NovelToon NovelToon
Suamiku Mencintai Wanita Lain

Suamiku Mencintai Wanita Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Cerai / Selingkuh
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wiwit Kurniasih

"Rena....,Aku mau minta maaf sebelumnya,tapi jujur ini juga berat untuk aku,tapi aku juga harus jujur sama kamu".

Rena tak memandang curiga saat suaminya berkata seperti itu,tapi setelahnya ucapan kejujuran dari suaminya seperti pisau tajam yang menusuk hatinya.

"Aku mencintai wanita lain yang kutemui 6 bulan terakhir ini,Dia bukan hanya cantik tapi juga pintar memasak,semua yang ada didiri wanita itu aku sangat menyukainya".

Rena diam membeku,tapi Ia juga ingin tau apa yang menjadi alasan suaminya bisa mencintai wanita lain padahal ada istri yang sudah Ia nikahi lebih dari 10 tahun.

"Kenapa Mas...?,Kenapa harus ada wanita lain yang Mas cintai".

"Aku sudah tidak cinta sama kamu Rena,Kamu berubah,Kamu tidak lagi menarik dimataku,Kamu juga selalu mementingkan anak-anak daripada aku suamimu".

Rena kembali diam,Ia ingin meledak tapi teringat ada 2 anaknya yang harus Ia jaga mentalnya.

"Baiklah Mas....,terus apa maumu kalau sudah seperti ini?Kamu mau pisah?".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiwit Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyesalan Dion

Belum juga selesai dengan masalah Cika dan Ibunya,Dion kembali dibuat pusing dengan pesan dari Ibunya yang tak pernah berhenti.

Dion tak berniat membaca maupun menerima telpon dari Ibunya,Yang Ia butuhkan saat ini adalah beristirahat dengan nyenyak.

Karena Dion tak ada tanggapan apapun membuat Ibunya Dion yang sedang kalang kabut karena kondisi suaminya semakin parah membuat Ia tak punya pilihan lain selain menghubungi Rena menantunya,Ia tidak tau bahwa Rena bukanlah menantunya lagi.

Rena yang akan memejamkan matanya cukup terganggu dengan deringan ponselnya,Rena tak berniat mengangkatnya tapi deringan ponsel terus mengganggu.

Rena melihat nama si penelpon,Ia terkejut karena waktu yang sudah menjelang tengah malam tapi mantan Ibu mertuanya mendadak menghubungi,Rena berpikir pasti ada hal urgent yang perlu diberitahu,Rena dengan perasaan gelisah dan sedikit takut memberanikan diri menerima telpon dari Ibunya Dion.

"Halo Bu....,Ada apa?,Ini sudah hampir tengah malam,Kenapa Ibu menelpon Rena?".

Dibalik ponselnya Ibunya Dion merasa lega karena menantunya menerima panggilan telponnya.

"Rena....,Akhirnya kamu angkat juga telpon Ibu,Ibu telpon Dion dari tadi nggak diangkat-angkat,Ibu ngirim pesan juga nggak dibales-bales,Rena....,Kondisi Bapak kritis Rena...,Ibu bingung harus minta tolong sama siapa,Ibu sama sekali nggak punya pegangan,Ibu takut kenapa-kenapa sama Bapak....,Rena tolong bilangin Dion untuk transfer uang ke Ibu,Ibu minta maaf ngerepotin kalian,tapi Ibu tidak tau harus minta tolong siapa....".

Rena dibalik ponselnya juga ikutan bingung dengan lingkaran masalah yang menjerat Dion,Ia merasa sudah bukan bagian dari hidupnya tapi masih menjadi orang yang harus membantu apa yang sedang terjadi didepan mata.

Atas belas kasian yang Ia rasakan Rena berkata jujur sekaligus memberikan semampu yang Ia bisa.

"Ibu...,Sekalian kita sedang berkomunikasi begini,Rena ingin memberitahukan bahwa Rena dan Dion telah sepakat untuk bercerai,Dion juga telah keluar dari rumah ini dan tinggal dengan wanita selingkuhannya,bahkan hari ini Rena juga tau kalau wanita itu sedang hamil muda,Rena minta maaf ya Bu kalau selama jadi menantu Rena banyak salah sama Ibu dan Bapak,Rena berharap Ibu sama Bapak sehat terus dan bahagia,Nanti Rena akan transfer uang walaupun nggak seberapa tapi mudah-mudahan hanya bisa buat pegangan".

Disebrang sana Ibunya Dion terkejut,Ia yang tadinya ketakutan atas kondisi suaminya kini berubah sedih mendengar menantu yang sangat Ia sayangi justru kini telah dicampakkan oleh Dion.

Ibunya Dion ingin bertanya lebih lanjut tapi Suster berlarian mendekatinya.

Samar-samar Rena mendengar ucapan bahwa Ayahnya Dion meninggal dunia.

Rena turut sedih dibalik ponsel yang telah terputus dengan Ibunya Dion,Rena segera mentransfer sejumlah uang sebagai mantan menantu sekaligus rasa berbela sungkawa.

Rena memilih melanjutkan istirahatnya yang sempat tertunda,Ia tak berniat menghubungi Dion karena bagaimanapun sudah bukan ranahnya untuk ikut campur.

**

Dion baru terbangun jam 6 pagi,itupun karena mendengar Dokter yang datang memeriksa keadaan Cika dan Ibunya.

Dion pura-pura masih tertidur dan mendengar bahwa Cika dan Ibunya sudah boleh pulang,Dion semakin pusing dengan biaya yang harus Ia keluarkan.

Belum juga terbangun sepenuhnya Dion kembali melihat layar ponselnya menyala,Ia sengaja memakai mode senyap semalaman hanya agar bisa tidur dengan nyenyak.

Dion terkejut saat mendapati puluhan panggilan tak terjawab begitu juga pesan yang Ia terima,dan semuanya dari Ibunya yang berada dikampung.

Dion membaca salah satu pesan yang baru muncul,Dion langsung duduk tegap dan melebarkan matanya saat membaca pesan dari Ibunya.

"Dion...,Bapak telah meninggal dunia tadi malam,Pagi ini Bapak akan dimakamkan,Ibu juga sudah tau masalah yang sedang kamu hadapi,Ibu bingung semalaman jadi Ibu menghubungi Rena,Rena telah memberitahukan semuanya pada Ibu,Rena juga yang memberikan Ibu uang untuk biaya Rumah Sakit Bapakmu,Ibu sangat kecewa sama kamu Dion,Ibu nggak menyangka bahwa kamu sejahat itu sama Rena,siapapun wanita yang kamu nikahi nanti bagi Ibu cuma Rena satu-satunya menantu Ibu".

Dion berusaha menghubungi Ibunya tapi nomer Ibunya justru tidak aktif,Dion begitu kawatir dan merasa bersalah.

Sikap Dion yang begitu gelisah dengan ponselnya membuat Cika dan Ibunya bingung.

Cika bertanya dengan lembut saat Dokter telah keluar ruangan.

"Ada apa Mas....?,Apa yang membuat Mas gelisah?,Masalah pekerjaan?,Apa nggak bisa 1 hari lagi cutinya?,Aku sama Ibu masih butuh Mas hari ini".

Dion mendekat dan memberikan ponselnya ketangan Cika,Cika membaca pesan yang Ibunya Dion kirimkan.

Ada rasa sedih saat tau Ayahnya Dion meninggal dunia,tapi ada perasaan kesal saat tau bahwa Ibunya Dion tak menerima kehadirannya padahal diantara mereka belum ada pertemuan.

Cika memberikan ponselnya begitu saja ketangan Dion.

"Terserah Mas aja mau pulang apa enggak,tapi kerjaan Mas gimana kalau harus pulang?".

Dion mondar mandir tanpa henti,Ia merasa bersalah karena membiarkan ponselnya terus menyala tapi membiarkan Ibunya pusing sendirian.

Dion kembali berusaha menelpon Ibunya tapi tetap saja ponselnya tidak aktif,Dion mencoba menghubungi paman dan bibinya juga tetap saja tidak ada yang bisa.

Bu Ratih yang melihat kegelisahan Dion mencoba mendekat dan memberikan nasehat terbaiknya.

"Dion....,Sudah tidak ada gunanya kamu menyesal,Ayahmu telah meninggal,mungkin Ibumu sedang sibuk disana,lebih baik kamu fokus saja apa yang aja disini,Kiranya nanti sudah agak siangan kamu bisa mencoba telpon Ibumu lagi,Tentang biaya Rumah Sakit Cika dan Ibu biar Ibu yang membayarnya,Kamu fokus dulu bekerja sekaligus kita perlu membicarakan tentang pernikahanmu dengan Cika,Ibu nggak mau tetangga sampai tau bahwa Cika sudah hamil sebelum kalian menikah".

Dion sedikit merasa lega,Ia kemudian meletakkan ponselnya dan mendekati Cika yang terlihat lebih segar.

"Kamu beneran sudah sehat Yang....,Soal kerjaan nanti Mas yang minta ijin sama HRD",tanya Dion dengan lembut.

Namun Cika justru menjawab dengan sebuah keputusan yang mengejutkan.

"Mas....,Kayaknya aku resign aja deh dari kantor,Aku nggak mau karyawan curiga atas kehamilan aku,lagian kita akan menikah kan Mas...?,Kita nanti tinggal dirumah kamu yang ditempatin sama mantan istrimu itu kan?,Aku mau tinggal disana Mas...,Disana lebih besar dan tetangganya pasti nggak kepo kayak dirumah Ibu,Boleh kan Mas aku tinggal disana?Cepetan Mas urusan perceraian Mas sama mantan istrimu itu,Aku sudah nggak sabar tinggal disana".

Dion hanya bisa diam,Ia merasa terjebak dengan kebohongan yang Ia buat sendiri,Ia belum bisa menjelaskan apapun kepada Cika apa yang terjadi sebenarnya.

1
Mundri Astuti
jodohnya rena nehhh
Mundri Astuti
definisi cowok mokondo ga tau diri, dah belagu ngebuang istri dan anak" nya, eehhh mau balikan lagi ..
amit"
Mommy Iz: Nah komenan begini yang aku tunggu-tunggu,Ayo kak lanjutin lagi ngomelnya🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!