NovelToon NovelToon
Senyuman Fatimah

Senyuman Fatimah

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Cintapertama / Balas Dendam / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Qinan

Harap bijak dalam memilih bacaan, sebagian konten ini berunsur dewasa 21+

Demi menyelamatkan panti asuhan yang akan di gusur, Fatimah rela menikah dengan pria setengah baya berusia 50 tahun. Tetapi laki - laki itu sama sekali tak pernah menyentuhnya. Kenapa ? dan ada rahasia apa di balik pernikahannya....

Lalu bagaimana reaksi Glenn Wijaya Liem yang melihat Ayahnya sendiri menikahi wanita yang diam-diam ia cintai sejak tiga tahun yang lalu.... kuy ikutin kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Liontin

"Apa kamu mau melukisku ?" tanya Glenn siang itu ketika mereka baru menyelesaikan makan siangnya.

Glenn yang mengaku sedang tidak enak badan, ia juga meminta pada ART nya untuk mengantar makan siangnya ke atas jadi dia bisa makan siang bersama Fatimah.

"Darimana kamu tahu aku bisa melukis ?" tanya Fatimah menyelidik.

"Tentu saja tahu, bahkan kamu kemarin sudah melukis Gio. Aku sangat iri." gerutu Glenn lirih.

"Kamu ngomong apa barusan, aku nggak dengar ?"

"Gio, ya Gio yang memberitahuku." sahut Glenn beralasan, padahal waktu itu ia melihat sendiri Fatimah sedang melukis Gio di taman belakang.

"Oh."

"Jadi kapan kamu mau melukisku ?"

"Tapi nggak gratis ya." sahut Fatimah.

"Astaga, matre banget kamu." protes Glenn.

"Tentu saja, kita hidup butuh uang."

"Ya, aku harus mengumpulkan banyak uang agar bisa mengganti biaya yang sudah di keluarkan oleh Ayahmu untukku selama ini. Agar aku bisa segera keluar dari tempat ini." batin Fatimah, sejak mendengar perkataan Jessica kemarin malam. Ia bertekad akan mengganti semua uang yang tuan Candra berikan padanya selama ini.

"Baiklah berapa yang kamu mau ?"

"2 juta." sahut Fatimah mantap.

"Astaga, mahal sekali."

"Kalau nggak mau ya sudah." sahut Fatimah cuek.

"Baiklah, aku setuju."

"DP dulu." Fatimah mengulurkan telapak tangannya pada laki-laki yang sedang duduk di depannya itu.

"Aku nggak punya uang cash, bagaimana kalau ku transfer mana no rekeningmu ?"

Fatimah segera memberikan no rekeningnya melalui ponselnya. "Sudah ku kirim, 2 juta." ucap Glenn.

"Baiklah, sebentar aku mengambil peralatan lukisku dulu." Fatimah segera melangkah pelan-pelan menuju kamarnya.

Selang berapa saat ia sudah membawa peralatan lukis di tangannya. "Kamu mau gaya apa ?" tanya Fatimah.

"Sepertinya duduk sambil tersenyum itu bagus." ucap Fatimah lagi yang menjawab pertanyaannya sendiri.

"Seperti ini ?" Glenn menampilkan senyum terbaiknya.

"Duh kenapa jantungku jadi berdebar begini sih." batin Fatimah ketika melihat laki-laki itu tersenyum ke arahnya.

"Hm." sahut Fatimah, ia mulai menyapukan kuasnya di atas kanvas.

Karena tidak mau jantungnya yang akan berhenti mendadak, Fatimah buru-buru menyelesaikan lukisannya.

"Ini." Fatimah menyerahkan lukisan tersebut pada Glenn, setelah menyelesaikannya kurang dari 30 menit.

"Wow, apa aku setampan ini." ucap Glenn ketika melihat wajahnya senduri di atas kanvas tersebut.

"Narsis." batin Fatimah.

"Aku mau istirahat." ucap Fatimah sembari beranjak dari duduknya dan melangkah menuju kamarnya.

Sesampainya di kamarnya Fatimah masih memegangi dadanya yang masih terasa berdebar-debar dan ada perasaan aneh, perasaan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

"Tidak mungkin kan aku menyukainya, sejak kecil aku sudah menyukai seseorang, seseorang yang entah berada dimana dan seperti apa wajahnya sekarang, bahkan namanya pun aku tidak tahu." batin Fatimah kemudian ia melepas hijabnya dan memegang liontin di lehernya yang bertuliskan huruf G.

Flash back on

Sore itu di sebuah tempat kursus sempoa, di kota kecil yang berada di Kalimantan. Saat itu Fatimah kecil yang berumur 7 tahun lebih sedang menunggu Ibunya untuk menjemputnya.

"Kok sendirian aja dek ?" tanya seorang laki-laki berwajah oriental yang juga mendudukkan dirinya di teras tempat kursus sempoa tersebut.

"Sedang menunggu ibu." sahut Fatimah kecil dengan senyum mengembang di bibirnya.

"Memang kemana Ibumu ?"

"Bekerja."

"Kenapa ibumu yang bekerja memang kemana Ayahmu ?"

"Aku tidak punya Ayah." senyum yang mengembang di bibir Fatimah seketika memudar dan menjadi raut kesedihan.

"Tapi aku punya ibu yang sangat kuat, jadi aku tidak membutuhkan ayah lagi." ucapnya lagi dan ia mulai tersenyum lagi dan melupakan kesedihannya.

Laki-laki kecil yang kira-kira berusia 12 tahun itu terlihat takjub ketika melihat gadis kecil yang duduk di sebelahnya itu, bagaimana mungkin gadis itu bisa sedih sekaligus senang dalam waktu bersamaan.

"Siapa nama kamu ?"

"Fatimah, kalau kakak ?"

"Panggil kakak saja."

"Kok aku tidak pernah lihat kakak disini ?" tanya Fatimah.

"Biasanya setelah selesai les, aku langsung pulang tapi sopir yang menjemputku hari ini agak lambat karena menjemput Mama dulu."

"Oh."

Sejak saat itu Fatimah dengan laki-laki yang ia panggil kakak tersebut sangat akrab, laki-laki itu selalu menunggu Fatimah di jemput oleh Ibunya baru ia akan pulang.

Tiga bulan kemudian adalah kenaikan kelas, Fatimah naik kelas dua sedangkan laki-laki itu sudah lulus Sekolah dasar dan akan melanjutkan ke Jakarta.

"Jadi ini hari terakhir kakak les ?" tanya Fatimah nampak raut kesedihan di wajahnya dan itu tidak luput dari perhatian laki-laki tersebut.

"Iya, aku pasti akan merindukanmu."

"Aku juga akan merindukan kakakku." sahut Fatimah dengan senyum simpulnya hingga memperlihatkan kedua lesung pipitnya.

"Tapi aku tidak mau menjadi kakakmu."

"Ya sudah kita sahabatan saja." sahut Fatimah.

"Aku mau jadi pacar kamu."

"Enggak, kata ibu tidak boleh pacaran berdosa."

"Ya sudah nanti kalau sudah besar, aku akan menikahimu." ucap laki-laki tersebut.

"Baiklah aku akan menunggu kakak."

"Janji." Laki-laki tersebut mengulurkan jari kelingkingnya.

"Iya janji." Fatimah segera mengaitkan jari kelingkingnya juga menandakan mereka sedang mengikat janji.

"Aku punya sesuatu buat kamu." Laki-laki tersebut mengeluarkan dua buah kalung dari dalam tasnya.

"Ini."

"G dan F ?" ucap Fatimah ketika melihat liontin yang menggantung di kalung tersebut.

"GF artinya girl friend, ke dua huruf ini akan menempel kalau di dekatkan."

"Bagus kak, terima kasih ya."

"Sama-sama." Laki-laki tersebut nampak bahagia ketika melihat gadis kecil berhijab itu terlihat senang dengan pemberiannya.

Beberapa saat kemudian, sopir yang menjemput laki-laki tersebut datang. "Maaf ya aku tidak bisa menemanimu, karena aku harus ke bandara." ucapnya sembari beranjak dari duduknya.

"Tidak apa-apa kak, sampai jumpa." sahut Fatimah dengan melambaikan tangannya.

"Astaghfirullah, aku lupa menanyakan namanya." batin Fatimah yang melihat mobil tersebut sudah hilang dari pandangannya.

Enam bulan kemudian, Ibu Fatimah meninggal dunia dan sejak saat itu tuan Candra mengajaknya ke Jakarta dan menaruhnya di Panti asuhan.

Flash back off

Beberapa hari kemudian Fatimah sudah bisa kembali bekerja, berhubung Glenn sedang ada pekerjaan di luar kota jadi Fatimah bisa pulang lebih awal karena tidak banyak pekerjaan.

Sore itu ia berencana mau mengunjungi Panti asuhannya yang dulu, dia begitu penasaran apa benar apa yang di katakan oleh Johanes kalau tempat tersebut sudah di bangun hotel.

Dengan menaiki bus kota selama satu jam, sekarang ia sudah berada di tempat tersebut. "Kenapa tuan Candra membohongiku." batin Fatimah ketika melihat sebuah hotel mewah yang belum selesai di bangun berdiri kokoh di tempat itu.

Fatimah terduduk lemas, tak terasa air matanya sudah menganak sungai di pipinya. "Kamu nggak apa-apa ?" terdengar suara seorang laki-laki dari belakang yang seketika membuat Fatimah memutar kepalanya untuk melihatnya.

1
love_me🧡
lukisan wajah Glenn kah
love_me🧡
firasat Glenn memang kuat & benar Fatimah masih hidup
love_me🧡
waduh, ada preman ya suruhan bapaknya
love_me🧡
mas bule ikutan tender nih
love_me🧡
Fatimah hamil ya thor
love_me🧡
yah nanti bakal ketahuan ya thor waktu glenn datang menyelamatkan kalau Fatimah pakai kalung pemberian glenn dulu
love_me🧡
ayo Jo selidiki
love_me🧡
nah bener kan mereka kakak adik beda emak kali ya
love_me🧡
jangan" masih saudara
love_me🧡
kukira glenn fatimah hihihi🤭
love_me🧡
pasti si ibu" ngira Fatimah selingkuh pacarnya udah ganteng eeeh jalan sama cwok ganteng lain lagi 🤣🤣🤣
love_me🧡
kog aku jadi curiga ya mereka dulu bersahabat trs jadi cinta segitiga, Chandra mengalah menikah dg orang lain trs menetap diluar negeri lalu ibunya fatimah hamil dg Juan tanpa Juan tau lalu Fatimah dititipkan di panti entah karna keluarga Juan tidak setuju karna ibu Fatimah orang miskin atau apapun itu alasannya belum tau ya
love_me🧡
David kah ?
love_me🧡
apakah Fatimah & glen berjodoh ?
Endang Sulistia
waduh...ni mulut si Abah perlu si tampol 😤😤😤
Endang Sulistia
🤦
Endang Sulistia
🤣🤣🤣🤣 mantap gio..
Endang Sulistia
🤦🤣🤣🤣
Endang Sulistia
ini ibu ibu penunggu halte kayaknya...🤔🤣🤣🤣
Endang Sulistia
ini ibu ibu kok ada aja ya..🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!