NovelToon NovelToon
Mystery Of Love In The Shadow City

Mystery Of Love In The Shadow City

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa
Popularitas:881
Nilai: 5
Nama Author: Jhylara_Anfi

Di sebuah kota yang terlupakan,ada sebuah rahasia tersembunyi. Rahasia yang dapat merubah hidup seorang gadis perantau , yang menemukan cinta pertama nya di tempat ia bekerja. Hubungan mereka bermula dari interaksi sederhana di kafe,yang kemudian berkembang menjadi perasaan yang mendalam. Namun, seperti halnya banyak kisah cinta lain nya,ego masing-masing menjadi rintangan yang sulit diatasi.Ketika mereka berdua menyadari kesalahan dan merindukan kebersamaan, tampak nya sudah terlambat.Kehadiran teman dekat yang kini menjalin hubungan dengan orang yang dicintai nya menambah luka di hati gadis itu.Meski perasaan nya belum sepenuh nya hilang,ia menyadari bahwa cinta sejati seharus nya tidak hanya tentang memiliki,tetapi juga tentang merelakan dan berharap yang terbaik untuk orang yang dicintai.Dengan hati yang berat,ia memutus kan untuk melanjut kan hidup nya.Membawa serta kenangan dan pelajaran berharga dari cinta pertama nya. Akan kah kebenaran sesungguhnya akan terungkap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jhylara_Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perkenalan

"Dek, mereka bertanya sama kamu! Kenapa dari tadi kamu diam aja?" Bisik Ariell berusaha menjelaskan pada nya.

"Ehmm, Aruna? Kenapa Aruna kak?" ucap nya kelihatan bingung dengan ekspresi polos nya.

"Mana kakak tau, kamu jawab dulu itu pertanyaan mereka," pinta Ariell sambil bebisik-bisik kepada Aruna.

Aruna mengangguk dan memperbaiki posisi nya dengan tegap, kemudian menatap sekelompok pria tersebut. Men dehem mencoba mengetes suara nya " Maaf kak, saya fikir kakak bicara kepada kakak dan juga adik saya, maaf ya kak." Ucapnya tersenyum sudut dan sedikit malu dengan tingkahnya.

"Iya gapapa, jadi nama lo siapa?" ucap pria itu mengulangi pertanyaan yang tadi tidak di respon Aruna.

"A-aruna kak, nama saya aruna," jawab Aruna sedikit gugup.

"Aaaa Aruna, nama yang cantik sama kek orang nya, heheh. " lanjut pria itu menggoda Aruna.

Aruna pun beranjak meninggal kan meja sekelompok pria tersebut, sambil melihat sinis kepada mereka. Ia pun pergi tampa menghiraukan ucapan dari pria itu, Namun, pipinya mulai memerah, karena merasa malu di goda oleh sekelompok pria tersebut.

Semenjak itu, sekelompok pria itu selalu datang. Setiap mereka kesana pasti tidak lupa untuk mengganggu Aruna, kalau tidak di jaili, kadang juga bercanda gurau bersama. Sejak saat itu Aruna mulai berteman dengan sekelompok pria tersebut, tetapi Aruna tidak mengetahui nama mereka satu pun, karena ia hanya memanggil dengan sebutan kakak kepada semua nya.

"Oh ya, nama kakak semua siapa? Padahal udah sering ke sini, tapi hanya nama Aruna yang kalian tanya. Coba sebutin satu-satu, biar Aruna bisa panggil dengan jelas." Ungkap Aruna seperti sedang meng introgasi.

"Lah, iya bener. Lo sih Yan sibuk merhatiin Aruna mulu. kenalan juga belum lagi."

"Kenalin gue "Sadipta Airlangga" Panggil aja Dipta, Sadipta juga boleh. Nah yang di sebelah gue Langit Samudra, terakhir dia, yang awal ketemu udah langsung nanyain nama lo. Dia adalah "Arkabyan Argantara."

"Oke...(menunjuk) kak Dipta, kak...

"Langit!! Panggil aja gue Langit." Ucap teman Dipta yang memotong perkataan Aruna,yang tengah ragu menyebut nama panggilan nya.

"Ah iya, kak Langit. Yang satu nya lagi siapa kak? Runa bingung mau manggil apa, jadi panggilan nya siapa kak?"

"Panggil aja sesuka Lo, semua nama nya itu di panggil semua orang juga, nama nya ga pernah tetap nih anak," ujar Dipta meledek teman nya itu.

"Ooowh, jadi Runa panggil kak Arga aja, boleh?" lanjut Aruna kembali bertanya.

"Boleh, kamu manggil apa aja ga masalah buat gue, apa pun itu, kalau buat lo mah," Sahut Abyan tersenyum menatap Aruna.

Tanpa Aruna sadari, Abyan adalah pria yang ia temui di malam hujan deras. Dan juga pria yang sudah mengalih kan perhatian nya di kala malam itu. Keesokan malam nya, Abyan datang kembali bersama dengan teman-teman nya. Namun, kali ini lebih ramai dari biasa nya. Mereka juga membawa alat musik ke sana, alat musik yang mereka bawa adalah sebuah gitar.

Mereka memainkan alat musik gitar tersebut, dan bernyanyi bersama di tempat itu. Suasana kafe yang hangat dan tenang membuat suara mereka memenuhi ruangan tersebut, dan juga menarik perhatian pelanggan lain yang mendengarkan mereka.

Termasuk Aruna, yang juga menyukai gitar, ia selalu memperhatikan petikan senar yang di mainkan oleh abyan dan teman nya. Ia juga tertarik dengan gitar bahkan punya satu gitar di kamar nya, hanya saja ia tidak pandai dalam memain kan alat musik tersebut.

Karena mendengar kan musik mereka, bahkan ada pelanggan yang ikut bernyanyi bersama mereka. Dan sesekali Aruna juga mengikuti lirik lagu yang mereka main kan. Sesekali Abyan juga menatap Aruna sambil memainkan gitar di tangan nya, dan tersenyum kepada nya.Kadang juga di salah satu lirik Abyan melihat lagi ke arah dirinya, seakan lagu itu di tujukan untuk nya.

Begitupun seterus nya, Abyan dan teman-teman nya hampir tiap minggu mampir ke kafe di mana Aruna bekerja. Tidak banyak mesan, namun nongkrong bercerita, bergurau canda dengan Aruna beserta Ariell dan Stevanny. Tidak jarang juga, Abyan selalu pulang ketika jam kerja Aruna mulai habis. Saat Aruna mulai beberes, mereka pun juga bersiap untuk beranjak pulang dari sana.

Hingga akhir nya, Abyan dan kelompok nya itu minta kontak Aruna. Namun, Aruna sama sekali tidak mau memberi kan, ia hawatir kalau ia hanya akan di permainkan oleh sekelompok pria itu. Aruna berfikir panjang, sebelum memberikan nomor nya kepada Abyan. Karena ia tau, ia belum kenal betul dengan pria itu.

Dipta pun mulai angkat bicara duluan, " Ngomong-ngomong, kita boleh minta kontak lo Na?" Ucap nya bertanya pada Aruna.

"Iyah benar tuh, boleh ga Na?" Sambung Langit tersenyum . "Kakak yang itu suka sama lo Aruna," titah nya lagi, namun kali ini ia melirik ke arah Abyan.

"Boleh ya Na, lagian Byan itu setia kok orang nya. Jadi loa ga perlu cemas bakal di mainin sama dia." Lanjut Dipta terus berusaha meyakin kan Aruna.

Aruna tersenyum tipis "ha? Ga mungkin kak, Aruna ga percaya! Pasti kak Arga punya pacar, kan? Ga mungkin ga ada!" Sahut Aruna lagi memandang Abyan, tidak percaya kalau dia tidak punya pasangan.

"Serius Na, Abyan tu ga punya cewek sama sekali." potong Dipta cengengesan melirik ke arah Langit.

"Ga mungkin...di zaman sekarang mana ada cowok yang ga punya cewek," jelas Aruna masih tidak percaya dengan kata- kata Dipta sama Langit.

Sementara itu, Abyan hanya diam tanpa berkata apa pun. Padahal teman nya sudah susah payah membujuk Aruna, namun dia hanya diam saja. Dan sesekali dia juga tersenyum mendengar jawaban dari Aruna.

"Hmmm bener tuh kak, palingan hanya untuk taruhan kan?" Ucap Stevanny memotong pembicaraan mereka.

Abyan tersenyum dan berkata "Iya kalau lo ga percaya, lo boleh cek hp gue! gue serahin buat lo, biar lo percaya." Ucap nya setelah beberapa lama terdiam.

"Ga ga ga, gamau ah kak," ucap Aruna menolak tawaran Abyan.

"Yaudah, kalau ga mau sekarang. Besok gue balik lagi kesini, sampai lo mau ngasih nomer lo sama gue. Sampai saat itu tiba, gue akan terus nungguin lo. Yaudah gue sama kawan-kawan pulang ya," lanjut nya bersiap untuk pulang, ia pun pergi melambaikan tangan pamit kepada Aruna.

"Dih apaan sih kak, ga jelas." ketus Aruna melihat sinis kepada Abyan dan teman nya.

"Udah lh kak, gausah di hirau in yang kek gitu," sahut Stevanny berusaha menenangkan kakak nya itu.

"Gapapa dek, namanya aja dia lagi usaha buat deketin kamu," ucap Ariell berusaha membuat Aruna untuk membuka hati untuk orang lain.

"Paan sih kak, palingan juga dia mau mainin Aruna aja," Cetus nya yang masih kesal dengan Abyan.

"Dek dek, sampai kapan kamu mau nolak cowok yang suka sama kamu dek?" Tanya Ariell bicara tegas kepada Aruna.

"Nah bener tuh kak Ariell, ngomong-ngomong kalau di perhatiin, kakak yang minta nomor kak Aruna tadi lumayan ganteng tau kak," ucap Stevanny menyeringai .

"Diih nih anak ganteng orang diliat," seru Aruna menatap tajam pada Stevanny, "Tapi bener sih, lumayan lah." Lanjut Aruna terkekeh mengingat kembali wajah Abyan.

"Hmmm kan, suka bilang dek!"

"Kakak apaan sih, kan Aruna cuman bilang lumayan. Bukan berarti suka kan?"

"Yaudah iya, terserah kamu aja. Ayok beres-beres, bentar lagi jam kerja kita berakhir!"

"Hmmm? Udah jam empat aja kak?"

"Eh iya, cepat banget. Ini karena bicara in crush nya kak Aruna nih, makanya waktu berlalu dengan cepat. Ga berasa udah mau jam istirahat kita."

"Dih apaan sih Van, ada-ada aja deh. Yaudah yok beres-beres!"

"Iya iya," jawab Stevanny sambil menggumam sendiri.

Setelah selesai beberes, uang gaji mereka pun juga di berikan oleh bos mereka. Ketiga nya pun lanjut menuju ke kamar untuk makan dan juga bersiap untuk berehat.

1
Diana (ig Diana_didi1324)
1 mawar untukmu thor🌹🌹
Diana (ig Diana_didi1324): sama2😊
Jhylara_Anfi: Thanks kak❤Penyemangat buat para author nih😁
total 2 replies
aliceee
Nyimak dulu ya thorr, ayok semangat teruss 🔥🔥
Jhylara_Anfi: makasih kak, jadi semangat lagi buat nulis😊Terus pantau cerita aku ya kak😁🙏
total 1 replies
QueenRaa🌺
Keren ceritanya kak✨️ Semangat up!!
Kalo berkenan boleh singgah ke "Pesan Masa Lalu" dan berikan ulasan di sana🤩
Mari saling mendukung🤗
Jhylara_Anfi: Heheh makasih😊boleh juga
total 1 replies
Gemma
Karakter keren! 😍
Jhylara_Anfi: makasih kak,mohon bantuan nya😊🙏
total 1 replies
ahok wijaya
Bikin ketagihan, kapan update lagi??
Jhylara_Anfi: makasih😊sabar ya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!