ON GOING | UPDATE SETIAP HARI
Hari dimana seharusnya Ayra Rayana bertemu klien pertamanya justru membuat dia terjatuh ke dalam kehidupan klien pertamanya itu. Regana Satya terpaksa menarik Ayra dalam kehidupannya tanpa rencana dan terjadi secara tiba-tiba.
"Bagaimana Pak Rega? Proposal ini apakah sudah sesuai?"
"Sepertinya kamu harus mengganti semuanya" Ucap Rega
"ganti jadi proposal pernikahan sepertinya cocok" Lanjut Rega
"cancel aja pak makasih!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azrinamanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Living Together
Acara berjalan lancar hingga acara selesai, namun masih ada acara resepsi di malam harinya dan mereka memutuskan kembali ke kamar beristirahat karna nanti malam akan lebih banyak tamu yang mereka salami
tiba di kamar, mereka hanya saling tatap karna ada bunga mawar yang berada di atas kasur mereka
"siapa yang ngide bikin begini ya? kan susah bersihinnya" omel ayra sambil menyingkirkan bunga yang ada di kasur
"gausah di bersihin, kita pesan kamar lagi" ucap rega final
ayra hanya mengikuti rega sampai lobby hotel.
"untuk 1 kamar ya pak?" tanya petugasnya
"2 kamar" ucap ayra lalu rega menoleh ke arah ayra dan ia memberi kode
"untuk makeup sayang, aku gamau berantakan kamar kita khusus istirahat" lanjut ayra
"kita sudah sediakan ruangan khusus makeup bu" ucap pelayan tersebut
"gapapa mba turutin kemauan istri saya!" jawab rega final lalu di jawab anggukan
mereka bertemu dengan orang tua rega yang sedang membawakan koper untuk pakaian mereka
"kenapa kalian disini? baru mama mau anter kopernya ke kamar kalian" ucap mama diva
"abis pesan kamar baru" ucap rega
karna mereka belum serah terima kunci jadi petugas itu menghampiri mereka dengan membawa 2 kunci
"permisi pak, ini untuk kunci kamarnya, 605 dan 606 ya pak" ucap petugas menyerahkan kartu itu dan berlalu pergi
mama dan ayah yang mendengar itu langsung menoleh ke arah rega meminta jawaban
"maksudnya gimana? 2 kamar?" tanya ayah
"itu untuk ruang makeup yah soalnya kalo nyampur istirahatnya ga tenang karna berantakan" jelas rega
"oh begitu? bukannya ada ruangan khusus makeup ya?" tanya mama
mereka berdua tatap-tatapan lalu ayra membuka suara
"gapapa mah biar bolak baliknya ga jauh, yakan mas?" ucap ayra sambil mencubit pinggang rega
sedikit ringisan rega menganggukan kepalanya lalu tersenyum ke arah mamanya
"yaudah kartunya mama yang pegang ya, kalian makeup sore jadi masih ada waktu untuk istirahat" balas mama
mereka berdua hanya tatap-tatapan dan ayra menarik baju rega untuk mengambil kembali kartu kamarnya
"mah gapapa ko rega aja yang pegang!" ucap rega
"eitss gak ada! mau mama kasih ke MUA nya jadi kalian ga perlu nunggu lagi!" ucap mamanya final
akhirnya mereka menyerah dan pamit ke mama dan ayahnya. mereka membawa kopernya, rega yang peka karna baju ayra panjang yang membuatnya susah jalan jadi rega melipat dan membantu memegang bajunya
petugas yang melihat itu langsung mengambil alih kopernya untuk dibawanya ke kamar mereka. ayra berjalan di depan rega dan rega membantu ayra memegang dressnya.
sampai di kamar, ayra dan rega duduk canggung di atas kasur.
"kamu duluan mandi! aku mau hapus makeup!" ucap ayra lalu menuju koper dan mengambil barangnya
setelah menghapus makeup ayra merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan pakaian nikahnya masih ia pakai, ia mengambil ponselnya dan melihat notifnya jebol karna ucapan selamat
"ay handuk aku tolong! aku lupa bawa!" teriak rega
dengan malas ayra berjalan mengambilkan handuknya lalu memberikannya ke rega
"ga! buka!" teriak ayra
rega langsung membuka lebar dan terlihat rega tidak memakai atasan lantas ayra berteriak dan menutup wajahnya
"kamu ngapain sihh!!!" teriak ayra
"aku habis mandi!" ucap rega dengan pedenya
lalu ayra memberikan handuknya ke rega dengan matanya yang masih tertutup
"kenapa tutup mata?" tanya rega sambil menahan tawanya
"pake dulu handuknya ga!" balas ayra dengan nada ketusnya
rega berjalan mendekat ke arah ayra lalu menangkup wajah ayra dan sekarang mereka berhadapan tapi ayra masih menutup matanya
"buka dulu mata kamu! lihat nih aku udah pakai handuk!" ucap rega lalu ayra menurutinya untuk membuka mata
"lohh kok handuknya ada 2?" tanya ayra bingung
"dari tadi juga aku udah pakai handuk ay! aku minta tolong ambilin untuk keringin rambut!" jelas rega dan di jawab anggukan
wajah ayra memerah dan memalingkan muka lalu menepis tubuh rega untuk masuk memberikan jalan ke kamar mandi dan membanting pintu kamar mandi membuat rega terkekeh
selesai mandi, ayra melihat rega sudah terlelap di kasurnya dengan keadaan rambut setengah basah dan handuk di letakan di atas sofa
melihat itu ayra menghela nafasnya dan mengambil handuk itu untuk di letakan di kamar mandi. lalu mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. suara hair dryer itu membangunkan rega. ayra keluar dari kamar mandi, tanpa ia sadari rega sudah bangun
"udah selesai?" tanya rega khas suara bangun tidur
tubuh ayra menegang di tempat tidak bisa ia gerakan, posisinya sekarang ayra hanya memakai handuk kimono
'cuma di tinggal bentar tiba-tiba bangun? kapan bangunnya?' batin ayra
"kamu ganti baju dulu aja, aku mau keluar sebentar! mau nitip apa?" tanya rega di jawab gelengan oleh ayra
saat rega keluar dari kamarnya, ayra baru bisa bergerak dan menghela nafas panjangnya. ia memegang dadanya dengan degup jantung yang begitu kencang
saat di rasa sudah lega, ayra berjalan ke kopernya dan mengambil baju untuk ia pakai.
"kok bajunya gini semua sih?" tanya ayra heran sambil memegang baju berwarna merah cabe itu dan bergidik ngeri lalu melemparnya
karna ga mungkin pakai baju itu, jadi ayra membuka koper rega untuk meminjam bajunya, untungnya punya rega normal semua.
ada kemeja dan kaos tapi celananya terlalu panjang dan besar jadi dia memutuskan untuk memakai kemeja rega yang kepanjang karna cukup menutupi bagian pahanya
setelah itu ayra merebahkan tubuhnya dan tanpa ia sadari tertidur. suara deringan telpon membangun ayra dari tidurnya.
"rega! mama di depan!!" ucap mama diva
"halo ma, ini ayra!" ucap ayra khas bangun tidurnya
"bangunin rega ya ra, udah jam 4 kalian harus siap-siap untuk resepsi nanti malam" jelas mama lalu ayra beranjak dari tidurnya
"tapi ma reg-" ucapan ayra terpotong karna melihat rega yang terlelap di sampingnya dengan menghadap ke arahnya
ayra yang melihat itu langsung menutup mulutnya dengan tangannya seraya menahan teriakannya
"kenapa ra?" tanya mama
"oh iya ma betar lagi kita keluar!" jawab ayra lalu memutus sambungan teleponnya
'sejak kapan dia disini?' batin ayra
ayra langsung turun dari kasurnya lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mandi sebelum rega bangun
setelah selesai mandi, ayra membangunkan rega
"ga bangun! udah jam 4!" ucap ayra sambil menggoyangkan tubuh rega
rega beranjak bangun namun matanya masih terpejam. ayra yang melihat itu gemas lalu memercikan sedikit air ke wajahnya
"ay!! udah bangun aku!! belum 1 hari udah kdrt" protes rega
"lebay!! udah bangun tapi masih mejamin mata bgtu aneh!" ucap ayra
"cepet ga! atau aku panggil mama biar kamu di siram sekalian!" lanjut ayra dengan ancamannya
"yaudah aku duluan ke kamar sebelah ya! telpon aku kalo butuh apa-apa!" ucap ayra lalu pergi dari kamar itu meninggalkan rega
sampai di kamar sebelah, ayra mulai dirias. baru 20 menit dimuali tiba-tiba rega menghubunginya
"kenapa? aku baru 20 menit mulai!" ucap ayra malas
"handuknya basah! aku habis keramas keringin pakai apa?" tanya rega
"ya ampun ga! ada hair dryer loh!!" jawab ayra
"ga ngerti pakainya ay!" balas rega
"yaudah kesini aja! nanti di keringin disini!" ucap ayra final