NovelToon NovelToon
Cinta Seorang CEO Cantik

Cinta Seorang CEO Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / One Night Stand / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Berondong
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wirabumi

Dicampakkan demi masa depan! Arya tidak menyangka hubungan tiga tahunnya dengan Tiara berakhir tepat di gerbang kampus. Namun, saat Arya tenggelam dalam luka, ia tidak sadar bahwa selama ini ada sepasang mata yang terus mengawasinya dengan penuh gairah.

Arini Wijaya, CEO cantik berusia 36 tahun sekaligus ibu dari Tiara, telah memendam rasa selama sepuluh tahun pada pemuda yang pernah menyelamatkan nyawanya itu. Baginya, kegagalan cinta putrinya adalah kesempatan emas yang sudah lama ia nantikan.

"Jika putriku tidak bisa menghargaimu, maka biarkan 'Mbak' yang memilikimu seutuhnya."
Mampukah Arya menerima cinta dari wanita yang seharusnya ia panggil 'Ibu'? Dan apa yang terjadi saat Tiara menyadari bahwa mantan kekasihnya kini menjadi calon ayah tirinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirabumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Kabupaten Kendal, Desa Sidomulyo

Orang-orang tua di desa berkumpul di area serbaguna balai desa. Ada yang bermain catur, ada yang duduk-duduk di gazebo, dan ada juga yang asyik mengobrolkan gosip tetangga.

Arya Wiratama memperlambat laju kendaraannya saat memasuki gapura desa. Dia harus pelan-pelan karena banyak polisi tidur di jalan aspal desa, apalagi banyak anak kecil bermain; bahaya jika sampai menabrak orang.

Saat melewati balai desa, Arya melihat kakek tertua, kakek kedua, dan beberapa sesepuh lainnya duduk mengobrol di teras. Dia segera menghentikan mobil, mengambil beberapa bingkisan dari dalam bagasi, lalu turun.

"Mbah Buyut, Mbah Kakung, Pak Dhe... sedang kumpul di sini ya?"

Melihat Arya berjalan menghampiri, kakek tertua berkata dengan gembira.

"Lho, bukannya ini Arya? Sudah pulang dari Semarang?"

"Wah, sepertinya Arya sukses di kota, lihat saja sudah bawa mobil mewah sendiri."

"Kalau sudah sukses jangan lupakan saudara-saudaramu di sini ya, Le."

Arya adalah anak yang paling disayang di desa itu. Sejak kecil, tidak peduli dia mampir ke rumah siapa pun, mereka pasti akan menyuguhkan makanan paling enak untuknya. Arya maju dan memberikan beberapa sarung kualitas premium, kopi mahal, dan amplop berisi uang saku satu per satu kepada para tetua tersebut.

"Mbah sekalian tenang saja, kalau ada keluarga di sini butuh bantuan, pasti saya bantu."

"Wah, ini sarungnya halus sekali, pasti mahal!"

"Le, kalau pulang ya pulang saja, buat apa buang-buang uang untuk ini. Lebih baik disimpan untuk biaya nikah."

"Mbah, sejak kecil kalian sudah jagain saya. Sekarang saya sudah kerja, sudah seharusnya saya berbakti."

Kakek tertua tidak sungkan lagi karena sudah menganggap Arya seperti cucu sendiri. Mereka menerima pemberian itu dengan haru.

"Cepatlah pulang. Bapak dan Ibu hari ini tidak ke sawah, mereka pasti di rumah."

"Baik, Mbah sekalian lanjutlah ngobrol, saya duluan."

Arya kembali ke mobil dan melaju menuju rumahnya. Orang-orang tua lainnya yang melihat Arya pergi langsung mengerumuni kakek tertua.

"Itu si bungsu anaknya Pak Jatmiko, ya?"

"Anak Jatmiko? Dia sudah kaya raya sekarang?"

"Bukan cuma bingkisannya, kalian lihat mobilnya?"

"Aku pernah lihat di TV, itu namanya Rolls-Royce, harganya bisa sampai sepuluh miliar lebih!"

Sekelompok orang tua itu langsung berseru kaget secara serempak sambil geleng-geleng kepala.

Arya tiba di depan rumah, menatap gerbang kayu yang sangat dikenalnya, lalu masuk ke halaman sambil berteriak: "Pak, Bu, anakmu pulang!"

Begitu berteriak, dia melihat ayahnya keluar sambil menenteng gagang sapu kayu.

"Bocah kurang ajar, teriak-teriak apa! Kamu sudah mutusin Tiara, bikin calon menantuku hilang, aku pukul kamu ya!" teriak ayahnya sambil mengayunkan gagang sapu ke arah Arya.

Arya berlari menghindar. "Pak, Pak, sabar dulu! Putus sama Tiara kan bukan salahku sepenuhnya. Aduh... sakit Pak!"

Ibu Arya, Ibu Rahayu, mendengar keributan itu dan segera keluar untuk menghalangi suaminya.

"Bapak ini benar-benar mau pukul Arya? Kalau dia sampai luka, Ibu tidak akan maafkan!"

"Lho, bukannya Ibu sendiri yang bilang mau kasih bocah ini pelajaran?" tanya Pak Jatmiko bingung.

Ibu Rahayu melirik suaminya kesal. "Ibu cuma suruh nakut-nakutin saja, siapa suruh Bapak beneran pukul."

Arya langsung berlindung di belakang ibunya. "Bener, Bu. Kalau Ibu telat sedikit, kaki Arya bisa patah."

Ibu Rahayu berbalik dan menjewer telinga Arya. "Ayo, pura-pura lagi depan Ibu. Umurmu sudah dua puluh enam, kapan Ibu bisa gendong cucu? Lihat sepupumu, anaknya sudah bisa disuruh beli kecap ke warung."

"Aduh, Bu, pelan-pelan. Kenapa Ibu hobi sekali jewer telinga?"

Setelah jewerannya lepas, Ibu Rahayu bertanya tegas, "Cepat katakan! Kapan kamu mau bawa calon menantu ke sini?"

"Segera, secepatnya."

"Kebetulan kamu pulang. Bulikmu dengar kamu sudah putus, dia sudah cariin gadis buatmu. Sore ini kamu harus ikut kencan buta!"

Arya tersenyum kecut dalam hati merencanakan cara kabur. Teringat pada Arini Wijaya, Arya bertanya santai, "Bu, kalau aku cari menantu yang usianya agak lebih tua, gimana?"

"Agak tua ya? Bukannya tidak boleh, asalkan masih bisa punya anak saja."

"Kalau beda sepuluh tahun gimana?"

"Beda sepuluh tahun? Berarti dia umur 36 dong? Wah, kalau melahirkan sudah risiko tinggi itu." Ibu Rahayu menatap curiga. "Jangan-jangan kamu...?"

"Cuma tanya saja, Bu."

Pak Jatmiko menyela, "Le, Bapak tidak peduli kamu nikah sama umur berapa pun, yang penting cucu itu nomor satu. Kalau kamu sampai memutus garis keturunan keluarga, Bapak coret kamu dari KK."

"Gimana kalau dia masih sehat dan subur?"

Melihat gelagat Arya, ibunya mulai paham. "Asalkan bisa punya anak dan dia wanita baik-baik, apa pun boleh."

"Beneran ya?"

Kedua orang tuanya menjawab serempak, "Beneran!"

Arya girang bukan main dan mencium pipi ibunya. "Bu, sebenarnya aku sudah punya pacar baru. Usianya memang 36 tahun. Tapi kami sudah cek ke dokter, dia sangat sehat dan tidak masalah buat punya anak."

"Sudah kuduga! Cepat cerita, gimana ceritanya?"

Maka Arya menceritakan semuanya, mulai dari pertemuan di klub, hubungannya dengan Arini, hingga tujuannya pulang untuk mengambil Kartu Keluarga guna mendaftar pernikahan.

Pak Jatmiko terdiam sambil menyalakan rokoknya.

"Keluarga kita bukan keluarga yang tidak tanggung jawab. Karena sudah terjadi, kamu harus tanggung jawab. Bapak Ibu tidak keberatan kalian nikah. Tapi pesta harus tetap ada. Orang tua harus ketemu dulu sebelum sah, setuju?"

"Setuju, Pak."

Arya kemudian membongkar semua hadiah dari bagasi mobil: suplemen, sarung mewah, kosmetik, dan pakaian bermerek yang disiapkan Arini.

"Aduh, calon menantu kok repot banget begini, kamu bukannya melarang, Arya."

"Bu, ini niat baik Arini. Terima saja."

"Ya sudah. Arya, cepat hubungi Arini lewat video call, Ibu mau lihat wajahnya."

"Bentar ya, aku tanya dulu dia lagi sibuk atau tidak."

Arya segera mengirimkan pesan WhatsApp kepada Arini Wijaya.

1
Dwi Winarni Wina
Srigala kecil sangat ganas dan buas arini😄
Dwi Winarni Wina
Arini mengejar berondong cinta pertamanya...
Dwi Winarni Wina
Arini memendam rasa cintanya bertahun-tahun sm arya, rasanya cinta sangat dalam..
Dwi Winarni Wina
Mampir dan nyimak thor, kayaknya sangat menarik dan bikin penasaran....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!