Lorcan (pemimpin Ultra Tech) yang terluka parah harus bertahan dari kejaran Galata bersama sisa anak buahnya, sambil berusaha mencapai Mondeno. Sementara itu, Xander dan kelompoknya—termasuk Osvaldo Tolliver, Lance, George, dan yang lain—berusaha melindungi diri dan menyelidiki misteri sosok hitam yang menjadi sumber kekuatan Draco.
Galata kini menggunakan "orang-orang berkemampuan khusus" yang telah dimodifikasi untuk melacak dan menyerang musuhnya. Luc dan Graham berusaha meretas sistem Galata, sementara Lorcan terpaksa bekerja sama dengan mantan musuhnya untuk bertahan hidup. Di sisi lain, Osvaldo Tolliver justru menyerahkan diri sebagai umpan untuk mengelabui Draco.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Di waktu yang sama, Lance, George, Gray, dan yang lain tengah berkumpul di ruangan. Lance dan George berkutat dengan gambar dan kode di layar hologram.
Dua buah robot mengangkat sebuah kotak berukuran besar dan menyimpannya di meja bundar yang dikelilingi oleh Lance, George, Gray, dan yang lain.
Lance memindai tangannya di alat pemindai. Kotak terbuka dan menampilkan serum-serum berbeda warna. Dua robot kembali membawa kotak lain. Saat kotak dibuka, beberapa jam tangan dan cincin terlihat.
"Kita sudah berhasil menyelesaikan alat-alat ini dan serum-serum ini tepat waktu. Kita menyelesaikannya lebih cepat dibandingkan dengan jadwal.” Lance mengembus napas panjang, mengeluarkan alat-alat dengan hati-hati. "Karena jumlahnya yang sangat terbatas, kita harus menggunakannya dengan sangat hati-hati."
Suara alarm tiba-tiba terdengar, menarik perhatian semua orang.
~ ~ ~
Edward terbangun begitu kepalanya membentur atap mobil. Begitu terbangun, ia langsung mendapatkan tamparan keras di pipi.
"Bangunlah, brengsek! Kita sudah sampah di kediaman Osvaldo Tolliver," ujar anggota 046 sembari membuka pintu mobil.
Dua anggota lain turun dari mobil, mengamati sebuah bangunan dan halaman yang luas. Terlihat para penjaga berada di sekeliling lokasi.
Edward mengelus pipinya, berjalan dengan perlahan. Pria itu terkejut saat melihat rumah megah Osvaldo Tolliver. "Berapa lama aku tertidur sampai aku tidak menyadari aku sudah berada di depan rumah Osvaldo Tolliver?"
Edward mengamati keadaan sekeliling. "Ini benar-benar kediaman Osvaldo Tolliver. Suasana ini tampaknya belum tengah malam."
Edward tercenung saat ketiga pria di depannya tengah berbicara. "Siapa mereka sebenarnya? Mereka adalah orang-orang aneh, sama seperti pria bernama ... George?"
Anggota 0046 seketika menoleh. "Kau baru saja mengatakan 'George'. Siapa dia?”
Edward terdiam sesaat, berusaha mengingat. "Dia adalah orang yang pernah menerobos kediaman Osvaldo Tolliver. Dia... memiliki alat-alat yang canggih, termasuk robot."
"George? Alat-alat canggih?" Anggota 0048 mencari identitas George di sistem. "Terdapat banyak nama George yang berada di sistem. Karena tidak mungkin George yang dimaksud adalah berasal dari kelompok kita, maka kemungkinan besar George yang sampah itu maksud adalah berasal dari kelompok lain. Terdapat sekitar dua puluh nama 'George' yang berasal dari berbagai kelompok."
"Apa tujuan orang bernama 'George' itu menerobos rumah Osvaldo Tolliver?" tanya anggota 0047. Ia menghampiri Edward, mencengkeram wajahnya dengan keras. "Apa kau serius dengan perkataanmu, sialan?"
Edward meringis kesakitan. "A-aku sama sekali tidak berbohong."
"Jangan membuang-buang waktu! Kita harus segera menemukan petunjuk secepatnya." Si pria botak mendorong Edward hingga terjatuh. "Katakan siapa nama sampah-sampah yang harus kami bawa."
Edward bergegas bangkit, menyebut nama Caesar, Edison dan yang lain. Ia teramat kesal dengan ketiga orang asing itu, tetapi ia tidak memiliki pilihan lain sekarang.
"Tunggulah disini selagi kami pergi memeriksa."
Ketiga anggota Galata itu memasuki semak-semak, meluncur ke arah rumah dengan roket dalam mode kamuflase.
Edward bergegas memasuki semak-semak, memasuki keadaan sekeliling. "Di mana ketiga orang itu? Mereka tidak mungkin mendadak menghilang begitu saja?"
Edward termenung di tengah suasana yang hening dan remang-remang. "Siapa sebenarnya mereka? Apa mungkin... mereka adalah orang-orang aneh seperti George?"
"Ah!" Edward terjatuh, meringis kesakitan. Ia memaksakan diri menunggu di dalam mobil. Karena rasa sakit yang semakin parah, ia justru tertidur. Mimpi membawanya pada masa kelam saat dirinya dan yang lain berada dalam jerat Xander.
Edward sontak terbangun begitu mendengar benda-benda berjatuhan. Ia bergegas keluar dari mobil, terkejut saat melihat Edison, Caesar, Franklin, dan yang lain di tanah dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Edward membeku di tempat, menampar pipinya beberapa kali untuk memastikan apa yang dilihatnya sekarang. Setelah yakin semua bukan mimpi, ia bergegas mendekat.
"Edison!" Edward seketika memangku Edison, mengelus pipi anak kecil itu, memeriksanya dengan saksama. Ia melihat Caesar, Franklin, dan yang lain masih tertidur.
Edward menoleh pada ketiga pria asing itu, menekan bibirnya saat akan bertanya. "Bagaimana cara ketiga orang itu membawa Edison dan yang lain?" batinnya.
"Pergilah dari hadapan kami sekarang juga sebelum kami menghabisimu dan orang-orangmu. Kau bisa membawa mobil itu," perintah anggota 0046.
Edward mengangguk, tidak banyak bertanya. Ia bergegas menempatkan Edison di kursi depan, menarik Caesar, Franklin, dan yang lain meski sangat sulit.
Edward segera menghidupkan mesin mobil, melajukan mobil. Saat menoleh ke belakang, ia tidak melihat ketiga orang asing itu. "Ke mana mereka pergi? Aku bahkan belum terlalu jauh pergi. Apakah mereka semua hantu?"
Edward mengelus pipinya. "Tidak, mereka adalah manusia sepertimu. Mereka... mungkin saja memiliki alat-alat canggih seperti yang Osvaldo Tolliver miliki. Itu adalah jawaban yang paling masuk akal."
Edward memacu mobil lebih cepat, melirik ke langit sesaat. Kendaraan melaju sangat cepat menerobos hutan hingga akhirnya sampai di jalan yang sama.
Edward mengembus napas panjang, tertawa terbahak-bahak. "Aku pasti sudah gila sekarang, tetapi aku harus bersyukur karena akhirnya aku terbebas dari jerat Osvaldo Tolliver. Dengan begini, aku dan mereka bisa bebas dan fokus untuk membuat rencana membalas dendam pada Xander."
Ketiga anggota Galata itu tengah melayang di langit, mengamati setitik cahaya yang bergerak pelan di tengah kegelapan.
"Kenapa kau justru membebaskan sampah itu? Kita seharusnya menghabisinya," ujar anggota 0047, "dia bukan termasuk orang bodoh."
"Aku memang seharusnya menghabisinya, tetapi entah mengapa aku merasa jika dia akan berguna untuk kita. Aku sudah memasang pelacak pada sampah itu jika sewaktu-waktu kita membutuhkannya." Si pria botak menoleh pada anggota 0048. "Apa kau sudah menghubungi kantor pusat?"
"Ya, aku baru saja mengirim informasi pada kantor pusat. Aku yakin mereka akan cepat merespons setelah melihat video perkataan si sampah itu."
Ketiga anggota Galata itu mengikuti Edward, melaju sangat cepat.
Sementara itu, markas Galata tampak sangat ramai dengan anggota yang hilir mudik. Orang-orang berseragam merah terlihat berjalan memasuki ruangan. Mereka adalah anggota-anggota dari kelompok lain yang sudah terhipnotis.
Di ruangan berbeda, Lorcan tengah kesal karena Luc, Graham, dan Lorcan masih belum ditangkap hingga saat ini.
"Dasar sialan! Kenapa sangat sulit untuk menangkap sampah-sampah itu, padahal aku sudah mengirim banyak pasukan dan orang-orang berkemampuan khusus?"
Draco menggebrak meja, menggeser kursi menjauh. Ketika baru saja berbalik, seorang bawahannya mendadak muncul di layar.
"Kami baru mendapatkan informasi dari ketiga anggota Galata yang berada di wilayah Caldora. Mereka menemukan satu bawahan Osvaldo Tolliver yang memberikan informasi berbeda dari informasi yang kita dapatkan."
jangan lupa juga baca novelku yang lain yaa👍👍