NovelToon NovelToon
Elora: My Little Princess

Elora: My Little Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Angst / Kutukan / Romansa Fantasi
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: bwutami | studibivalvia

AKU baru saja pulang dari medan perang dengan membawa kekalahan pihak musuh di genggaman tangan mendadak dikejutkan oleh kemunculan seorang anak perempuan kecil berumur lima tahun dari dalam karung goni milik salah satu perompak yang menghalangi jalan. Rasa terkejutku bukan karena sosoknya yang tiba-tiba muncul melainkan perkataan anak itu yang memanggilku Ayah padahal aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun. Apakah ini salah satu trik konyol musuhku? Sebab anak itu sangat mirip denganku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bwutami | studibivalvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 12: chrysanthemum: flower of november [END]

*KAISAR **boneka yang merupakan Kaisar Adenium sebelumnya mati setelah mata pedang tertancap di jantungnya. Sementara itu, Permaisuri telah lebih dulu ke alam baka setelah kepalanya terpisah dari badan. Singgasana menjadi basah dan lembab karena darah kedua orang tersebut meluber ke segala arah dan terciprat ke mana-mana, termasuk di wajah dan pakaianku. *

Aroma anyir yang memenuhi istana utama justru wangi dan menyegarkan, membuat suasana yang selama ini bising akhirnya damai kembali. Senyumku mereka ketika darah kaisar menetes deras dari pedang naga setelah kutarik. Berbalik, melangkah mendekati mayat permaisuri yang terlihat cantik, aku kemudian membungkuk, mengambil kepalanya,menenteng kepala tersebut sembari bersiul.

Sepatuku menjadi lengket karena cairan merah yang menggenang lantai sedangkan darah dari permaisuri membuat garis panjang mengikuti langkahku. Ksatria yang berpakaian baju zirah telah berbaris di sisi kiri dan kanan ketika aku keluar, tak lupa dihias dengan mayat-mayat pasukan pihak istana yang memenuhi halaman seperti bunga. Setelah menuruni anak tangga yang terakhir, Hamon mengeluarkan pedang dari sarung, duduk dengan bertumpu di satu kaki bersamaan dengan mata pedang yang ditancapkan ke tanah yang diikuti oleh semua prajurit.

“Kami memberi hormat kepada Kaisar Altair de Adenium!”

Patung bunga kamboja yang berwarna emas dan dua buah pedang yang saling menyilang yang menjadi ciri khas Adenium–berdiri kokoh di masing-masing sisi. Tertanam di setiap tiang pintu masuk. Lambang Adenium menghias di puncak setengah lingkaran gerbang istana. Aku berhenti setelah beberapa langkah melewati gerbang, membalik badan, membidik salah satu patung yang ada di tiang dan melempar kepala permaisuri di atas sana.

Kepala tersebut menancap sempurna dengan posisi bagian leher yang telah lubang berada di bagian atas patung. Ekspresi permaisuri sungguh menakjubkan jika dilihat dari bawah sini. Bola mata yang mengarah ke atas, mulut yang terbuka lebar, serta kunciran rambut yang berantakan. Jika dipikir ini adalah sebuah penghormatan terakhir kepada mendiang permaisuri karena aku memberikan tempat tertinggi baginya agar dapat dilihat oleh semua orang dan menjadikannya pelajaran–bahwa aku–anak dari kaisar boneka yang dia setengah mati upayakan untuk mati telah melakukan pemberontakan.

“Kaisar Altair de Adenium, segala kejahatan Anda akan mendapat balasan yang membuat Anda menyesal seumur hidup. Anda masih akan terus hidup sampai saat itu tiba dan saya berharap Anda menyukainya.”

Suara parau dan napas yang tersengal-sengal, tubuh yang penuh luka, serta wajah setengah hancur karena dipukuli. Si kakek tua masih dapat membuka mulut meski gigi bagian depannya telah terlepas. Menghabiskan sisa tenaga yang dia punya, si kakek tua itu dipaksa bertumpu dengan kedua lutut, menyisakan tubuh yang tejatuh setelah aku memenggal kepalanya.

***

Pelayan yang melayani Elora selama berada di kediaman Duke of Astello naik pangkat menjadi Ibu asuh dan akan bekerja di istana bersama dengan pelayan pribadi yang telah ditunjuk oleh Leocadio untuk mengurus semua keperluan anak itu. Demi menyelidikinya lebih dalam karena tidak ada informasi yang kudapat dari luar, maka satu-satunya cara ialah bertanya langsung, memberikan kesukaan anak itu sebagai langkah awal. Namun, pria gendut itu melakukannya lebih dulu.

“Katanya Marquess of Matheo menemuimu.”

Dia memandangku dengan remahan biskuit di sudut bibir. “Ya, Tuan Malquesh membawakan El boneka kelinci yang sangat cantik. Katanya, itu adalah hadiah selamat datang.”

Elora memakan dessert-nya kembali. Tali pita berwarna shappire blue yang melekat di bagian lehernya ikut bergerak ketika dia mengambil segelas susu dan meminumnya. Bordir bunga yang menghias kerah dan ujung lengan berwarna serupa nampak cocok dengannya. Warna putih mendominasi. Kali ini rambut kuningnya dijepit dengan pita senada dan dibiarkan terurai.

Ada banyak makanan penutup yang tersaji di meja, berbagai macam cookies, kue, puding, dan buah. Semua menu telah dicicipi olehnya. Mulut kecil itu terus mengunyah tanpa henti, memasukkan semua makanan yang ingin dia lahap. Pipi tembemnya yang mengunyah mirip dengan tupai yang menumpuk semua makanan di bagian dalam pipi, sangat gemuk dan bulat seolah dapat meledak. Aku meletakkan cangkir teh setelah selesai mengobservasi.

“Ikuti aku. Marquess.”

“Malquesh.

“Sebenarnya.”

“Sebenalnya.”

“Adalah orang gila.”

“Adalah olang gila.”

Aku menggigit bibir bawah bagian dalam sedangkan Hamon yang berdiri selangkah di belakangnya terbatuk-batuk. Sementara itu, Elora di depan sana memiringkan kepala, menatapku bingung dengan cookies cokelat di tangan kanan. “Gila itu apa?”

Hamon berdeham dan menghindar sedangkan aku mau tidak mau menjawab pertanyaannya. “Itu pujian.” Aku menarik sudut bibir ke atas, melanjutkan, “Jika Marquess menemuimu lagi, katakan dia adalah orang gila. Bilang itu sambil tersenyum. Dia akan sangat senang dan mungkin akan memberimu hadiah lagi.”

Kedua tangannya sertamerta bertumpu di meja, memajukan tubuhnya ke depan, lalu menatapku dengan pandangan yang berbinar. “Benalkah?”

“Ya.”

Mengabaikan tangan kanan yang sekarang dipenuhi cokelat karena terlalu lama menggenggam cookies, pipinya tertarik ke samping bersamaan dengan kedua mata yang menyipit. Tanpa perlu bertanya, semua orang yang melihat pasti tahu bahwa sekarang anak itu sedang sibuk membayangkan Marquess memberinya banyak hadiah.

“Air liurmu jatuh.”

Dia tersadar. Baru saja menggerakkan lengan untuk menyeka, Hamon sigap memberikan saputangan dan mengelap bibir Elora yang kotor dengan penuh kelembutan.

“Kalian sangat serasi.” Aku menopang dagu. “Lalu, bukankah aku harus menerima hadiah?”

“Hadiah?” Elora menjawab sembari tangannya dibersihkan Hamon. Dia memiringkan kepala sebelum meloncat turun dengan cepat. “El akan melupakan sesuatu. Papa tunggu sebental di sini, El akan cepat.” Setelah selesai bicara dia langsung lari meninggalkanku begitu saja. Aku mengembuskan napas kesal dan mengambilkan secangkir teh di meja. Berharap dalam hati bahwa dia tidak membawa sesuatu yang merepotkan. Beberapa menit menunggu, dia akhirnya datang kembali bersama dengan beberapa tangkai bunga krisan berwarna kuning.

Masih dengan deru napas yang tidak beraturan, Elora mengulurkan tangan, memberikan  bunga itu dengan senyuman yang mereka di wajah. Bunga itu masih sangat segar, jadi pasti masih baru dipetik. Namun, sepertinya pengasuh menggunting akarnya karena Elora pasti langsung mencabutnya dari tanah. Terlihat ada sedikit noda pada bagian bawah dress-nya.

“El lupa membawanya tadi. Lihat, walnanya sama dengan lambut Papa! Sangat cantik dan berkilau!”

Krisan kuning dan keemasan adalah krisan yang paling banyak ditemui. Di beberapa tempat, krisan kuning merupakan simbol kehormatan dan perayaan kebagaian. Di tempat lain dianggap sebagai simbol keceriaan. Namun, di tempat lainnya lagi dianggap melambangkan kematian dan banyak dipakai saat pemakaman. Sementara itu, di Adenium sendiri krisan kuning memiliki arti kebahagian. Untuk beberapa detik, aku tidak tahu harus merespons seperti apa karena melihatnya yang tulus seperti ini membuat hati mungilku sedikit tersentuh. Tunggu, apa aku sudah gila?

“Papa?”

Aku berdeham. “Bukankah aku telah mengirim pelayan di kediaman Duke sebagai Ibu asuhmu?”

“Ah!” Wajahnya berubah cerah. “Benal, Papa sudah membawa Penny ke sini.”

“Maka dari itu, aku ingin hadiah.”

“Papa ingin hadiah apa?”

“Itu mudah. Kau hanya perlu menjawab pertanyaan yang kuberikan.”

Aku mulai mengintrogasi Elora, mengajukan pertanyaan dimulai dari kemunculannya di hutan waktu itu hingga berakhir bertemu denganku. Tak banyak yang dapat dia berikan. Dari awal aku memang sama sekali tidak berharap banyak akan menemukan jawaban atas pertanyaan yang keluar dari mulut anak lima tahun ini. Meski demikian, jawaban Elora memberikan sedikit kepingan yang tidak pernah naik ke atas permukaan bersamaan dengan timbulnya pertanyaan lain.

Atmosfer di taman ini berubah menjadi agak emosional ketika dia menangis dan berteriak. Hamon berupaya menenangkannya sedangkan aku hanya terdiam memikirkan cerita Elora dan situasi yang terjadi di hadapanku karena untuk pertama kali, aku melihat anak itu menangis.[]

1
Sinchan Gabut
Baik-baiklah sama Putri Puding Coklat, Yang Mulia. Dia itu kunci dr segala kunci. Paham? 😏🍮
studibivalvia: betul lagi lah akak ini 🤣 emang paling joss komenmu kak wkwk
total 1 replies
Pengabdi Uji
Tau gk yg mulia ibu asli el itu saya lho🤭
Pengabdi Uji
Keknya elora itu bsa ngontrol bapaknya ya? Punya kekuatan sejenis apatuh
studibivalvia: nyembuhin lebih tepatnya kak 🤣 kekuatannya ntar dijelaskan di bab yg berikutnya tapi kayaknya masih agak lama ketahuan nya
total 1 replies
Alessandro
"hamon tidak mati kan?"
ya ampun.... elora
Alessandro
saripati darah dong, thor...
detil sekali penjelasannya
Laila Sarifah
Agak anomali Kaisar satu ini, masa anaknya disuruh lompat dari ketinggian😭
Alessandro: 🤣🤣🤣 aku jg gemes dr kmrn...
tp ya gmn lg terserah sang pemilik cerita 🤣
total 1 replies
Laila Sarifah
Mudahan dgn adanya Elora di samping Kaisar, hati Kaisar menjadi lebih lembut
Aruna02
😭😭sadis
Aruna02
iiiikh gumush bnget elola 🤣🤣
Sinchan Gabut
Lah... kmrin pingsan, skrg malah cengengesan liat bapaknya habis bantai penduduk desa. jd bokem kamu El? 🤔😆🤣
Sinchan Gabut
gemes bgt sama Elora... 😘
Pengabdi Uji
El apa dy calon calon bocil baddas nanti diajarin sma bapaknya?
Pengabdi Uji
Kan kata gua jg apa, ni bocil pasti dibawa org lucu bgini🤣🤣
Alessandro
agak lain bapak ini....
Alessandro
hati yang mulia keras juga ya.....
butuh siraman cinta agar lebih melunak
Laila Sarifah
Yang Mulia nggak mau kah cari siapa Ibu aslinya Elora😫
studibivalvia: nggak dong kak 😔
total 4 replies
Laila Sarifah
Ya jgn lah di bunuh anakmu sendiri Yang Mulia, nanti anda menyesal
Aruna02
😩😩😩nungguin bapak nya
Aruna02
babi nggak tuh 😭😭😭
Aruna02
jadi, elora beban ya yang mulia🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!