Ikhtisar :
Dia bernama Ayu Purnama, anak ketiga dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir bus sedangkan ibunya pedagang tas ayaman. Ayu memiliki 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki, Ayu kembar dengan kakak keduanya. Tapi sayangnya, meski pun Ayu anak kandung dari keluarga tersebut dia selalu di sisihkan oleh sang ibu. Karena sang ibu hanya ingin memiliki anak laki-laki, ibunya berpikir kalau anak perempuan tidak akan bisa mengangkat derajat keluarganya dan keluar dari keterpurukan.
Suatu hari, ada seorang laki-laki dari keluraga kaya raya yang menyukainya karena kecantikan dan kegigihannya. Tetapi Ayu masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, dia nekat untuk kabur dari rumahnya untuk mewujudkan cita-citanya. Apakah kepergian Ayu kan membuahkan hasil dan menjadi sukses setelah meninggalkan rumahnya itu ? Silahkan simak ceritanya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 Mulai Belajar Dengan Giat
“Tidak ada proses yang mudah untuk tujuan yang indah”
\_ Ayu Purnama \_
Pada malam harinya, sesudah sholah isya. Ayu tengah belajar dengan khusus, tak lama pintu kamar Ayu terbuka.
“Kamu masih belajar Yu ?” Tanya Yudi
“Iya kak” Jawab Ayu
“Lagi belajar pelajaran apa ?” Tanya Yudi
“Matematika kak” Jawab Ayu
“Mau kakak bantuin gak ?” Tanya Yudi
“Boleh kak” Jawab Ayu
Lalu Yudi menjelaskan
“Dengarkan nanti kamu jelasin lagi apa yang kakak, sampaikan sama kamu” Ucap Yudi yang diangguki oleh Ayu
“Bilangan bulat adalah konsep dasar dalam matematika yang mencakup semua bilangan positif, nol dan negative tanpa decimal atau pecahan. Bilangan bulat positif contohnya 1,2,3 dan seterusnya, kalau bilangan bulat nol hanya 0, kalau bilngan bulat negative yaitu -1, -2, -3” Lanjut Yudi
“Contoh soalnya gimana kak ? biar gak itu-itu saja kak” Tanya Ayu
Lalu Yudi memberikan contoh soal, dan terus membantu Ayu untuk belajar agar hasilnya memuaskan.
“Gimana sudah ngerti gak ?” Tanya Yudi
“Sudah kak, segini dulu ya kak. Akus udah pusing sekali” Jawab Ayu
“Semoga hasilnya memuaskan, dan kamu harus selalu berdoa” Ucap Yudi
“Iya kak” Ujar Ayu
“Sekarang kamu tidur, jangan lupa sholat dulu dek” Titah Yudi
“Baik kak, kakak mau kemana ?” Kata Ayu
“Kakak ada tugas sedikit, tadi baru sebagian” Jawab Yudi
“Kenapa kakak ke sini kalau tugas kakak belum selesai ?” Tanya Ayu
“Biar kamu ada temannya belajar Yu, karena Aizam lagi sibuk proyeknya” Jawab Yudi
“Kak, kalau besok aku pulang agak sore. Aku mau di perpustakaan sekolah dulu ya, karena di sana buku-bukunya kumplit aku belum bisa membeli buku-bukunya” Ucap Ayu
“Iya, tapi besok kamu harus bilang dulu sama mama. Maaf kakak belum bisa bantu kamu banyak” Ujar Yudi
“Kakak, bicara apa sih. Barusan kan, kakak udah bantuin aku” Jawab Ayu
“Kalau gitu, kakak ke kamar” Ujar Yudi
“Iya kak” Jawab Ayu
*****
Keesokkan paginya pukul 03:30, Ayu sudah menyiapkan makanan karena dia akan belajar setelah sholat subuh.
Klontreng …
Suara centong sayur terjatuh, Asep yang baru terbangun mendengar ada barang yang terjatuh di dapur lalu dia mendekati sumber suara.
“Kamu sedang apa Yu ?” Tanya Asep
“Astagfirulloh, bapak ngagetin aja” Ucap Ayu sambil memegang dadanya
“Kamu masak sepagi ini Yu ?” Tanya Asep
“Iya pak, nanti rencananya aku mau belajar sehabis sholat subuh” Jawab Ayu
“Seharusnya biarkan saja ma, yang mengerjakan ini Yu” Ujar Asep
“Gak papa pak, aku ikhlas kok” Jawab Ayu
“Pak, Ayu boleh bertanya gak ?” Lanjut Ayu
“Mau tanya apa Yu ?” Tanya Asep
“Sebenarnya Ayu itu anak bapak sama mama bukan sih ?” Ujar Ayu
“Kenapa kamu tanya gitu ?” Tanya Asep
“Karena mama hanya sayang kak Yudi, kak Aizam sama Guntur saja” Jawab Ayu merasa sedih
Mendengar pertanyaan dari sang anak, Asep merasa kasihan.
“Kamu itu anak kandung bapa sama mama kok, kamu yang sabar ya mungkin mama lagi khilaf” Ucap Asep lalu mendekati Ayu
“Tapi aku merasa mama lebih sayang ke kak Yudi, memang sih kepada kak Aizam sama Guntur juga kelihatan sayang tapi sama aku mama sangat beda benget pak” Ujar Ayu
“Sudah kamu jangan pikirkan, aku masih ada bapa sama kakak-kakak kamu yang sayang sama kamu” Jawab Asep yang tidak ingin anaknya merasa sedih
“Iya pak” Ucap Ayu
Setelah selesai mememasak dan menyiapkan semuanya, Ayu bergegas ke kamarnya untuk bersiap-siap ke sekolah.
*****
30 menit, Ayu telah menyiapkan untuk pergi ke sekolah. Setelah itu Ayu dan kedua kakaknya, berpamitan kepada kedua oramg tuanya.
“Ma pa, kita berangkat dulu ya” Ucap Ayu
“Iya, kalian hati-hati di jalannya” Ujar Asep
“Iya, pa” Jawab Mereka
“Ini buat bekal kamu Yud, ini buat Aizam dan kamu Yu bekal nasi gak ?” Ucap Lastri
“Iya ma” Jawab Ayu
“Bagus, jadi kamu gak usah di kasih bekal uang” Ucap Lastri
“Kok gitu ma, kalau nanti aku butuh uang gimana ?” Ujar Ayu
“Ya, kamu ngutang dululah gitu aja kok ribet” Jawab Lastri sini
“Kok mama bilang gitu, Ayu kan masih anak kita juga. Mama jangan membeda-bedakan mereka” Peringat Asep
“Membeda-bedakan gimana sih pa ?, mama perasaan sama saja” Kata Lastri tidak terima
“Mama bicara seperti ini sama saja membeda-bedakan mereka” Ucap Asep
“Alah, itu hanya perasaan kamu saja pa” Ujar Lastri
“Terserah mama, bapa sudah cape memperingati mama” Jawab Asep
Karena tidak mau melihat perdebatan orang tuanya, Ayu, Aizam dan Yudi berpamita ke sekolah.
“Kami berangkat dulu ya ma pa, assalamu’alaikum” Pamit Ayu sambil menyelami keduanya yang dikuti oleh kakak-kakaknya
“Iya” Jawab Lastri ketus sedangkan Asep hanya mengangguk
*****
Mereka pun meninggalkan rumah, dengan Ayu merasa sedih. Setelah menempuh 30 menit, mereka sudah sampai di gerbang sekolah Ayu.
“Dek, kakak lanjut jalan lagi ya” Ucap Yudi
“Iya kak” Jawab Keduanya
“Oh iya Yu, hari ini kakak gak kasih kamu uang dulu ya kakak ada keperluan” Ucap Yudi, sebenarnya dia ingin mengumpulkan uagnya untuk membantu Ayu untuk mengumpulkan biaya untuk lombanya
Setelah masuk ke sekolah, Ayu di panggil oleh kepala sekolah ke ruangannya yang di sampaikan melalui temannya.
“Ayu” Panggil Evi
“Iya Vi, ada apa ?” Tanya Ayu
“Kamu di panggil ke ruang kepala sekolah sekarang, kamu sudah di tunggu dari tadi sama beliau” Jawab Evi
“Mau apa ?” Tanya Ayu
“Aku juga gak tahu, Yu” Jawab Evi
“Ya udah, aku ke sana dulu” Ujar Ayu
“Mau kau temenin gak ?” Tanya Evi
“Gak usah, sebentar lagi juga bel masuk sekolah nanti kamu telat masuk kelas” Jawab Ayu
“Ya sudah, aku ke kelas dulu” Ucap Evi lalu meninggalkan Ayu
*****
Ayu pun berbalik arah menuju ruang kepala sekolah, setelah sampai Ayu mengetuk pintunya terlehih dahulu.
TOK TOK TOK
“Assalamu’alaikum pak” Ucap Ayu
“Wa’alaikumsalam, masuk Yu” Jawab Sukendi
“Maaf pak, menganggu waktunya. Kata teman saya bapa memanggil saya ?” Tanya Ayu
“Iya, hari ini kamu tidak usah masuk ke kelas kamu belajar aja untuk lomba cerdas cermat. Karena waktu hampir mepet 2 hari lagi, bapa takut kamu terlalu cape belajar. Jadi untuk mengektifkan waktu, kamu selama 2 hari fokus belajar saja di perpustakaan. Bapa akan memberikan kamu dispensasi ke kelas, dan selama 2 hari ini kamu akan di bimbing belajar sama Febi perpustakaan” Jawab Sukendi
“Baik pak, kalau begitu saya ke perpustakaan” Ucap Ayu
“Iya, silahkan” Jawab Sukendi
Setelah keluar dari ruangan kepala sekolah, Ayu menuju ke perpustakaan karena sudah di tungu oleh Febi selaku guru BK.
“Assalamu,alaikum” Ucap Ayu
“Wa’alaikumsalam, sini Yu” Ujar Febi
“Eh…, iya bu” Jawab Ayu
“Hari ini dan besok kamu langsung ke sini, kamu akan belajar bersama ibu” Titah Febi
“Baik bu, mohon bantuannya ya bu” Ucap Ayu
“Iya, dan kamu juga harus lebih rajin belajar” Jawab Febi
Ayu lalu membaca dulu buku-buku terlebih dahulu sebelum sesi tanya jawab dengan Febi, Ayu terlihat sangat bersemangat.
“Yu, kamu terlihat sangat bersemangat dalam belajar ya. Semoga hasilnya memuaskan, dan dapat mengharumkan nama baik sekolah” Ucap Febi
“Amin ya robbal’alamain” Jawab Ayu
*****
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 10 pagi, bel istirahat pun berbunyi. Karena sudah waktu istirahat, Febi menyuruh Ayu untuk beristirahat terlebih dahulu.
“Yu sudah bel istirahat, kamu istirahat dulu gih takut nanti pingsan. Ibu mau ke ruang ibu dulu” Titah Febi
“Iya bu, nanti saja saya belum lapar” Jawab Ayu
“Kamu jangan bohong Yu, ibu denger kalau perut kamu tadi bunyi karena lapar” Ucap Febi
“Itu bukan lapar bu, itu karena saya sedang masuk angin” Jawab Ayu berbohong karena dia sedang mengumpulkan uang untuk berangkat ke tempat lomba
Karena Febi memliki kepekaan terhadap seseorang, lalu dia izin keluar terlebih dahulu.
“Kalau begitu ibu keluar dulu ya, Yu” Ucap Febi
“Iya bu” Jawab Ayu
Sepeninggalan Febi
“Andai ibu Febi tahu, aku tidak di beri uang jajan sama mama pasti dia akan membelikannya. Tapi aku merasa malu kalau harus berkata jujur” Gumam Ayu lalu memegang perutnya yang terasa lapar
*****
Febi pergi ke kantin sekolah, untuk memesan makanan untuk di bungkus.
“Bu saya pesan paket ayam goreng 2 ya, di bungkus sama 2 jus jeruk 2” Ucap Febi
“Baik bu Febi, di tunggu pesanannya” Ujar Ibu Kantin
“Iya” Jawab Febi
Setelah menunggu 15 menit, Febi mendapatkan pesanannya.
“Ibu pesanannya” Ucap Ibu Kantin
“Terima kasih bu, ini uangnya” Ujar Febi
“Sama-sama bu” Jawab Ibu Kantin
Setelah memesan apa yang dia inginkan, Febi masuk kembali ke perpustakaan.
“Yu, kamu makan dulu. Ini ibu membelikan kamu, di makan ya jangan di tolak” Ucap Febi sambil menyerahkannya
“Tidak usah bu, saya nanti saya makannya” Tolak Ayu merasa tidak enak
“Tidak usah sungkan, ambil saja. Ibu takut kamu sakit, kan sebentar lagi kamu akan lomba. Sekarang cepat ambillah” Kata Febi dan meletakkan di atas meja
“Terima kasih bu, maaf merepotkan ibu” Ujar Ayu
“Sama-sama Yu, jangan sampai kamu lapar nanti kamu sakit” Jawab Febi
“Kalau gitu, ibu ke ruangan ibu dulu ya” Lanjut Febi
“Iya bu” Jawab Ayu
Lalu Febi keluar dari ruang perpustakaan menatap sendu Ayu …
“Ibu tahu Yu, keadaan kamu saat di rumah karena teman-teman kamu sudah bercerita sama ibu dan semoga kamu menjadi orang yang sukses di kemudian hari” Ucap Febi sambil melihat Ayu lalu meninggalkan perpustakaan
Setelah Febi keluar dari ruang perpustaan, teman-teman Ayu pergi ke perpustaan untuk menemaninya.
“Assalamu’alaikum” Ucap Mereka
“Wa’alaikumsalam” Jawab Ayu
“Kamu gak istirahat Yu ?” Tanya Rini
“Ini sebentar lagi, tanggung” Jawab Ayu
“Ini kamu udah beli makanan ?” Tanya Wulan
“Itu di kasih sama bu Febi” Jawab Ayu
“Kirain belum Yu, kalau gitu aku ke kantin dulu nanti kita makan di taman belakang aja” Ucap Rini
“Oke, aku tunggu kalian di sana ya” Jawab Ayu
Lalu teman-temannya meninggalkannya …
Setelah menunggu 10 menit, mereka langsung kumpul di taman belakang perpustakaan.
“Ayo kita makan” Ucap Rini
Mereka dengan khidmat makan bersama-sama, tanpa berbicara apa pun sampai selesai.
“Yu pusing gak belajar terus ?” Celetuk Deris
“Pusing sih, tapi aku sudah terlanjur kepilih mewakili sekolah untuk mengikuti lomba” Jawab Ayu
“Kenapa gak kamu tolak aja, Yu ?” Tanya Wulan
“Sudah aku tolak, tapi kepala sekolah kekeh agar aku ikut lomba” Jawab Ayu
“Itu karena mereka sudah mempercayai semuanya kepada kamu Yu, kamu pasti bisa mengharumkan nama baik sekolah” Ucap Evi
“Benar kata Evi, kamu pasti bisa dan kita akan selalu mendoakan kamu” Tambah Devan
“Terima kasih ya sudah mensuport aku, dan tolong doakan aku supaya menang dalam lombanya” Ujar Ayu
“Itu mah sudah pasti” Jawab Mereka membuat mereka tertawa
Melihat teman-temannya yang sangat mendukung dan menyayanginya, Ayu merasa bahagia.
“Meski pun aku tidak mendapatkan kasih sayang mama, tapi aku memiliki mereka. Sabahat yang selalu ada buat aku” Gumam Ayu tersenyum sambil melihat teman-temannya