NovelToon NovelToon
Our Baby Twins

Our Baby Twins

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Anak Kembar / Hamil di luar nikah / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: moon

Hamil atau tidak, Danesh dengan tegas mengatakan akan menikahinya, tapi hal itu tak serta merta membuat Dhera bahagia.

Pasalnya, ia melihat dengan jelas, bagaimana tangis kesedihan serta raungan Danesh, ketika melihat tubuh Renata lebur di antara ledakan besar malam itu.

Maka dengan berat hati Dhera melangkah pergi, kendati dua garis merah telah ia lihat dengan jelas pagi ini.

Memilih menjauh dari kehidupan Danesh dan segala yang berhubungan dengan pria itu. Namun, lagi-lagi, suatu kejadian kembali mempertemukan mereka.

Akankah Danesh tetap menepati janjinya?

Bagaimana reaksi Danesh, ketika Dhera tetap bersikeras menolak lamarannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#23. Menggoda Istri Baru•

#23. 

Kicau burung merdu terdengar, kepak sayap yang berterbangan di dahan pohon menjadi simfoni indah pagi menjelang siang hari ini. 

Sepasang insan nampak bergelung nyaman di ranjang mereka, saling berpelukan, hingga tak menyadari bahwa saat ini sudah hampir pukul 09.00 pagi. 

Namun bibi Manda tak ingin mengganggu, karena paman Eric memberitahunya bahwa semalam Danesh kembali ke rumah pukul 01.00 dini hari. 

Bibi Manda tak membantah, sengaja ia membiarkan mereka karena tahu bahwa sepanjang hari kemarin Dhera pun tak bisa istirahat nyaman, bahkan makan dengan benar karena tidak melihat keberadaan Danesh di sekitarnya. 

Kini ia bisa tersenyum bahagia, setelah mendengar kabar dari paman Eric, bahwa Danesh sudah resmi menikahi Dhera. Bibi Manda tak lagi khawatir melihat wanita hamil yang tinggal seorang diri di seberang rumah, tak perlu juga kepikiran terjadi apa-apa karena Dhera sudah bertemu kembali dengan ayah dari anak-anaknya. 

Pantas saja bibi Manda selalu merasa dekat dengan Dhera, padahal wanita itu hanya orang asing yang baru ia kenal. Rupanya wanita itu membawa benih keturunan Geraldy bersamanya, dan bibi Manda merasa nyaman karena ia dan suaminya sudah lama berhubungan baik dengan keluarga Geraldy. 

Tubuh Dhera menggeliat di balik selimut hangatnya, kedua kelopak matanya terbuka, tubuhnya terasa bugar karena ia tidur nyenyak semalaman. 

Tapi ia cukup terkejut ketika merasakan pinggangnya tengah dipeluk erat oleh seseorang, bahkan seketika ia merasa dejavu, karena pernah mengalami hal ini di pagi hari usai tragedi jelly liquid. 

Tak peduli ia kesulitan bergerak karena belitan tangan yang memeluknya, Dhera segera memutar tubuhnya, bahkan langsung duduk. Ia membuka selimut dan cukup lega karena pakaiannya masih utuh, begitu pula Danesh yang masih mengenakan kaos dan celana piyama. 

“Hmm … sudah bangun, selamat pagi istri.” Sapaan itu masih terdengar asing di telinganya, bahkan aneh sekali, namun ia terkejut mendapati jari tangan kanannya sudah mengenakan cincin, ternyata cincin nya pas sekali dengan ukuran lingkar jari tangan Dhera. 

Danesh tersenyum kecil melihat Dhera tertegun menatap jari tangan kanannya yang kini terpasang sebuah cincin. “Ayo tidur lagi, Aku masih mengantuk.” Danesh kembali meraih pinggang Dhera, hingga wanita itu Menelungkup di atas tubuhnya. 

Dhera kembali terkejut, namun kedua matanya seolah terkunci manakala menatap wajah Danesh dari dekat seperti saat ini. Danesh mengusap pipi Dhera perlahan, “posisi kita saat ini, mengingatkanku pada salah satu adegan ketika kita membuat si kembar.” 

Kalimat Danesh membuat wajah Dhera merah padam, hingga …

Plak! 

Tanpa sadar Dhera menampar pipi Danesh, walau bukan dengan kekuatan penuh, Danesh tetap mengadu kesakitan, karena pipinya masih terasa ngilu akibat peristiwa hari sebelumnya. “Aw … sakit!” Danesh meringis mengusap bekas tamparan Dhera di pipinya. 

“Siapa suruh bahas-bahas hal memalukan,” sembur Dhera. Wanita itu kembali duduk tegak, bahkan membenahi bagian depan gaun tidurnya yang cukup memperlihatkan sebagian besar area dadanya. 

“Kenapa malu, Aku kan suamimu, bukankah hal-hal seperti itu, memang hanya suami istri yang tahu.” 

Kedua mata Dhera membola, “Suami? Sejak kapan? Aku belum setuju yah? Aku rasa pernikahan kita tidak SAH!!” 

Danesh tersenyum, “Sah! Ada wali nikah, ada mempelai pria, ada dua orang saksi, dan juga ada mahar. Apalagi yang kurang?” 

“Aku belum setuju, jadi aku anggap tidak SAH!” Dhera tetap pada pendiriannya. 

“Kamu pikir yang membuat hukum pernikahan itu manusia? Hah?” 

“Emp … itu kan … ”

“Tidak ada itu, dan tidak ada tapi.” Secara tiba-tiba Danesh menunduk menciumi perut Dhera. “Hai Sayang … Daddy sudah kembali,” sapa Danesh pada anak-anaknya. 

Dhera yang terkejut berusaha mendorong wajah Danesh yang berada di perutnya. “Apa yang Kamu lakukan?” tanya Dhera panik. 

Danesh mendongak. “Menyapa anak-anakku. Kenapa? Apa Kamu menginginkan lebih.” 

Sreet! 

Dengan gesit seolah bobot tubuh Dhera seperti kapas Danesh mengangkat tubuh istrinya, kemudian mendudukkan Dhera di pangkuannya. “Aku siap kapanpun Kamu ingin, dan asal Kamu tahu, sejak malam itu aku suka kalau kamu agresif lagi seperti malam itu.” 

Dhera gelagapan, namun dalam cahaya remang, Danesh bisa melihat wajah Dhera merona merah. “Dasar omeshh!” desis Dhera. 

“Betul sekali sayangku, dan Kamulah penyebabnya, kamu yang bertanggung jawab, karena Kamu yang pertama kali berani membangkitanya,” bisik Danesh, sementara telapak tangannya mencengkeram erat pinggang Dhera, agar wanita itu tak bisa bergeser ke mana-mana. 

Dhera memalingkan wajahnya, sungguh ia malu sekali saat ini, bagaimana mungkin Danesh membicarakan peristiwa yang bahkan tak bisa ia ingat sama sekali. 

“Apa Kamu malu?” tanya Danesh, wajahnya dimiringkan mengikuti pergerakan wajah Dhera. 

“Buat apa malu, Aku bahkan tak ingat sama sekali,” elak Dhera. 

“Aahh … jadi Kamu tak ingat.” Seringai jahil tiba-tiba menghiasi wajah Danesh, rasanya pasti menyenangkan jika ia berhasil menggoda istri barunya. 

Danesh melepaskan genggaman tangannya, kini ia menggenggam tangan Dhera, sembari menatap lurus kedua netra Dhera yang mulai bergerak gelisah. 

Cup

Cup

Danesh mencium kedua telapak tangan Dhera secara bergantian. “Jangan kurang ajar, ya!” maki Dhera dengan suara tertahan, ia takut jika berteriak, suaranya akan terdengar sampai keluar ruangan. 

Danesh tersenyum geli, “Karena itulah, aku mendapat luka dan semua lebam-lebam ini. Dan kedua tangan inilah penyebabnya.” 

“Bohong, Kamu mau mengerjaiku, kan?” tanya Dhera tak percaya, bisa-bisanya Danesh menuduh kedua tangannya sebagai penyebab kekurang ajarannya. 

Danesh sama sekali tak tersinggung, ia justru semakin senang ketika Dhera terus menunjukkan reaksinya. “Buat apa aku mengerjaimu, gak ada untungnya,” jawab Danesh semakin membuat Dhera berdebar tak karuan. “Aku hanya ingin mengatakan bahwa kedua tangan inilah, yang memulai semuanya. Mereka menyentuhku disini.” Danesh meletakkan tangan Dhera ke pipinya, kemudian ke bibir dan lehernya. “disini dan disini.” 

“Hentikan!! Aku tak mau mendengarnya lagi,” jerit Dhera, seraya menarik kedua tangannya untuk menutupi telinga. 

“Padahal itu belum seberapa,” imbuh Danesh, membuat wajah Dhera semakin tak karuan warnanya. “Belum sampai ketika kamu memelas dan memohon untuk dici …” 

Danesh tak sempat melanjutkan kalimatnya karena Dhera sudah membungkam bibirnya dengan telapak tangan. Kemudian sekuat tenaga ia mendorong tubuh Danesh hingga kembali telentang, dengan posisi Dhera diatas tubuhnya. 

“Dasar mesum, omesssh, suami gemblung bin sableng!!” Segala macam cacian keluar dari mulut Dhera, sembari memukul pelan dada pria itu. Dan bukannya marah, tawa Danesh justru semakin kencang. 

Dhera kembali menegakkan tubuhnya setelah puas memukul Danesh, nafasnya tak beraturan, kesal namun ia merasakan kehangatan menyelimuti dadanya. Ia kembali membenahi gaun tidurnya yang kembali berantakan, setelah apa yang ia lakukan beberapa saat yang lalu. 

“Jadi Kamu memang lebih suka diatas? Tidak apa-apa, aku tak keberatan, lagi pula itu posisi ideal untuk wanita yang sedang hamil sepertimu.” Seolah belum puas mengerjai Dhera, Danesh kembali melontarkan kalimat yang membuat telinga Dhera panas membara. 

“KAAAAPT!!” Dhera kembali menjerit kesal. 

Benar-benar suara pagi hari pengantin baru, yang malam pertamanya sudah lewat beberapa bulan yang lalu 🤭

1
Sri Widjiastuti
istri Dean bukannya celine yah?? adhis &rakha??
moon: baca Lara Berselimut cinta

dean
adhis
raka
Celline

ada di sana
total 1 replies
Sri Widjiastuti
g inget aja si dhera, ato blm tahu.. keluarga geraldy emang sableng 😄
moon: akar sablengnya sudah terlalu kuat, ya, kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Sri Widjiastuti
bu rita2 bebal juga ternyata🤣
Sri Widjiastuti
duhh
Sri Widjiastuti
🤣🤣duh belum ending sdh pyar pake klinting lagi tbh geer aja nihh
Sri Widjiastuti
saking ngebetnya mommy bela nih... 😄😄
Sri Widjiastuti
drama sesi 2 dimulai nih. klo yg dateng Keenan& adrian🤣🤣
Avril
😂😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
sudah kuduga wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bisa jadi yg mau dikenalin sm indy adalah bastian wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lagian menurutku belum tentu juga kalo sandi idup dia bakalan jd anak yang bisa di andalkan sm ibu nya, bu rita kan berharap banget sm sandi seolah sandi besar nanti bisa jagain bu rita, padahal itu belum tentu wkwk bisa aja sandi malah jd anak yg ngebangkang dll sebenernya dia bukan cuma kehilangan sandi, malah dia kehilangan semua anaknya, baik itu dhera karena dia sendiri yg musuhin dan dhesiva yg akhirnya juga mata nya kebuka bahwa kematian kakak kedua nya yg emang takdir aja bukan karena sengaja juga kan dilakukan sm dhera 🙂
Reni Setia
makasih untuk novelnya
moon: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah emang anak sulung di ciptakan buat jd penjaga adek2 nya apa? kalo gt jangan buat anak, pelihara anjing pelacak aja sekalian 🤣
Lonafx: Halo kak, ikuti juga yuk karyaku "𝐒𝐮𝐚𝐦𝐢 𝐊𝐚𝐫𝐢𝐬𝐦𝐚𝐭𝐢𝐤 𝐌𝐢𝐥𝐢𝐤 𝐂𝐄𝐎 𝐂𝐚𝐧𝐭𝐢𝐤"🙏
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
gacor juga sekali bikin jd dua 😂
Mrs. Ketawang
astagaaa...
ngakak🤣🤣🤣🤣
Mrs. Ketawang
Marco lope yuuu😍
qm mngingatkanq pda suamiq dulu,tnp ragu gak usah menunggu lama" ato pcaran lbih dulu lgsung sat set mlamar krn sdh yakin dan mantap😍😍😁😁
Mrs. Ketawang
senyum" sendiri dg klakuan para pak pol😁
Mrs. Ketawang
bu Rita baru sadar stelah mndengar kata prpisahan dari suami,takut gak bisa hidup krn gak punya uang...sdh trbiasa ada yg membiayai,tnp hrus ikut bkerja😏
bnr" sadar apa takut kere😡
Mrs. Ketawang
Qomar jadi Marco
tmnku Mariyati jadi Marry
biar gaul hidup di kota🤭😁
Mrs. Ketawang
bucin"nya udah skrang waktunya action....
ceritanya gak mmbosankan👍🏻😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!