NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Berondong

Terjerat Cinta Berondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Berondong / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga / Komedi
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Noorinor

Lydia tidak pernah menyangka, setelah dipecat dan membatalkan petunangan, ia dicintai ugal-ugalan oleh keponakan mantan bosnya.

Rico Arion Wijaya, keturunan dari dua keluarga kaya, yang mencintainya dengan cara istimewa.

Apakah mereka akan bersama, atau berpisah karena status di antara mereka? ikuti terus kisahnya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noorinor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam, Calvin berhasil mendapatkan informasi tentang Airin dan Marvin. Tanpa membuang waktu, ia langsung meminta Arion datang ke ruang kerjanya untuk membahas hal itu dengan keponakannya.

“Paman sudah memastikan, Airin dan Marvin tidak sampai sejauh itu,” ujar Calvin begitu Arion tiba di ruangannya.

“Paman yakin?” tanya Arion, memastikan.

Calvin mengangguk mantap.

“Iya, Paman yakin. Informasi ini Paman dapatkan dari orang terpercaya,” jawabnya.

Arion lega mendengarnya. Tadi malam, ia sampai tidak bisa tidur karena terus memikirkan Airin. Akhirnya, kabar baik itu datang. Perlu diakui, pamannya memang sangat bisa diandalkan dalam hal apa pun.

“Terima kasih sudah membantuku, Paman. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan jika tidak ada Paman," ungkapnya jujur.

Calvin tersenyum hangat.

"Kamu bisa mengandalkan Paman kapanpun, Kak. Oh ya, bagaimana kamu dengan Lydia?" tanyanya mengalihkan dengan hal lain.

Ia penasaran sudah sejauh mana hubungan keponakan dan mantan sekretaris pribadinya itu. Terakhir yang ia tahu, mereka dekat tapi belum memiliki status apa pun.

Namun, Arion berpikir lain dan membuatnya buru-buru melakukan klarifikasi agar pamannya tidak sampai berpikir macam-macam.

"Aku dan Kak Lydia juga tidak sejauh itu. Kami hanya dekat," jawab Arion cepat.

Calvin tertawa pelan melihat wajah panik Arion.

"Maksud Paman, status kalian. Apa kalian pacaran sekarang?" ujarnya menjelaskan maksud dari pertanyaannya tadi.

Lagipula, ia tidak pernah berpikir Arion dan Lydia melakukan sesuatu di luar batas. Mereka saja lebih terlihat sebagai adik dan kakak daripada pasangan.

"Oh?" Arion terdiam sejenak karena perkataan pamannya itu.

"Kami tidak pacaran, tapi kami dekat," ujarnya tidak lama kemudian.

Calvin mengangguk pelan.

"Kamu tidak berniat meresmikan status kalian? Lydia bisa saja diambil laki-laki lain jika belum ada kejelasan apa pun di antara kalian," ucapnya memberi nasehat sebagai sesama laki-laki.

Arion terdiam. Pamannya benar, kenapa ia tidak pernah berpikir ke sana?

"Paman benar. Aku akan bicara dengan Kak Lydia setelah ini," katanya baru menyadari itu.

***

"Ada apa?" tanya Lydia saat melihat Arion terdiam sambil memandangi meja makan.

Mereka kembali makan bersama, kali ini di apartemen Lydia, dengan perempuan itu yang memasak semua hidangan untuk mereka. Setelah tadi malam Arion makan masakan Lydia, laki-laki itu jadi ketagihan dan meminta Lydia memasak untuknya.

Arion masih belum menyentuh makanan, padahal makanan itu sudah siap dari sepuluh menit yang lalu. Lydia yang melihatnya bertanya-tanya apa yang terjadi dengan laki-laki itu.

"Arion," tegur Lydia karena Arion masih melamun, dan bahkan tidak menjawab pertanyaannya.

"Iya, Kak?" sahut Arion, tersentak mendengar Lydia sedikit menaikan nada bicaranya.

"Makanlah, sebelum makanannya dingin," suruh Lydia.

Arion tampak ragu untuk makan karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan, dan Lydia menyadari itu.

"Apa ada yang ingin kamu bicarakan?" tanya Lydia, lalu meminum sedikit air. Sebuah kebiasaan kecil yang ia lakukan setiap kali akan memulai makan.

"Apa Kakak akan pergi dengan laki-laki lain?" ujar Arion tiba-tiba yang membuat Lydia nyaris tersedak.

Ternyata, laki-laki itu tidak memikirkan statusnya dengan Lydia. Justru ia memikirkan kemungkinan Lydia dibawa pergi oleh laki-laki lain.

"Pergi ke mana? Ada-ada saja kamu," ucap Lydia menanggapi Arion.

Ia bukan perempuan yang bisa sembarangan diajak pergi oleh laki-laki. Bahkan, ia tidak mengerti alasan Arion tiba-tiba menanyakan itu.

"Bagaimana perasaan Kakak terhadapku?" tanya Arion to the point. Tapi bukan itu poin utamanya, ia hanya takut Lydia pergi dari hidupnya demi laki-laki lain di luar sana.

Lydia bingung harus menjawab apa. Bukan karena tidak memiliki perasaan terhadap Arion, tapi karena pertanyaan itu datang secara tiba-tiba dan sebelum ia menyiapkan jawaban.

"Kita bicarakan itu nanti. Sekarang kita makan dulu."

"Apa Kakak tidak pernah memiliki perasaan apa pun terhadapku?" Arion kembali melemparkan pertanyaan, dan bahkan menyela perkataan Lydia.

"Kakak mencintaimu," ucap Lydia cepat, seolah sedang dikejar oleh sesuatu.

Ia tidak ingin Arion berpikir tidak ada apa-apa di antara mereka setelah semua yang mereka lewati, karena kenyataannya ia sudah terlanjur jatuh hati pada laki-laki itu.

Mata Arion seketika melebar. Tidak menyangka Lydia memiliki perasaan yang sama dengannya.

"Kakak serius?" tanyanya, memastikan.

Lydia mengangguk yakin.

"Iya, Kakak serius. Jadi kamu tidak perlu khawatir, Kakak tidak akan meninggalkanmu hanya demi laki-laki lain," jelasnya.

Arion langsung beranjak dari kursinya, lalu menghampiri Lydia dan memeluknya dari belakang.

"Terima kasih, Kak. Aku juga mencintai Kakak," bisiknya di telinga Lydia.

Sebuah kecupan mendarat begitu saja di pipi Lydia, dan membuat darah Lydia berdesir. Ini pertama kalinya Arion menciumnya setelah sekian lama mereka dekat.

Lydia pernah berciuman intens dengan Marvin, tapi ciuman Arion terasa berbeda baginya. Ia merasa dicintai, bukan dijadikan objek pemuas nafsu.

Lydia mengusap pelan lengan Arion yang masih memeluknya.

"Apa kita bisa makan sekarang? Kakak sudah lapar," ujarnya yang membuat pelukan itu seketika terlepas.

"Maaf, Kak. Tadi aku terlalu senang. Sekarang kita bisa makan," ucap Arion, buru-buru kembali duduk di kursinya.

Hari itu tidak ada peresmian hubungan. Hanya ada dua orang yang saling jujur dengan perasaan mereka masing-masing.

***

Lydia mulai bosan dengan kesehariannya sebagai pengangguran. Ia mencari daftar lowongan kerja di internet dan tanpa sengaja menemukan info lowongan kerja di perusahaan Marvin.

"Loh? Wulan sudah tidak bekerja di sana? Apa Marvin memecatnya karena kejadian kemarin?" tanya Lydia sambil memandangi layar ponselnya.

Ia tidak menyalahkan Wulan sepenuhnya atas yang terjadi di antara mereka. Ia tahu berada di posisi Wulan juga tidak mudah, tapi hari itu ia memang terbawa emosi oleh kata-kata Wulan.

"Ada apa, Kak?" tanya Arion menghampiri Lydia yang sedang duduk di sofa.

Selain ketagihan oleh masakan Lydia, laki-laki itu juga jadi lebih sering berada di apartemen Lydia dibandingkan apartemennya sendiri. Kedekatan mereka menjadi lebih intens setelah mengungkap perasaan masing-masing.

Lydia menoleh sejenak ke arah Arion yang mengambil tempat duduk di sampingnya.

"Kakak cuma iseng melihat lowongan kerja di internet," jawab Lydia tanpa menyembunyikan apa pun dari Arion. Bahkan, ia menunjukkan layar ponselnya pada laki-laki itu.

"Oh?" Arion menatap sekilas layar ponsel Lydia.

"Kakak mau bekerja lagi?" tanyanya.

"Menurut kamu bagaimana?" Lydia membalikkan pertanya, karena ia juga belum memutuskan untuk kembali bekerja atau tidak.

"Kakak pasti bosan di apartemen. Menurut aku, tidak ada salahnya kalau Kakak mau kembali bekerja," ujar Arion.

Mereka terlihat seperti istri yang sedang meminta izin untuk bekerja pada suaminya, padahal aslinya mereka masih belum memiliki status apa pun.

"Paman Calvin juga masih membutuhkan sekretaris pribadinya. Belum ada yang cocok menggantikan posisi Kakak," tambahnya.

"Tapi Kakak berniat mencari pekerjaan di tempat lain. Kakak tidak bisa kembali ke Adhivara," ucap Lydia jujur.

Arion terdiam mendengarnya. Ia tahu Lydia tidak bisa bekerja kembali ke Adhivara Grup karena dirinya, dan ia tidak bisa memaksa Lydia kembali.

"Kalau begitu, Kakak bisa bekerja di mana saja yang Kakak mau. Asal bukan perusahaan milik mantan Kakak," katanya.

Arion hanya melihat sekilas ponsel Lydia, dari mana laki-laki itu tahu Lydia sedang melihat lowongan kerja di perusahaan Marvin?

1
Resa05
ditunggu up nya kak
Resa05
wah makin penasaran nih
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Resa05
semangat up-nya thor!
Reverie Noor: terimakasih ❤
total 1 replies
Resa05
sayang banget cerita bagus kayak gini ga rame, semangat up terus thor!
Resa05: bakal jadi pembaca setia, semoga ceritanya seru terus ya thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!