"Dia mencintaiku sampai mati, tapi justru membunuhku perlahan setiap hari."
Di balik kemewahan gaun sutra dan rumah bak istana, Yati hanyalah seorang tawanan yang jiwanya diremukkan oleh suaminya sendiri, Stevanus. Bagi dunia, Stevanus adalah pahlawan; bagi Yati, dia adalah iblis berwajah malaikat.
Puncak pengkhianatan terjadi saat Stevanus membuangnya dalam keadaan hancur demi kekuasaan dan wanita lain. Mereka mengira Yati sudah tidak berdaya dan terkubur bersama rahasia gelap mereka.
Namun, rasa sakit tidak mematikan Yati—ia justru melahirkan sosok baru yang kuat dan tangguh. Kini Yati kembali dengan identitas berbeda, menyusup ke jantung kehidupan Stevanus untuk merebut kembali hidup dan harga dirinya.
Ini adalah kisah tentang perjuangan Yati membuktikan bahwa dari kehancuran, ia bisa bangkit lebih kuat.
Bersiaplah, karena kisah ini akan membawamu pada perjalanan emosional yang penuh liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27: JATUH KE DALAM RAHIM BUMI
Dunia seolah jungkir balik. Suara gesekan logam mobil dengan aspal menciptakan percikan api yang menyambar kegelapan jurang Minahasa. Dalam sedetik yang terasa seperti keabadian, aku merasakan tubuhku melayang. Aris masih mencengkeram lenganku, sementara wanita yang memiliki wajahku itu sosok yang diklaim Stevanus sebagai diriku dari masa depan terpental keluar saat mobil menghantam pohon besar di lereng tebing.
BRAAAKKK!
Hantaman itu meremukkan segalanya. Kesadaranku hampir hilang saat mobil berhenti dalam posisi terbalik, tergantung di antara akar-akar raksasa pohon purba yang menahan kami dari jatuh ke dasar jurang yang lebih dalam. Bau bensin menyengat, bercampur dengan aroma amis cairan perak yang menetes dari atap mobil.
"Widya... kau... kau masih hidup?" suara Aris terdengar parau, tercekik darah.
Aku tersedak, mencoba menarik napas di tengah kabut asap. "Aris... bayiku..."
Aku meraba perutku. Masih ada denyutan di sana. Lemah, tapi menuntut hidup. Di sampingku, Pak Anwar sudah tak bergerak, kepalanya terkulai di atas setir yang hancur. Orang kepercayaan Ayah itu telah memenuhi janjinya sampai napas terakhir.
Tiba-tiba, suara langkah kaki yang berat namun ritmis terdengar di atas dedaunan kering. Bukan satu orang, tapi beberapa. Cahaya senter dari helikopter yang tadi menembak kami kini menyapu lereng tebing.
"Cari wanita itu! Ambil janinnya, hidup atau mati!" sebuah suara dingin bergema dari loudspeaker helikopter.
Aris berhasil menendang pintu mobil yang ringsek. Dengan sisa tenaga, dia menyeretku keluar. Kami merangkak di bawah rimbunnya hutan hujan Sulawesi yang lebat. Luka-luka di tubuhku terasa panas terbakar, namun ketakutan akan kehilangan anak ini memberiku kekuatan yang tak masuk akal.
"Widya, lihat itu," Aris menunjuk ke arah sebuah gua kecil yang tertutup lumut tebal di balik air terjun tersembunyi.
Itu bukan sekadar gua. Di pintu masuknya terdapat simbol yang sama dengan yang ada di chip peninggalan Ayah. Pintu masuk rahasia menuju bunker desa.
Kami masuk ke dalam kegelapan. Begitu melangkah melewati ambang pintu, lampu-lampu sensor otomatis berwarna biru redup menyala. Teknologi di sini jauh lebih maju daripada apa pun yang pernah kulihat di kantor Stevanus. Dindingnya terbuat dari paduan logam gelap yang tidak memantulkan cahaya.
"Selamat datang, Nona Yati," sebuah suara AI yang lembut menyambut. "Identitas biologis terkonfirmasi. Persentase kecocokan genetik: 99,9%. Status kehamilan: Kritis."
Aku ambruk di atas lantai logam yang dingin. "Tolong... selamatkan anakku..."
"Prosedur stabilisasi janin dimulai," sebuah kapsul transparan muncul dari dinding.
Namun, sebelum aku bisa masuk ke dalamnya, pintu masuk gua yang tadinya tertutup meledak. Sosok Kak Surya muncul dari balik kepulan asap. Wajahnya yang setengah logam kini tampak retak, memperlihatkan kabel-kabel halus yang bersinar kemerahan.
Di belakangnya, Stevanus berjalan dengan angkuh. Dia tidak lagi memakai kursi roda atau alat bantu medis. Tubuhnya tampak lebih kuat, lebih tegap, namun matanya kosong, seperti robot yang hanya memiliki satu perintah.
"Yati, menyerahlah," Stevanus berkata, suaranya kini terdengar ganda suaranya sendiri dan suara digital yang tumpang tindih. "Ibumu menunggumu di bawah. Dia ingin melihat cucunya lahir di dalam mesin keabadian."
Aris berdiri di depanku, menghalangi mereka dengan satu-satunya peluru yang tersisa di senjatanya. "Kau tidak akan menyentuhnya, Stevanus!"
"Aris, kau hanyalah serangga di dunia baru yang kami bangun," Stevanus mengangkat tangannya, dan dari balik kulitnya muncul sebuah senjata laser kecil yang terintegrasi.
ZAP!
Aris terlempar ke dinding, dadanya hangus. Dia jatuh tak sadarkan diri. Aku berteriak, air mata kemarahan meluap. Aku merangkak menuju konsol utama, memasukkan chip Ayah dengan tangan gemetar.
"Aktifkan protokol pertahanan! Sekarang!" teriakku pada AI bunker.
Layar di hadapanku mendadak menampilkan pesan darurat berwarna merah darah:
"PROTOKOL 0: PENGHANCURAN GARIS WAKTU. HANYA DAPAT DIAKTIFKAN DENGAN PENGORBANAN DARAH DARAH ASLI DAN DARAH MODIFIKASI."
Stevanus mencengkeram leherku dan mengangkatku tinggi-tinggi. Di saat yang sama, wanita yang mirip denganku tadi muncul kembali di ambang pintu, namun kali ini dia memegang perutnya sendiri yang juga tampak membuncit dia sedang hamil!
"Yati, jangan aktifkan protokol itu!" teriak wanita itu. "Jika kau membunuh bayi di rahimmu sekarang untuk menghancurkan mereka, kau tidak akan pernah ada untuk melahirkan aku! Aku adalah kau yang berhasil selamat, tapi aku kembali untuk menghentikan kiamat yang kau ciptakan sendiri!"
Stevanus tertawa gila, jarinya mulai menusuk perutku untuk mengambil sampel darah secara paksa. "Pilih, Yati! Bunuh dirimu dan bayimu sekarang untuk menghancurkan kami, atau biarkan kami menciptakan Tuhan dari darah anakmu!"
Tanganku sudah berada di atas tombol merah penghancuran. Satu tekanan, dan seluruh bunker ini termasuk aku, Aris, dan sejarah keluarga Kencana akan menjadi debu.
JANGAN LUPA UNTUK SELALU BAHAGIA🫰
Like Setiap Bab Kalau selesai 👍
Rate Bintang 5 🌟
Vote setiap hari Senin 🙏
Kalau Ada Poin Boleh Mawar sebiji🌹
Tinggalkan komentar, penyemangat, kritik & Saran, 🎖️
Makaseh banya samua 🙇🙏😇
tapi ini kisah sat set beres. gak bertele tele. langsung pada inti nya...
semoga mati ny tdk mudah.
gila stevanus.
biar ad sensasi buih buih ny tuh lakik
sakit jiwa nih lakik...