NovelToon NovelToon
My Possessive Mafia

My Possessive Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers / Balas Dendam / Roman-Angst Mafia
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Bagaimana jika ginjal yang ada di tubuhmu ternyata milik adik seorang mafia, dan sejak saat itu hidupmu berada dalam ancamannya?

Bahkan setelah berhasil lolos dari kematian, kamu masih harus menghadapi bayang-bayang maut dari mafia kejam yang tak pernah berhenti memburumu.

Itulah yang dirasakan Quinn ketika ia mengetahui bahwa keberhasilan operasi transplantasi ginjalnya telah merenggut nyawa orang lain demi kelangsungan hidupnya.

Apakah Quinn mampu bertahan hidup?

Ataukah nyawanya harus menjadi harga yang dibayar atas kehidupan yang pernah ia ambil?

୨ৎ MARUNDA SEASON III ୨ৎ

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

III. Gudang Senjata Braun

Kemarin, Papa menghubungi perusahaan keamanan swasta dan bilang kalau mereka sedang membentuk tim buat melindungi aku.

Itu sama sekali enggak membuatku merasa lebih tenang, karena menurutku kita seharusnya langsung lapor polisi. Tapi Papa enggak mau dengar.

Sekarang aku duduk di ruang praktik Dr. Nolan di rumah sakit, menunggu dia datang untuk pemeriksaanku. Dia sudah telat dua puluh lima menit, dan Papa mulai kelihatan gelisah.

“Kenapa dia lama banget?” gumam Papa sambil mengeluarkan HPnya dari saku.

Aku melihat dia menelepon nomor pribadi Dr. Nolan, tapi beberapa detik kemudian dia menggeleng. “Masuk ke voicemail.”

Sambil menepuk lengan Papa, aku berdiri dan bilang, “Aku tanya Juwita dulu.”

Aku jalan ke meja resepsionis, lemparkan senyum tipis, lalu bertanya, “Apa kamu tahu Dr. Nolan ada di mana?”

Dia melihatku dengan wajah penuh penyesalan. “Maaf banget kamu udah nunggu lama, Quinn. Aku udah coba nelepon, tapi enggak bisa dihubungi. Kamu mau nunggu sedikit lagi atau kita jadwal ulang? Aku bisa atur buat besok siang.”

Aku menengok ke belakang, melihat ekspresi khawatir di wajah Papa, lalu aku mengangguk. “Kita jadwal ulang aja. Tolong telepon aku begitu janji temu dengan Dr. Nolan sudah pastti.”

“Aku bakal lakuin itu. Maaf ya, aku enggak tahu kenapa dia telat.”

“Oke.”

Aku menjauh dari meja resepsionis dan balik ke tempat Papa duduk. “Juwita bilang janjinya dijadwal ulang buat besok. Ayo pulang!"

“Buang-buang waktu!” gumam Papa sambil berdiri.

Dia merangkul bahuku dan memelukku saat kami meninggalkan meja itu.

Kami jalan menyusuri koridor menuju pintu keluar dalam diam. Aku bisa merasakan ketegangan Papa. Begitu melewati pintu ganda rumah sakit, Papa menuntunku ke arah Mercedes.

Tiba-tiba, aku dengar suara ban berdecit waktu dua van putih mendekat ke arah kami. Papa langsung memutar badan, tarik tanganku, dan mulai berlari ke pintu masuk rumah sakit.

Aku terlalu kaget sampai otakku bersusah payah mencerna apa yang sedang terjadi.

Van-van itu berhenti tepat di belakang kami.

Saat seseorang mencekikku kasar dari belakang, jeritan panik langsung lolos dari tenggorokan aku.

Jari Papa makin erat menggenggam jariku, tapi aku tertarik lepas dari pegangannya. Dengan rasa takut yang membuat dadaku runtuh, aku melihat dua cowok menahan Papa dengan paksa.

Aku enggak cukup kuat buat melawan cowok yang menyeretku ke salah satu van. Sebelum pintunya menutup, aku dengar Papa teriak, “Quiiiiiiiinn!”

“Papa?” teriakku, sebelum aku dibanting ke tanah dan dipaksa berlutut.

Sesuatu sedang menekan punggungku. Tanganku ditarik ke belakang, dan pergelangan tanganku diikat pakai kabel tip.

“Berhenti!” teriakku sambil berontak. “Oh, Tuhan!”

Panik yang luar biasa membuatku beku, napasku tersengal. Tekanan di punggungku dilepas. Aku pun ditarik berdiri, lalu didorong duduk ke kursi.

Mataku membelalak waktu melihat seorang cowok yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Rambutnya cokelat, matanya hitam gelap, lehernya penuh tato.

Napasku menyentuh bibir, jantungku pun berdegup kencang, saat aku menyadari kalau aku sedang diculik di siang bolong.

Sebelum aku sempat bertanya apa yang sebenarnya terjadi, dia menatapku dengan tatapan dingin dan mengerikan yang membuat bulu kudukku lepas.

Dia mengambil kain lusuh dari lantai, menunduk ke arahku, lalu menyumpal mulutku kuat-kuat sebelum mengikat kain itu di belakang kepalaku.

Suara erangan kesakitan keluar dari mulutku, teredam kain kotor yang menggigit bibirku.

Apa yang harus aku lakukan?

Sial.

Aku enggak tahu harus berbuat apa.

Mataku perih menahan air mata yang belum tumpah, sementara kepanikan terus menghantamku enggak ada habisnya.

Aku coba menebak van ini membawaku ke mana, dan aku cuma bisa berharap Papa juga dibawa ke tempat yang sama.

Ya Tuhan, jangan biarkan mereka menyakiti Papa.

Apa mereka akan membunuh kita?

Kenapa?

Apa mereka mau tebusan?

Apa mereka uang?

Pikiranku enggak karuan, panik di kepalaku sampai membuatku pusing.

Van itu terus mengebut, berbelok tajam sampai badanku terbanting, sampai akhirnya berhenti mendadak dan aku terlempar ke depan.

Cowok itu mencekik lenganku, dan begitu pintu samping terbuka, aku ditendang keluar dari kendaraan dengan kasar.

Dengan napas enggak karuan, mataku menyapu ke segala arah. Sepertinya aku berada di semacam gudang. Di sebelah kiriku ada peti-peti kayu, dan di depanku ada sebuah kantor kecil, tempat seorang cowok duduk di balik mejanya, dan menatapku.

Di sebelah kanan, ada sekelompok cowok lain. Beberapa duduk di meja yang penuh senjata. Ada juga peti terbuka berisi berbagai macam senjata.

Ya Tuhan.

Van lain masuk ke dalam gudang saat aku didorong maju. Aku terus menengok ke belakang waktu cowok itu mencekal lenganku, memaksaku jalan, menyeretku ke arah tangga.

Aku melihat dua cowok menarik Papa keluar dari van. Papa berontak, berusaha lepas dari pegangan mereka. Begitu melihat Papa, aku refleks mundur dan berhasil lepas sebentar.

Aku langsung berlari ke arahnya, tapi sedetik kemudian, aku dicengkeram dari belakang lagi, kakiku melayang dari lantai saat tubuhku diangkat ke udara.

Sisi tubuhku terasa nyeri dan sensitif karena semua perlawanan dan perlakuan kasar itu.

Pikiranku langsung ke ginjal aku. Aku seharusnya enggak boleh aktivitas berat selama tiga minggu, dan ini jelas terlalu berat.

Aku dengar isakan Papa yang teredam. Matanya melebar, terkejut dan takut.

Kami diseret naik ke lantai atas dan didorong masuk ke sebuah ruangan. Aku menabrak dinding, sementara Papa terlempar ke lantai.

Semenit kemudian, pintunya tertutup. Aku tersentak, menyadari betapa mengerikannya situasi yang sedang kami hadapi. Aku enggak bisa mencerna apa pun.

Enggak ada satu pun yang masuk akal.

1
sleepyhead
Dan akhirnya A death pact with the Grim Reaper
sleepyhead
( -̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥᷄◞ω◟-̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥᷅ )
Adellia❤
jadi intinya q enggak bisa siksa Quin sampe 6 bulan kedepan??? setan .... hahahaha... ngakak pollll😂😂
Lisa Halik
kesianlah quiin klu dia pun di siksa
Rainn Dirgantara
Lanjut kak
Rainn Dirgantara
Cinta sma siapa, dia siapa? Salfok
Rainn Dirgantara
Emang, dokter apaan kek gitu
Rainn Dirgantara
Diem deh nolan, etdah santai bgt tuh org
Rainn Dirgantara
Lah enak pake bg lah quin ngapain polisi 😏
Adellia❤
dan dy bisa bunuh km kapanpun..
Rainn Dirgantara
Aduhh 💔😭
Rainn Dirgantara
Ga sepenuhnya salah quin juga, kalo dia tau dapet ginjal nya dngn cara gitu pasti dia gamau 🥺
Rainn Dirgantara
Naikin aja dulu harga awalnya, abis itu kalo masih minta diskon lagi tinggal kasih wkwk
Adellia❤
detak jantungnya enggak akan meningkat hanya karna bunuh orang Quin tapi suatu hari nanti km yg bikin dy jantungan..
Adellia❤
AK, PDW apa itu thorrr???
Adellia❤: oke👌 AK yg kayak di pake pasukan BRIMOB kali yak..
total 2 replies
Adellia❤
Quinn... 😭😭😭😭 sumpah ini sedih bangett kalo dari awal tau Quinn pasti enggak mau transplantasi ginjal 😭😭😭😭 seseorang harus bertanggung jawab bukan km Quinn😭😭😭
Adellia❤
sumpah serem bangett kalo q yg di posisi Quin udah ngompol berkali" terus enggak sadarkan diri..
Adellia❤
woyyy cover kenapa jadi CEO gitu enggak cocok sama bang braun 😭😭😭
Adellia❤: hah ??? serius thorrr tuh cover berubah sendiri ??? bukan km yg ganti??? udah kayak siluman tuh cover bisa ganti wujud..
total 2 replies
Adellia❤
kasian km Quin pasti bingung bangett takut juga..
Adellia❤
sayangnya dy kebal polisi Quin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!