NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Suami Kakakku

Menikah Dengan Suami Kakakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:11.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratna Wullandarrie

Warning,,,!!!! 21+, harap bijak mencari bacaan.!


Delia Larasaty, gadis cantik berusia 22 tahun itu tidak pernah menyangka jika dirinya akan menikah dengan kakak iparnya sendiri, atau lebih tepatnya menikah dengan suami kakaknya.

Dia adalah Bramantyo Sanjaya atau Bram. Pria dengan wajah tampan yang saat ini berusia 30 tahun tapi masih terlihat muda.
Anak tunggal dari Tuan Sanjaya, pemilik Sanjaya's Group. Salah satu perusahan terbesar dikota jakarta.

Bram menikah dengan Ditha Larasaty, kakak kandung Delia. Tapi 6 bulan yang lalu saat Ditha melahirkan, kondiri Ditha melemah hingga dia dinyatakan koma. Hingga saat ini Ditha belum juga sadar dari komanya.

Kedua orang tua Bram tidak tega melihat kondisi anaknya yang semakin tidak terawat dan terus berlalur dalam kesidihan karna tepukul atas kejadian yang menimpa istrinya. Maka dari itu kedua orang tua Bram meminta Bram untuk menikah dengan Delia, agar Bram tidak berlarut - larut dalam kesedihan karna terus memikirkan Ditha yang belum tentu akan bangun dari komanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Wullandarrie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Cinta

"Sebaiknya kita kembali ke hotel." Bram melepas pelukannya, menggenggam tangan Aura dan menariknya menjauhi pantai.

Bram masih mengkhawatirkan kejadian tadi hingga memilih untuk kembali ke hotel, dia tidak mau mengambil resiko atas kecerobohan Delia yang bisa saja mencelakakan dirinya sendiri.

"Tapi aku masih mau disini." Delia menghentikan langkahnya, membuat Bram tidak bisa lagi menariknya.

Menghela nafas berat dan menatap wajah Delia.

"Jangan membantahku Delia. Kecerobohanmu bisa membahayakan dirimu sendiri. Lebih baik tidak usah kesini lagi."

Meskipun pelan, namun kalimat yang Bram ucapkan penuh penekanan.

"Aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Aku hanya ingin duduk ditepi. Pleaseee,,," Delia memohon.

Dia tidak tau harus melakukan apa jika harus kembali ke hotel. Lagi pula dia ingin menagih janjinya pada Bram untuk membelikannya baju. Ini masih terlalu pagi jika harus pergi ke toko baju, Delia memutuskan untuk bermain sejenak di pantai.

Tidak tahan melihat raut wajah Delia yang sedang memohon, dengan berat hati Bram menyetujui keinginannya. Namun dia tetap memberikan peringatan pada Delia agar tidak melakukan hal konyol lagi.

"Duduk disini saja.! Jangan coba - coba untuk maju." Tegas Bram mengingatkan.

Delia mengangguk pasrah, dia berbalik badan lalu duduk diatas pasir yang lembab. Kedua lututnya dilipat dengan tangan yang memeluk erat lututnya. Pandangan mata Delia difokuskan untuk menikmati hamparan air laut berwarna biru yang begitu memanjakan matanya. Dia butuh ketenangan saat ini, untuk menenangkan hatinya yang sedang berkecambuk. Delia mulai merasakan sesuatu yang tidak beres pada hubungannya bersama Bram.

Jantungnya yang selalu berdebar saat didekat Bram, tubuhnya yang memberikan respon saat Bram menyentuhnya, kenyamanan yang dia rasakan ketika berada dipelukan Bram, membuat Delia berfikir jika perlahan hatinya mulai terbuka untuk Bram dan mulai mencintainya. 'Takut'. Hanya satu kata yang saat ini mengganggu pikirannya.

Dia takut rasa cinta itu semakin besar namun pada akhirnya Bram tidak bisa membalasnya. Karna Delia sadar, hanya Ditha wanita satu - satunya yang Bram cintai.

Dia juga takut jika rasa yang dia miliki untuk Bram akan melukai hati Ditha suatu saat nanti ketika Ditha sadar dari komanya.

Sejak tadi Bram berdiri disamping Delia sambil terus memperhatikannya, entah kenapa melihat wajah sendu Delia membuatnya hatinya teriris. Dia seolah bisa merasakan apa yang sedang Delia rasakan saat ini. Bram melepaskan jaketnya, dia berjongkok kemudian meletakan jaket itu dipundak Delia untuk menutupi tubuh Delia yang hanya menegenakan kaos pendek.

Delia yang sedang melamun sedikit tersentak oleh gerakan tangan Bram yang tiba - tiba.

"Aku nggak kedinginan mas." Ujar Delia saat mendapati jaket Bram sudah melingkar menutupi tubuh bagian atasanya.

"Lalu kenapa meringkuk seperti itu.?"

"Aku mencari posisi yang nyaman." Jawabnya. Dia melepaskan jaket itu dan memberikannya pada Bram.

"Nanti jaket mas Bram bau. Apa mas Bram lupa ini baju yang aku pakai saat akan berangkat ke bali." Ujarnya mengingatkan.

Bram tersenyum kecil menanggapi ucapan Delia.

"Untuk itu aku menutupinya, aku tidak tahan mencium baunya." Ucap Bram dengan mengulum senyum. Dia ikut duduk disamping Delia.

Mata Delia membulat sempurna, dia tidak menyangka Bram akan mengatakan itu.

"Apa aku sebau itu.?" Tanya Delia dengan wajah yang cemberut.

"Bukankah kamu sendiri yang bilang."

"Iyaa,,, tapi aku hanya bercanda. Bajuku bahkan masih wangi." Terang Delia.

"Benarkah.?"

Delia mengangguk.

"Akan aku buktikan,,," Bisik Bram, membuat Delia bergidik merinding.

Tanpa aba - aba, Bram memeluk Delia dari samping dan meletakan dagunya dipundak Delia.

"Apa yang mas Bram lakukan.!" Pekik Delia, dia berusaha mendorong tubuh Bram agar menjauh. Jantung Delia berdebar merasakan hembusan hafas hangat Bram yang menyapu ceruk lehernya.

"Aku hanya ingin memastikan ucapanmu. Sangat wangi. Aku jadi ingin terus memelukmu." Ujar Bram.

Dia tersenyum karna bisa mencuri kesempatan untuk kembali memeluk Delia. Kenyamanan yang Bram rasakan saat tadi memeluk Delia, membuatnya ingin terus memeluk tubuh gadis cantik itu.

"Lepasin mas.! Aku malu." Pinta Delia sambil melihat sekeliling. Sudah mulai banyak orang disana, tapi tidak ada yang memperhatikan mereka.

"Mereka sibuk dengan kegiatannya masing - masing. Tidak akan memperhatikan kita, kenapa harus malu."

Delia hanya bisa mendengus kesal mendengar penjelasan dari Bram. Delia pasrah, dia membiarkan Bram terus memeluknya. Meronta dan berusaha mendorong tubuh Bram hanya akan membuat Bram semakin erat memeluknya. Delia sesang memikirkan cara untuk lepas dari situasi yang mendebarkan ini.

"Bukankah mas Bram janji akan membelikan aku baju. Ayo kita pergi sekarang, aku sudah tidak sabar ingin membeli baju satu toko." Ujar Delia dengan penuh semangat. Dan itu berhasil membuat Bram melepaskan pelukannya.

"Kamu serius.?" Tanya Bram heran.

"Tentu saja. Bukannya mas Bram sendiri yang bilang."

"Iya,, tapi maksudku bukan seperti itu Delia."

"Apa uang mas Bram tidak cukup.?"

"Kamu pikir aku semiskin itu.?" Sanggah Bram. Delia tertawa.

"Aku hanya bercanda mas."

Delia membuka tasnya, dia mengambil kartu atm milik Bram di dompetnya.

"Ini punya mas Bram, aku selalu lupa saat ingin mengembalikannya." Ujarnya sambil menyodorkan kartu itu pada Bram.

"Simpan saja. Bukankah aku sudah bilang jika kartu itu untukmu. Pakai saja jika kamu ingin membeli sesuatu."

"Boleh untuk membeli baju nanti.?" Tanya Delia polos. Bram mengangguk.

"Ayo buruan mas,," Delia menggenggam tangan Bram sambil berdiri. Dia sangat bersemangat mengajak Bram berbelanja baju.

Mereka sudah sampai dipusat perbelanjaan terbesar yang ada di Bali. Mereka di antar oleh supir yang kemarin menjemput mereka di bandara. Delia terlalu bersemangat hingga dia terus menggenggam tangan Bram mencari toko baju yang dia inginkan. Bram hanya pasrah mengikuti keinginan Delia, sesekali dia mencuri pandang melihat wajah Delia yang berbinar. Ada kehangatan dalam hatinya saat menatapnya, hingga tanpa Bram sadari dia terus mengembangkan senyum diwajah tampannya.

Delia terus mencuri perhatiannya. Bahkan sejak mereka keluar dari kamar hotel untuk sarapan, Bram tidak teringat pada Ditha. Pikiran dan perhatiannya fokus pada gadis yang selalu ada disampingnya dengan tingakahnya yang menggemaskan. Sejenak dia melupakan Ditha, pikirannya sudah mulai terbagi pada orang lain.

Tanpa Bram sadari, Delia mulai masuk kedalam hatinya dan memiliki ruang direlung hatinya. Meskipun hanya menempati sedikit ruang dihatinya, namun Delia sudah berhasil menguasai pikirannya. Bram yang sebelumnya tidak pernah berhenti memikirkan Ditha, kini dia bahkan melupakannya untuk beberapa jam. Mungkin Bram pernah berjanji hanya Ditha wanita yang akan dia cintainya, dan tidak akan pernah bisa mencintai Delia. Namun Bram melupakan satu hal, jika perasaan itu bisa datang dengan sendirinya tanpa kita sadari. Bahkan kita sendiri tidak bisa menolak dengan siapa perasaan cinta ini akan berlabuh.

Sementara belum bisa up banyak🙏. Nunggu lulus review dulu.😊

...****"****...

Haii para readers,,,, Makasih sudah mampir untuk membaca novel ini. Makasih juga untuk dukungan dan semangatnya yah.

Jangan lupa selalu tinggalkan Like dan Komennya disetiap bab, agar Author lebih semangat lagi😊

Beri Vote dan Rate jika berkenan😊🙏

Untuk yang mau kasih kritik dan saran boleh banget, selama mengunakan bahasa yang baik dan sopan tidak ada ungsur menghina, Author akan terima dengan senang hati😊

Semoga novel ini bisa menghibur kalian semua.😊

1
Jane Hutagalung
kak. typo. bram keketiknya damar. sempat mikir dulu barusan. /Shame/
Jane Hutagalung
ehbuset ibunya ditha.. ikhlas bener anaknya punya madu
Jane Hutagalung
nah yakan.. tetiba aja di bab sebelum bab ini kepikiran gitu. hm, aku udh bisa buka lapak dukun nih kak 🤣🤣🤣
Jane Hutagalung
kok tiba2 kepikiran alea bukan anak bram ya? karena ada potongan tulisan ttg yang nungguin ditha koma bisa diizinin suster untuk wash lap in badan ditha.
aprilian tantu
👍❤❤❤❤❤
Uus Sumartini
pokoknya keren deh novel nya 👍👍👍💪💪💪❤❤❤
Uus Sumartini
cepet balikan dong ma kinan andranya biar Deon bahagia bersama kedua org tuanya thor
Uus Sumartini
😂😂😂 biaya udh buntung jd cemburuan.. tp sy suka Thor jd harmonis ma kinan
Uus Sumartini
saya paling ga suka tentang penghianat an... untuk itu Andra hrs bener 2 insyap ya Thor..
Uus Sumartini
Nah gitu jgn kalah ma uler keket lawan klo ada bibit pelakornya.. 👍💪💪❤😘. lanjutkan seru suka sy Thor
Uus Sumartini
wkwkwkwk suka deh klo udh ada rasa nanti nya ok Thor semangat.. lanjutkan ❤❤❤😘😘😘
Uus Sumartini
udh bagus ko thor sy suka cerita nya.. lanjutkan ❤❤❤😘💪💪💪👍👍👍
Uus Sumartini
klo aku sih setuju bgt kloDhita ma Damar soalnya udh ada anak... sy ga rela klo Bram pisah ma Delia Thor 👍👍👍💪💪💪❤❤❤😘😘😘
Uus Sumartini
seru lanjutkan❤❤❤
Uus Sumartini
hadeuhhh lega dehu dh kelar masalahnya
Uus Sumartini
jangan lma2 Thor aku sedih kasian Delia.. biarkan Delia Bahagia.. dhita kembali ma Damar aja cpt pulih ingatan nya thor
Uus Sumartini
deuh jd kesel deh klo begini kumaha ieu teh jd na atuh aya ayaa wae lah😇😇😇
Sweety_R🌽
damar sm kinan aj kak
Fida
Luar biasa
Mei Prw
luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!