Putri yang bahagia dan ceria kini hilang di wajahnya karena usaha ayahnya yang bangkrut Adel bersedia menikah dengan pria yang baru di kenal demi kembalinya usaha ayahnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kienli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23...
Delia yang menikmati malam di hotel bersama Devano terasa lebih dekat dan Delia merasa lebih nyaman dengan Vano sekarang... Sambil menikmati teh hangat Delia menatap langit malam di balkon kamar.
"Bagaimana.? Apa kamu happy.?" ucap Vano
"Iya tuan Terimakasih..." ucap Delia.
"Bagus kalau gitu..." ucap Vano.
"Tuan boleh saya bertanya sesuatu.?" ucap Delia.
"Boleh." ucap Vano.
Sebenarnya Vano bersikap baik seperti ini pada Delia agar Delia tidak trauma dengan kejadian itu lagi... Vano juga sungguh tidak percaya Delia melukai dirinya Vano melihat luka di lengan Delia.
"Apa tuan punya kekasih..?" ucap Delia.
Vano menatap tajam Delia mendengar pertanyaan itu Vano tidak tau apa yang di pikiran Delia, sempat Vano berpikir Delia menyukainya.
"Anda jangan salah paham... Saya hanya tidak ingin melukai hati orang lain dan hati saya sendiri." ucap Delia... Vano masih diam saja menunggu Delia selesai bicara.
"Sikap anda bisa membuat saya salah paham, saya ingin anda bersikap biasa saja karena saya wanita dan bila ada pria yang lembut atau baik saya juga bisa salah paham." ucap Delia.
"Saya tahu anda pasti punya kekasih dan anda tidak mencintai saya, anda pun menikahi saya karena ingin Tanggung jawab dan desakan bunda...." ucap Delia.
"Jadi kamu mau apa.?" ucap Vano.
"Sebaik nya kita bercerai saja..." ucap Delia membuat Vano membulatkan matanya sempurna menatap Delia.
"CK... Saya tidak pernah memainkan pernikahan." ucap Vano.
"Tapi anda punya kekasih, saya tidak mau di madu tuan dan kekasih anda juga pasti tidak akan mau juga tua." ucap Delia.
"Hahaha... Kamu istirahat saja sepertinya kamu sudah capai, saya akan pikirkan kembali ucapan kamu." ucap Vano.
Delia bangun dari tempat duduknya dan menuju ranjang yang empuk... Delia membaringkan tubuhnya baru saja ingin memejamkan mata Vano masuk dan langsung membaringkan tubuhnya juga di tempat tidur membuat Delia bangun.
"Tuan kenapa anda disini.?" ucap Delia.
"Saya mau tidur dan istirahat." ucap Vano.
"Tapi kan tuan." ucap Delia yang langsung di potong oleh Vano.
"Kamu tenang saja saya dalam kondisi sadar jadi saya tidak akan menyentuh mu, kamu bukan tipe saya punya kamu kecil." ucap Vano langsung membelakangi Delia...
( Apa iya punya ku kecil.? ) gumam Delia dalam hati sambil mengintip miliknya.
Sementara Vano melengkungkan bibirnya tersenyum dan memejamkan matanya dia seakan tahu apa yang Delia lakukan... Vano memang anak yang baik karena dia sangat mencintai kakak dan bunda nya makanya Vano tidak akan juga mempermainkan pernikahan.
"Pagi tuan." Ucap Delia yang lagi membuatkan sarapan.
"Sepertinya kamu nyenyak tidur mu.?" ucap Vano.
Semalam Delia sangat pulas dia tidak ada lagi mimpi seperti malam waktu di kamar Vano... Delia juga terlihat lebih fresh wajah nya Vano senang dan berharap Delia tidak pernah bermimpi buruk lagi dan mengingat ke jadian itu.
"Apa anda mau sarapan.?" ucap Delia.
"Boleh." ucap Vano.
Mereka sarapan dengan roti serta secangkir teh hijau yang kemarin di beli Delia... Hari ini Vano sekalian bertemu klien dan tidak akan mengajak Delia selesai mengurus pekerjaan nya Vano akan diner dengan Delia sesuai rencana kakak nya.
"Dan nanti malam kita akan diner kamu siapkan diri mu jam 7 akan ada supir yang jemput." ucap Vano..
Bersambung Terimakasih 🙏