Awalnya Su Lingyu adalah penggarap spiritual dari zaman modern. Namun karena sebuah kecelakaan konyol, ia terpaksa memasuki sebuah dunia novel percintaan zaman kuno, menjadi selir Pangeran Bupati Bo Mingchen sekaligus karakter penjahat wanita yang akan berakhir menyedihkan.
Su Lingyu tidak mau berakhir menyedihkan. Jadi dia dengan patuh menandatangani perjanjian perceraian lalu pergi. Dengan tubuh koi nya yang makmur, Su Lingyu berhasil melalui semua masalah yang timbul setelah bergesekan dengan pemeran utama wanita.
Namun, kenapa rasanya ada yang salah dengan plotnya? Dan apa yang salah dengan Bo Mingchen yang perlahan menipunya kembali ke istana pangeran bupati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecemburuan Ling Hua
Bo Mingchen belum mencoba semangka yang dia bawa dari Sikong Lian. Semua semangka itu masih ada di istananya.
Ia tidak miskin. Hanya saja sulit mendapatkan buah-buahan seperti itu. Selain itu juga, buah-buahan yang dikirim dari negara lain tidak selalu segar.
Tahun ini juga sama. Perjalanan yang lama selama masa pengiriman menjadi penghambat.
"Semangka itu pemberian temanku." Bo Mingchen khawatir Su Lingyu akan berpikir jika dia tidak mampu membeli semangka.
Ia mencoba semangka yang dibawanya lalu sulit untuk menelan. Rasanya seperti air manis yang hambar.
Lalu dia mencoba semangka yang diambil Su Lingyu dari kebun halaman belakang. Rasanya manis dan segar.
Keduanya sama-sama semangka tapi sangat berbeda. Ini seperti bebek berdiri sejajar dengan angsa.
"Apakah posisiku sebagai putri daerah diumumkan oleh kaisar?" tanya Su Lingyu.
"Tentu saja. Kaisar baru saja mengeluarkan dekret dan diumumkan pada masyarakat. Biarkan mereka tahu bahwa kamu adalah bangsawan kelas satu sekaligus putri daerah yang mewarisi semua harta pedagang kaya yang terkenal," jelasnya dengan nada datar.
"Orang-orang tahu reputasi ku tidak baik, tidak memiliki orang tua dan tidak memiliki pendukung. Pasti meremehkanku," kata Su Lingyu mengeluh. Dia benar-benar tidak mau menjadi putri daerah.
Kenapa tidak melemparkan gelar ini pada Ling Hua?
Dan ... di novel aslinya jelas bahwa setelah Ling Hua mendapatkan harta warisan dari pedagang kaya itu, kaisar menghargainya dengan cara lain. Tidak ada gelar ini dan itu.
Apa mungkin hadiah yang diberikan pada kaisar sedikit berbeda, jadi akhirnya juga berbeda?
Su Lingyu harus melihat pembaruan di buku novel itu nanti. Bagaimana kabar Ling Hua sekarang?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tentu saja setelah Kaisar Bo mengumumkan jika Su Lingyu menjadi bangsawan kelas satu dan mendapat gelar putri daerah langsung menggemparkan semua orang. Terutama dari kalangan bangsawan.
Jelas Su Lingyu dirumorkan hanyalah gadis yang diselamatkan oleh Bo Mingchen. Lalu bercerai dan kini hanya gadis bekas biasa. Siapa tahu akhirnya menjadi seperti ini.
Kasim kepercayaan Kaisar Bo menjelaskan jika Su Lingyu telah mewarisi semua harta warisan yang ditinggalkan seorang pedagang kaya raya pada masa lalu. Semua harta itu dibenarkan dan tidak ada kecurangan atau tidak kejahatan apa pun.
Dan Su Lingyu juga berjasa bagi Kaisar Bo dengan memberikan ginseng berumur seribu tahun sebagai hadiah.
Gelar Putri Daerah Chang Li ditetapkan oleh Permaisuri De sebagai bentuk kasih sayang.
Jika benar Su Lingyu menjadi putri daerah, maka tidak tahu apa yang bisa dilakukannya?
Tapi mereka tak bisa menentang keputusan istana kekaisaran. Memberikan ginseng berumur seribu tahun saja sudah membuat orang bergidik ngeri.
Tidak heran jika Su Lingyu mendapatkan gelar tersebut.
Ginseng merupakan harta yang tak ternilai harganya.
Ketika Ling Hua yang sedang minum teh bersama beberapa gadis bangsawan lain di sebuah tempat makan, merasa semua ini hanyalah ilusi.
"Dari mana kamu mendapatkan kabar ini?" tanyanya pada gadis muda dari keluarga menteri perdagangan.
Gadis bernama Xin Jiao Jiao itu bergosip. "Ayahku sendiri sempat pulang ke rumah sebelum aku pergi ke sini. Dia berkata jika pangeran bupati dan gadis Su Lingyu itu akan berada di gedung yang sama di masa depan," jawabnya kurang senang, tapi tidak memiliki kebencian di hatinya.
Xin Jiao Jiao bukankah anak satu-satunya di rumah menteri perdagangan. Ayahnya memiliki beberapa selir samping. Tapi dia sendiri anak dari istri sah. Dia merupakan gadis yang cantik dan bersih.
Untungnya, Xin Jiao Jiao memiliki kakak laki-laki kandung sehingga posisi ibunya di rumah menteri perdagangan stabil.
Dia tidak tahu apa yang salah, akhir-akhir ini, ia sangat sial. Entah itu dimarahi ayahnya atau mengalami beberapa masalah kecil lainnya. Bahkan latihan menari yang dilakukan bersama gurunya tidak berjalan lancar. Jadi Xin Jiao Jiao pergi ke luar untuk mencari udara segar.
Siapa yang tahu berita yang mengejutkan akan benar-benar terjadi.
"Su Lingyu itu begitu beruntung bukan?" Nona muda dari keluarga lain berkata dengan nada masam. "Setelah bercerai, dia justru sangat beruntung. Kini bahkan kaisar mengakuinya. Tidak sulit baginya untuk menikah lagi di masa depan," jelasnya.
"Bukankah pernikahan kedua tidak diizinkan di negara ini?" Ling Hua mengerutkan kening.
"Memang. Tapi ada pengecualian jika situasinya khusus. Menikah dengan kalangan bawah baik-baik saja. Tapi untuk status tinggi tidak mungkin. Tapi sekarang berbeda jika identitasnya adalah putri daerah."
Ling Hua menyembunyikan ketidaknyamanan di hatinya. Kedua tangannya yang berada di bawah meja mengepal.
Ia selalu merasa tidak nyaman saat mendengar nama Su Lingyu. Selain ia tak bisa menyerap aura keberuntungannya, tampaknya Su Lingyu ditakdirkan untuk menjadi musuhnya.
Pasti gara-gara aura keberuntungan Su Lingyu yang melimpah sehingga bisa menemukan harta peninggalan pedagang kaya raya. Dan juga karena aura keberuntungannya jugalah membuat Su Lingyu menjadi putri daerah.
Sedangkan Ling Hua harus berjuang untuk bisa ke posisinya sekarang dengan menyerap keberuntungan orang lain. Dia menganggap senjata ajaib di tangannya ditakdirkan untuk membuatnya berdiri di puncak.
Sekarang Su Lingyu adalah putri daerah. Tapi dirinya masih belum memiliki kemajuan apa pun. Bagaimana jika Su Lingyu menarik perhatian putra mahkota?
Tidak, tidak bisa! Ling Hua tidak bisa membiarkan ini semua terjadi.
Kecemburuan di hatinya kini berubah menjadi benci. Bagaimana pun caranya, dia harus membuat Su Lingyu berlutut di kakinya suatu hari nanti.
Dia tidak mau harus membungkuk untuk Si Lingyu setiap kali bertemu di masa depan.
Dulu Ling Hua begitu bangga karena bisa dekat dengan Bo Mingchen. Sekarang, bukankah Su Lingyu yang bangga karena menjadi putri daerah?
Mengingat jika Su Lingyu adalah gadis sombong tanpa otak, Ling Hua akhirnya memiliki ide.
Jika Su Lingyu kehilangan ketenangannya di depan banyak orang, pasti akan mengecewakan Kaisar Bo dan Permaisuri De. Posisinya sebagai putri daerah juga pasti akan terancam.
"Ling Hua? Apakah kamu mendengarku?" tanya Xin Jiao Jiao.
Ling Hua kembali tersadar dari pikirannya. "Ah, maaf. Aku banyak pikiran."
Xin Jiao Jiao mendengkus. "Apa yang kamu pikirkan? Mungkinkah kamu menyesal sekarang setelah Su Lingyu menjadi putri daerah dan kamu bahkan belum memasuki Istana Pangeran Bupati?"
Perkataan Xin Jiao Jiao yang terlalu langsung membuat Ling Hua merasa sangat tidak nyaman. Wajahnya sedikit kaku. Namun ia tidak mengatakan apa-apa.
Mungkinkah dia harus mengubah rencananya lebih dulu untuk memastikan apa yang dilakukan Su Lingyu?
Ling Hua tidak tahan lagi untuk mengobrol dengan mereka. "Aku .... Aku akan kembali dulu."
Ia berjalan cepat tanpa menoleh ke belakang sedikit pun.
Melihat Ling Hua yang diejek habis-habisan oleh Xin Jiao Jiao, nona muda yang lain merasa kurang nyaman.
"Apakah tidak apa-apa mengatakan hal seperti itu? Lagi pula, pangeran bupati sudah memberi penjelasan jika tidak ada hubungannya dengan Ling Hua."
Xin Jiao Jiao mendengkus lagi. "Dia hanya putri seorang pedagang kecil. Jadi apa? Ayahku masih seorang menteri perdagangan. Jika keluarganya masih ingin berdagang dengan baik, lebih baik tidak menyinggungku!"
Di mata Xin Jiao Jiao, meski keluarga Ling merupakan pedagang terkaya di ibu kota, di matanya bukan apa-apa.