Keira hanya ingin mengejutkan pacarnya di Italia, tapi justru dialah yang dikejutkan. Dikhianati di negeri asing, Keira nekat melampiaskan rasa sakit dengan cara yang gila memesan seorang gigolo. Sayangnya, ia salah kamar. Dan pria yang menatapnya di ranjang… bukan siapa-siapa, melainkan CEO termuda di Eropa, Dean Alferoz
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyCaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23 - Bekal untuk Suami
Note : maaf ya kemarin salah update, bab terbaru bisa di baca di bab sebelumnya, bab ini cuman salah posisi update, sekian terimakasih
Keesokan hari nya…
Saat ini di sebuah kamar mewah, bernuansa abu abu itu. Keira berada di depan cermin, kali ini dia benar benar akan datang dengan cara yang berbeda ke tempat kerja. Keira memakai baju kemeja bewarna biru langit.
Serta rok span di atas lutut bewarna hitam lalu rambut sebahu nya yang mulai panjang di geraikan, tidak ada kacamata maut yang dia gunakanlah biasa nya lagi karena Dhea sudah membuang itu, Keira memakai make up tipis.
“Jika bukan karena kak Dhea aku tidak tau jika aku juga cantik memakai hal seperti ini,”senyum gadis itu memuji diri nya sendiri di depan cermin.
Saat Keira tengan larut dengan hal itu, tiba tiba sebuah tangan kekar menarik pipi nya dengan kuat membuat Keira kaget dan merasa sakit. Gadis itu langsung memutar badan nya menatap ke arah pria tampan di depan nya.
“Sayang, sakit!”manyun Keira dengan lucu membuat Dean ingin mencium bibir gadis itu.
‘Argh sial dia sangat lucu,’ batin pria itu menahan ekspresi nya.
“Hari ini berangkat dengan ku saja,”jawab Dean dengan singkat berjalan keluar kamar.
“Kenapa? Aku tidak mau ka—,”belum sempat Keira melanjutkan perkataannya.
Dean sudah langsung menyerobot ucapan gadis itu terlebih dahulu dengan cepat.
“Tidak ingin kalau orang kantor tau? Kau memiliki ordal? Itu tidak akan terjadi aku akan menurunkan mu di basment kantor cebol, jika ka tidak menuruti berhenti saja bekerja. Kau hanya perlu menikmati uang ku,”kesal pria itu berlalu dari sana.
Keira hanya menghentakkan kaki nya dengan lucu di sana dengan high heals bewarna hitam itu, bagaimana tidak. Untuk pertama kali nya Dean mengatur nya terlebih akhir akhir ini Dean selalu saja ikut campur dengan hal yang ingin dia kerjakan.
“Baiklah aku tidak akan bisa menolak,”kesal Keira merapikan pakaiannya lagi.
Setelah dia rasa semua siap Keira mengambil tas nya dan turun menuju lantai bawah, setelah mengambil kotak bekal. Keira langsung berjalan keluar mansion, dia melihat mobil mewah milik Dean sudah menunggu dengan Mathew yang berdiri di depan pintu.
“Selamat pagi nona,”sapa Mathew dengan ramah.
“Pagi Mathew,”senyum Keira dengan manis.
Mathew membuka kan pintu mobil dan gadis itu masuk, dia melihat Dean yang fokus di sana dengan tablet nya. Lagi lagi Keira menggeleng ya dia pernah bertanya kepada Dhea apakah Dean sangat suka bekerja?
Dan jawaban nya tidak, pria itu hanya tidak ingin mengecewakan mommy dan daddy nya, Dhea tidak banyak bicara tentang pekerjaan Dean. Gadis itu hanya tau Dean selalu sibuk dan kadang kurang makan dan tidur.
Mobil berjalan pelan menembus jalanan ibu kota yang ramai, bahkan pria itu tidak melirik ke arah istri nya padahal Keira sangat ingin di puji. Dengan pelan Keira membuka kotak bekal dan mengeluarkan sandwich yang di buat sebelum mandi itu.
“Sayang, makan ini,”jawab Keira menyodorkan satu sandwich kepada pria itu yang fokus.
Melihat ada sebuah tangan kecil menyodorkan sandwich tepat di depan wajah nya pria itu mendongkak kan menatap ke arah istri nya yang tersenyum seolah berkata ayo makan ini, Dean kembali fokus tidak mau mengambil.
“Makan saja sendiri, aku sangat jarang sarapan. Padahal kau tau suami mu di meja makan ketika pagi hanya meminum kopi,”jawab pria itu dengan santai.
“Sedikit saja,”bujuk gadis itu.
“Tidak,”jawab Dean.
“Ayolah, kau sangat jarang makan. Bahkan selalu telat, aku lihat kau sangat sibuk, apakah pekerjaan manajer sangat sibuk seperti ini? Bahkan kau memiliki Mathew sebagai asisten sudah seperti seorang direktur saja,”kesal Keira kepada suami nya.
Mathew yang mendengar percakapan itu berusaha menahan tawa ya entah sampai kapan Dean tidak mengatakan jika diri nya memang direktur atau CEO perusahaan tempat Keira bekerja. Dean menghentikan tatapan nya.
“Baiklah, tapi aku mau makan yang itu,”tunjuk Dean kepada sandwich bekas gigitan Keira yang ada di kotak bekal.
“Tapi ini bekas mulut ku sayang,”jawab Keira bingung.
“Lalu kenapa? Bahkan kita saling mencicipi mulut satu sama lain, itu lebih kotor bukan,”jawab Dean dengan santai.
Ohok… ohok…
Saat Dean mengatakan itu Mathew seolah langsung tersedak air liur nya sendiri, bisa bisa nya pria itu mengatakan hal vulgar secara frontal. Bukan sekali dua kali tapi sudah sering, sepertinya Mathew memang harus terbiasa dengan sifat baru tuan nya itu.
“Sayang! Ada Mathew, kau ini jangan asal bicara,”ucap Keira wajah nya langsung memerah karena malu.
“Mathew apakah kau di bayar untuk mendengar pembicaraan ku dengan istri ku?”datar pria itu melirik bawahan nya.
“Saya tidak mendengar nya nona,”jawab Mathew dengan tegas.
“Tapi tetap saja,”kesal Keira kepada suami nya itu.
Sedangkan yang di bicarakan hanya bodoamad dan tidak peduli, Mathew yang di sana hanya menghela nafas batin nya benar benar sudah kuat saat mendengar percakapan mereka bahkan dia sudah sangat terlatih.
“Suapin,”jawab Dean dengan manja.
“Nih,”ucap Kei memberikan sandwich bekas yang dia makan.
“Eumm, enak. Kau juga makan,”ucap Dean menatap Kei yang tidak makan.
“Kau mau kita bergantian makan satu ini berdua? Tidak masalah?”tanya Keira memastikan dengan bingung.
Ya Keira sering melihat jika Dean adalah orang yang sangat komplain masalah makanan nya, bahkan dia bisa melihat ketika dia memarahi para chef di rumah karena makanan nya tidak sesuai selera nya.
“Jika kau tidak mau, aku akan melepehkan ini.”kesal Dean.
“Baiklah,”jawab Keira ikut makan.
Mereka akhirnya makan dengan saling mengobrol hal hal ringan, untuk pertama kali nya Mathew tau jika seorang Dean Alferoz juga bisa cemburu semenjak kehadiran gadis bernama Keira Adelina itu.
Bahkan dia bisa melihat Dean sangat manja kepada Keira, walaupun sepertinya Keira tidak menyadari nya. Tidak lama kemudian mereka masuk ke dalam parkiran bawah tanah perusahaan Keira berusaha menunduk sebelum masuk agar tidak ketahuan.
“Sangat berlebihan, apa kau malu jika aku suami mu?”datar Dean.
“Bukan. Kita sudah sering membicarakan ini,”hela nafas Keira.
Mathew keluar terlebih dahulu dan membuka kan pintu untuk Keira dan Dean. Setelah keluar Keira terlihat mengeluarkan sebuah paper bag kecil bewarna biru, membuat Dean dan Mathew bingung.
“Ini untuk makan siang, sayang jangan lewatkan makan mu. Aku mohon dengarkan aku okey,”jawab gadis itu memberikan nya kepada Dean.
“Eumm baiklah sepertinya kau sangat mencintai ku, mau tidak mau aku akan makan siang dengan itu,”jawab Dean dengan angkuh membuat Keira hanya menggeleng melihat tingkah kekanakan suami nya.
“Okey sampai jumpa. Aku pergi dulu,”jawab Keira jalan duluan meninggalkan pria itu dan Mathew.
Sedangkan di sisi lain di sudut parkiran di sana di sebalik mobil, ada seorang gadis bersandar pada mobil. Dia megintip dengan kaget dia menutup mulut.
“Hah? Bukan kah itu anak baru? Apa dia menggoda pak CEO? Ini tidak bisa di biarkan aku harus beritahu yang lain,”