Mahen selalu membenci Tante Feronica, bibinya yang menghilang 10 tahun silam. Ayahnya selalu mengatakan bahwa Tante Feronica adalah orang jahat yang telah membuatnya mendekam dipenjara selama 12 tahun.
Namun, ketika Mahen mencoba mencari petunjuk atas apa yang terjadi 10 tahun lalu, dia tidak menyangka bahwa dia akan menemukan sebuah ruang rahasia di kamar Tante Feronica. Di dalam ruang itu, Mahen menemukan petunjuk-petunjuk yang membuatnya mulai mempertanyakan apa yang selama ini dia percayai.
Mahen mulai menyelidiki tentang apa yang terjadi di masa lalu dan mengapa ayahnya dipenjara. Namun, semakin dia menyelidiki, semakin banyak rahasia yang terungkap. Mahen harus menghadapi kenyataan bahwa ayahnya tidak seperti yang dia pikirkan.
Tante Feronica, yang selama ini dia anggap sebagai orang jahat, ternyata memiliki alasan yang kuat untuk melakukan apa yang dilakukannya. apakah Mahen akan bisa menemukan kebenaran dan memperbaiki kesalahan masa lalu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yan duwei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CEROBOH!
hari ini Naomi berkerja hingga malam hari karena restoran sedang sangat sibuk. acara pertemuan relasi bisnis pak Lin akan di adakan malam ini.
tadi pagi Naomi berangkat bersama Anna seperti kemarin. ia juga sudah semakin banyak berkenalan dengan para pekerja lain dan sudah sangat akrab dengan Adel and the geng.
"gila, cape banget" keluh Adel yang sedang berdiri di samping Naomi sambil menenggak segelas minuman. "lagian private room-nya kok jauh banget sih dari dapur?" sahut Naomi yang tadi ikut menata makanan di ruangan yang akan di gunakan untuk acara.
"ya kan restoran ini konsepnya tradisional. kalau private room restoran modern kan kedap suara, lah ini gimana? kalau di taruh deket sini ya perbincangan mereka banyak yang dengerlah dari luar" jelas Adel.
"iya juga ya, lagian kenapa juga bikin restoran modelnya begini" gumam Naomi dengan suara yang masih bisa di dengar oleh Adel.
"eh yang begini nih yang unik, sebagian pekerjaannya juga orang cindo. lo liat noh.. pada cantik-cantik kan, putih-putih, tinggi-tinggi, kaga bogel kayak gue" ucap Adel dengan menggebu-gebu.
"haha.. perasaan lo nggak bogel deh" sahut Naomi.
"eh gue kesana dulu ya" pamit Adel saat salah satu kitchen crew memanggilnya. Naomi mengangguk mempersilahkan Adel pergi.
"bener juga, restoran ini rame banget, emang konsepnya menarik sih walaupun agak kuno" gumam Naomi dalam hati.
saat Naomi sedang sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba seisi dapur restoran itu menjadi heboh. bahkan manager konsumsi pun terlihat mondar-mandir sangat sibuk.
"cek lagi hidangan tambahan dan hidangan penutup, pak Lin sudah datang!" ucapan manager konsumsi membuat para chef langsung bergerak dengan sangat gesit mempersiapkan hidangan tambahan untuk pak Lin dan juga tamunya.
Naomi yang mendengar ucapan sang manager bergegas pergi ke bagian depan untuk melihat seperti apa rupa pak Lin yang katanya adalah pemilik restoran.
sesampainya di depan, Naomi melihat Host dan Hostess sedang menyambut orang-orang yang baru datang. pakaian mereka sangatlah rapih, kebanyakan dari mereka mengenakan jas dan berdasi.
"ck.. ck.. ck.. ini mah sekelas liu te semua" Naomi bergumam sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat pemandangan di depannya. rasanya ia seperti sedang berada dalam novel yang bertema "CEO perusahaan"
Naomi melipir mendekati Anna yang kebetulan berdiri tak jauh darinya.
"kak Anna" panggil Naomi pada Anna setengah berbisik. Anna menoleh, "Jasmine? ada apa?" tanya Anna pada Naomi.
"pak Lin yang mana?" tanya Naomi membuat Anna menatap tamu-tamu besar yang baru saja masuk.
"jas abu dasi bergaris, tapi udah masuk duluan" jawab Anna berbisik di telinga Naomi. Naomi mengarahkan pandangannya ke arah tamu-tamu tadi tetapi sebagian dari mereka sudah masuk ke dalam lorong yang menuju private room yang sudah di siapkan.
Naomi berlari mengikuti mereka melewati lorong yang berbeda. Naomi berlari sangat cepat sehingga bisa menunggu rombongan tamu tadi masuk ke dalam private room.
Naomi bersembunyi di balik tiang yang berukuran besar sehingga mampu menyembunyikan seluruh badannya. matanya menatap pria berjas abu-abu yang berjalan paling depan memimpin rombongan. pria itu terlihat sangat tampan dengan badannya yang tegap, kulitnya putih bersih, tinggi badannya sekitar 190 cm.
tepat di depan pintu private room, pria berjas abu-abu dan dasi bergaris itu berbalik badan untuk berbicara dengan orang yang ada di belakangnya.
Naomi memanfaatkan situasi itu untuk mengambil gambar pria berjas abu-abu lalu mengirimkannya pada Anna dan menanyakan apakah orang itu yang mereka sebut pak Lin.
Naomi terus mengawasi pria berjas abu-abu itu hingga masuk ke dalam private room. setelah semua tamu itu masuk, Naomi bergegas kembali ke depan untuk mencari Anna.
"kak Anna" panggil Naomi pada Anna yang sedang beristirahat. "kenapa jas?" tanya Anna seraya menatap Naomi.
Naomi merogoh hpnya lalu menunjukkan foto yang tadi ia ambil, "ini pak Lin bukan?" tanyanya pada Anna.
Anna mengamati foto itu lalu mengangguk, "iya ini pak Lin. ngapain kamu foto-foto pak Lin segala? hayo jasmineee?" tanya Anna meledek.
"ya kan aku penasaran yang mana pak Lin, jadi aku foto deh buat di tanyain ke kak An" jawab Naomi.
"gitu yeaaa?" Anna masih meledek Naomi. "eh.. acaranya selesai jam berapa kak?" tanya Naomi.
"mungkin jam sebelas-an" jawab Anna membuat mulut Naomi membulat berbentuk huruf O.
"eng.. aku kebelakang dulu ya kak" pamit Naomi sambil bergegas pergi dari hadapan Anna. Naomi pergi ke loker tempat penyimpanan barang pribadi milik karyawan resto.
Naomi membuka lokernya lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam ransel yang biasa ia bawa dan menyimpannya di saku baju yang ia kenakan.
..
Naomi dan satu temannya bertugas mengantarkan hidangan penutup untuk pak Lin dan juga tamunya.
"Qǐng xīnshǎng" ucap Naomi mempersilahkan tamunya untuk menikmati hidangan penutup yang di bawanya.
saat hendak keluar, Naomi mengedarkan pandangannya mencari keberadaan pak Lin.
"ayo" bisik teman Naomi mengajaknya untuk segera keluar. mau tak mau Naomi pun ikut keluar karena temannya sudah menarik lengannya.
baru saja Naomi keluar dari private room, matanya menangkap sosok pak Lin yang sedang berjalan ke arahnya sambil sibuk menatap ponsel yang berada di tangan. sepertinya pak Lin baru saja kembali dari luar.
Naomi merogoh sesuatu di saku bajunya sambil terus berjalan dan berbincang dengan temannya. bahkan Naomi sampai tertawa-tawa seolah ia tidak melihat keberadaan pak Lin yang berjalan semakin dekat.
"eh pak Lin pak Lin" bisik teman Naomi. "hah?" Naomi pura-pura tak paham dan
brak..
Naomi menabrak pak Lin yang sama-sama tidak fokus berjalan. tangan kiri Naomi menarik dasi pak Lin untuk menahan tubuhnya agar tidak terjengkang ke belakang. sedangkan tangan kanannya menarik ujung jas pak Lin dan menyelipkan sesuatu di sana.
jika di lihat sekilas Naomi seperti pelayan yang sedang menggoda bosnya.
"a..ah.. maaf pak maaf maafff.." Naomi memundurkan tubuhnya lalu membungkuk di hadapan pan Lin seraya mengucapkan kata maaf berkali-kali.
"ceroboh!" ucap pak Lin dengan nada dingin dan terlihat marah. "maaf pak, saya tidak sengaja" ucap Naomi kembali meminta maaf.
pak Lin berlalu pergi begitu saja tanpa menjawab permintaan maaf dari Naomi.
lanjut....