan sengaja menginjak kaki ku
"Auh... Ahh..addduhh" kaki ku lumayan sakit, bayang kan saja High heels yang runcing itu sengaja di injakan ke kaki mu, untung saja sepatu ku tidak rusak, bisa bahaya kan? Hadehhh
"Rasain..!!siapa suruh jahil" ucap nya lalu memeletkan lidah nya ke arah ku.
Awas nanti ku gigit baru tau rasa
"Ampun nyonya.." ucap ku. Lalu ku Gandeng tangan istri ku ini menuju aula acara amal.