NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Untuk Keponakanku

Menjadi Ibu Untuk Keponakanku

Status: tamat
Genre:Tamat / Ibu Pengganti / Dijodohkan Orang Tua / Menikah Karena Anak
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: syitahfadilah

S 4

Rangga begitu terpuruk saat Fiona, istri tercintanya meninggal dunia setelah melahirkan anak kedua mereka. Di saat duka masih menyelimuti, ia dipaksa menikahi Flora yang merupakan adik kembar mendiang istrinya, demi memberikan kasih sayang sosok ibu untuk kedua anaknya.

Mampukah Flora menghadapi sikap Rangga yang dingin dan terkadang tak ramah padanya, sementara hatinya pun sedang tak baik-baik saja. Selain duka atas kepergian saudari kembarnya, ia juga terpaksa harus memutuskan hubungannya dengan sang kekasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23. BELUM APA-APA SUDAH REPOT

"Kok diliatin aja gak dimakan? Papa aja pengen loh nyobain gimana rasanya. Lihat ini, bentuknya lucu-lucu, ayo cobain. Wah ini pasti enak." Rangga mencoba menghibur putrinya yang nampak murung dan ia sangat tahu apa penyebabnya.

Kiara hanya menatap beberapa varian marshmellow yang dibelikan papanya tanpa berniat untuk mengambilnya. Padahal ia sangat antusias ketika meminta dibelikan, dan setelah pesanannya tersebut telah berada di hadapannya, ia justru seakan tidak menginginkannya lagi.

"Wah ternyata rasanya enak banget, Papa bisa ketagihan ini. Ayo Kia makan marshmellow nya, nanti habis loh Papa makan."

Namun, Kia masih bergeming. Gadis kecil itu justru menampakkan bahwa dirinya enggan.

"Papa bukain ya bungkusnya," sebungkus marshmellow karakter Rangga sodorkan dihadapan putrinya.

Kiara hanya menatapnya beberapa saat kemudian menggelengkan kepalanya, "Coba aja ada Mama Flora, pasti seru makan bertiga. Kenapa sih Papa nyuruh Mama Flora pergi? Apa Kia gak boleh punya Mama?" Kiara menatap papanya dengan mata berkaca-kaca. Mata indah yang selama 6 bulan ini selalu memancarkan kebahagiaan, hari ini kembali meredup seperti ketika Fiona berpulang.

"Bukan gitu, Sayang. Papa gak nyuruh Mama Flora pergi, Mama Flora hanya pergi menginap ke rumah Kakek Farhan. Kita kan nanti bisa ke sana ketemu Mama Flora." Rangga masih mencoba tersenyum di hadapan putrinya, meski ia sendiri sebenarnya diselimuti keresahan.

"Kalau cuma mau nginap tapi kenapa kopernya dibawa? Di sana kan masih ada barang-barang Mama Flora. Papa pasti bohong, Mama Flora gak tinggal disini lagi, kan?"

Rangga semakin merasakan sesak mendengar ucapan putrinya, baru beberapa jam lalu Flora meninggalkan rumah tapi ia sudah kewalahan mengatasi Kiara, padahal putrinya itu tidak tantrum seperti Azka tapi ia merasa begitu kesulitan membujuknya.

Terlebih pertanyaan Kiara, ia tidak tahu harus menjawab bagaimana. Anak seusia Kiara mungkin akan sulit memahami meskipun ia mengatakan apa yang sedang terjadi diantara dirinya dan Flora.

Melihat papanya hanya diam saja, semakin kuat dugaan Kiara. Ia lalu beranjak turun dari tempat tidur kemudian berlari pelan menuju pintu yang tidak tertutup rapat.

"Kia, mau kemana Nak?" Panggil Rangga, tapi Kiara tidak menghiraukan. Gadis kecil itu terus berlari hingga keluar dari kamar.

Rangga pun beranjak menyusul, namun langkahnya terhenti di ambang pintu ketika tiba-tiba saja Azka menangis. Ia berbalik masuk ke kamar, dengan langkah cepat menuju box bayi Azka.

"Eh kok nangis, udah capek ya mainnya? Ya udah sini Papa gendong,"

Meski sudah berada dalam dekapan papanya, namun Azka masih saja menangis.

Rangga melirik jam dinding yang menunjukkan sudah pukul 4 sore, ia akhirnya paham bahwa Azka sedang mengantuk sekarang. Ia lalu membaringkan putranya itu kedalam box, mengusap-usap kepalanya agar tertidur namun tetap saja Azka masih terdengar merengek.

Rangga coba mengingat-ingat, apa yang biasanya Flora lakukan sebelum menidurkan Azka. "Ah iya, susu. Tunggu sebentar ya Nak, Papa buatkan susu dulu."

Yah, Rangga teringat ketika itu ia pulang kantor pada sore hari. Waktu itu Flora sedang membuatkan susu untuk Azka, setelah Azka meminum habis susu tersebut akhirnya Azka tertidur.

Setelah selesai membuat susu, gegas Rangga memberikan pada putranya dan benar saja, Akza langsung menyambar begitu sang Papa mendekatkan dot ke mulutnya.

Rangga tersenyum tipis menatap putranya, sayup-sayup kedua mata Azka perlahan menutup seiring dot yang terlepas dari mulut Azka setelah susunya habis.

"Kamu mirip sekali sama Mama, cukup dengan menatap kamu saja Papa seperti sedang melihat Mama kamu." Secara tak langsung Rangga juga mengatakan bahwa Azka juga mirip dengan Flora. Jika ia sadari, Flora bisa menjadi pengobat rindunya terhadap Fiona. Dibandingkan Azka, wajah Flora lebih serupa dengan Fiona karena mereka kembar identik. Namun, karena duka yang teramat dalam di hatinya, membuatnya tidak bisa melihat hal tersebut.

Teringat dengan Kiara, Rangga pun hendak keluar dari kamar. Namun, baru akan melangkah pergi, ia lalu teringat bahwa Azka sendirian di kamar. Dan akhirnya Rangga mengeluarkan ponselnya yang ada didalam saku jas, mencari nomor mamanya kemudian menelponnya.

"Ma, Kia ada sama Mama gak?" Tanyanya begitu sambungan teleponnya dengan mama Sinta terhubung.

Bukannya menjawab, mama Sinta justru terkekeh. Rangga mengernyit heran mendengarnya. "Kita masih berada dalam 1 rumah yang sama loh Rangga, tapi kamu nelpon Mama cuma buat nanyain Kia."

"Ya mau gimana lagi Ma, Azka tidur sendirian di kamar." Ujar Rangga terdengar lirih. "Kia lagi sama Mama gak?" Tanyanya sekali lagi. Nada suaranya kali ini terdengar khawatir, ia cemas putrinya itu pergi ke dekat kolam renang dan tidak ada yang melihatnya.

"Belum apa-apa kamu sudah repot banget kayaknya. Iya, ini Kia ada sama Mama, baru aja diem habis dibujuk sama Papa kamu." Ujar mama Sinta agak ketus.

Rangga menghela nafas lega, namun hatinya terasa tersentil mendengar ucapan mamanya. Yah, belum apa-apa ia sudah repot sendiri terhadap dua anak-anaknya, tapi ia yakin bahwa dirinya juga bisa seperti Flora.

1
Shafa Ayudia
ceritanya fresh
Fie Lian
Luar biasa
Melni Manik
kok lebih ganteng arkan sih thor
Nadira ST
dea yang disuapi ak yang baper sendiri
Nadira ST
hidupmu penuh cobaan Arkan,gak pernah bahagia
Nadira ST
kasian kamu Arkan,dulu ditinggal nikah,sekarang sama flora juga ditinggal nikah,kamu si gak langsung sat set nikahin si flora biar gak dsrobot orang
Fransisca Wahyuni
Luar biasa
George Lovink
Saya heran sama penulis...6 bulan sejak meninggalnya Fiona,orang tua berharap secepat itu menghapus bayangan dari kepala Rangga.Tak semudah itu thor...istri saya juga meninggal butuh waktu menghilangkan moment itu...6 bulan tak secepat itu,butuh waktu tahun...ingat itu
Nurlinda: iya kakak, tpi ini hanya fiksi 🙏🙏🙏
total 1 replies
Lina Suwanti
mampir kak,,kisah papa Rangga n mama Flora
Nurlinda: hai kakak terima kasih sudah mampir 🙏🤗
total 1 replies
Shaa Erahh
/Drool/
Dedek Imutz
Luar biasa
Tuti Supriatin
bagus
Binyo Amore
Luar biasa
Sri Widjiastuti
kurang apa coba??
Sri Widjiastuti
mulai dah menye2 si rangga
Ifah Ifah
bujuk author ny aj biar bisa balikin lg sama flora 🤣🤣🤣🤣
Ifah Ifah
kasian flora 😭😭😭
nentin kartini
Luar biasa
Lilik Juhariah
aku menangis Krn arkan
Misaza Sumiati
gak ngerti ceritanya kan Fiona terpisah dengan flora ketemunya sama keluarganya kembali flora bagaimana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!