Seorang gadis bernama Sabrina adelia, dia cewek tomboy, cuek, suka yang gratisan dan juga ringan lidah, namun terkadang juga memiliki lidah pedas jika di usik, mendadak terbangun di dunia novel kerajaan modern. Novel yang dia buat sendiri. Sabrina adalah seorang penulis terkenal, namun ketika dia merilis novel terbaru, banyak para penggemarnya yang marah. Karena kehidupan pemeran utama wanita yang tragis bernama kayana. Dimana pemeran utama wanita yang lemah, di jodohkan oleh pria tokoh utama, pria terkaya dan dingin bernama Pangeran Xavier Maheswara. Namun pangeran xavier telah memiliki kekasih bernama Aruna Lauren, aruna sang figuran yang seharusnya menjadi pelengkap di puja bagaikan tokoh utama wanita.
Sang pemeran utama wanita juga harus menyamar sebagai pria, karena kehidupan yang terancam. Dengan modal otak encer, dan sedikit nekat, dia merubah alur novel yang di buatnya. Hingga menarik perhatian pangeran xavier sang pemeran utama pria dan membuatnya sangat terobsesi dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kayana Melarikan Diri
Kayana kembali ke kelasnya, disana Arlo menatapnya intens. "Ada masalah?" Tanyanya dengan nada lembut namun dingin.
"Tidak ada, hanya merasa lelah." Jawabnya dengan nada santai.
Arlo mengusap kepala kayana. "Istirahatlah." Ucapnya dengan dengan kelembutan nya.
"Hmm, nanti kalau ada guru bangunkan aku." Ucapnya menatap Arlo intens.
Arlo menganggukkan kepalanya. Mengelus rambut kayana, kayana hanya diam dan memejamkan matanya. Dia merasa lelah dan ingin tidur sebentar.
Arlo menatap kayana lekat. "Aku tahu, pangeran xavier telah membuat mu kelelahan, aku tidak akan membiarkannya memiliki mu kayana, kamu milikku." Batinnya menatap kayana intens penuh obsesi.
Arhan melihat mata Arlo yang menatap kayana penuh obsesi besar, Arlo sadar di tatap arhan, dia tersenyum menyeringai ke arah arhan, senyuman menantang dan seakan-akan meremehkan arhan, namun tiba-tiba matanya menatap penuh ancaman ke arah arhan. Pesan tanpa kata melalui matanya. jika dia berani mendekati kayana makan dia akan tewas mengenaskan.
Arhan tahu tatapan mata arlo dan itu terlihat bukan hanya ancaman, tetapi pesan untuk dirinya. Suasana mereka menjadi tegang. Meskipun tidak ada ucapan yang terucap. tatapan mereka saling beradu, sebuah komunikasi yang verbal yang samar-samar, sebelum akhirnya arhan mengalihkan tatapannya.
"Aku harus menjauhi noah darinya, Karena arhan yakin, Arlo mengetahui jati diri kanaya hingga matanya penuh kilat menatapnya.
Sedangkan pangeran xavier masih menatap komputernya tanpa berpaling. Kerjaan yang seharusnya dia sudah selesai, terbengkalai karena melihat kekasihnya di dekati banyak para lebah. Terutama pria yang sedang duduk di samping calon istrinya yang menatapnya penuh menantang kamera pengawasnya.
"Aku tidak akan membiarkan mu, berdekatan dengan calon istri ku, aku tahu kamu mengetahui noah adalah wanita yang sangat cantik, hingga kau diam-diam memujanya dan terobsesi dengannya. Tetapi satu hal, kamu tidak akan pernah bisa memilikinya. Dia hanya milikku. milik Xavier." Desisnya penuh nada tajam dan dingin.
Sedangkan di dalam kelas setelah berhadapan pandangan dengan arhan, Arlo menatap tajam tajam kearah lampu kelas. Dia tahu persis ada satu pasang mata elektronik yang mengintai dari dari sudut plafon. Dia mengangkat wajahnya tepat ke arah lensa pengawas, yang tersembunyi di lampu kelas dan menatapnya dengan sorot mata yang penuh kegelapan. Perlahan, sebuah seringai tipis muncul tajam terukir di bibirnya. Sebuah gestur provokatif bagaikan berkata, dia mengetahui seseorang yang sedang menonton di balik layar.
"Pangeran xavier." Desisnya sengaja mengelus kepala kayana dengan sangat lembut. Dia menatap dengan tatapan menantang, bahwa permainan dialah yang memegang kendalinya.
Pangeran xavier menatap seorang pria yang duduk dekat calon istrinya, dan dan mengelus rambutnya. Dia menatap sangat tajam. Rahangnya mengeras saat melihat pria itu menyentuh rambut calon istrinya dan menentangnya secara terang-terangan. Dia mengepalkan tangannya. Hingga buku-buku jarinya memutih. Menahan gejolak amarah yang mendidih di dada.
"Berani-beraninya kamu menyentuh calon istriku." Desisnya rendah suaranya serat akan ancaman besar. "Aku tidak akan membiarkan kamu menyentuh calon istri ku lagi." Bisiknya dengan rendah namun menekan.
Setiap gerak gerik arlo di monitor bagaikan bensin yang menyulut apinya. Dia menatap pria itu dengan tatapan sedingin es. "Aku bersumpah, siapapun yang melanggar batas paling terlarang dengan berani mendekati calon istri ku, tidak akan ada jalan kembali untuknya. Aku bersumpah akan memusnahkan siapapun yang mencoba merebut apa yang menjadi milik ku." Batinnya berbisik penuh janji.
Sedangkan kayana setelah pulang sekolah, dia tidak langsung pulang. Dia pergi ke mall, di mall dia berganti pakaian, rambut silvernya dan rambut palsu prianya di ganti rambut hitam sebahu, dia menggunakan kaca mata terlihat seperti anak SMA yang cantik.. Dia sudah memutuskan untuk melarikan diri dari pangeran xavier dan pergi ke negara S bersama bundanya. Kini bundanya sudah menunggunya di bandara. kayana dengan pintar bisa mengecoh para pengawal pangeran xavier.
Semuanya sudah di persiapkan, bunda lita bukanlah asisten sembarangan, dia pun ahli beladiri diri dan menyamar tanpa diketahui orang lain.
Kayana sampai di bandara dengan mulusnya.
"Bunda." Panggil kayana yang menyamar menjadi nenek-nenek.
"Waw, tenyata putri bunda memang pintar dan ahli sekarang, bisa mengikuti jejak bunda dengan menyamar menjadi anak SMA yang cantik. Ayo kita berangkat. Kita bermain kucing-kucingan, dan kita senang-senang sebelum kita tertangkap, bunda sudah merubah jati diri kita." Ucap bunda tersenyum tipis.
"Ish, bunda kok bicara seperti itu sih? Aturan mari kita bersenang-senang sampai tua." Jawabnya dengan nada semangat.
"Ayo sayang kita berangkat." Ajaknya dengan nada lembut.
Tanpa kayana tahu, akur novelnya benar-benar sudah berubah dan pangeran xavier yang di tulisnya di dalam novel pun sangat berbeda, tanpa kayana tahu dia orang paling berkuasa.
Sedangkan pangeran xavier telah berhasil memulihkan kondisi perusahaannya. Sekarang dia sedang meeting penting di perusahaannya. Setelah selesai dia langsung pergi keruangan nya.
Hans, datang dengan tergesa-gesa. Dia terlihat sangat gugup. Pangeran xavier memicingkan matanya curiga.
"Ada apa hans?" Tanya pangeran xavier melihat wajah panik hans.
"Pangeran, apa anda mematikan ponsel anda?" Tanyanya masih dengan nada panik.
"Hmm." Jawabnya santai dan cepat. "Katakan hans, jangan bertele-tele." Ucapnya dengan nada dingin dan tajam.
"Pangeran xavier, nona kanaya dan bundanya melarikan diri." Ucap habis gugup.
Deg..
"Gadis nakal, ternyata kamu benar-benar nakal, jika aku menemukan mu, aku akan merantai mu di kasur ku, tidak akan aku biarkan kamu lari dan lepas lagi." Gumamnya dengan nada dingin dan tajam.
"Pangeran, lalu apa kita harus menurunkan pasukan khusus kita pangeran, untuk menemukan nona kanaya." Ucap hans dengan nada sopannya.
Pangeran xavier tidak menjawab, dia tersenyum menyeringai. "Hmm sayang, kamu pikir kamu sudah bebas dan bisa melarikan diri dariku, hmm." Bisiknya pada kesunyian ruangan.
Dia mengambil ponselnya dari dalam saku celananya. Sebuah titik merah berkedip-kedip dia tas peta digital, pada layar ponselnya. Bergerak ke arah dan tujuan ke negara S. Pangeran xavier tidak marah, sebaliknya dia merasa terhibur. Dia telah memprediksi semuanya. Baginya pelarian kayana adalah babak baru permainan tom and Jerry yang dia sangat nikmati. Dia bagaikan predator yang sangat bersemangat mencari buruannya.
Dia tersenyum menyeringai. "Kamu bersenang-senang lah dulu sayang, lari lah sampai kamu lelah, sebelum aku datang menjemput mu dan memiliki mu seutuhnya dengan menghukum kamu tiada henti, dan aku tidak akan membiarkan kamu melihat pintu keluar lagi." Bisiknya pelan, namun penuh tekanan dan sebuah janji
Hans bergidik ngeri melihat tatapan pangeran xavier dengan tatapan posesif dan obsesi mendalam. Dan hans tambah bergidik ngeri ketika mata pangeran xavier menyukai tantangan ini. "Noah, kenapa kamu berulah, mata pangeran xavier tambah besar obsesinya ke kamu noah. Baginya kamu hanyalah seekor burung, yang terbang dalam sangkar emas yang dibuatnya dan kuncinya di genggam olehnya. Kamu sebenarnya terbang masih dalam sangkar emasnya, Dan di saat dia datang ingin menemui mu, sangkar itu pun akan di gembok dan dirantai olehnya, hingga kamu tidak bisa keluar lagi. Hanya dia yang bisa mengeluarkan kamu, dan pastinya dia akan menghukum kamu berat." Batinnya berbisik iba.
lebih baik hukuman ciuman dripda siksaan...hahahahah🤣🤣
lanjut kak....
langsung di basmi aja lah...hihihu...
smngt terus kak...💪💪