putri duyung yang memiliki kekuatan ajaib tanpa senjaga menyelamatkan seorang gengster yang terluka di dasar lautan.
jatuh cinta pada pandangan pertama,,dan dengan tekad juga kerinduan pada ibunya di dunia manusia.
dia membahayakan dirinya sendiri,hingga suatu hari gangster itu mengecewakan nya.
lalu bagaimana dengan kisah selanjutkan,,saksikan kelanjutannya,,yuk mampir ke cerita ku ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiliya PUtry S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedatangan max
Kediaman Rosewood
di halaman yang luas di penuhi dengan bunga dan pepohonan yang tumbuh,disana Rania sedang duduk bersantai dengan kedua para pengawal nya,dia sangat menikmati suasana nya saat ini.
tangannya yang mungil mengelus perutnya dan tersenyum lembut.
" sebentar lagi kalian akan lahir kedunia ini sayang,mama sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kalian" gumamnya.
Joko dan Liam saling memandang dengan wajah datarnya masing-masing,lalu mereka menatap Rania yang masih tersenyum lembut.
" ehemmm...nona apa tidak sebaiknya saya memanggil dokter saja ? apa nona tidak penasaran bagaimana keadaan mereka didalam perut ? " ucapan Liam membuat Rania membuka matanya.
dia terdiam sejenak,setelah berfikir dia merasa apa yang dikatakan oleh Liam itu benar.
" ya kamu benar,,besok pagi kita pergi memeriksa keadaan anak-anak ku,untuk saat ini aku ingin bersantai dulu " tutur Rania.
Liam hanya pasrah saja dan mengangguk,karna dia hanya seorang pengawal tidak mungkin dia memaksa kehendak nya sendiri.
" uekkkkkk....uekkkkkkk...uekkkkkk " tiba-tiba saja Rania mual-mual,dia merasa tenggorokan nya kering.
" nona,,anda kenapa ? Joko cepat ambilkan saputangan nona !! " Liam merasa khawatir saat Rania mual-mual sontak berdiri, dia menatap Joko dengan dingin,sementara Joko langsung berdiri tegak dan berlari memasuki kediaman.
" tenanglah Liam,,aku baik-baik saja,entah kenapa saat kalian terlalu dekat dengan ku,aku rasanya ingin muntah,,mungkin anak-anak ku tidak menyukai bau parfum kalian " jelas Rania dengan mata berkaca-kaca.
Liam tercengang,dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum canggung.
" maafkan saya nona,, mungkin tadi saya terlalu dekat,,apa nona sudah baikan ? " Liam merutuki dirinya sendiri karna merasa bodoh,setelah melihat anggukan Rania dia bernafas lega.
ckitttttttttttttttttttttttt
suara mobil yang berhenti tepat di depan gerbang membuat Liam dan Rania menoleh,mereka saling memandang dengan keherannan.
" siapa mereka ? " gumam Liam dengan penasaran.
sedangkan didalam mobil yang baru saja berhenti,mobil mewah itu tiba-tiba saja terbuka,yang pertama sepatu mengkilat keluar dari dalam mobil dan terpampang lah wajah seorang pemuda yang teramat tampan,dia menatap kediaman itu dengan tatapan datar.
tatapannya seperti predator yang siap memakan mangksanya,dan seketika hawa disana mencekam,para pengawal yang berjaga saling memandang dengan wajah tegang nya masing-masing.
" permisi apa ini benar kediaman Rosewood?? " seorang pemuda yang lumayan tampan berjalan mendekati para pengawal,dan dia bertanya dengan sopan.
" ya anda siapa ? " jawab salah satu pengawal disana dengan serius.
pemuda itu memandang tuannya dengan anggukan kecil,setelah itu dia menatap pengawal itu lagi.
" kami tamu nona Rania yang baru saja tiba dari luar negeri" jelas pemuda yang ternyata adalah Anto.
"maaf tuan,apa anda sudah membuat janji pertemuan dengan nona kami ?? jika belum kami tidak bisa mengizinkan kalian masuk " jelas pengawal itu dengan tegas nya.
mendengar itu,pemuda tampan yang sejak tadi berdiri di dekat mobil, berjalan mendekati nya,dia menatap pengawal itu dengan tajam.
" untuk apa aku membuat janji dengan calon istriku !!! " ucap pemuda yang ternyata Max dengan tatapan datar.
glekkkkkkkkk
para pengawal disana menelan ludah melihat tatapan tajam Max,mereka menunduk dengan takut-takut dan membuka pintu gerbang tanpa paksaan.
" maafkan kami tuan,kami tidak tau jika anda adalah calon suami nona kami,,kalau begitu silahkan masuk " ucap pengawal itu lagi.
Max berdehem,dan dia berjalan dengan langkah lebar,matanya menelusuri setiap sudut halaman kediaman Rosewood,dia sudah menduga jika wanita itu adalah putri orang terkaya di negara itu.
sedangkan disisi Rania,wanita cantik yang sedang duduk dengan santai nya, tiba-tiba berdiri dengan mata melotot.
deggggggg
wajahnya menegang,dia menatap pemuda itu dengan tidak percaya, bagaimana bisa pemuda itu menemukan keberadaan nya ?,tapi setelah berfikir kenapa pemuda itu mencari nya Rania menepuk jidatnya karna melupakan sesuatu.
" seperti nya uang yang aku berikan masih kurang,,haaa... manusia memang sangat serakah,,karna dia sudah datang ke kediaman ku,,tentu aku akan memperlakukan nya seperti tamu ku sendiri " batin Rania dengan tersenyum tipis.
" nona siapa mereka ? kenapa aku merasa pemuda itu terlihat arogan sekali ? dan entah kenapa aku merasa takut saat melihat tatapannya " ucap Liam dengan terus terang.
" jangan banyak tanya lagi,, cepat sambut tamu istimewa ku !! jangan sampai kalian membuat kesalahan,, dan juga perintahkan seluruh pelayan menyambut kedatangan nya dengan baik!!! " perintah Rania dengan tegas.
setelah mengatakan itu, Rania berjalan mendekati pemuda itu sungguh Rania yang polos dan lugu,dia tidak akan pernah menyangka jika kedatangan pemuda itu justru untuk meminta pertanggung jawaban atas kesalahan yang dia perbuat.
" ehemmm..hey tuan kita bertemu lagi,selamat datang di kediaman ku,," suara Rania yang terdengar lembut membuat Max dan Anto berbalik badan dan.
degggggggg
Max terpaku di tempatnya,dia menatap Rania dengan jantung berdebar kencang,bibirnya melengkung ke atas saat melihat wanita itu sekarang sudah berdiri dihadapan nya.
" ya kita bertemu lagi, bagaimana dengan kabar mu ? " tanya Max lumayan lembut.
Anto melotot,dia menatap tuannya dengan tidak percaya,sejak kapan seorang max bisa berkata lembut pada seorang wanita ??
" apa yang terjadi? sebenarnya siapa wanita ini ? apa dia..dia nona Rania?? jika memang benar mereka berdua terlihat sangat serasi " gumam Anto dengan mata berbinar-binar.
" aku baik,,ya ampun aku malah mengajak mu mengobrol disini,,ayo kita masuk " ajak Rania,dan tanpa basa-basi dia memeluk lengan Max dan tersenyum sepanjang jalan.
sedangkan yang ditarik tertegun,dia hanya bisa terdiam dan mengikuti kemana wanita cantik itu membawanya pergi,tapi entah kenapa hatinya seperti berbunga-bunga saat Rania memeluk lengan nya.
" ya ampun,,,apa itu masih tuan Max?? ini kejadian yang sangat langkah,,aku sangat yakin tuan Max pasti sudah mencintai nona Rania,aku sudah tidak sabar memberitahukan soal ini pada tuan besar " kikik nya,karna tidak ingin tertinggal dia berlari mengejar kedua nya.
***********
dimalam harinya,didalam kamar yang luas dan mewah,didekat jendela, Max terdiam dengan fikiran menerawang,dia mengingat kejadian tadi di ruang tamu saat Rania memperkenalkan nya sebagai tamu.
entah kenapa mengingat itu Max tidak suka,dia memejamkan matanya dan mengepalkan tangannya dengan kuat.
" aku harus Nemui nya sekarang!! " gumamnya,dan dengan lincah dia melompat dari balkon dan melompat lagi menuju kamar Rania.
itu bukan hal yang sulit baginya, karna dia sudah terbiasa melakukan itu untuk membunu* musuh-musuh nya.
sementara di sebuah ruangan yang lumayan luas,disana Liam, Joko,dan Anto duduk dengan Fikiran masing-masing.
belum ada yang mau membuka suaranya sehingga membuat suasana disana terasa canggung.
" uhukkkkkkkk...uhukkkkk...Peh...Peh...Peh...." tiba-tiba Joko batuk-batuk dan meludah di tong sampah,yang membuat Liam menggeram kesal pada temannya itu.
" haa....lega nya setelah dahak ini keluar aku merasa sangat sehat,,," ucapnya tanpa melihat wajah Liam yang sedang menatapnya dengan tajam.
" Liam kenapa kita terus diam saja sedari tadi ? apa kamu tidak merasa lelah?? heyy...ehemmm.. maksud ku teman bolehkah aku tau siapa nama mu ? " tanya Joko pada Anto yang tersenyum canggung.
dia mengangguk dan berdiri dengan tegak,lalu Anto memperkenalkan dirinya pada kedua pemuda itu.
" maafkan saya karna lupa memperkenalkan diri saya,, perkenalkan nama saya Anto dan saya adalah asisten tuan Max" jelas Anto dengan tersenyum ramah.
Joko mengangguk dan kembali duduk,kakinya terangkat dan menatap Liam dengan dingin.
" bagaimana dengan mu Liam ?? apa kamu tidak ingin memperkenalkan dirimu?? " tanya Joko dengan tatapan datar.
plakkkkkkkkkkkk
tanpa memperdulikan Anto lagi, Liam menampar wajah sahabatnya dengan kuat,seolah dia sedang melampiaskan amarahnya.
" kamu...kenapa kamu menampar ku,,apa kamu fikir ini tidak sakit !! " marah Joko,air matanya sudah mengalir karna merasa sakit hati pada Liam.
" haaa.... Joko tidak seharusnya kamu bersikap bodoh !! jika aku mengadukan perbuatan mu pada nona Rania,dia pasti akan memecat mu !! sudahlah,,,tuan Anto maafkan kelakuan teman saya,dia memang seperti itu" setelah mengancam Joko, Liam berbicara dengan Anto yang hanya mengangguk dan tersenyum canggung.
" tidak apa-apa,saya tidak merasa terganggu dengan sikap nya,ohh ya panggil saja saya Anto,," jelas nya yang mendapatkan anggukan dari Liam dan Joko.
setelah itu mereka berbincang-bincang disana,tanpa sadar mereka malam itu semakin akrab.
sementara didalam kamar Rania,wanita itu masih asyik dengan dunianya,dia menggepakkan ekor nya didalam bak mandi nya.
sesekali dia tertawa karna merasa lucu melihat ekornya yang baru.
" aku tidak masalah jika aku kembali ke wujud asli ku,,ini sangat menyenangkan,,dan aku jadi penasaran apakah anak-anak ku nanti akan seperti ku,,?? " Rania menghela nafasnya dan bersandar di pinggir bak mandi nya.
Rania memejamkan matanya karna merasa nyaman berendam didalam air,rasa kantuk mulai menghampiri nya dan tanpa sadar dia tertidur pulas.
Rania sama sekali tidak menyadari seseorang memasuki kamarnya,dan dia adalah Max, pemuda tampan itu berjalan dengan santai dan menatap ranjang yang terlihat kosong.
" dimana dia..? " dahi Max mengerhit heran karna tidak menemukan keberadaan Rania, kakinya terus melangkah menelusuri setiap sudut kamar Rania yang sangat luas.
" apa dia bersama para pengawal nya tidur? jika benar aku akan membunu* para pengawal itu !! " Max merasa geram sekaligus marah jika memang benar sesuai dugaan nya,saat dia melewati kamar mandi, tiba-tiba dia menghentikan langkahnya karna merasa lantai itu basah.
Max merasa bingung dia menatap pintu kamar mandi dengan tajam, insting nya mengatakan jika ada seseorang didalam kamar mandi,dan dengan hati-hati dia membuka pintu sembari melangkahkan kakinya.
takkkkkkkkkkk
takkkkkkkkkkkkk
saat sampai didalam kamar mandi, Max membeku,dia melihat wanita yang dia cari-cari ternyata sedang berendam di dalam bak yang besar.
merasa khawatir dengan kondisi Rania,dengan cepat dia mendekati nya dan mencoba membangun nya tapi tiba-tiba.
degggggggg