NovelToon NovelToon
Affer Gariad

Affer Gariad

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Percintaan Konglomerat
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Rose Moore, seorang desainer perhiasan elit di Boston yang sukses dan cantik, mendapati dunianya hancur tepat di malam perayaan ulang tahun pernikahannya yang ke-2. Suaminya, Asher Hudson, seorang Direktur Pemasaran terpandang, ternyata telah menikah siri selama tiga bulan dengan wanita bernama Mia Ruller atas paksaan orang tuanya. Alasan keji di baliknya: Rose dianggap "tidak suci" karena masa lalunya yang yatim piatu dan tidak perawan, sementara keluarga Hudson menuntut ahli waris dari darah yang mereka anggap "murni".
Alih-alih menangis dan meminta cerai, Rose yang terluka memilih jalan yang lebih dingin, ia menerima pernikahan tersebut hanya demi mempertahankan status hukumnya. Ia bertekad menyiksa Asher secara mental, menguasai hartanya, dan menghancurkan reputasi keluarga Hudson yang sombong dari dalam.
Namun, rencana balas dendam Rose tergoncang saat ia secara tak sengaja bertemu kembali dengan Nikolai Volkov, kekasih masa SMA-nya dari Texas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#11

Pagi di apartemen Back Bay itu disambut dengan aroma kopi yang harum dan sinar matahari yang menembus jendela besar, seolah-olah tidak ada badai skandal yang sedang mengguncang nama mereka di luar sana. Rose Moore berdiri di dapur, mengenakan gaun rumah berbahan satin yang elegan, wajahnya tenang—terlalu tenang untuk seorang wanita yang baru saja difitnah suaminya di depan seluruh negeri.

Di meja makan, Asher dan Mia sudah duduk lebih dulu. Mia bersandar manja di lengan Asher, tangan pria itu tidak lepas dari perut Mia yang masih rata, mengelusnya dengan gerakan protektif yang dulu sangat didambakan oleh Rose.

"Rose, kau memasak?" Asher mendongak, matanya menatap Rose dengan binar rasa bersalah yang samar. "Aku... aku pikir kau masih marah soal kejadian kemarin."

Rose berbalik, memberikan senyum manis yang sangat tulus, senyum yang ia asah di depan cermin selama bertahun-tahun untuk menutupi luka. "Marah? Untuk apa, Asher? Setelah kupikir-pikir, kemarahan tidak akan mengubah keadaan. Aku sudah menerima semuanya."

Asher tampak terkejut, sekaligus lega yang luar biasa. "Benarkah? Rose, aku... aku benar-benar merasa bersalah harus bicara seperti itu di media. Tapi itu semua demi perlindungan keluarga kita."

Rose melangkah mendekat, meletakkan piring berisi pancake hangat di depan mereka. "Tidak apa-apa, Asher. Aku tidak keberatan melihat kemesraan kalian. Jika kebahagiaanmu ada pada Mia dan bayi itu, siapa aku hingga berani menghalanginya?"

Asher meraih tangan Rose, meremasnya pelan. "Terima kasih, Sayang. Kau benar-benar wanita yang luar biasa. Ingat, anak yang dikandung Mia adalah anakmu juga. Kita akan membesarkannya bersama sebagai keluarga Hudson yang utuh."

Rose tetap tersenyum, meski di dalam hatinya ia ingin meludah tepat ke wajah Asher. Anakku? Dalam mimpimu yang paling buruk pun, aku tidak akan sudi menyentuh benih dari pengkhianatan mu, batin Rose. Namun, di permukaan, ia tetaplah istri yang ikhlas, martir yang rela berkorban demi kehormatan marga suaminya.

Mia Ruller, yang sejak tadi hanya diam sambil menikmati perhatian Asher, merasa berada di atas awan. Ia menatap Rose dengan tatapan meremehkan. Kemenangannya terasa mutlak. Ia memiliki cinta Asher, ia memiliki restu orang tua Asher, dan yang paling penting, ia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki Rose selama dua tahun pernikahan: janin di dalam rahimnya.

"Wah, Rose, kau baik sekali," sindir Mia dengan nada bicara yang dibuat-buat lembut. "Tapi aku maklum jika kau merasa kesepian. Memang menyedihkan, ya, sudah dua tahun menikah tapi rahimmu tetap kosong. Mungkin Tuhan memang tahu siapa yang lebih layak diberikan anugerah seorang penerus."

Suasana di meja makan mendadak kaku. Rose hanya mengangkat cangkir tehnya, menyesapnya perlahan tanpa mengubah ekspresi wajahnya.

"Mia, jangan bicara seperti itu," tegur Asher, meski nadanya tidak benar-benar marah. Ia justru menatap Mia dengan pandangan memuja. "Salahkan aku, jangan Rose. Salahkan aku karena aku terlalu sibuk di kantor selama dua tahun terakhir. Aku jarang menyentuh Rose, frekuensi kami tidak sebanding dengan pekerjaanku."

Asher kemudian menoleh pada Rose, seolah ingin memberikan pembelaan yang justru menghina. "Tidak seperti aku menyentuhmu setiap hari, Mia. Kau tahu sendiri betapa aku tidak bisa menahan diri jika bersamamu. Itu sebabnya kau cepat hamil. Rose hanya kurang beruntung dalam hal... intensitas."

Kalimat Asher adalah belati yang diputar di dalam luka lama. Pria itu secara tidak langsung mengakui di depan madunya bahwa ia sengaja menelantarkan Rose secara biologis, dan sekarang ia membanggakan gairahnya pada Mia seolah itu adalah sebuah prestasi.

Mia tertawa kecil, suara tawa yang melengking manja. "Oh, benarkah? Kasihan sekali kau, Rose. Jadi selama dua tahun ini kau hanya menjadi pajangan di tempat tidur? Pantas saja kau terlihat begitu... haus akan perhatian. Ah, tapi mungkin memang benar kata orang, wanita mandul biasanya memang tidak memiliki daya tarik yang kuat untuk suaminya."

Rose meletakkan cangkir tehnya dengan denting pelan. Ia menatap Mia, lalu menatap Asher. Bukannya menangis, ia justru memberikan tatapan yang penuh pengertian, seolah ia adalah seorang ibu yang sedang memaklumi tingkah laku anak-anaknya yang nakal.

"Kau benar, Mia. Mungkin intensitas adalah kuncinya," ucap Rose dengan suara lembut yang mematikan. "Aku senang Asher bisa menemukan gairahnya kembali bersamamu. Sebagai istri yang sudah lama bersamanya, melihatnya begitu bersemangat setiap pagi adalah kebahagiaan tersendiri bagiku."

Rose berdiri, berjalan memutari meja, dan meletakkan tangannya di bahu Asher. Ia bisa merasakan otot Asher menegang—mungkin karena rasa bersalah, atau mungkin karena sisa-sisa kegilaan Nikolai semalam masih meninggalkan aura yang berbeda pada tubuh Rose.

"Nikmatilah waktumu, Asher. Rawatlah Mia baik-baik. Aku akan pergi ke studio sekarang, ada pesanan cincin pernikahan dari keluarga konglomerat yang harus kuselesaikan," Rose mengecup pipi Asher dengan kilat, sebuah tindakan yang membuat Mia meradang cemburu seketika.

"Oh, dan Mia," Rose menoleh di ambang pintu, memberikan senyum paling manis yang pernah ia miliki. "Jangan terlalu banyak berpikir tentang kemandulanku. Fokuslah pada kesehatan bayimu. Karena di kota sebesar Boston, banyak hal bisa terjadi dalam semalam. Kau tidak ingin stres mengganggu pertumbuhan calon pewaris Hudson, bukan?"

Begitu Rose keluar dari apartemen dan masuk ke dalam lift, senyum manisnya menghilang secepat kilat, digantikan oleh rahang yang mengeras. Ia mengeluarkan tisu dari tasnya dan menghapus bekas kecupan di bibirnya yang baru saja menyentuh pipi Asher dengan perasaan jijik yang mendalam.

Ia mengambil ponselnya dan melihat pesan dari Nikolai.

“Aku menunggumu di tempat biasa, Rosemary. Jangan biarkan mereka menghisap energimu.”

Rose mengetik jawaban dengan cepat: "Aku baru saja memainkan peran istri paling ikhlas sedunia. Mereka pikir aku sudah kalah, Nik. Mereka pikir kehamilan itu adalah tameng mereka. Sekarang, saatnya kita hancurkan mereka dari tempat yang tidak mereka duga."

Rose melajukan mobilnya menuju studio, namun pikirannya sudah meluncur jauh ke depan. Ia akan membiarkan Mia merasa di atas awan untuk sementara waktu. Ia akan membiarkan Asher merasa aman dengan kebohongannya. Karena semakin tinggi mereka terbang dengan kesombongan itu, semakin hancur tulang-tulang mereka saat Rose dan Nikolai menarik bumi dari bawah kaki mereka.

Baginya, penghinaan Mia di meja makan tadi hanyalah bensin tambahan. Jika Asher merasa hebat karena menyentuh Mia setiap hari, Rose hanya perlu mengingatkan dirinya sendiri tentang bagaimana Nikolai—pria yang jauh lebih perkasa dan berkuasa memujanya hingga ke tulang semalam.

Pernikahan di atas kertas? Rose akan memastikan kertas itu menjadi surat kematian bagi reputasi keluarga Hudson.

🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
winpar
pokoknya siapun harus baca karya kk ini. d jamin psti seneng. kk pnulisnya punya karya2 yg bgus dan up nya jg bnyak2 jdi kita g nunggu lma2 u episode slnjutnya 🥰😍
ros 🍂: Terharu 😭 ma'aciww kak 🥰
total 1 replies
winpar
pokoknya ceritanya seru bngt. 🥰😍
winpar: sama kk thorr. smngt terus mnulisnya🥰😍
total 2 replies
💞DARRA💞💖
oh tak terduga alurnya kak author🤣🤣
ros 🍂: Harap tenang ini ujian 🤭🙏
total 1 replies
💞DARRA💞💖
Katherine
Manis
katherine
winpar
seru bgt ceritanya kk💪
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
💞DARRA💞💖
terima kasih up nya kak😍
ros 🍂: Ma'aciww kembali kak🥰
total 1 replies
💞DARRA💞💖
kak aq nunggu bab permintaan maaf dan penyesalan dr ortu nikolai/kakek nenek theo.gak adil kan gara2 mereka kembaran theo meninggal
ros 🍂: baca nya malam saja habis buka kak🤣😭
total 3 replies
YuWie
lebay theo..laki2 lho kau ini
ros 🍂: kita harus memaklumi Daddy Theo kak🙏🤣
total 1 replies
YuWie
jare kau sdh mengucap kata putus tinggal stevie yg gak terima..kok masih menyebut kekasih..hmmm gimn mas theo nih
YuWie
kau hy candangan theo
YuWie
salah kau sendiri theo..udah tau gak cocok dg stevie yg menggebu2 dg tubuhmu..malah kau janjikan yg iya2.. bimbang kan
awesome moment
cinta mrk bgitu kuat
ros 🍂: Awet kakek nenek🤭
total 1 replies
Sulati Cus
jgn sp tar ada yg celakaun si feli
Sulati Cus
jgn sad ending, klu beneran sad, ku yg transmigrasi ke tubuh feli
ros 🍂: Hehe Harap tenang ini ujian 🙏🥰
total 1 replies
Ema Baktiani
ceritanya sangat bagus d tunggu kelanjutannya kak
Sulati Cus
slh baca🤔hrsnya baca pas buka😔msh ku menangis soalnya
Sulati Cus: neng sedih kan bgt thor
total 2 replies
💞Aulia Adriani💕
recommended
💞DARRA💞💖
setiap bab bikin candu
awesome moment
keteguhan nakhkoda kapal membuat navigator dan penumpang kapal aman..harta.tdk bisa membeli keteguhan hati dan loyalitas. nik sdh memilih..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!