Ruang posesif...
Velycia amora daneswara adalah seorang mahasiswi cantik di universitas rayaksha yang pindah karena akan menikah dengan seorang mahasiswa bernama kevin Arya alexsa dari universitas ganesha yang terkenal dengan price ice, dia termasuk ketua BEM di universitasnya dan seorang kapten basket. Karena pernikahan mereka disembunyikan banyak dari mahasiswa universitas Ganesha yang menyukai istrinya hal itu membuat kevin frustasi.
episode 14 CSKB
Akhirnya sinilah velycia sekarang, diranjang yang sama dengan laki laki yang bersetatus sebagai suaminya siapa lagi kalau bukan kevin arya alexsa.
Kevin menatap arah langit langit dengan menumpukan lengannya ke atas kepala. ekor matanya bergerak melirik ke arah velycia yang memunggunginya sekitar dua puluh menit yang lalu.
" tidur, besok lo ke kampuskan? "
"Tapi gue tidak nyaman tidur seranjang sama cowok yang bukan dari keluarga gue"ucap velycia.
Entalah, meski kevin suaminya sendiri, tapi velycia tetap was was.
" waktu itu pas dirumah lo, lo baik-baik aja tuh"celetuk kevin mengingatkan malam pertama mereka yang tentu saja tidak baik.
Velycia pun membalikkan tubuhnya menghadap ke kevin "ya itu pas ada mamah abang papa nah ini kan cuman kita berdua disini. trauma gue sama lo ada mereka aja peluk peluk lah kalau gak ada mereka beh.. jadi ayam geprek gue"
"Gue jerit sampe mampus pun gak bakal ada orang yang kesini. "Sambung velycia sambil bersungut-sungut.
" haha haha "
"Emang lo mau ngapain jerit jerit disini mau jualan cilok? " celetuk kevin receh.
"Ih bukan..lo mah malah diajak becanda"
"Ha ha ha.. Oke okey gue serius ni emang napa sih? "Ucap kevin penasaran.
Velycia duduk diatas ranjang sambil menatap kevin lalu menarik selimutnya menutupi hampir seluruh tubuhnya dan berkata sangat pelan sehingga kevin tidak mendengarkan dengan jelas.
"Gue takut malam pertama" ucapnya dengan suara yang sangat pelan.
"Apaan sih, lo ngomong apa? gue gak denger kalau lo ngomong minyi minyi" ucap kavin sambil menggerakkan bibirnya maju ke depan yang membuat velycia jengkel. Kevin yang melihat itu terkekeh pelan
"Dah ah males gue ngomong sama lo"
"Eh eh ngambek oke oke gak buat lagi makanya kalo ngmong itu yang jelas biar gue denger"
"Lo nya aja yang yang budek ngaku kaya, beli curek curek kuping yang seribu aja lo gak bisa"
"Sembarangan gue gak budeg ya lonya aja yang pelan, kalau ada maunya aja tuh suara kaya trompet tapi sekarang kayak semut. tuh suara punya setelan atau gimana sih"
"Mana ada gue cuman malu"
"Alah biasanya aja lo gak punya malu sekarang belagak jadi pemalu"
"Is gak gitu lo"
"Oke oke sekarang kasih tau gue apa yang buat lo malu"Velycia pun mendekatkan kepalanya ke arah kevin, sontak membuat kevin terkejut Mereka saling pandang satu sama lain yang membuat jantung mereka berpacu sangat cepat layak lagi lari cepat sampai seratus kilometer.
"Gue takut malam pertama" ucapnya ditelinga kevin yang membuat kevin menegang merasakan adanya gejolak yang aneh pada tubuhnya.
"Vin?" panggil velycia yang melihat kevin yang melamun.
"Vin? "panggilannya lagi.
" kevin"teriak velycia sehingga kevin pun tersadar dari lamunan.
"Ehm ehm " dehem kevin dan berkata.
"Ya apa? "Sangking linglung dirinya malah balik bertanya.
" elo gimana sih ko malah bengong mulu awas kesambet lo"
"Sembarangan"
"Udah tidak usah mikir yang aneh aneh gue gak bakal apa apain lo. lo tenang aja gue ngantuk bay night" ucap kevin langsung membalikkan badannya.
❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜
"Astaga! Kaget gue untung ni jantung masih di tempat kalau gak udah turun kelambung"kevin sampai terjingkat sambil mengelus dada saat menuju kedapur dia mendapati seorang wanita dengan rambut yang digerai panjang dan lebat.
Velycia menggerakkan kepalanya ke kebalakang dan menatap kevin dengan tajam.
" apaan? Tuh muka bisa dikondisikan apa! Kayak liat setan aja"omel velycia sambil memegang spatula.
"Eng-enggak gue lagi lagi ah, ni mau minum ternyata minum dingin, iya dingin" gelagapan kevin.padahal dia emang merasa lihat setan.
Velycia mengerutkan kening seraya berkata
"Aneh" velycia mengangkat kedua bahunya lalu membalikkan badan dan bersenandung ria tanpa memperdulikan kevin.
Laki laki-laki itu mengintip apa yang dilakukan velycia dikompornya.
"Lo bisa masak? " tanya kevin. Velycia memutar bola matanya malas.
"tidak vin, gue tidak bisa masak" ucap velycia.
"Lah itu" tunjuk kevin pada wajan yang berisikan nasi goreng yang sebentar lagi jadi.
"Udah tau masih nanya lagi. lo kira gue dari tadi ngapain salto disini? " ketus vely.
"Yee jangan marah-marah nanti itu muka makin keriput baru tau. Lagian ini macem mana gue gak tanya lo kan anak dari daneswara tuan putri satu-satunya ya gue kira lo hidup kaya di sinetron-sinetron itu manja bak tuan putri" ucap kevin panjang lebar.vely tidak menanggapinya
"Ah terserah lo "ucap velycia tanpa ambil pusing. Lalu membawa nasi gorengnya ke meja makan dan meninggalkan kevin yang masih berdiri di depan kompor,
" ah ngambek nih trompet "lalu mengikuti vely menuju meja
"Dah gak usah banyak tanya gue laper sini makan" ajak vely lalu duduk di kursi.
Tidak banyak menu yang siapkan velycia karena stok makanan yang ada apartemennya kevin sedikit. velycia hanya menyajikan nasi goreng, telur goreng, teh beserta susu untuk kevin.
"Lo gak minum susu? " tanya kevin dan dapat gelengan dari velycia.
"Gue alergi susu" jawab vely apa adanya sambil mengambilkan makan untuk suaminya. Kevin menganggukkan kepalanya mengerti.
velycia memiliki riwayat alergi susu sejak kecil. jika dia meminum susu maka dirinya seperti orang yang memiliki sesak nafas atau badannya merah merah dan lebih parahnya bisa menyebabkan dirinya demam tinggi.
Setelah selesai acara makan Kevin pun membuka percakapan.
"Oh ya gue nanti mau kekampus untuk memantau ospek, lo hari kekampus kan!, lo kekampus sendiri. "Sontak membuat velycia terkejut.
" eh, gila lo mana gue tahu itu tempat dimana letak kampusnya? "protes vely.
"Itu bukan urusan gue" ucap kevin sambil berlalu meninggalkan velycia yang mulai menggerutu tidak jelas.
"Awas aja cicak angkasa " ucap velycia lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜
"Wah itu ketua BEM kita ya ganteng banget " ucap para calon maba baru. Ya yang menjadi pusat perhatian saat ini adalah kevin sang ketua BEM
"Iya kira kira dia ada yang punya gak ya? "
"Kayak ada deh tuh liat ketua BEMnya lagi berbicara sama seorang gadis"Tunjuk salah satu maba. Menunjuk ke arah kevin dan serly yang sedang berbicara.
"Ya mungkin itu anggota BEM juga kali"
"Mungkin ya tapi gue kayak gak suka itu sama kakak tingkat kita terlalu centil. "
"Biasa caper lo caper"
"Heh kalian suuuht jangan julid nanti dia denger lagi" begitu lah tanggapan para maba yang melihat serly tidak suka.
Dio pun mulai memperkenalkan kevin kepada maba, dan kevin memberikan kata kata untuk memotivasi para maba, setelah selesai kevin memberikan kata kata acara pun dilanjutkan tanpa ada kendala.
Disisi lain tepatnya ditempatkan velycia berada dirinya kebingungan harus pergi kearah mana dan naik transportasi mana.
"Aduh gue mau kemana nih gue gak tau, lo aja sih vel punya suami yang ada pengertiannya sedikit pun" monolog velycia kesal.
Setelah lama menunggu dihalte dan tidak tahu arah tujuan tiba ada motor sport yang berhenti menghampiri velycia.
"Dah gue mau turun disini aja sana lo pergi" ucap seseorang yang turun dari motor sport itu.
"Ya gak bisa aku mau pastiin kamu naik bis dulu baru aku pergi"ucap seseorang yang masih me nangkring di motor sport miliknya.
" gue gak anak kecil lagi raja"
"Udah nurut aja tidak usah banyak comen tidak suka aku kalau dibantah paham kan ratu? " ucap raja. Dan ratu pun mengendus kesal mau tidak mau dirinya menuruti kata raja sang abang. Velycia yang melihat perdebatan itu pun memilih diam toh dia juga tidak tau mau arah kemana
Setelah beberapa menit bus pun datang dan berhenti dihalte ratu pun naik ke bus tersebut dan meninggalkan raja dan velycia.
Raja yang melihat velycia yang tidak bergerak sedikit pun bertanya.
"Kamu mau kemana? " tanya raja pada velycia. Velycia pun clingak clinguk mencari sesuatu pun bertanya.
"Lo nanya sama gue? " sontak membuat raja pun terkekeh.
"Iya iyalah kamu pikir saya nanya sama siapa disini cuman ada kita berdua? "
"Ya mana tau, lo bicara sama setan" jawab asal velycia raja pun menggeleng gelengkan kepalanya.
"Jadi ni mau kemana? "
"emm.. "