NovelToon NovelToon
Santet Kelamin

Santet Kelamin

Status: tamat
Genre:Horor / Selingkuh / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:244.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Me Tha

Setiap kali Bimo berhasrat dan mencoba melakukan hubungan seks dengan wanita malam,maka belatung dan ulat grayak akan berusaha keluar dari lubang pori-pori kelaminya,dan akan merasa terbakar serta melepuh ...

Apa yang Bimo lakukan bisa sampai seperti itu?

Baca ceritanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Tha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penodaan Kedua

Kegelapan di pemakaman Desa Sumberingin kini terasa mutlak. Setelah pagar cahaya keemasan dari doa Ustadz Ahmad hancur berantakan akibat hantaman ilmu hitam Mbah Suro, suasana berubah menjadi sangat mencekam. Angin berhenti berdesir, serangga malam bungkam, dan hawa dingin yang tak wajar merayap keluar dari lubang yang baru saja dibuka oleh Bimo.

Bimo berdiri di tepi liang lahat, menatap ke bawah dengan napas yang memburu. Di dasar lubang itu, tersorot oleh petromax kecil yang ia bawa, terbaring jasad putri Ustadz Ahmad. Kain kafannya putih bersih, kontras dengan tanah merah yang basah. Namun bagi Bimo, jasad itu bukan lagi sisa-sisa manusia yang harus dihormati; jasad itu adalah cawan berisi penawar rasa sakit, sebuah piala kemenangan atas doa-doa suci yang baru saja ia pecahkan.

Pemuasan Nafsu Sang Iblis

Hasrat setan di dalam diri Bimo meledak tanpa kendali. Jika pada mayat pertama ia masih merasa was-was dan gemetar, pada malam ini, di penodaan kedua, rasa takutnya telah menguap sepenuhnya. Ia merasa tak tersentuh. Kemenangannya melawan pagar gaib tadi memberikan rasa percaya diri yang gila sebuah delusi bahwa ia lebih kuat dari takdir dan lebih sakti dari doa.

Dengan gerakan kasar, Bimo melompat turun ke dalam liang lahat. Ia tidak lagi mempedulikan kesopanan atau kelembutan. Tangannya yang kotor oleh tanah dan darah mencengkeram kain kafan itu, menyobek tali pocongnya dengan sekali sentakan kuat.

Begitu wajah dan tubuh jasad itu terpapar udara malam, Bimo menggeram seperti binatang buas. Hasratnya menggila. Ia melihat kemurnian jasad itu sebagai tantangan yang harus dihancurkan. Dengan brutal, ia menggagahi mayat putri Ustadz Ahmad. Ia tidak hanya melakukannya sekali atau dua kali, melainkan berkali-kali, seolah ingin menghisap habis setiap tetes "sari kesucian" yang tersisa di dalam sel-sel yang mulai mendingin itu.

Bunyi burung malam yang sesekali melengking tinggi seolah menjadi sorak-sorai dari kegelapan yang mengelilinginya. Bimo merasa setiap gerakan yang ia lakukan mentransfer energi dingin dari mayat itu ke dalam tubuhnya. Ulat-ulat sengkolo di dalam dirinya tampak menari-nari dalam pesta pora yang menjijikkan. Rasa perih di kelaminnya kini berganti menjadi rasa nikmat yang sangat ekstrem sebuah kenikmatan gelap yang belum pernah ia rasakan saat bersama wanita-wanita malam di Jakarta.

Ada sensasi kekuasaan yang mutlak. Menyetubuhi mayat perawan memberinya perasaan bahwa ia adalah penguasa atas hidup dan mati. Ia merasa sedang meminum ramuan keabadian langsung dari sumbernya.

Rutinitas dalam Kegelapan

Setelah merasa puas dan energi ulat di dalam dirinya mulai tenang, Bimo duduk terengah-engah di samping jasad yang kini tampak berantakan itu. Namun, meski pikirannya sedang di puncak kegilaan, insting bertahan hidupnya tetap bekerja dengan sangat tajam. Ia tidak ingin sedikit pun jejaknya terendus oleh Ustadz atau warga desa.

Dengan gerakan yang kini sudah mulai menjadi rutinitas dan keahliannya, Bimo merapikan kembali kain kafan tersebut. Ia melipatnya dengan teliti, mengikat tali pocongnya persis seperti semula, seolah tangan manusia tak pernah menyentuhnya. Ia memastikan tidak ada helai rambut atau serpihan tanah yang tertinggal di dalam kain mori itu.

Ia naik ke permukaan, mengambil cangkul, dan mulai menimbun kembali lubang tersebut. Hebatnya, ia bekerja dengan kecepatan yang luar biasa namun tetap rapi. Tanah ia padatkan dengan teknik yang sama seperti saat pemakaman siang tadi. Ia menata kembali bongkahan batu kali di atas gundukan agar tampak alami. Terakhir, ia menaburkan kembali sisa bunga kamboja yang sempat berhamburan, memastikan pola taburannya sama persis dengan sebelumnya.

Dalam waktu singkat, makam itu kembali sunyi. Tak ada tanda-tanda bahwa beberapa menit lalu sebuah kejahatan paling keji di muka bumi baru saja terjadi di sana. Bimo menghapus keringat di dahinya, menatap hasil kerjanya dengan senyum kepuasan seorang profesional.

Kelahiran Kembali Sang Predator

Bimo berjalan pulang meninggalkan Desa Sumberingin menuju rumah gubuknya di Karang Anyar. Ia memilih jalur setapak di pinggir hutan agar tidak berpapasan dengan ronda desa. Perasaan yang membuncah di dalam dadanya saat ini adalah kebahagiaan yang murni setidaknya menurut versinya.

Rasa bahagia itu melebihi kepuasan saat ia memenangkan tender besar di kantornya dulu. Bahkan, kenikmatan yang ia dapatkan dari mayat perawan ini terasa jauh lebih "bersih" dan "nyata" baginya dibandingkan saat ia bermain dengan wanita malam di kelab-kelab mewah. Ada rasa ketagihan yang mulai tumbuh; rasa lapar akan dinginnya kulit mayat perawan berikutnya.

Sambil berjalan, Bimo memperhatikan tubuhnya sendiri. Ia meraba lengannya yang kini terasa jauh lebih berisi dan berotot. Ia tidak lagi merasa lemas. Langkah kakinya terasa ringan, seolah ia bisa berlari berkilo-kilo meter tanpa rasa lelah.

"Luar biasa..." gumamnya dengan nada takjub. "Energi ini... aku merasa lebih kuat dari sebelumnya."

Bimo merasa benar-benar gagah dan sehat. Bau busuk yang tadinya samar kini hilang sepenuhnya, digantikan oleh bau tanah yang segar dan maskulin. Wajahnya yang semula penuh bintik hitam kini benar-benar mulus, menyisakan ketampanan yang dulu pernah membuatnya begitu sombong.

Mimpi Kejayaan yang Kembali

Dalam perjalanannya, pikiran Bimo mulai melayang jauh. Ia tidak lagi memikirkan tentang pertobatan. Ia mulai membayangkan kembali ke Jakarta. Ia membayangkan dirinya kembali mengenakan setelan jas mahal, mengendarai mobil mewah, dan masuk ke kantor dengan kepala tegak.

Setelah tujuh mayat ini selesai, aku akan menjadi manusia super, pikirnya. Aku akan memiliki energi dari tujuh nyawa suci. Tidak akan ada lagi yang bisa mengalahkanku. Bahkan Ratih pun akan sujud memohon ampun kepadaku.

Bimo tertawa kecil di tengah kegelapan hutan. Tawanya terdengar dingin, seperti gesekan logam. Ia merasa telah mengakali Tuhan dan setan sekaligus. Ia merasa telah menggunakan kejahatan untuk menyembuhkan penyakit, dan ia yakin ia akan lolos begitu saja.

Ia tidak sadar, bahwa setiap kali ia merasa "lebih kuat", sebenarnya ulat-ulat sengkolo itu sedang berubah bentuk. Mereka tidak lagi memakan dagingnya dari luar, tapi mereka mulai menyatu dengan saraf-sarafnya, mengontrol pikirannya, dan mengganti sel-sel manusianya dengan sel-sel kegelapan. Kekuatan yang ia rasakan bukanlah kekuatan kesehatan, melainkan "pinjaman" dari neraka yang suatu saat nanti akan ditagih dengan harga yang tak terbayangkan.

Pengawasan yang Tersembunyi

Sesampainya di perbatasan Desa Karang Anyar, Bimo melihat cahaya lampu minyak di kejauhan. Desa masih tertidur. Ia menyelinap masuk ke dalam gubuknya dengan tenang. Sebelum tidur, ia sempat menatap cermin kecilnya sekali lagi. Matanya berkilat-kilat penuh semangat.

"Dua down, lima to go," bisiknya sambil merebahkan diri di atas balai-balai.

Ia tidur dengan sangat nyenyak malam itu, tanpa sedikit pun gangguan mimpi buruk. Baginya, penodaan jenazah itu hanyalah sebuah transaksi bisnis yang sukses.

Namun, di balik kegelapan di luar gubuk, Ratih berdiri mematung. Ia telah melihat kepulangan Bimo yang penuh kemenangan. Ia melihat aura Bimo yang kini berubah dari "busuk" menjadi "hitam legam yang bercahaya". Ratih tahu, Bimo sudah benar-benar terjatuh ke dalam lubang yang tidak memiliki dasar.

Ratih tidak lagi merasa sedih. Ia hanya menunggu. Ia tahu bahwa kesembuhan palsu ini adalah puncak dari rencana Mbah Suro. Semakin bahagia Bimo, semakin besar kejatuhannya nanti.

Di lereng gunung, Mbah Suro juga sedang beristirahat setelah perang gaib yang melelahkan. Ia menatap kuali hitamnya yang retak dengan senyum puas. "Nikmatilah kesehatanmu, Bimo. Nikmatilah kegagahanmu. Karena saat mayat ketujuh selesai, kamu bukan lagi manusia yang bisa kembali normal. Kamu akan tahu... apa yang sudah kamu bayar dengan nafsu gilamu itu."

Bimo tertidur dalam kebahagiaan yang semu, merasa dirinya sebagai pemenang, tanpa menyadari bahwa ia baru saja menyerahkan kemanusiaannya secara total demi sebuah raga yang sehat namun berjiwa iblis.

1
Argeymi Frananda Lestary
Dari semua cerita novel yg prnah qw baca, kyaknya cuma ini yg bisa bikin pembaca ikut deg"an pas perang gaib, dan bner" bnyak bgtt pljrannya, bner" bisa BKIN orang sadar klau d dunia cuma buat cari bekal d akhirat nanti , untuk authornya💪💪💪💪 semangat trus kk, qw tunggu novel selanjutnya
🔵🌹 Widian🧕
baca novel ini bikin emosi naik turun, luar biasa author nya .
Dengan bahasa dan deskripsi yang mudah dipahami, berasa kita menyaksikan sendiri.
Semangat berkarya Thor /Good//Good//Good//Good/
🔵🌹 Widian🧕
wahh....bagus sekali cerita nya, di bagian endingnya, aku sampe nangis karena perjuangan dan jalan taubat Ratih yang penuh rintangan.
keren Thor 👍👍👍
Halwah 4g: terimakasih kka
total 1 replies
🔵🌹 Widian🧕
aku kagum dengan sosok Ratih, perempuan lemah yang dulu menyimpan dendam ,kini sudah menemukan jalan Nya.
moga kedepannya Ratih selalu Istiqomah dan bahagia dengan jodoh yg sudah Allah siapkan.
Srikandi Dewi Larasati
banyak komentar yg menyudutkan Ratih.. meski dia adalah korban.. dan aq bisa memaklumi hingga diriny mmpunyai dendam terhadap Bimo.. karena sikapny terhadap Ratih sdah sangat keterlaluan.. Jika bnyak yg komentar Ratih bodoh karena terlalu percaya pada Bimo.. yaa, wajarlah.. jika lagi bucin sperti kalian jga jika bertemu dgn cwo cakep dan terlihat tajir..
sekarang yg tobat justru Ratih.. yg kalian sdutkan.. bukan Bimo yg kalian anggap kasihan gara2 perilaku Ratih.. Itu yg di sebut karma.. apa yg mereka tanam.. itu juga yg kelak mereka petik hasilnya.. dan itu jga yg di sebut hukum semesta.. atau sebab akibat yg tidak bisa terbantahkan..
Halwah 4g: namnya juga pelajaran hidup ka..hehehehehe.. makasih ya ka...buat komennya
total 1 replies
Srikandi Dewi Larasati
fitnah memang sangatlah keji dan kejam.. dan penulisnya bikin yang baca jadi geram sendiri.. itulah penulis terbaik.. yg bisa membuat pembacanya ikut larut ke dalam ceritanya.. sukses selalu..
Fadhliyah
aku sangat terharu thor😥😭. beneran
selama ini merasa jadi orang yg paling menderita. hidup sendiri di usia tua. dan apa apa selalu minta sama Allah. aku sadar ibadahku masih kurang🥲
Halwah 4g: peluk jauh kka sayang...kka hebat selalu menjadikan Allah sebagai tempat sandaran satu satunya..
total 1 replies
Widia Cupu
plongh rasanya
Widia Cupu
akirnya
Widia Cupu
udah lah Bimo tobat o lee kasian juga
Widia Cupu
lagi2ratih jadi korban
Srikandi Dewi Larasati
kirain tulus tobat.. trnyata...
Srikandi Dewi Larasati
Kadang hati seorang pendendam akan puas bila melihat orang yg telah menyakitinya sdah tersiksa oleh penderitaan hingga lupa diri dan menjadi sombong.. dan kesombongan itu justru adalah sifat dasar iblis..
jadi jgan heran jika orang sombong itu biasanya perilakukannya jga kek iblis.. tak punya rasa iba lgi.. seperti Ratih..
Srikandi Dewi Larasati
ini yang di sebut hukum sebab akibat..
Bimo menjadi seperti itu pasti ada sebab.. dan apapun kejahatan pasti ada timbal balik yang harus di terima.. dan itu adalah hukum karma..
Tak ada kejahatan akan berbuah manis bukan.. jadi seperti itulah hukum alam bekerja..
Rhea Kim
😭kereennmn ceritanyaaa

tapi yg bunuh rani, bunuh anak pak kades.bunuh sinden....
belum terungkap ke polisi yak... jasadnya rani belum ketemu...

bang aryaa.... jugaaaa kagak ketemu ketemu🤣🤣🤣... nyasar kali yakkk...

tapi bagusss jalan ceritanya.... pilihan katanya baguss.... jadi nyaman membacanya🥰🥰🥰
Rhea Kim: iyaa bagusss ceritanya kakak.... 🔥🔥🔥🥰🥰
total 2 replies
Rhea Kim
ceritanyaaaa baguss bangett kakak🥰🥰🥰🥰
Rhea Kim
Alhamdulillah... ikut lega😭😭😭
sunardi imogiri
mungkin itu yg di sebut menyimpan bangkai serapat mngkin.. tpi akhirnya tetap baunya akan trcium jga..
Rhea Kim
syariiiiiiee
kadang insting ortu itu bener lo
Rhea Kim
ya Allah nagiss aq ... kayak terhanyut kasian gtu ama orang2 yg baik ...

cobaan nya g main2...
Halwah 4g: hehehehhehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!