NovelToon NovelToon
Pewaris Rahasia

Pewaris Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

Janu Manggala adalah seorang pemuda polos yang tak menyadari bahwa dirinya memiliki kesaktian Tiada Tanding... Segala jenis pusaka tunduk di hadapannya, ucapannya langsung menjadi kenyataan, dan orang orang yang menunjukan kesaktiannya di mata Janu mereka hanyalah orang gila...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Bethari Panggodo Pangrencono

Waktu berjalan dengan sangat cepat, di pagi hari yang cerah ini terlihat Janu bersiap mengendarai motor milik Anton.

"Ton aku pinjem motor kamu dulu ya, aku ngga akan nginep di sana paling nanti sore udah balik..." ujar Janu.

"Iya, santai aja Jan. Lagian ini hari minggu, ngga ada bongkar muat di pelabuhan.." jawab Anton santai.

Janu menganggukan kepalanya, ia kemudian menggas motornya menuju ke Gunung Pancar Sentul.

Singkat cerita Janu tiba di daerah kaki Gunung Pancar itu. Sebuah daerah yang tidak ada pemukimannya sama sekali, jauh dati pusat kecamatan.

Bahkan Janu sendiri tidak yakin, ia berada di daerah mana. Janu membuka peta yang ada di tangannya, "sialan! Petanya tidak jelas!" Ucap Janu dengan ekspresi kesal.

Pasalnya peta yang ada di tangannya itu bukan menunjukan ke arah jalanan bagus, melainkan jalanan setapak menuju ke dalam hutan.

"Mana ada villa yang berada di jalanan yang begitu jelek seperti ini?" Tanya Janu dalam hatinya. Kemudian Janu memaksakan menggas motornya untuk memasuki jalanan yang sangat jelek itu.

Lap!

Janu menghilang dari pandangan mata, Janu seolah tertelan udara tipis di hutan itu.

Cukup lama Janu mengendarai motornya hingga ia sampai di sebuah tanah lapang yang cukup indah dengan berbagai macam bunga.

Janu memarkirkan motornya dan berjalan dengan ekspresi riang gembira.

"Bagus juga pemandangannya!" Batin Janu yang melihat lihat aneka ragam tanaman yang ada di sekitar tempat ini.

Tempat yang di sebuat Nyai Diajeng Keshwari ini sebenarnya bukan penjara dengan jeruji besi, namun sebuah tempat atau dunia lain yang tidak ada jalan keluarnya. Menyebabkan siapapun yang sudah masuk ke sini tak akan bisa keluar dan akan mati membusuk di sini..

Dunia lain ini memiliki udara yang jauh lebih pengap dan tidak nyaman untuk di hirup oleh manusia. Membuat kesaktian setiap orang yang masuk kesini akan perlahan luntur..

Tidak ada satupun manusia yang bisa bertahan lama di tempat ini. sementara itu Janu kembali menghirup udara di tempat ini dengan ekpresi serius.

"Hmm segarnya! Aku sama sekali tidak menyangka di Gunung Pancar ini terdapat tempat semenakjubkan ini." Ucap Janu entah mengapa saat ini Janu merasakan lebih rileks dengan menghirup udara di tempat ini.

Janu berjalan ke arah depan mencoba mencari di mana Villa itu berada.

Apa yang tidak di ketahui Janu, sesosok nenek tua menyeramkan mengawasinya dari balik semak semak. Tampak matanya merah menyala, kuku kukunya hitam dan panjang, rambut putihnya tergerai awut awutan.

"Hihihihi, mangsa baru..." ucap Nenek tua itu yang tak lain adalah Eyang Suketi.

"Aku tidak tahu bagaimana manusia biasa seperti dia memasuki tempat ini, namun sepertinya dia di tumbalkan oleh seseorang! Dia pasti persembahan untuk Sang Bethari... oh Sang Bethari akan aku bawakan jantung manusia itu untukmu, hihihihi..." ucap Eyang Suketi.

Eyang Suketi keluar dari semak semak itu dan berjalan menghampiri Janu dengan senyum seringai.

Klik!

Siapa sangka jok motor Janu terbuka dengan sendirinya, dari dalam Jok motor itu rambut panjang hitam mencuat keluar dan melesat ke arah Eyang Suketi.

"Hmmpp!!" Eyang Suketi terkejut, ia bergerak seliar mungkin namun sayang sekali kekuatannya sama sekali tidak berfungsi dan mulutnya terbekap dengan rambut..

Eyang Suketi baru menyadari semua kesaktiannya telah menghilang, ia melihat kuku kukunya yang awalnya hitam dan panjang kini tampak rapuh layaknya kuku nenek tua.

Wus!

Dengan cepat tubuhnya melayang tertarik begitu saja ke arah motor Janu. Sebelum tubuh Eyang Suketi menabrak motor Janu, sebuah stiker tengkorak di motor itu tiba tiba memancarkan cahaya ungu kehitaman...

Tiba tiba sebuah replika tengkorak muncul di udara dan membuka mulutnya lebar lebar... tampak taring taringnya begitu tajam dan runcing bagaikan ujung tombak.

"Sang Bethari tolong...!!!" Dalam hatinya Eyang Suketi berteriak, namun Sosok yang ia sembah tak kunjung muncul juga.

Hap!

Dengan cepat tubuh Eyang Suketi di telan oleh tengkorak itu tanpa suara.

Janu yang samar samar mendengar sedikit keributan menoleh kebelakang secara perlahan.

"Hmm..." ia menyipitkan matanya dan bergumam pelan memandangi keadaan di depannya, semuanya tampak biasa saja tak ada apapun di sana motor Anton juga masih dalam posisinya tak bergerak sama sekali dan Jok motor itu juga tertutup.

"aku seperti mendengar suara seseorang..." batin Janu, "hmm lupakan mungkin cuma perasaanku saja.." imbuhnya.

Apa yang tidak di ketahui Janu dan Eyang Suketi, dari puncak gunung Pancar tampak sesosok wanita dengan tubuh hitam legam bagaikan bayangan terduduk ketakutan di sekitarnya tampak 5 makhluk menyeramkan dengan wujud yang sulit di gambarkan.

Wanita itu adalah sosok yang menguasai gunung ini, Sang Bethari Panggodo Pangrencono... ia duduk dengan ketakutan bagaikan bocil SMP yang sedang di buly seniornya..

"Sialan! Siapa yang membawa manusia mengerikan itu masuk kesini?!" Batin Sang Bethari hampir menangis.

Tuk!

Sesosok monster mirip dengan manusia namun berkulit hijau dan berambut gondrong di pundaknya terdapat palu gadah yang terbuat dari tulang. ia menotok kepala sang Bethari dengan begitu entengnya.

"A..ampuni aku.. mbah, aku tak akan menggangu Tuan kalian.." ucap Sang Bethari.

Kelima sosok itu pun satu persatu pergi... di mulai dari sosok monster berkulit hijau.. di susul makhluk berwujud lelaki tampan dengan bagian bawahnya adalah ekor ular, kemudian sesosok wanita bergaun merah dengan pipi sobek dan rambut hitam panjang, di susul dengan sosok kerangka manusia tinggi besar dengan sabit kembar, dan terakhir sesosok manusia serigala dengan mata merah menyala.

Kembali ke tempat Janu...

"Wih, ada orang!" Ucap Janu yang sedikit terkejut ketika melihat seorang pria paruh baya yang sedang duduk di bawah pohon sambil menyilangkan kakinya.

Terlihat seperti seorang pertapa.

Janu berdiri cukup dekat dengan pria paruh baya itu, memandangi pria paruh baya ini dengan ekspresi curiga sedikit heran..

"Apakah orang ini adalah pertapa?" Tanya Janu dalam hatinya. Ia tampak sedikit waspada dengan orang ini.

Pertapa di gunung bukanlah suatu hal yang aneh, apalagi di gunung pancar. Oleh karena itu Janu tak berani untuk mengganggu apabila ia memang seorang petapa.

"Tapi bagaimana kalau orang ini bukan pertapa? Melainkan orang gila yang sedang beristirahat?" Tanya Janu dalam hatinya.

Janu kemudian bersiap mengambil sebuah kayu kering yang kebetulan berada di tanah. Bersiap menghantam kepala pria ini dengan kayu itu.

Siapa sangka secara perlahan kelopak mata pria ini terbuka, ia langsung memandangi wajah Janu yang ada di sana.

1
Aman Wijaya
Rangga kepedean merasa dirinya seperti pangeran 🤴
Tini Nurhenti
mentri bahlul gan
Tini Nurhenti
puspa gmna kabare thor ?? 💪💪💪
Tini Nurhenti
kek kamyu ea thor 🤭🙏
Tini Nurhenti
baru lgi thor ?? hadir n nyimsk dlu thor 😄🙏🤭
bedul: iya nih, jangan lupa baca sampe selesai ya. udah 37 bab terjadwal nih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!