NovelToon NovelToon
Wanita Kelima Raja Iblis

Wanita Kelima Raja Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Iblis / Epik Petualangan / Dunia Lain / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:54.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nadiyah Salsabila

Seorang gadis remaja berusia 16 tahun yang sudah sangat bosan dengan kehidupannya saat ini tiba-tiba saja tertarik masuk ke dunia lain.

Saat dia sudah berada di dunia lain itu, dia melihat ada empat raja iblis yang sudah berdiri di depannya.

Disaat dirinya masih kaget dan bingung dengan apa yang terjadi, keempat raja iblis itu meminta gadis tersebut untuk menjadi Wanita Bintang Pijar mereka.

Dan tanpa berpikir panjang, wanita tersebut pun langsung menerima permintaan dari raja iblis yang baru saja dia temui itu.

Lalu bagaimana kelanjutan kisah petualangan wanita itu dengan keempat raja iblisnya?

Jika kalian penasaran, maka ayo ikuti kisah Zeena yang tertarik masuk ke dunia lain, dan langsung menjadi wanita dari keempat raja iblis sekaligus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiyah Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 21. Permainan Catur dan Ketakutan

Ketiga pria itu membawa Zeena ke suatu tempat yang sepi, jika dilihat-lihat tempat itu sepertinya adalah markas mereka.

Terdapat kursi, dan juga meja disana. Di meja itupun terdapat sebuah papan catur lengkap dengan bidak-bidaknya, juga terdapat gaple yang memang sering dimainkan oleh pria-pria nakal seperti mereka.

"Ada banyak kursi disini, apa ada orang lain disini selain mereka bertiga?" Dengan teliti Zeena memperhatikan tempat itu, matanya melihat sekeliling untuk menangkap sesuatu yang mencurigakan.

Saat Zeena masih sibuk melihat-lihat, ketiga pria itu langsung mendorongnya hingga jatuh terduduk ke salah satu kursi.

"Gue duluan ya!" Salah seorang dari ketiga pria itu semakin mendekatkan dirinya ke Zeena.

Saat sudah tidak ada jarak antara dirinya yang berdiri dan Zeena yang terduduk di kursi, pria itu perlahan menundukkan tubuhnya.

Kedua tangan pria itu meraih senderan kursi yang Zeena duduki, hingga membuat Zeena terkurung di antara kedua tangan pria itu.

Di jarak yang sudah sangat dekat, pria itu mulai memperhatikan wajah Zeena. Awalnya dia terlihat biasa-biasa saja, namun setelah dirinya melihat Zeena dengan seksama, pria itu menaikan salah satu alisnya.

"Wanita ini tidak terlihat takut?" gumam pria tersebut sembari melihat ke arah kedua temannya yang ada di belakang.

Salah satu dari temannya itupun langsung mendekat, dan memperhatikan raut wajah Zeena juga. Sementara satu temannya yang lain tetap diam di tempat.

"Sudahlah bro, langsung sikat aja! Biar giliran gue cepat datangnya!" ucap pria yang tetap diam itu.

Melihat temannya yang sudah tidak sabaran, pria yang berdiri tepat di hadapan Zeena itupun kembali melanjutkan aksinya.

Perlahan tangan kanan pria itu bergerak untuk memegang leher Zeena, setelah tangannya sudah menyentuh leher Zeena, diapun mulai merabanya.

Setelah beberapa detik tangan pria itu memegang leher Zeena, dia menggeser posisi tangannya dari leher ke wajah wanita dihadapannya itu.

"Bibir yang manis," ucap pria itu lirih sembari sedikit menyentuh bibir Zeena. Perlahan pria itu semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Zeena.

Saat bibirnya hanya tinggal beberapa centimeter saja dari bibir Zeena, kata-kata dari Zeena yang sedari tadi diam membuat pria itu membulatkan matanya.

"Apakah kau berani menyentuh bibir dari wanita raja iblis ini?" Dengan kata-katanya, dan juga senyum yang perlahan mengembang di wajah Zeena, pria itu langsung mundur dengan cepat.

"Hei, ada apa?" Kedua teman pria itu langsung menghampirinya, dan bingung melihat temannya yang terlihat ketakutan.

"W–wanita aneh ini! Dia t–tersenyum!" Dengan suara yang terbata-bata, pria itu terus melangkah mundur untuk semakin menjauh dari Zeena.

Kedua temannya yang keheranan itu langsung memalingkan wajah mereka dari temannya, dan langsung melihat Zeena.

"Loh? Kenapa berhenti? Bukankah kau ingin menjadi yang pertama bermain denganku? Atau biar kedua temanmu ini saja yang duluan?" ucap Zeena langsung saat menyadari bahwa kedua pria itu melihat dirinya.

Dengan senyum mengerikannya, Zeena membuat nyali ketiga pria itu langsung menciut.

"Ada apa dengan wanita ini? Wanita mana yang akan tersenyum ketika akan dilecehkan oleh pria yang tak dia kenal?" Begitulah isi pikiran ketiga pria itu saat ini.

"Aish ... Sudahlah lupakan saja! Ayo kita pergi!" seru salah seorang dari mereka bertiga, dan dengan cepat mereka pun benar-benar memutar balik badan mereka dan ingin melangkah pergi.

Namun tentu saja Zeena tidak akan membiarkan hal itu terjadi, "Hei kalian bertiga, lihatlah aku sebentar," ucap Zeena, dan dengan anehnya ketiga pria itu langsung memutar balik badan mereka untuk kembali melihat Zeena, seolah-olah Zeena telah menghipnotis mereka.

Zeena mengangkat satu tangannya, lalu mengarahkan telunjuknya ke arah kaki salah satu dari pria itu.

"Krýo!" Zeena merapalkan mantra es tingkat menengah itu ke kaki salah satu pria tersebut, lalu setelah itu dia kembali mengucapkan mantranya untuk melakukan hal yang sama kepada dua pria yang lainnya.

"Nah, kan kalau begini kalian tidak akan bisa kabur lagi," ucap Zeena seraya berdiri dari duduknya.

Perlahan Zeena pun melangkahkan kakinya untuk mendekat ke ketiga pria yang telah berdiri mematung itu.

"S–siapa k–kau sebenarnya?" Dengan gagap salah satu pria itu bertanya, namun Zeena hanya membalasnya dengan senyuman, dan terus saja melangkahkan kakinya.

"PENGECUT!" lirih Zeena di masing-masing telinga dari para pria itu. Zeena pun berjalan mengelilingi ketiga pria itu hingga dua kali.

Lalu saat telah kembali berdiri dihadapan para pria itu, lagi-lagi Zeena mengembangkan senyum mengerikannya.

"Begini saja, kalian mengajakku ke sini karena ingin bermain-main bukan? Jadi, alangkah baiknya kita bermain-main dulu sebelum berpisah. Bagaimana kalau bermain catur? Setiap bidak catur yang termakan, akan ada hukuman yang diberikan!" ucap Zeena.

Ketiga pria itu jelas menolak, namun dengan kondisi kaki mereka yang membeku seperti sekarang, bagaimana mereka bisa pergi?

Ketiga pria itupun hanya terdiam dan tidak merespon ucapan dari Zeena. Dan menurut Zeena saat ini, diam artinya mau bermain.

Dengan sihir teleportasinya, Zeena memindahkan ketiga pria yang sudah tidak dapat berjalan lagi itu ke kursi.

Kini mereka pun sudah saling berhadapan, Zeena duduk di seberang kursi ketiga pria itu, di mana kursi mereka dipisahkan oleh sebuah meja yang di atasnya sudah ada papan catur.

"Aturannya sama seperti permainan catur pada umumnya, dan kalian bertiga bebas untuk saling bekerjasama dalam mengalahkan ku," jelas Zeena sebelum memulai permainan itu.

"Oh ya hukumannya! Setiap bidak catur kalian yang berhasil ku makan, maka aku akan memberikan hukuman berupa rasa takut. Untuk kalian, seterah kalian ingin menghukum ku seperti apa," lanjut Zeena, dan kemudian dia yang memegang buah warna putih langsung memulai permainan catur tersebut.

Tiga menit awal belum ada saling memakan bidak catur, namun di detik-detik menuju menit keempat Zeena memakan bidak catur pertama milik lawannya.

"Baiklah!" Zeena yang kegirangan tersenyum semakin lebar, membuat ketiga pria dihadapannya itu semakin ketakutan.

"Mari kita mulai dari ketakutan yang kecil dulu," gumam Zeena dengan suara liciknya sembari mengeluarkan sesuatu dari kantong hoodie nya.

Dan ternyata yang Zeena keluarkan adalah sebuah boneka jerami. "M–mengapa kau bisa membawa boneka seperti itu?!" salah seorang pria itu bertanya dengan ketakutan.

"Mengapa? Ya karena aku tau akan bertemu dengan pria pengecut dan nakal seperti kalian, jadi dengan repot-repot aku mempersiapkan boneka ini. Kalian tak perlu berterima kasih dan merasa sungkan, ya!" jawab Zeena dengan santai.

"Gila! Perempuan ini benar-benar seorang penyihir!" Hati dan pikiran ketiga pria itu terus berkata demikian.

"Baiklah langsung saja!" Dengan perlahan Zeena meletakkan boneka jerami tersebut di atas meja, atau lebih tepatnya di samping papan catur yang mereka mainkan itu.

"Zestasiá!" Zeena merapalkan mantra api tingkat bawah itu, dan mengarahkan serangannya ke boneka jerami tersebut.

Dengan cepat boneka jerami itu terbakar, dan perlahan mulai hangus menjadi abu.

"Lihatlah! Itu adalah gambaran kalian, jika tadi kalian berani menyentuh bibirku dengan bibir busuk kalian itu!" ucap Zeena dengan suaranya yang semakin terdengar mengerikan.

Ketiga pria itupun semakin ketakutan, tubuh mereka semakin gemetaran. Dan tanpa sadar salah satu dari mereka mengompol karena saking ketakutannya.

Zeena yang melihat hal itu tertawa dengan terbahak-bahak, dia tidak habis pikir bahwa aktingnya ini berhasil membuat ketiga pria itu sampai takut seperti ini.

1
ᯓ★ֶָ֢⭑🥑⃟ꪱ꯱ꫀυᥣׁׅ֪༊· ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
oii Seul baca ulang nih cerita, dan baru sadar zeena tuh berwujudan Luh sebenarnya🤣 dibandingkan Rin dan Navya yg kalem, zeena tuh bener² Luh nad 🤣🤣 mood naik turun, kebelet pengen ke Isekai, kalau ada cogan pengen semuanya gak mau milih/Facepalm/ pinter tapi maless belajar
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
aku mampir kak 😊 semangat buat nulisnya 💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Akhirnya Zeena berhasil 👍👏👏
bersiaplah menghadapi penjahat yg sebenarnya Zeena 😁
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
bagus Zeena buat ke 5 raja iblis itu sadar siapa sebenarnya dirimu 👏👏
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
lah bisa pingsan juga zee... bener2 habis energinya
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
wehhh gak cuman seleb aja yg punya aset berharga di wajah, hewan magi juga 🤭
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
bener2 keras kepala tuh xenos, tp gpp lah justru itu yg cocok sama zee
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
akhirnya xenos mau juga hadi magi nya zee
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
ngiri ini pasti karena kagak kebagian buat ngelatih si Gadis bintang pijar ya kan
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
Yee si Belsuze dah ahlinya ya gampil toh lah si Zeena kan masih pemula dia
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
jangan menyerah ya Zeena terus mencoba lagi dan lagi walau hasilnya selalu gagal
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
nah sekarang tau kan kalo panah demon itu bukan panah yang main-main dan terbukti bahaya harus ati-ati ini makainya berarti
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
walah walah masih kurang ternyata padahal dah gede ya fix tuh panah bener-bener mengerikan kaya iblis
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
jabang bayi bocah apa kowe Zeen indah dan mengerikan katanya ya emang iya ah dirimu mang dasar bocah unik
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
alamak kok seram kali tuh anak panah kaya dah tau aja kalo lawannya bakal kena
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
asem ngomonge kepriben lah itu macam mantra di pilm Hery Potter aja ya
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
Hem si Zeena dah tak sabar rupanya kalo jangan terkejut ya hihihi
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
walah asem mantra nya sulit di hapal lagi ngapalin rumus MTK aja puyeng apalagi ngapalin mantra wkwk
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
Wah ada mantra khusus segala bukan sembarang mantra pasti ini harus betul-betul di pelajari
վմղíα | HV💕
semangat Zeena kamu tidak perlu menahan diri lagi tunjukan kemampuanmu kepada semua orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!