Liora merasa dunianya runtuh dalam semalam. Baginya, Raka adalah pelabuhan terakhir, dan Salsa adalah rumah tempatnya bercerita. Namun kini, kenyataan pahit menghantamnya tanpa ampun; dua orang yang paling ia percayai justru menusuknya dari belakang dengan cara yang paling hina. Kepercayaan yang ia jaga setinggi langit, kini hancur berkeping-keping di bawah kaki tunangan dan sahabatnya sendiri.
Liora tidak pernah menyangka bahwa prinsip yang ia pegang teguh untuk menjaga kehormatan di depan Raka, justru menjadi celah bagi Salsa untuk masuk dan mengambil alih segalanya. Bagai sebuah ironi, Liora memberikan kasih sayang yang tulus, namun dibalas dengan perselingkuhan yang dilakukan tepat di belakang punggungnya.
Apakah Liora akan tetap diam dan pura-pura tidak tau atau ia akan membalaskan dendamnya kepada kedua manusia yang telah mengkhianatinya...
Penasaran ayok ikuti kisah selanjutnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Kehancuran Salsa dan Raka
Setelah mendengar apa yang dokter katakan Kevandra tidak lagi bisa menahan kemarahannya.
"Baik, kalau begitu saya permisi, Tuan. setelah pasien di pindahkan ke ruangan observasi anda sudah bisa menjenguknya." ucap sang Dokter, lalu pergi meninggalkan Kevandra.
Setelah kepergian Dokter tersebut, kini Kevandra melangkah dan mendekat ke arah dinding kaca. Ia menatap Almaira yang sedang terbaring lemah di atas berangker rumah sakit.
"Siapa yang berani menyakiti Mama." desis Kevandra dengan sorot mata yang tajam, ia mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih.
Tiba-tiba Ting! suara pesan masuk mengalihkan perhatiannya dari amarah. Ia langsung membuka pesan itu, namun seketika amarahnya yang sempat teralihkan kembali memuncak saat kedua matanya melihat foto yang dikirim kepercayaannya.
"Untuk apa dia ke tempat ini? Bukankah dia akan bertemu Liora." bisik Kevandra, ia kini menatap ponsel tersebut yang menampilkan foto Salsa saat masuk ke sebuah kamar hotel, seketika tangan Kevandra meremas kuat ponsel tersebut.
Tanpa membuang waktu lebih lama, Kevandra langsung menghubungi seseorang.
"Hallo, datang ke sini sekarang juga." perintah Kevandra dingin dan datar. Setelah itu ia menutup panggilan tersebut tanpa menunggu jawaban dari seseorang di seberang sana.
Sementara di lain tempat saat ini, di sebuah sudut kamar hotel. Salsa dan Raka sedang sibuk dengan aktivitas mereka.
Salsa yang kini berada di pangkuan Raka sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Raka. "Aku rasa Liora hanya wanita bodoh Rak, jika dia sudah tau semua ini untuk apa dia tetap diam, bukankah itu konyol untuk seseorang yang mengetahui tunangannya selingkuh dengan sahabatnya sendiri." bisik Salsa, sambil mencium pipi Raka.
"Benar apa yang kamu katakan Sa! dia terlalu mencintaiku sehingga tidak berani mengatakannya langsung di hadapanku." balas Raka, dengan kepercayaan tingkat tinggi bahwa Liora sangat mencintainya, Ia berbisik tepat di samping telinga Salsa yang membuat Salsa meremang.
Kini tangan Raka bergerak menyelusup ke area tertentu yang membuat Salsa mendesah dan menggeliat kecil di pangkuan Raka, perlahan Raka membuka pakaian Salsa dan dirinya, ia terus mencumbui Salsa dengan intens.
"Ahh... Raka..." desah Salsa. Kini Salsa dan Raka sedang berada di kabut gairah mereka, tanpa menyadari bahwa ketenangannya akan terusik oleh seseorang yang sudah merencanakan ini semua.
Di sisi lain Kevandra saat ini sedang memberi perintah seseorang. "Pastikan kalian menjaga ruangan ini, jika sampai kalian lalai saya yang akan menghabisi kalian." perintah Kevandra, dengan sorot mata tajam dan nada suara yang dingin.
"Siap, Tuan! sesuai perintah anda, kami akan menjaga ruangan ini." jawab bawahan tersebut dengan menunduk.
Setelah memberi perintah, Kevandra bergegas pergi meninggalkan rumah sakit, kini ia menuju alamat yang Rio kirim.
Ia mengendari mobil dengan kecepatan tinggi membelah jalanan kota yang sunyi di malam hari. Pikirannya berkecamuk memikirkan apa yang menimpa Ibunya, dan kini di tambah istrinya sedang bersama siapa di tempat itu?
Selama perjalanan hanya keheningan dan aura yang mencekam yang kini menyelimuti Kevandra, hingga dua puluh menit berlalu ia sampai di hotel tersebut, tidak ingin membuang waktu dan menerka-nerka apa yang Salsa lakukan Kevandra langsung keluar dari mobil. Brak! suara pintu tertutup dengan kasar, dengan langkah tegas dan raut wajah yang dingin Kevandra melangkah memasuki pintu utama.
Tiba-tiba saja Rio menghampirinya. "Tuan, istri anda berada di lantai lima dan di kamar 503." lapor Rio dengan menunduk hormat.
Setelah mendapatkan informasi yang ia butuhkan tanpa menjawab sapaan dari Rio, kini Kevandra melanjutkan langkahnya sementara Rio mengikuti langkah Kevandra dari arah belakang.
Sementara di sudut lain hotel, seorang wanita cantik sedang memegang gelas jus dan meminumnya dengan anggun, yaitu Liora, ia sedang mengamati Kevandra yang baru saja tiba, semua tidak ada yang luput dari pandangannya.
"Bagaimana apakah kita mulai sekarang?" tanya seorang pria tampan yang kini berada di sampingnya.
"Tunggu beberapa saat lagi! mungkin mereka sedang sibuk dengan aktivitasnya, bukankah tidak baik mengganggu orang yang sedang bercinta." Sarkas Liora, dengan kilatan mata yang tajam.
"Kamu gila! di saat seperti ini masih memikirkan hal seperti itu." ucap pria itu dengan tatapan tidak percaya dan menggelengkan kepalanya.
"Tentu saja, biarkan mereka menikmati setiap detiknya sebelum semuanya hancur." jawab Liora dengan nada acuh tak acuh.
"Terserah deh gimana mau kamu, Lio." ucap pria itu pasrah.
Sementara kini Kevandra melangkah menuju kamar yang Salsa tempati, hingga beberapa menit kemudian ia sudah berdiri tepat di depan pintu kamar 503. Jantungnya bergemuruh hebat saat ia menatap pintu itu.
"Rio! Dobrak pintu itu." perintah Kevandra dingin.
"Baik, Tuan." balas Rio, lalu ia melangkah maju ke hadapan Kevandra dengan sekali tendangan pintu itu terbuka Brak! suara pintu terbuka dengan kasar.
Seketika pandangan Kevandra terkunci pada dua sosok yang kini tengah bergelung dengan selimut tanpa sehelai benang pun.
Sementara di dalam sana Salsa dan Raka yang sedang menyatukan tubuhnya langsung di buat terkejut akan kedatangan Kevandra.
"Brengsek, wanita murahan." maki Kevandra saat kedua matanya menatap Salsa dengan tajam. Kevandra melangkah mendekat ke arah Raka dan langsung menariknya dari tempat tidur.
Bugh! satu bogeman mentah mendarat di rahang Raka.
"Kurang ngajar kalian." Marah Kevandra. lalu kembali melayangkan pukulan bertubi-tubi ke wajah Raka. Bugh! Bugh! Bugh!
Sementara, dari arah lain Liora melangkah dengan tersenyum smirk dan di ikuti seorang pria di belakangnya. Liora melirik ke berbagai sudut koridor hotel dan memberikan anggukan kecil.
Hingga tiba di ambang pintu Liora langsung memasang mimik wajah kecewa dan terluka.
"Ra-ka..." ucap Liora dengan suara bergetar dan setetes air mata jatuh di kelopak matanya. Kini ia melihat Raka babak belur di hadapan Kevandra, sementara Salsa berada di tempat tidur dengan menarik selimut sampai ke atas sehingga menutupi sebagian wajahnya.
Dari arah lain berbagai kamera dan wartawan memotret dan menyoroti Raka dan Salsa.
Cekrek! suara bidikan kamera, dari berbagai arah.
Kini suara bisikan-bisikan dan cemoohan memenuhi kamar tersebut.
"Wah ini kedua pasangan selingkuh ternyata." ucap salah satu wartawan. "Ayo liput mereka ini akan menjadi berita terhot, pengusaha muda seperti Tuan Kevandra juga ternyata masih bisa di selingkuhi istrinya." lanjutnya dengan nada memprovokasi.
Di sisi lain Liora semakin terisak. "Ap-aa yang kalian lakukan." lirih Liora, ia membekap mulutnya dengan kedua tangannya seakan tidak bisa berkata-kata.
"Ini bukanya Liora dari keluarga Prayudha, ternyata dia juga di selingkuhi tunangannya, bahkan dengan sahabatnya sendiri." ucap salah satu dari mereka.
Sementara Liora hanya tersenyum smirk tanpa di ketahui siapapun, kini ia terisak-isak seolah ia adalah wanita lemah dan paling tersakiti.
kentang banget ini 😭
cepet banget dia bersimpati dan ada tanda peduli lebih
kalau posisinya dibalik dia pun berpotensi selingkuh juga kaya Raka hadehhh...
ku tak jadi kibarkan bendera hijau
padahal sempet simpati sama dia ni 😏
bahaya ga jadi green flag