NovelToon NovelToon
Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Komedi / Mafia / Persaingan Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Roman-Angst Mafia / Beda Usia / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:15.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosma Yulianti

VANO SALVATRUCHA
Putra dari Vino Salvatrucha dan Vira Laurent. pria yang mengambil hampir seluruh sifat ayahnya itu kini tumbuh dewasa, Vano mengambil alih seluruh kekuasaan Salvatrucha dari tangan orangtuanya. Sebagai pewaris satu satunya Vano harus bekerja keras untuk mengembangkan seluruh perusahaan Salvatrucha namun disamping itu sifat gilanya terhadap senjata senjata tajam dan berbahaya memang sudah tidak bisa dihilangkan oleh karena itu selain menjadi pemimpin Salvatrucha Group vano adalah pemberantas mafia terbesar dinegara nya.

Vallen
Gadis delapan belas tahun yang sudah mendapat gelar sebagai pembunuh tanpa ampun, Valen adalah gadis bermata dingin dan tajam. Valen tidak memiliki hati ketika membunuh seseorang, sekali saja dia tahu dirinya dibohongi oleh musuh maka orang itu akan habis ditangan sang mafia unik ini, namun karakter yang dimiliki Vallen berbeda beda. ada saatnya dia menjadi kucing kecil penurut namun ada saatnya dia menjadi gadis tangguh yang membunuh seluruh musuhnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Yulianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23

"ets!! Berhenti mana hadiah ku" ucap Vallen menghadang Vano didepan kamarnya.

"Ambil!" Kata Vano memberikan satu permen untuk Vallen.

"Hanya satu?" Tanya Vallen memperhatikan permen di telapak tangan nya.

"Aku berjuang mati matian hanya untuk satu permen?" Ucap Vallen mengulang kalimatnya tidak percaya dengan apa yang ia lihat.

"Dasar pelit!!" Vallen melempar permen yang ia pegang ke wajah Vano.

"Baik, kau dan aku akan melakukan negosiasi yang menarik, mau?" Vano mengeluarkan seringai liciknya untuk menjebak Vallen.

"Apa?"

"Aku akan memberikan apapun yang kau inginkan tapi dengan satu syarat kau harus menceritakan segalanya tentang dirimu" ucap Vano menyandarkan tubuhnya didepan pintu kamar.

"Aku tidak tertarik!!" Ujar Vallen lalu meninggalkan Vano.

"Kau bisa pergi dari rumah ku jika tidak bisa melakukan itu, aku tegaskan padamu bahwa orang yang tinggal dirumah ku bukan orang sembarangan dan bukan sampah!!" Ucapan Vano masuk sangat dingin ditelinga Vallen hingga kakinya tidak mampu untuk melangkah.

Vallen perlu berpikir lama untuk mengambil keputusan pasalnya Vallen benar benar tidak tahu mengenai siapa dirinya, dimana keluarga nya. Yang mereka tahu adalah orang itu telah membesarkan nya menjadi pembunuh haus darah.

Dan Vano sendiri tidak ingin berlama-lama untuk mempertahankan Vallen lebih lama dirumahnya, karena berbahaya untuk diri Vano yang kadang lost control.

"Aku tidak tau siapa diriku, yang ku tau adalah namaku Vallen seorang pembunuh jika kau menganggap itu adalah sampah maka aku akan keluar!" Ucap Vallen berkaca kaca, dia merasa bodoh harus merasakan sakit ketika mengucapkan kalimat itu.

"Silahkan! Aku tidak ingin melihat sampah terlalu lama menghiasi rumah ku. Pergilah!! SEJAUH MUNGKIN!!" ujar Vano menatap kearah lantai.

Ya Tuhan sebenarnya kau apakan hatiku, tidak! Aku harus memperlakukan nya sama seperti mafia lain. Batin Vano

"Aku benar-benar tidak mengerti dengan isi pikiran mu Vano, tadi kau baik baik saja dan sekarang,,," Vallen tersenyum sinis membelakangi Vano lalu meninggalkan nya naik keatas kamar untuk mengambil beberapa keperluan nya.

Vallen ingin menangis saat ini tapi dia malu jika Vano dan Ethan melihat nya, Vallen tidak membawa apapun dari rumah Vano bahkan pakaian yang Vano berikan ia ganti dengan pakaian nya saat datang kerumah itu.

Dan satu lagi Vallen melepaskan gelang ditangannya, tidak peduli apakah dia bisa mengingat namanya esok hari atau tidak, dia juga melepas kalung pengganti dilehernya walaupun Vallen menyukai kalung itu tapi perkataan Vano ternyata lebih pedas hingga keindahan kalung itu berubah menjadi gelap seperti hidupnya dimalam hari.

"Vallen, ingin kemana? Lukamu masih basah" sapa Ethan sembari membaca berkas berkas perusahaan di tabletnya.

"Vano menyuruh ku untuk keluar dari rumahnya" ucap Vallen berusaha tersenyum.

"Apa!!" Ethan langsung berdiri dari duduknya karena terkejut, baru saja keduanya akur tapi beberapa menit kemudian Vallen sudah memutuskan untuk keluar.

"Sudah ya, aku pergi" ujar Vallen.

Sebelum benar-benar keluar meninggalkan rumah Vallen kembali menuju dapur lalu membungkus makanan untuk bekal berkelana nya.

"Jangan katakan padanya aku mengambil makanan, aku belum makan apapun" ucap Vallen lalu berjalan keluar meninggalkan rumah Vano Salvatrucha dengan bekal roti selai yang ia sembunyikan didalam baju.

Vallen menatap kearah belakang sembari memakan rotinya untuk melihat sekali lagi bentuk rumah yang selama beberapa minggu ini ia tempati.

"Aku harus kemana?" Tanya Vallen mengembalikan pandangan nya kearah depan.

"Aku tidak punya siapa-siapa" jawab Vallen dengan pertanyaan nya sendiri.

Vallen terus berjalan entah kearah mana intinya posisi Vallen dengan rumah Vano sudah sedikit jauh bahkan bayang bayang rumah itu sudah lenyap dimata Vallen saat ini.

Hiks,,,hiks,,,hiks

Vallen malah menangis menyembunyikan wajahnya dipinggir trotoar tidak tahu harus kemana, ingin pulang kerumahnya pun Vallen tidak tahu arah karena kota dan hutan sangat berbeda jauh.

Tin,,,tin,,,tin

"Hey!!" Teriak seseorang.

Suara itu berhasil membuat Vallen mengangkat wajahnya lalu melihat Rafi sedang berhenti didepannya.

"Vallen??"

"Kau" Vallen kembali menyembunyikan wajahnya dan menangis hingga dilihat banyak orang yang sedang berlalu lalang.

"Ada apa? Kenapa menangis dipinggir jalan?" Tanya Rafi bingung.

"Dia menganggap ku sampah lalu menyuruh ku untuk keluar dari rumah" jawab Vallen terbata bata.

"Astaga rupanya kau dicampakkan oleh kekasih mu, ayo ikut aku!" Ajak Rafi.

"Kemana?"

"Sudahlah ayo ikut"

Vallen mengangkat wajahnya lalu berdiri dan berjalan menuju motor Rafi, kali ini Vallen tidak bodoh kenapa motor itu memiliki dua roda karena ia sering menggunakan itu untuk mengejar musuhnya dulu.

Tak sampai 30 menit Rafi sampai dirumahnya, rumah yang cukup luas untuk beberapa orang tapi rumah Rafi jauh dari kata luas jika sudah bersanding dengan rumah utama apalagi rumah Vano Salvatrucha.

"Ayo masuk" ajak Rafi.

"Ini rumah siapa?" Tanya Vallen melihat sekeliling.

"Mm?? Rumah ku tapi disini sepi orang tua ku tidak ada karena mereka tinggal diluar negeri" jawab Rafi sembari mengajak Vallen berkeliling rumahnya.

"Luar negeri itu siapa?" Tanya Vallen polos.

Rafi mengeryitkan dahi mendengar pertanyaan bodoh dari Vallen, mungkin seumur hidupnya baru kali ini dirinya mendapat pertanyaan konyol seperti itu.

"Luar negeri bukan orang tapi tempat, letaknya sangat jauh dari sini. Sudahlah mumpung rumah ku tidak ada yang menempati kau bisa tinggal disini" ucap Rafi membukakan kamar untuk Vallen.

"Apa tidak masalah tinggal dirumah mu?" Tanya Vallen.

"Astaga tidak masalah sama sekali, kau tinggal saja disini lagipula kau bukan orang jahat kan" jawab Rafi santai.

Apa pembunuh termasuk orang baik?. Batin Vallen

"Ah ya kekasih ku sering datang kemari untuk bermain, kau bisa berbincang bincang dengannya jika dia datang" imbuh Rafi.

"Kekasih itu apa?" Tanya Vallen.

Rafi sampai membenturkan kepalanya ditembok karena pertanyaan Vallen.

"Kekasih itu adalah orang yang kita sayangi dan cintai. Sudahlah aku harus ke kamar ku untuk mengganti seragam" ucap Rafi meninggalkan Vallen, dia tidak tahan dengan kebodohan teman barunya itu tapi disisi lain Rafi juga menyukai karakter polos dari Vallen.

Rafi adalah anak pengusaha sukses, usianya baru saja menginjak 17 tahun namun Rafi sudah diajarkan mandiri oleh kedua orangtuanya untuk mengurus hidupnya, kedua orangtuanya sengaja membuatkan rumah untuk Rafi walaupun rumah itu hanya ditinggali 3 tahun lalu kembali ke negaranya dan tinggal bersama orang tua.

1
int.mi
rumah ny keren😅
int.mi
penasaran, tapi seru😷
Nabila zaskia
Biasa
Nabila zaskia
Kecewa
Hilda Nur mashumah
rengkarnasi nya Umi Vira
Febri Ana
galak amat thor jadi ngeri sama vira
Febri Ana
lanjuuttt
Febri Ana
masih agak lupa sesion 1 seru lanjuutt
Edwinsyah
Luar biasa
lidya Fransiska
❤️
Rehan 14
baguss banget q sukaaaaaa.... 😚😚😚😚😚😚😚
runma
polos bener
runma
wah telat baca aku
jumriati
thor novel untuk anak² nya Vallen and vano gak ada ?
Maulana Akbar
Biasa
Listia Dewi
😭😭😭😭😭😭😭 sakiiiiit thor ga mau brenti nangis q d eps ini 😭😭😭😭😭😭🤦
Listia Dewi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kelakuan vino
minyoongi
sayang
nor hidayah
hahahahah...pergi berlibur hanya utk kentut sebentar...
Daffodil Koltim
sdah agak lupa season 1, krn udah lma bacanya,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!