Jika ada yang mengatakan cinta pada pandangan pertama itu mustahil, itu tidak benar, karena Flora memang mengalaminya, saat ia di jodohkan dengan seorang pria yang berada di kursi roda dan tidak dapat berbicara, Flora tidak perduli, senyuman manis dan tatapan mata yang lembut tetapi tajam dibalik kaca mata minusnya, membuat Flora langsung jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Kelinci Percobaan .
" kok bisa ,Flo ? " Dewi bertanya tidak percaya .
" ya bisalah, aku ketiduran dengan ponsel yang masih menyala ditanganku, kau tahu , pantas saja pagi tadi suamiku menatap aneh ke arahku " bibir Flora cemberut, lalu menutup mukanya dengan kedua tangannya.
pembicaraan keduanya berhenti karena harus berkumpul buat briefing pagi sebentar sebelum memulai dengan pelayanan jasa di jam operasional dimulai .
hingga tepat jam dua belas saatnya istirahat , ia mendapatkan pesan dari sang suami
jangan lupa makan ! kamu bisa mencoba tips dari temanmu yang masih lajang itu ntar malam , aku menantikannya Flora sayang 😘
^^^Ginta^^^
sontak wajah Flora memerah membaca pesan dari suaminya yang bernada mengejek .
" ada apa ? " tanya Dewi begitu keduanya menuju kekantin.
" kau tahu dari mana cara cara menyenangkan suami diatas kasur yang kau kirim tadi malam ? "tanya Flora berbisik tanpa mau menjawab pertanyaan Dewi sebelumnya .
" kau tahu sepupuku Yola ,yang bersuamikan orang dari negara singa ? yang seumuran dengan kita ? "
Flora mengangguk .
" nah , aku tanya ke dia " jawab Dewi tanpa bersalah .
" untuk apa kau bertanya hal seperti itu ? apa kau akan segera menikah ? kau sendiri sedang jomblo kan ? " keduanya terus bercerita berbisik bisik sembari memakan nasi soto di kantin bawah.
" aku sengaja bertanya agar kau mempraktekannya dulu ,setelah itu, ketika aku nanti menikah, aku tinggal bertanya padamu " ucap Dewi santai .
uhuk uhuk uhuk
Flora langsung terbatuk batuk .
" kau jadikan aku sebagai kelinci percobaan , Wi ? " teriak Flora tidak sadar sehingga seisi kantin melihat kearah mereka berdua .
*
*
jam sudah menunjukkan pukul lima , rasanya Flora malas untuk pulang , apalagi bertemu dengan suaminya.
Flora menyambar tasnya lalu melangkah keluar , bersamaan sebuah mobil berhenti tepat di depan pintu kantor , Flora sudah cukup hapal dengan mobil yang di sopiri oleh pak Budi .
begitu mendudukkan dirinya dikursi belakang , dia bisa melihat suaminya yang sudah berada didalam dengan senyum tipis seperti biasa.
wajah Flora kembali memerah.
mengambil tangan sang suami lalu mencium punggung tangan seperti biasa , saat Flora ingin melepaskannya Ginta menarik kuat tangan Flora sehingga wajah Flora jatuh menabrak dada Ginta.
" aku merindukanmu ,Flo dan sangat tidak sabar menunggu waktu malam " bisik Ginta sesaat Flora ingin memperbaiki posisinya menjadi duduk tenang .
" jangan membuat aku malu ,kak ! " saut Flora menggeram .
Ginta tertawa kecil .
" ku kira istriku ini tidak lagi mempunyai malu " ucapnya seraya menggusak rambut dikepala Flora, lalu mendekap bahunya .
" kak "
" heemm " tanpa melihat pada istrinya yang berada di sampingnya.
" Dewi juga dapat dari sepupunya, dia .." Ginta menempelkan jari telunjuk pada bibirnya agar Flora diam , Ginta tidak ingin pak Budi ikut mencuri dengar pembicaraan keduanya, terutama dalam urusan ranjang .
Flora pun akhirnya hanya diam , menikmati suasana sore dikanan kiri jalan yang yang menampakkan hilir mudik kendaraan ,semua berpacu untuk sampai kerumahnya masing masing.
tidak ada obrolan disepanjang jalan menuju pulang kerumah , keduanya larut dalam pikirannya masing masing .
Ginta sendiri , walaupun sepuluh tahun menghabiskan waktu diatas kursi roda dan tidak dapat berbicara bukan tidak berarti tidak tahu apa pun juga , pergaulannya dengan Adam di kantor dan celetukan maupun obrolan yang berbau bau tidak jauh dari urusan ranjang kerap menghampiri telinganya, namanya juga laki laki , siapa pun dia dan apa pun profesinya ,untuk yang urusan satu itu sama saja tidak ada bedanya.
apa lagi jika sudah mengobrol dengan dokter Lukas , lebih menjurus lagi dikarenakan kondisi Ginta saat itu , tidak perlu belajar seperti Flora yang akan membuat dirinya malu sendiri ,naluri laki laki dan secara alamiah akan tahu apa yang harus dilakukannya .
Ginta melirik pada Flora yang termenung dan terkantuk kantuk .
Ginta meraih kepala Flora agar bersandar kebahunya.
mendapat perlakuan seperti itu bukan membuat Flora semakin tertidur , tetapi justru sebaliknya ,kantuk itu segera hilang .
begitu sampai.dirumah , Flora buru buru masuk kekamar mandi , ia ingin berendam air hangat untuk merilekskan pikirannya .
masuk kedalam bathup , menyandarkan tubuhnya sembari memejamkan mata.
" uch....nikmatnya " bibirnya tersenyum mengingat semua pesan yang dikirimkan Dewi malam tadi " itu anak ,kok bisa pikirannya kotor gitu ya , Wi....Wi.....entah apa jadinya jika kau sudah menikah " Flora terus berucap pelan dengan mata terpejam .
" Dewi dan kamu sama ,Flo "ujar Ginta yang entah sejak kapan masuk ke dalam kamar mandi dan sekarang kaki yang berbulu itu sudah masuk kedalam bak mandi untuk bergabung dengan Flora.
" kak "
" bukankah sudah kukatakan jika kita akan mempraktekkan tips yang Dewi kirim ? " ujar Ginta mulai mendekati Flora yang masih terkejut .
,▫️
▫️
▫️
💞💞💞💞💞💞