NovelToon NovelToon
Pesona Di Balik Cadar Istri CEO Arogant

Pesona Di Balik Cadar Istri CEO Arogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:116.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Sudaryanti

Shanum adalah seorang gadis desa yang di besarkan di keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai seorang OB di sebuah perusahaan terbesar di kota Metropolitan. Karena kecerdasan yang di miliki Shanum ia selalu mendapatkan beasiswa hingga ke Perguruan Tinggi. Namun sayang semua yang ia dapat tidaklah cuma-cuma. Di balik Beasiswa yang di dapat Shanum ternyata ada niat terselubung dari sang Donatur. Yaitu ingin menjodohkan sang Putra dengan Shanum padahal Putranya sudah memiliki Istri. Apakah Shanum bersiap menerima perjodohan itu! Dan Apakah Shanum akan bahagia jika dia di poligami??? Ikuti terus ceritanya.... Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Sudaryanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Konsultasi

"Emang lo mau konsul soal apa sih? Perasaan lo kayaknya baik-baik aja." Doni memindai Bisma dari atas sampai bawah.

"Apaan sih lo," Bisma mendengus kesal. "Gue serius ini. "

"Baiklah calon Direktur. Ada yang bisa hamba bantu." ucap Doni masih dalam mode candaan.

"Begini bro, lo kan tau sejak gue kecelakaan gue selalu di hantui rasa trauma yang lumayan cukup parah. Hingga setiap malam gue selalu di hantui mimpi yang sama." Bisma mulai serius menceritakan tentang yang ia rasakan selama ini. "Dan anehnya, setelah gue nikah lagi tiba-tiba mimpi itu hilang begitu saja tak berbekas. Apakah ini ada hubungannya dengan pernikahan gue yang sekarang ya?" tanya Bisma sedikit bingung.

Doni yang serius mendengar curhatan sahabatnya lalu berteriak. "Apa!! Tadi lebih bilang apa? Lo udah nikah lagi... Wah... Wah... Serakah lo ya jadi laki. Gue satu aja gak dapat-dapat ini lo malah udah nikah lagi. Emang kuat lo ngurusin bini dua!!! " teriak Doni dengan mata terbelalak.

"Ngomong apa sih lo, pikiran kok ngeread terus. Makanya cepat nikah, biar gak penasaran rasanya. Lagian lo jadi orang pemilih banget. Jadi perjaka tua lo nanti. Keburu karatan senjata lo." Ledek Bisma memanas-manasi Doni.

"Bukannya milih, Bro. Tapi cari yang terbaik." ujar Doni cengar cengir.

"Sama aja itu. Sudah kembali lagi ke topik." Bisma berubah serius lagi.

"Menurut, gue sih mungkin lo merasa nyaman dengan istri lo yang sekarang. Makanya mimpi itu tidak pernah muncul lagi. Oh ya... Lo nikah lagi, kenapa gue gak lo kasi kabar? Tega lo ya." gerutu Doni.

"Bukannya gue gak mau ngabarin, tapi pernikahan ini memang bukan kehendak gue. Tapi kehendak Umi dan Abi. Entah apa alasannya gue juga gak faham, padahal gue sudah menentang keras pernikahan ini. Kan lo tau sendiri. Gue cinta mati sama istri pertama gue. " ungkap Bisma sambil menarik nafas dalam.

"Terus istri pertama lo tau!! Kalo lo nikah lagi! Dan bagaimana reaksi dia dengan pernikahan ini?" Cecar Doni.

"Stefani sudah gua kasi tau, dan dia mengizinkan." ucap Bisma.

"Apa! Kok bisa dia ngizinin lo nikah lagi. Emang benar-benar gila ya bini lo. Suami nikah lagi bukannya di larang malah di diizinin. Wah udah gak beres tu orang, pasti ada sesuatu yang di sembunyikannya."

"Bukan gitu, maksud Stefani pernikahan ini hanya sampai kontrak dia selesai, setelah dia kembali maka aku harus menceraikan perempuan ini." jawab Bisma.

"Gila lo, mempermainkan anak orang. Gak habis pikir gue di mana otak lo." ucap Doni sedikit kesal.

"Sudahlah, itu masalah gue gak usah lo pikir."

"Menurut lo, cantikan mana istri lo yang sekarang dengan Stefani?" Tanya Doni.

"Ya, mana gue tau! Lawong gue belum pernah lihat wajahnya." ucap Bisma santai.

"What...... Apa lho bilang? Gimana bisa lo udah nikah tapi belum tau wajahnya!"

"La wong gue nikah dengan perempuan ninja, yang kelihatan cuma matanya doang! Eh tunggu dulu, ngomong-ngomong masalah mata, gue jadi ke ingat ama mata perempuan itu. Mata itu seperti tidak asing bagi gue. Tapi dimana ya gue pernah lihat." Bisma berusaha mengingatnya. Tapi semakin ia pikir maka kepalanya akan semakin pusing.

"Kapan Stefani, balik ke Indonesia!" tanya Doni.

"Katanya sih, tiga bulan lagi." jawab Bisma.

"Oh ya Bro. Gue juga mau tanya!! Lo kan tau sejak kecelakaan itu adik kecil gue gak bisa bangun. Tapi yang anehnya, pas gue dekat atau bersentuhan dengan perempuan itu dia pasti langsung bereaksi. Padahal penampilannya selalu tertutup lho. Sedang dengan Stefani gue gak beraksi sama sekali." ujar Bisma yang mulai bingung dengan keadaannya sendiri.

"Lo itu lucu, gimana burung perkutut milik lo bisa bangun, la wong Stefani aja gak di sini. Udah mulai karatan paling tu karena gak pernah di asah. Atau jangan-jangan dia pingsan lagi", saking lama gak di pake, sampe lupa gimana caranya bangun lagi." ucap Doni yang tertawa terpingkal-pinkal membayangkan burung perkutut Bisma pingsan tidak bisa bangun.

"Sialan lo, ngetawain gue. Udah bosan kerja lo di rumah sakit ini." ujar Bisma emosi.

"Sorry... Sorry.. Bro... Gue cuma becanda." Doni langsung menghentikan tawanya. "Lo mau tau kenapa, itu karena di hati lo udah ada calon benih-benih cinta." ucap Doni serius.

"Idih... Apa lo bilang, gue cinta sama dia. Liatnya aja gue gak selera. Lagian dia juga bukan tipe gue, gak semudah itu gue jatuh cinta." ucap Bisma berusaha menepis perasaannya.

"Aduh, Bisma. Kalo sama perempuan itu jangan terlalu benci. Bisa bahaya!!! Kamu tau kan antara cinta dan benci itu hanya beda tipis. Setipis tisu yang di belah tujuh. Bisa bayangin kan tipisnya seperti apa." ujar Doni mengingatkan Bisma. "Sekarang aja lo benci dia. Tapi di kemudian hari mungkin lo bisa bucin sama dia lebih dari Stefani." ucap Doni lagi.

Bisma terdiam, iya mencoba mencerna ucapan Doni. Tak terasa obrolan mereka cukup lama. Jam sudah menunjukkan pukul 15.30. Bisma pun pamit pulang.

"Ok Bro, gue pulang dulu. Terimakasih sudah mau mendengar keluhan gue, walaupun lo bisanya cuma ngeledek. Tapi berhubung hari ini gue masih berbaik hati jadi gue maklumin." ucap Bisma.

"Sorry Bro, gue gak bermaksud ngeledek lo. Gue harap mata hati lo bisa terbuka dan bisa menghargai apa yang lo miliki. Gue yakin apa pun yang jadi keputusan kedua orang tua lo, itu lah yang terbaik buat lo. Tidak ada orang tua yang menjerumuskan anaknya ke dalam jurang, justru orang tua lah yang akan menolong anaknya ketika ia hampir jatuh ke jurang." nasehat Doni untuk Bisma.

Usai berpamitan Bisma pun keluar dari ruangan Doni. Bisma tidak langsung pulang Iya justru naik ke lantai atas. Menuju ke ruangan Direktur. Di mana Uminya berada.

Tok....

Tok...

Tok....

"Assalamu'alaikum," Bisma mengucapkan salam.

"Wa'alaikumsalam, masuk. Terdengar suara dari dalam.

"Ternyata kamu, sayang. Tumben kamu kemari!!! Apa kamu mau jemput istri kamu." Aisyah bangkit dari duduknya lalu menghampiri Bisma.

"Gak kok Um, tadi kebetulan ada janji sama Doni." ucap Bisma.

"Oo.. Apa ada yang sakit? Kok sampai kamu menemui Doni! Tanya Aisyah khawatir tentang kesehatan sang putra.

"Tidak ada kok, Mi. Cuma pengen ngobrol aja." lanjutnya lagi.

"Bis, apa sebaiknya kamu terusin terapi kaki kamu itu." Umi yakin kamu masih punya peluang untuk sembuh. Apa kamu tidak ingin berjalan lagi seperti sedia kala." Aisyah menatap putranya dengan sendu.

"Untuk saat ini belum, Mi. Tapi mungkin suatu saat nanti aku pasti akan terapi." sahut Bisma tersenyum kecut.

Bisma yang berada di ruangan Tersebut kini sedang mengecek keberadaan istrinya yang sedang bekerja di rumah sakit tersebut. Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Shanum sedang berbincang dengan Dokter Doni. Mereka terlihat sangat akrab. Hal itu membuat hati Bisma terbakar.

1
Rini Maryani
lanjut pa rohman semangat thooor
Ma Em
Hadeuh itu adik2 pak Rohman dengar Pak Rohman dibelikan kebun sawit sama Ruko pada sirik pada pak Rohman bukannya senang punya saudara yg maju usahanya apalagi bu Retno merasa tersaingi sama pak Rohman kalah pamor anaknya si Rasti sama Shanum .
Lala Kusumah
ish sodara toxic 😡😡👊👊
Dartihuti
Saudara sirik n dengki...👊mukanya,dunia nyata pun banyak yg gitu,bkn ikut bangga malah cari cela jatuhi🤦‍♀️
munaroh
mulutnya Rasti sama Retno belum pernah di tabok pake sendal kali.yaa 🥱
Rini Maryani
lanjut shanum semangat thooor
Sunaryati
Kamu kurang tegas karena dibutakan oleh cinta, sudah tahu tak dihargai dan diabaikan masih dipertahankan
Lala Kusumah
Alhamdulillah bahagianya 😍😍😘
wariyanti Safitri
lanjut Thor
Ma Em
Bisma untuk apa Stefani masih dibiarkan bersama dgn mu dan Shanum lebih baik berpisah saja dgn Stefani istri yg tdk pernah ngurus suami yg bisanya hanya bersenang senang dan foya2 menghabiskan uang kamu Bisma , makanya Stefani tdk mau cerai dari Bisma karena tdk mau Bisma sebagai atm berjalan Stefani lepaskan .
Ineu ertina
Luar biasa
Sunaryati
Kapan sih Bisma mengetahui pengkhianatan Stefani saat di luar negeri, juga percakapannya yang hanya menfaatkn Bisma sebagai ATM
Umi Falysa: gak bisa buru2 ya bun.. nanti jadi cepat tamat.. soalnya prediksi saya harus bisa sampai 100 episode 🤭😅🙏🙏
total 1 replies
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut...
Rini Maryani
ceraikan stepani bisma lanjut thoor
Ma Em
semoga Bisma dan Shanum selalu rukun dan bahagia biarkan saja Stefani tdk usah diurus lagi kalau Stefani dicuekin paling kalau bosan pergi lagi
Lala Kusumah
semoga SAMAWA selalu ya BS 🙏🙏🤲🤲😍😍
Sumiyati oo
so sweeeet ini pasangan, abaikan stefani ya bis

sambil menunggu jadwal therapy ada baiknya kaki bisma tetap di pijat oleh shanum
lanjut kak
Umi Falysa: siap bun
total 1 replies
wariyanti Safitri
lanjut Thor up
Dia Amalia
so sweet mas bisma semoga cpt pulih kakinya 🙂
Lala Kusumah
good job Bisma 👍👍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!