NovelToon NovelToon
Aku Kembali Ayah!

Aku Kembali Ayah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Action / Romansa / Fantasi Wanita / Konflik etika / Balas Dendam
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Aruna Putri Rahardian harus menelan pil pahit ketika ayahnya menuduh sang ibu berselingkuh. Bahkan setelehnya dia tak mengakui Aruna sebagai anaknya. Berbeda dengan adiknya Arkha yang masih di akui. Entah siapa yang menghembuskan fit-nah itu.

Bima Rahardian yang tak terima terus menyik-sa istrinya, Mutiara hingga akhirnya meregang nyawa. Sedangkan Aruna tak di biarkan pergi dari rumah dan terus mendapatkan sik-saan juga darinya. Bahkan yang paling membuat Aruna sangat sakit, pria yang tak mau di anggap ayah itu menikah lagi dengan wanita yang sangat dia kenal, kakak tiri ibunya. Hingga akhirnya Aruna memberanikan diri untuk kabur dari penjara Bima. Setelah bertahun-tahun akhinya dia kembali dan membalaskan semua perlakuan ayahnya.

Akankan Aruna bisa membalaskan dendamnya kepada sang ayah? Ataukah dia tak akan tega membalas semuanya karena rasa takut di dalam dirinya kepada sangat ayah! Apalagi perlakuan dari ayahnya sudah membuat trauma dalam dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Kembali Ayah! 31

"Sejak kapan kamu ada di tempat parkir?" tanya Aruna saat membuka pintu apartemennya. Tak lama setelah dia tiba di apartemen, belnya berbunyi, bahkan dia baru sempat mandi saja.

"Susah sekali untuk mengecoh Lady Runa. Salah sendiri alat pelacak di motormu kamu lepas! Jadinya aku tak tahu kamu sudah pulang atau belum, jadinya aku menunggu kamu lama di parkiran, abis dari mana sih?" jawab Xavier membawa makanan untuk mereka.

"Apa maumu? Kenapa kamu memasang alat pelacak juga di motorku?" tanya Aruna kesal.

"Aku hanya khawatir saja kamu kenapa-napa di jalan," jawab Xavier membuat Aruna mendelik.

"Nih aku bawain masakan Mami buat calon mantu katanya!" ujar Xaviera santai menyimpan makanan yang dia bawa dari rumah di atas meja makan kecil milik Aruna. Mendengar ucapan Xavier membuat Aruna berdecak. Tapi Xavier tak peduli dan malah duduk membuka makanan yang dia bawa.

"Cepatlah! Tak usah sok manja begitu, aku lapar!" panggil Xavier.

"Tinggal makan apa susahnya?" jawab Aruna mendekat dan mengambilkan piring untuk mereka.

"Galak bener sama calon suami!" celetuk Xavier saat Aruna menyimpan piring untuknya.

"Nggak lucu! Nggak sesuai wajahmu! Muka datar tapi ngelawak!" jawab Aruna membuat Xavier terkekeh.

"Aku ketularan mereka bertiga. Ah aku jadi kangen mereka bertiga!" ucap Xavier.

"Nggak usah sok-sokan lah! Makan dan setelah itu pulang. Aku mau istirahat!" kesal Aruna menyendokkan makanan untuk dirinya sendiri.

"Ah elah, kenapa nggak di ambilin juga sih buat calon suami?" omel Xavier.

"Punya tangan dan punya kaki. Jadi nggak usah ribet. Lagian siapa juga yang mau nikah sama kamu? Aku masih delapan belas tahun dan kamu juga masih kecil! Kerja yang bener nggak usah mikir yang aneh-aneh!" jawab Aruna membuat Xavier terkekeh.

"Ya kan semoga saja kita berjodoh, siapa tahu kan? Aku bisa melindungi kamu suatu hari nanti, dulu mungkin kamu melindungiku, dan nanti aku bisa melindungimu," jawab Xavier tapi tak di gubris Aruna.

Pikiran Aruna sedang fokus dengan strategi yang akan dia mainkan kedepannya. Tak ada waktu untuk hal-hal seperti itu. Mungkin bagi wanita lain akan sangat bahagia mendengar ucapan itu dari seorang Xavier Hananta. Tapi tidak dengan Aruna yang memiliki fokus lain dalam hidupnya. Setelah selesai makan Aruna benar-benar menyeret Xavier pergi dari apartemennya. Padahal pria itu sudah merengek ingin minum kopi bersama dengan Aruna tapi Aruna tak mau dan tetap mengusir Xavier.

"Astaga! Sejak kapan pria itu jadi lebih suka mengganggu! Apa dia gak bisa lihat jam? Ini masih pagi buta tapi sudah mengganggu orang tidur!" kesal Aruna saat mendengar bel berbunyi berkali-kali.

"Mau ngapain lagi sih Lo Xavier? Apa nggak liat ini masih pagi? Bisa nggak jangan ganggu Mulu! Kerja sana cari uang yang banyak!" omel Aruna membuka pintu dengan mata yang masih setengah terpejam. Dia baru tidur jam lima pagi.

Rambut acak-acakan dan masih menggunakan baju tidur pendeknya. Bahkan dia belum sempat cuci muka, khas bangun tidur. Tapi memang dia sedang tidur dan di ganggu.

"Ini sudah siang Nona, ini jam sembilan. Dan hari ini weekend, jadi Xavier tidak kerja!" jawab suara wanita.

"Ah elah ya udah sana pulang Lo Xavier. Main sana sama teman-teman kamu. Aku lagi banyak kerjaan!" Aruna tak sadar kalau yang bicara seorang perempuan dan dia menutup pintu tapi di tahan dengan kaki oleh Xavier sehingga membuat Aruna semakin kesal dan akhirnya membuat mata.

"Lah siapa anda Bu? Kenapa malah masuk dan nyelonong aja ke rumah orang? Eh Xavier itu siapa!" kesal Aruna karena mereka main masuk ke rumahnya.

"Cuci muka dulu sana!" pinta wanita itu membuat Aruna berdecak dan berjalan ke wastafel untuk mencuci muka.

"Dua wanita sedang duduk di sofa saling berhadapan. Sedangkan Xavier membuat kopi untuk mereka bertiga, dia melakukan semuanya seperti di rumahnya sendiri. Bahkan di rumah tak pernah menyeduh kopi sendiri karena ada bibi. Ibunya menaikkan sebelah alisnya kaget saat anaknya membuat tiga kopi dan menyimpannya di meja kecil di depan mereka.

"Tak salah kamu yang membuat kopi? Bukan yang punya rumah? Harusnya yang punya rumah membuatkan minuman untuk tamu!" omel Bu Violet yang tak lain adalah ibunya Xavier.

"Lagian saya tidak menerima tamu di pagi hari, kalian saja yang memaksa masuk. Maaf Anda siapa dan mau apa ke sini? Saya sedang tidur loh!" jawab Aruna masih kesal karena di ganggu tidurnya.

"Ini sudah siang! Masa anak gadis jam sembilan masih tidur!" jawab Bu Violet.

"Ini Mami yang sering buatkan makanan untuk Kamu Aruna, namanya mami Violet," ucap Xavier yang merasa tak nyaman melihat dua wanita di depannya perang tatapan.

"Oh, mami kamu! Pantas saja, lagian sejak kapan kamu selalu merecoki orang sih? Biasanya juga kamu kan sok cool di sekolah. Apa karena saat operasi itu kepalamu terbentur dan membuat kamu gegar otak sehingga sikapmu berubah jadi menyebalkan?" tanya Aruna tak peduli di depannya ada ibu Xavier.

Bahkan dia hanya memberi kode dengan anggukan. Tak seperti wanita lain yang akan mencoba mencari perhatian Mami violet. Agar mereka bisa ternotice untuk menjadi calon menantunya. Tapi berbeda dengan Aruna yang sangat cuek, karena memang dia tidak peduli. Dia punya misi lain yang lebih penting dari hanya sekedar pacaran ataupun cari perhatian orang lain.

"Ternyata wanita ini benar-benar seperti yang papimu katakan Xavier! Wanita yang menyebalkan!" jawab Mami Violet sambil menyeruput kopi.

"Saya tak terbiasa bersikap manis ataupun cari perhatian di depan semua orang. Jadi kalau menurut Anda menyebalkan ya sudahlah. Tapi, Saya tidak mengira wanita seperti anda bisa memasak dengan enak," ujar Aruna setelah menyeruput kopi dengan santai membuat Mami Violet tertawa mendengar ucapan Aruna.

"Kau memang tak bisa memuji orang lain dengan baik. Tapi terima kasih karena mengatakan masakanku enak. Memangnya penampilanku seperti ini tidak bisa memasak? Bukan hanya memasak, aku juga bisa naik motor besar. Punya nyali nggak untuk lawan aku di lintasan? Kau bisa naik kendaraan besar kan? Atau mungkin kamu tidak punya nyali melawanku?" jawab Mami Violet.

"Apa taruhannya? Karena aku tak mau kalau hanya cuma-cuma aku adalah wanita yang matre. Karena sedang butuh banyak uang! Kalau tak ada taruhannya, lebih baik aku tidur!" jawab Aruna santai sambil menggulung rambut acak-acakannya.

Xavier meringis melihat perdebatan dua wanita yang tak bisa dia halangi. Keduanya memang keras kepala, papinya haru tahu kalau kedua wanita ini tak akur dan malah saling tantang.

"Astagaa! Sudah ku bilang kan, mami jangan ketemu Aruna, yang ada mereka malah berdebat seperti ini. Astaga dua macan betina ini membuat aku sakit kepala!" batin Xavier setelah mengirim pesan kepada Ayahnya.

Dia tak sanggup jika menghadapi mereka berdua sendirian. Yang ada dia akan menjadi sasaran kemarahan dan kekesalan mereka.

1
partini
si mami ini bukanya di dukung ehhhhj
nely_48
definisi absurd family 🤭🤭
partini
hati run lama" kamu juga ikutan ga waras ma calon mertua somplak mu itu loh 🤣🤣🤣🤣
calon keluarga mafia somplak 🤣🤣🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Joyful/
total 5 replies
nely_48
dua wanita Badas ketemu jo jd aneh ya suasana nya jd k horor gtu 🤣🤣🤣
Ambu Rinddiany Thea
ko lucu ya bayanginnya emaknya xavier sms runa lagi adu kebatinan 🤭🤣🤣 waaah ntar juga emaknya s xavier sma s runa bakalan bucin akut lah klo udh jadi mantu mah .. boleh lah setuju klo ntar runa sm s xavier jadian tp ntar aja runa udh mateng sekarang mah masih labil 😁
Sulainiothman Sulainiothman
/Drool/
Yam_zhie: maksih kak 😍😘
total 1 replies
partini
astoge nak adu balap ,okeh
Yam_zhie: kam kata bapaknya Xavier emaknya tak jauh beda dengan Aruna 🤣
total 1 replies
nely_48
bpak iblis kau Bima,, bi asih coba kasih kopi sianida s Bima klau pagi minta kopi teh
Yam_zhie: astagaa 🤣
total 1 replies
nely_48
jd pembunuh bayaran pun ok lah aruna
Yam_zhie: hooh lah. tapi dia mau ke rumah keluarga emaknya dulu 🤣
total 1 replies
nely_48
pagi² udh d anjangan ku calmer n calon misua az bih
Yam_zhie: hahaha 🤣🤣🤣
total 1 replies
nely_48
kasih racun az sih Bima itu biar lumpuh
nely_48: ho'oh nya, eta biang rame na 🤣
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
ke s runa bilang anak setan , lah lu ngakuin klo lu setan bima hadeeeeeh , dasar setan lu kan tau bikin perjanjian napa bilng runa kabur lah apalah .. kapan mati nya tu setan jejedian teh nya rungseb rungseb
Ambu Rinddiany Thea: kudu loba d bura mak
total 2 replies
Muft Smoker
dy yg buang dy juga yg kalang kabut mencari ,,
mau anda apa sih Pak bima ,,
herman saya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Yam_zhie: entahlah seperti pemuda labil aja 🙈
total 1 replies
Rita Rita
si Bima itu bertopeng manusia namun jiwa nya adalah iblis. psikopat,,
Yam_zhie: sepertinya dia lupa nyebut kak 😭
total 1 replies
Rita Rita
kebetulan banget,, si Bima nyuruh orang mau bunuh pak mertua Aruna ada di situ, moga bisa menggagalkan
partini
mengurus Arkha,hemmmm something ini
Rita Rita
tempa diri mu lebih kuat Aruna,, insting mu terus dilatih,, kepekaan juga. musuh yg paling berbahaya musuh yg kelihatan lemah,,
partini
macam keluarga mafia absurd ini ,, seheboh dan sekeras apa mommy Xavier
Ambu Rinddiany Thea
awas runa jgn luluh dulu sama yg namanya cinta , matengin dulu tekad mu , bang erwin ma ramon ada d pihak mu , ..
Baek chanhun
hati2 Aruna,di luaran banyak orang, bermuka dua, itu paling menyakitkan, walaupun di keluarga lu menyakitkan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!