Ditinggalkan oleh calon suami seminggu sebelum pernikahan nya membuat hati Alina hancur lebur. Belum mendapatkan jawaban akan maksud calon suaminya yang meninggalkan dirinya, Alina kembali dikejutkan beberapa bulan kemudian akan permintaan pria yang belum menghilang dari hatinya itu.
"Aku mohon padamu, tolong rawat bayi ini. Aku memohon padamu Alina. Jaga Rosa dengan baik." Setelah mengucapkan itu, Edwin menghembuskan nafas terakhirnya.
Bagaimanakah kelanjutan nya? Apakah Alina akan membesarkan nya? atau justru mengikuti egonya? Dan bayi siapa itu sebenarnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Baby Rosa
Manik coklat itu menatap kosong apa yang ada didepannya dengan guyuran hujan lebat mencoba menembus atap mobil yang terparkir di tepi jalan itu. Alina tidak bisa dan tidak sanggup rasanya untuk mengemudi menjauh dari rumah sakit. Kepalanya terasa pecah, memikirkan hal-hal buruk dan juga alasan dari yang terjadi.
Begitu banyak jawaban yang tidak diketahuinya, alasan Ed menghentikan pernikahan mereka, meninggalkan nya dan kembali lagi dan lebih parahnya membawa bayi dan meminta dia untuk merawatnya. Alina tidak habis pikir.
"Aggh!" Alina memekik dan menarik rambutnya seolah mengusir pertanyaan dan bayangan-bayangan kejadian di rumah sakit.
Adegan pertemuannya dengan Edward hingga pria itu meminta menjaga bayinya dan tiada terlintas begitu saja. "Tidak... Tidak! tidak!" pekiknya lagi.
Dering ponsel menghentikan teriakan dan rasa frustasinya. 'Nona, tolong kembalilah....' Rumah sakit, Alina mengenali nomor itu.
Alina menghapus air matanya, saat melihat pesan dari bibi. Saat ingin melajukan mobilnya, tangannya terhenti. Manik Alina menatap sejenak tangannya yang tertahan di udara. Bayangan Edward dengan permintaan nya kembali terlintas. Dia mengambil napas panjang, setelah terasa sesak seiring mengeluarkan rasa sakitnya. Dibalik derasnya hujan yang menghujam, Alina menatap bangunan putih dengan tulisan hospital itu.
************************
Alina kembali melangkahkan kakinya menuju ruang mayat yang siap memakamkan jenazah Edward. Sunyi, senyap dan hawa dingin langsung menusuk. Alina melihat tubuh Ed yang terbaring kaku dengan luka-lukanya.
"Kami tidak memiliki nomor yang bisa dihubungi lain ataupun keluarga nya nona. Jadi, mohon nona menandatangani surat terima jenazah nya." jelas dokter.
"Langsung saja dokter. Makamkan saja." ujar Alina.
"Kami akan segera lakukan nona." ujar dokter. Setelah mendapatkan tanda tangan Alina, dia pergi meninggalkan Alina diruangan dingin itu.
"Aku tidak tau lagi harus bicara apa, Ed.... Entah apa yang kau lakukan dan aku.... Aku melakukan hal terakhir kalinya untukmu. Beristirahatlah..." bibir Alina terasa kelu melanjutkan nya. Dia memalingkan wajahnya dan bergegas keluar dari ruangan jenazah.
Bunyi sepatu Alina terhenti saat mendengar
mendengar suara tangisan bayi. Tampak suster itu kesulitan menenangkan bayi cantik itu.
Alina menggeleng dan melanjutkan langkahnya untuk segera pergi dari rumah sakit ini. 'Aku mohon padamu, tolong rawat bayi ini. Aku memohon padamu Alina. Jaga Rosa dengan baik.' Ucapan Edward terlintas kembali di pikiran nya.
"Nona...." Suster itu tampak kaget melihat kedatangan Alina kembali.
Sejenak, tidak ada pembicaraan. Hanya terdengar tangisan dari bayi mungil itu, tapi tidak sekencang tadi, perlahan.... Tangisnya mereda.
"Nona, bayinya tidak menangis lagi." ujar suster senang, tapi tidak dengan Alina. Alina mengamati bayi itu, bayi itu menatap nya dengan tatapan polos.
"Tinggalkan aku." Setelah suster itu pergi, Alina mendekati box bayi, dimana bayi Rosa terbaring tenang dan mendekatkan wajahnya, menatap dengan jelas wajah mungil nan menggemaskan itu.
"Rose, itu nama mu. Dia memberikan mu padaku? Apa aku harus merawat mu? Melihat mu, semakin membuat lukaku basah dan sakit. Kau seperti duri yang menusuk ku." Alina menumpahkan rasa sakitnya pada sosok mungil yang bahkan tidak mengerti ucapan nya.
"Entah siapa ibumu." Alina menarik kembali tangannya yang mengepal sebelum melukai bayi kecil itu
Tapi..... Tangan mungil itu melekat di rambut panjang Alina, seolah tidak mau dilepaskan. Alina melepaskan nya, dan itu berhasil. Tapi, saat dia kembali menjauh...... Extender Chain(Rantai tambahan) gelang nya tengah berada dalam genggaman mungil itu. Bibir kecil itu tersenyum sambil bergerak kecil dengan tubuhnya dan tak lupa matanya menatap Alina dengan tatapan polos.
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰🙏🙏