NovelToon NovelToon
Santet Kelamin

Santet Kelamin

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Selingkuh / Dendam Kesumat
Popularitas:38k
Nilai: 5
Nama Author: Me Tha

Setiap kali Bimo berhasrat dan mencoba melakukan hubungan seks dengan wanita malam,maka belatung dan ulat grayak akan berusaha keluar dari lubang pori-pori kelaminya,dan akan merasa terbakar serta melepuh ...

Apa yang Bimo lakukan bisa sampai seperti itu?

Baca ceritanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Tha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penodaan Kedua

Kegelapan di pemakaman Desa Sumberingin kini terasa mutlak. Setelah pagar cahaya keemasan dari doa Ustadz Ahmad hancur berantakan akibat hantaman ilmu hitam Mbah Suro, suasana berubah menjadi sangat mencekam. Angin berhenti berdesir, serangga malam bungkam, dan hawa dingin yang tak wajar merayap keluar dari lubang yang baru saja dibuka oleh Bimo.

Bimo berdiri di tepi liang lahat, menatap ke bawah dengan napas yang memburu. Di dasar lubang itu, tersorot oleh petromax kecil yang ia bawa, terbaring jasad putri Ustadz Ahmad. Kain kafannya putih bersih, kontras dengan tanah merah yang basah. Namun bagi Bimo, jasad itu bukan lagi sisa-sisa manusia yang harus dihormati; jasad itu adalah cawan berisi penawar rasa sakit, sebuah piala kemenangan atas doa-doa suci yang baru saja ia pecahkan.

Pemuasan Nafsu Sang Iblis

Hasrat setan di dalam diri Bimo meledak tanpa kendali. Jika pada mayat pertama ia masih merasa was-was dan gemetar, pada malam ini, di penodaan kedua, rasa takutnya telah menguap sepenuhnya. Ia merasa tak tersentuh. Kemenangannya melawan pagar gaib tadi memberikan rasa percaya diri yang gila sebuah delusi bahwa ia lebih kuat dari takdir dan lebih sakti dari doa.

Dengan gerakan kasar, Bimo melompat turun ke dalam liang lahat. Ia tidak lagi mempedulikan kesopanan atau kelembutan. Tangannya yang kotor oleh tanah dan darah mencengkeram kain kafan itu, menyobek tali pocongnya dengan sekali sentakan kuat.

Begitu wajah dan tubuh jasad itu terpapar udara malam, Bimo menggeram seperti binatang buas. Hasratnya menggila. Ia melihat kemurnian jasad itu sebagai tantangan yang harus dihancurkan. Dengan brutal, ia menggagahi mayat putri Ustadz Ahmad. Ia tidak hanya melakukannya sekali atau dua kali, melainkan berkali-kali, seolah ingin menghisap habis setiap tetes "sari kesucian" yang tersisa di dalam sel-sel yang mulai mendingin itu.

Bunyi burung malam yang sesekali melengking tinggi seolah menjadi sorak-sorai dari kegelapan yang mengelilinginya. Bimo merasa setiap gerakan yang ia lakukan mentransfer energi dingin dari mayat itu ke dalam tubuhnya. Ulat-ulat sengkolo di dalam dirinya tampak menari-nari dalam pesta pora yang menjijikkan. Rasa perih di kelaminnya kini berganti menjadi rasa nikmat yang sangat ekstrem sebuah kenikmatan gelap yang belum pernah ia rasakan saat bersama wanita-wanita malam di Jakarta.

Ada sensasi kekuasaan yang mutlak. Menyetubuhi mayat perawan memberinya perasaan bahwa ia adalah penguasa atas hidup dan mati. Ia merasa sedang meminum ramuan keabadian langsung dari sumbernya.

Rutinitas dalam Kegelapan

Setelah merasa puas dan energi ulat di dalam dirinya mulai tenang, Bimo duduk terengah-engah di samping jasad yang kini tampak berantakan itu. Namun, meski pikirannya sedang di puncak kegilaan, insting bertahan hidupnya tetap bekerja dengan sangat tajam. Ia tidak ingin sedikit pun jejaknya terendus oleh Ustadz atau warga desa.

Dengan gerakan yang kini sudah mulai menjadi rutinitas dan keahliannya, Bimo merapikan kembali kain kafan tersebut. Ia melipatnya dengan teliti, mengikat tali pocongnya persis seperti semula, seolah tangan manusia tak pernah menyentuhnya. Ia memastikan tidak ada helai rambut atau serpihan tanah yang tertinggal di dalam kain mori itu.

Ia naik ke permukaan, mengambil cangkul, dan mulai menimbun kembali lubang tersebut. Hebatnya, ia bekerja dengan kecepatan yang luar biasa namun tetap rapi. Tanah ia padatkan dengan teknik yang sama seperti saat pemakaman siang tadi. Ia menata kembali bongkahan batu kali di atas gundukan agar tampak alami. Terakhir, ia menaburkan kembali sisa bunga kamboja yang sempat berhamburan, memastikan pola taburannya sama persis dengan sebelumnya.

Dalam waktu singkat, makam itu kembali sunyi. Tak ada tanda-tanda bahwa beberapa menit lalu sebuah kejahatan paling keji di muka bumi baru saja terjadi di sana. Bimo menghapus keringat di dahinya, menatap hasil kerjanya dengan senyum kepuasan seorang profesional.

Kelahiran Kembali Sang Predator

Bimo berjalan pulang meninggalkan Desa Sumberingin menuju rumah gubuknya di Karang Anyar. Ia memilih jalur setapak di pinggir hutan agar tidak berpapasan dengan ronda desa. Perasaan yang membuncah di dalam dadanya saat ini adalah kebahagiaan yang murni setidaknya menurut versinya.

Rasa bahagia itu melebihi kepuasan saat ia memenangkan tender besar di kantornya dulu. Bahkan, kenikmatan yang ia dapatkan dari mayat perawan ini terasa jauh lebih "bersih" dan "nyata" baginya dibandingkan saat ia bermain dengan wanita malam di kelab-kelab mewah. Ada rasa ketagihan yang mulai tumbuh; rasa lapar akan dinginnya kulit mayat perawan berikutnya.

Sambil berjalan, Bimo memperhatikan tubuhnya sendiri. Ia meraba lengannya yang kini terasa jauh lebih berisi dan berotot. Ia tidak lagi merasa lemas. Langkah kakinya terasa ringan, seolah ia bisa berlari berkilo-kilo meter tanpa rasa lelah.

"Luar biasa..." gumamnya dengan nada takjub. "Energi ini... aku merasa lebih kuat dari sebelumnya."

Bimo merasa benar-benar gagah dan sehat. Bau busuk yang tadinya samar kini hilang sepenuhnya, digantikan oleh bau tanah yang segar dan maskulin. Wajahnya yang semula penuh bintik hitam kini benar-benar mulus, menyisakan ketampanan yang dulu pernah membuatnya begitu sombong.

Mimpi Kejayaan yang Kembali

Dalam perjalanannya, pikiran Bimo mulai melayang jauh. Ia tidak lagi memikirkan tentang pertobatan. Ia mulai membayangkan kembali ke Jakarta. Ia membayangkan dirinya kembali mengenakan setelan jas mahal, mengendarai mobil mewah, dan masuk ke kantor dengan kepala tegak.

Setelah tujuh mayat ini selesai, aku akan menjadi manusia super, pikirnya. Aku akan memiliki energi dari tujuh nyawa suci. Tidak akan ada lagi yang bisa mengalahkanku. Bahkan Ratih pun akan sujud memohon ampun kepadaku.

Bimo tertawa kecil di tengah kegelapan hutan. Tawanya terdengar dingin, seperti gesekan logam. Ia merasa telah mengakali Tuhan dan setan sekaligus. Ia merasa telah menggunakan kejahatan untuk menyembuhkan penyakit, dan ia yakin ia akan lolos begitu saja.

Ia tidak sadar, bahwa setiap kali ia merasa "lebih kuat", sebenarnya ulat-ulat sengkolo itu sedang berubah bentuk. Mereka tidak lagi memakan dagingnya dari luar, tapi mereka mulai menyatu dengan saraf-sarafnya, mengontrol pikirannya, dan mengganti sel-sel manusianya dengan sel-sel kegelapan. Kekuatan yang ia rasakan bukanlah kekuatan kesehatan, melainkan "pinjaman" dari neraka yang suatu saat nanti akan ditagih dengan harga yang tak terbayangkan.

Pengawasan yang Tersembunyi

Sesampainya di perbatasan Desa Karang Anyar, Bimo melihat cahaya lampu minyak di kejauhan. Desa masih tertidur. Ia menyelinap masuk ke dalam gubuknya dengan tenang. Sebelum tidur, ia sempat menatap cermin kecilnya sekali lagi. Matanya berkilat-kilat penuh semangat.

"Dua down, lima to go," bisiknya sambil merebahkan diri di atas balai-balai.

Ia tidur dengan sangat nyenyak malam itu, tanpa sedikit pun gangguan mimpi buruk. Baginya, penodaan jenazah itu hanyalah sebuah transaksi bisnis yang sukses.

Namun, di balik kegelapan di luar gubuk, Ratih berdiri mematung. Ia telah melihat kepulangan Bimo yang penuh kemenangan. Ia melihat aura Bimo yang kini berubah dari "busuk" menjadi "hitam legam yang bercahaya". Ratih tahu, Bimo sudah benar-benar terjatuh ke dalam lubang yang tidak memiliki dasar.

Ratih tidak lagi merasa sedih. Ia hanya menunggu. Ia tahu bahwa kesembuhan palsu ini adalah puncak dari rencana Mbah Suro. Semakin bahagia Bimo, semakin besar kejatuhannya nanti.

Di lereng gunung, Mbah Suro juga sedang beristirahat setelah perang gaib yang melelahkan. Ia menatap kuali hitamnya yang retak dengan senyum puas. "Nikmatilah kesehatanmu, Bimo. Nikmatilah kegagahanmu. Karena saat mayat ketujuh selesai, kamu bukan lagi manusia yang bisa kembali normal. Kamu akan tahu... apa yang sudah kamu bayar dengan nafsu gilamu itu."

Bimo tertidur dalam kebahagiaan yang semu, merasa dirinya sebagai pemenang, tanpa menyadari bahwa ia baru saja menyerahkan kemanusiaannya secara total demi sebuah raga yang sehat namun berjiwa iblis.

1
Rembulan menangis
makin seru ya thor ,
Rembulan menangis
thor ,mkasih telah mmbuat si bimo ketipu rupnya si sari tdak punya sari murni lg sarinya sudah gk ory 🤣
Halwah 4g: 🤭🤭🤭🤭 iya kak mklum sinden tempo dlu
total 1 replies
Akbar Aulia
bimo,kamu itu jelmaan kucing ya🤭 punya nyawa 9 lolos terus
Halwah 4g: hehehehejejhje...kyaknya iya ka
total 1 replies
dzafara dza
kapan tobatnya sih thor nih si Bimo🤣
Ineke Susanti: mungkin nanti klo tumbalnya dh lengkap baru deh tobat🤭
total 2 replies
Anjany
kpn Bimo kena batunya Thor.
Halwah 4g: biasaaaa ka..kek para pejabat korup..susah matinya..🤭
total 1 replies
Taramia
emang sudah bukan manusia kan si Bimo
Halwah 4g: 🤭🤭 spertnya bukan ka
total 1 replies
Taramia
emang dasarnya jahat si Bimo mah
Rembulan menangis
thor yg pngantin gendoruwo kok blm juga up sih
pnasaran lanjutanya
Halwah 4g: ooohhhh..ada yg baca ya ka..q pikir sepi GK ada yg baca..jdi q blm up..hehehehe...ok hbis isya q up buanyakkkkkkkkkkk 🤭
total 1 replies
Nia Rahmi
bnr2 sdh jd setan dlm wujud manusia si bimo ini
Halwah 4g: nyata kaaa...berarti klo setan mau di wjutin tuh jadinya salah satunya Bimo hihihihi....
total 1 replies
Yeni Yulita
meskipun bimo berubahpun tak kan hilang jiwa psikopatnya
Halwah 4g: mnurut psikologis orng ktanya gtu,klo dh kecanduan sekli yg menyimpang,akan susah buat berubah ka 🤭
total 1 replies
dzafara dza
panjang nih kayaknya ceritanya
Halwah 4g: gak ka, pngen segera di tamatkan 🤭
total 1 replies
Kustri
gengsi kegedean, rasain sakit hati ratih yg diubah jd siksaanmu🤣
Kustri
rasakno, enak tho😂
dzafara dza
di tunggu kehancuran bimi nih thor
Lintang
hadeh, kalo emang dari awal punya sifat asli yg tidak baik, pasti mau sekeras apapun orang membimbing nya ke jalan kebenaran, pasti ujung-ujungnya sifat asli nya itu lah yang menghalangi nya
Lintang
gila, pengen bertaubat ada aja ya rintangannya? Wkwkw
Nia Rahmi: iya begitu emg dlm kehidupan nyata..tanpa adanya bimbingan seorg guru maka jln menuju taubat akn susah dicapai
total 1 replies
Lintang
ujian bimo berat banget ya? Pengen balik ke jalan yg benar ada aja rintangannya hehee
dzafara dza
luar biasa keren
dzafara dza
author pinter banget bikin cerita👍👍👍
Halwah 4g: terimakasih kka..love u bertubi-tubi 🤭
total 1 replies
dzafara dza
aku ikut tegang ngebayangin kalau aku ada disana gimna dengan keimanan setipis tisu ini astagfirullah
Halwah 4g: 🤣 klo Thor pasti dah guling2..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!