NovelToon NovelToon
Merangkai Hasrat

Merangkai Hasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Chicklit / Komedi
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Jennie Revelton (25) seorang penulis novel dewasa yang terkenal dengan fantasi sensualnya tiba-tiba mengalami writer’s block saat mengerjakan proyek terbesarnya. Semua ide terasa mati hingga seorang pria baru pindah ke unit sebelah apartemennya.

Pria itu adalah tipikal karakter novel impiannya: tampan, mapan, dewasa, dan terlalu sempurna untuk menjadi tetangga. Tanpa sadar Jennie menjadikannya bahan fantasi untuk menghidupkan kembali gairah menulisnya.

Namun semakin sering ia mengamati dan membayangkan pria itu, perasaan Jennie mulai berubah. Dia tak lagi ingin pria itu hanya hidup di atas kertas, tapi juga menginginkannya di dunia nyata.

Keadaan menjadi rumit ketika pria itu mengetahui bahwa dirinya adalah objek fantasi erotis dalam novelnya. Alih-alih marah atau menjauh, pria itu justru mengajukan sebuah penawaran tak terduga.

"Daripada hanya mengandalkan imajinasi, bukankah lebih nikmat jika kau bisa merasakannya langsung?" ~~Johan Alexander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 - Nano Nano Like Rollercoaster

Hari demi hari, minggu demi minggu, dan bulan demi bulan berlalu. Tak terasa projek novel Jennie sudah hampir selesai, novel yang pada awalnya membuatnya terkena writer's block dan juga novel yang membawanya mengenal seorang Johan Alexander.

Berbicara mengenai Johan, pria itu sudah benar-benar menurunkan tamengnya, dan Jennie juga sudah memberikan hatinya, tapi belum ada status yang jelas selain tunangan pura-pura dan tetangga.

Kalau kata anak zaman sekarang hubungan seperti itu disebut HTS (Hubungan Tanpa Status).

Tapi sore itu, Jennie duduk di balkon dengan perasaan yang berkecamuk, laptop yang masih menyala di atas meja dibiarkan begitu saja.

Ada rasa takut di dadanya meskipun Johan memintanya tinggal, dia tetaplah wanita yang masih memiliki logika dan juga butuh kepastian.

"Ada masalah? Kamu sudah duduk di sana sejak jam makan siang tadi."

Suara bariton dari arah samping membuat Jennie terkejut. Dia tidak sadar pria yang memenuhi pikirannya itu sudah berdiri di sampingnya.

Jennie menoleh dan tersenyum kecil "Hanya merasa hampa karena novelku sudah hampir selesai," ucapnya lalu menyesap tehnya yang sudah mendingin.

"Kenapa? Bukankah itu kabar bagus?" tanya Johan sembari duduk di kursi kosong di samping Jennie.

"Bagus untuk karirku, tapi tidak bagus untuk pikiranku," balas Jennie. "Novel ini bisa berlanjut karena aku mendapatkan inspirasi baru, yaitu kamu. Tapi saat novel ini akan berakhir aku seperti merasa ada yang hilang."

"Maksudnya kamu kehilangan inspirasimu?" tanya Johan. "Aku masih di sini, Jen. Aku tidak pergi ke mana-mana."

Jennie diam, dia menatap ke arah deretan gedung pencakar langit yang mulai memancarkan cahaya senja.

"Kesepakatan kita awalnya di mulai karena aku membutuhkanmu sebagai objek risetku, dan kamu bersedia membantuku dengan imbalan aku menjadi tunangan pura-puramu. Aku bertanya-tanya, setelah novelku benar-benar berakhir apa peranku hanya sebatas tetanggamu?" ungkap Jennie.

Johan tidak langsung menjawab, dia justru meraih gelas teh Jennie yang sudah dingin dan menjauhkannya dari tangan wanita itu. Kedua tangannya menggenggam jemari Jennie dan menyalurkan kehangatan.

"Apa menurutmu aku membiarkanmu mengganti dekorasi rak bukuku, membiarkanmu tahu rahasiaku, dan menghabiskan setiap malam bersamaku hanya karena menjadi tetangga?" ucap pria itu.

"Tapi kita tidak bisa terus selamanya seperti ini, untuk sekarang mungkin masih aman, tapi kita tidak tau kedepannya akan seperti apa. Maaf jika membuatmu terbebani, tapi aku pikir hubungan kita butuh kejelasan, Mas."

"Selama ini orang tuamu taunya aku adalah penulis sejarah, tapi sampai kapan kita akan menutupi hal ini?"

Johan menarik napas panjang lalu berdiri masuk ke dalam, saat ini Jennie sedang berada di apartemen pria itu.

Jennie yang ditinggalkan begitu saja merasa bingung dan mengir Johan marah karena ucapannya yang seperti mendesak pria itu.

Tapi tak lama kemudian Johan kembali dengan sebuah map kulit berwarna biru tua. Dia meletakkan map tersebut ke atas meja tepat di samping laptop Jennie yang masih menyala.

"Buka," perintahnya singkat.

Jennie mengambil map itu dan membukanya dengan ragu, matanya menyisir baris demi baris tulisan di sana.

Sebuah dokumen hukum yang menyatakan pembagian aset dan draft perjanjian pra nikah yang isinya benar-benar memihak padanya.

"Mas? Apa ini?" tanya Jennie mendongakkan kepalanya dengan mata membelalak.

"Itu adalah bukti bahwa kita bukan hanya sebatas tetangga meskipun novelmu sudah tamat," jawab Johan.

Jantung Jennie seolah berhenti berdetak sesaat, "Apa kamu baru saja melamarku dengan dokumen ini?"

"Kamu bisa menganggapnya seperti itu, aku hanya ingin memberimu sesuatu yang lebih nyata dari sekedar kata-kata manis. Aku ingin kamu di sini bersamaku untuk waktu yang lama."

Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Jennie, segala ketakutan dan overthinking langsung tersapu bersih dengan pernyataan Johan yang tidak terduga.

Baru saja dia hendak menjawab dan memeluk pria itu, ponsel miliknya bergetar hebat. Layarnya menyala berkali-kali menampilkan rentetan notifikasi masuk begaikan air bah. Nama editornya juga muncul di sana memanggil-manggil meminta jawaban.

Jennie mengerutkan keningnya dan meraih ponselnya dengan perasaan tidak enak. "Editorku menelepon..."

"Angkat saja, mungkin dia ingin membicarakan naskahmu," ucap Johan meski dia merasa sedikit kesal karena momennya terganggu.

Jennie menggeser tombol hijau di layar ponselnya, "Halo? Ada ap---"

"JENNIE! JANGAN KELUAR RUMAH DAN MATIKAN INTERNETMU SEKARANG!"

Suara Manda terdengar panik dan hampir histeris di seberang telepon.

"Tenang, Manda. Memangnya kenapa?" tanya Jennie bingung.

"Identitasmu bocor sebagai Lady Velvet bocor! Bahkan foto-fotomu dengan pemilik perusahaan arsitek tersebar luas saat ini!"

Wajah Jennie seketika pucat pasi, selama lima tahun bergelut sebagai penulis novel dewasa, identitasnya yang sebenarnya benar-benar di rahasiakan. Tidak ada yang tau seperti apa wajah dari seorang penulis yang selalu membawa pembacanya melayang itu.

"Ada apa?" tanya Johan saat melihat perubahan ekspresi Jennie.

"Dunia sudah tau siapa aku, mereka tau tunangan seorang Johan Alexander ternyata adalah penulis novel dewasa."

Bersambung

1
HiLo
Suka, konfliknya ringan
HiLo
ditunggu kelanjutannya
Aria
lanjut kakkkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!