Sebuah kisah yang menceritakan perjalanan seorang anak yang harus menghadapi kepahitan dalam hidup, berjuang dan di asingkan oleh keluarga kandungnya demi menyelamatkan dan mempertahankan identitas dirinya.
Dia adalah Griffin, seorang anak yang harus merasakan sakitnya hidup dalam pembullyan orang-orang sekitar, serta perjuangan yang mengharuskanya hidup di tengah kondisi yang sangat menyedihkan.
Dia hanya tinggal bersama dengan kakeknya, Jesper. Bahkan, dia tidak di perbolehkan untuk mengetahui wajah orang tua kandungnya.
"Kakek, mengapa aku tidak boleh mengenal orang tua ku ?" tanyanya setiap kali merasa sesak ketika melihat teman-temannya berjalan dengan orang tua mereka.
"Suatu saat nanti kamu akan mengetahuinya Griffin, berjuanglah," balas Jesper dengan tersenyum lebar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tolong Latih Aku Paman
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Lagi-lagi Jesper menatap wajah Griffin yang sudah berubah dingin bagaikan es batu. “Sepertinya aku sudah harus melaporkan hal ini kepada Arvan,” batin Jesper yang begitu yakin jika pembentukan diri dan kekuatan Griffin sudah harus di mulai saat ini.
Dengan tenang Jesper dan Griffin kembali ke rumah, namun di saat sampai di rumah Griffin langsung masuk begitu saja tanpa mengatakan apapun seperti biasa.
Sudah tidak ada lagi senyum, tidak ada lagi tawa dan suara keributan yang di keluarkanya seperti hari-hari biasa.
Melihat Griffin yang sudah masuk ke dalam kamar, membuat Jesper mendapatkan kesempatan untuk melakukan rapat bersama dengan yang lainya.
Jesper mengetikan pesan kepada Valen, Aiden dan yang lainya untuk segera berkumpul mendiskusikan hal ini.
Setelah mengirimkan pesan itu, Jesper langsung pergi menuju rumah Valen agar tidak ada yang mencurigai pergerakanya.
Dan tak lama kemudian setelah di sampai di rumah Valen, dia langsung mengetuk pintu itu agar segera di buka.
Tokk,,tokkk,,tok, Jesper mengetuk pintu itu berkali-kali.
“Ya sebentar,” sahut Valen dari dalam. Dan langsung membukakan pintu untuk Jesper.
Ckklleekkk, pintu itu terbuka dan memperlihatkan Valen dan Zein yang berdiri di belakang pintu, “Jesper,” sapa Valen dengan suara yang begitu khawatir setelah mendapatkan pesan dari Jesper tadi.
“Ya, ini aku.” Balas Jesper langsung masuk ke dalam rumah Valen.
Dan tak lama kemudian munculah tiga sekawan James,Vincent, dan juga Martin, “hallo,semua maaf kami telat,” seru mereka dan langsung mengambil posisi tepat di sebelah Jesper.
Mereka semua saling menatap dengan wajah yang menegang memikirkan keadaan ini, “tidak-tidak, latihan fisik ini tidak bisa di lakukan sekarang, Griffin masih kecil,” seru Valen yang tidak terima dengan keputusan para pria.
Jesper menoleh pada Valen yang terlihat sangat frustasi saat ini, “Valen ini harus terjadi, jika tidak dia akan nekad untuk berlatih sendiri dan itu sangatlah berbahaya,” balas Jesper berusaha memberikan pengertian pada Valen.
“Dengar Nyonya Valen, ini bukan masalah usia dia masih kecil atau tidak, tapi di lihat dari keadaan sekarang Griffin memang harus belajar mulai saat ini. Apa lagi jika kita sangat tau jelas jika di usianya sekarang dia sudah di bebani dengan banyaknya tugas yang harus dia kerjakan di kemudian hari. Ini bukanlah sebuah diskusi Nyonya Valen tapi ini adalah sebuah keharusan.” Seru Vincent yang tidak ingin situasinya jadi terbalik hanya karna sebuah penolakan dari Valen.
Zein memilih untuk tidak mengikuti diskusi ini karna dia rasa ini sangatlah tidak penting. Dia melangkahkan kakinya meninggalkan orang-orang yang masih berdebat saat ini.
Dia melangkahkan kakinya menemui Griffin yang sedang mengunci dirinya sendiri di dalam kamarnya seorang diri.
Tokk,,tokk, “Griffin buka pintunya, ini Uncle,” seru Zein yang ingin mengajak keponakanya itu untuk berbicara.
Mendengar Pamanya mengetuk pintu, dengan cepat Griffin langsung membuka pintu kamarnya itu, ckleeekkk, pintu itu terbuka dengan perlahan. Dan terlihat Griffin yang tengah duduk di atas tempat tidurnya.
“Are you okay Griffin?” tanya Zein pelan.
Griffin menatap kea rah Zein yang berada di hadapanya saat ini, “Paman, aku pernah melihatmu beberapa kali membunuh lawanmu, apakah itu sangat mengerikan jika di lakukan?” tanyanya dengan suara yang sangat pelan, karna dia sangat tidak yakin dengan pertanyaanya itu.
Zein menyeritkan keningnya bingung. “What do you talking about?” Elaknya pura-pura tidak mengerti dengan apa yang sedang di tanyakan oleh Griffin.
“Paman, aku sering mengikutimu diam-diam. Ketika kamu tengah bermain bersamaku dan tiba-tiba kamu mendapatkan telpon dari seseorang lalu pergi meninggalkan ku. Semua itu aku mengetahuinya karna aku mengikuti paman.” Jawabnya sontak membuat Zein terdiam tak mampu berkata apapun.
“Aku melihat cara paman membunuh mereka, aku melihat cara paman memotong tubuh mereka dan lain hal sabagianya, dan sepertinya itu sangatlah menyenangkan, apakah aku bisa ikut dengan mu paman?” Serunya lagi mengatakan jika dia ingin
Melihat secara langsung adegan pembunuhan yang selama ini hanya bisa dia lihat dari jauh.
Zein terlihat berpikir sejenak sebelum akhirnya senyum iblis terpancar dari wajahnya. "Apa kamu yakin ingin mencobanya?" Tanya Zein dengan serius.
"Ya Paman, aku sangat yakin," balas Griffin dengan antusias. Membuat Zein semakin yakin jika memang inilah saatnya mengajarkan kepada Griffin dunia yang sebenarnya.
"Baiklah, ayo kita pergi," ajaknya dengan penuh semangat.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*