NovelToon NovelToon
Bukan Simpanan Biasa

Bukan Simpanan Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam / Putri asli/palsu
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Starla, putri kandung seorang pengusaha kaya yang tidak disayang memutuskan menerima tawaran seorang pria untuk dijadikan simpanan. Setelah empat tahun berlalu, Starla pun memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak diantara mereka lagi. Starla meninggalkan Nino begitu saja. Hingga pada akhirnya, Nino ternyata berhasil menemukannya dan mulai terus membayanginya dengan cara mendekati Kanaya, kakak tiri Starla. Nino, pria yang terbiasa dipuja-puja oleh banyak wanita, jelas tidak terima dengan perbuatan Starla. Seharusnya, dia yang meninggalkan wanita itu. Namun, justru malah Starla yang meninggalkannya.
Berbekal dendam itu, Nino awalnya berniat untuk mempersulit Starla. Siapa sangka, di tengah rencananya mendekati Kanaya, Nino menemukan sebuah fakta bahwa selama ini Starla tak pernah merasakan bahagia. Sedari kecil, hidupnya selalu dirundung kesusahan. Hak-haknya bahkan direbut.
Berawal dari rasa penasaran, Nino justru mendapati bahwa perasaannya terhadap Starla ternyata sudah berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

"Sempurna!"

Gadis itu tersenyum lebar saat melihat penampilan dirinya yang benar-benar cantik, seksi, dan mempesona. Gaun berwarna silver yang membalut tubuh rampingnya menambah kesempurnaan pada paras dan tubuh yang dia miliki.

Namanya, Starla Abigail. Gadis berusia 22 tahun dengan aura memikat yang sangat kental. Banyak pria yang datang kepadanya dengan menawarkan banyak harta kekayaan. Namun, tak satu pun dari mereka yang berhasil menarik minat Starla.

"Kamu cantik sekali," bisik seorang pria dewasa yang tiba-tiba melilitkan lengannya di pinggang ramping milik Starla.

Bibirnya yang kemerahan sedang mencium cuping telinga wanita itu.

Ya, dialah alasan kenapa Starla tidak berminat dengan para tuan muda yang mengejarnya. Karena, dia telah memiliki seorang pria yang jauh lebih kaya dan berkuasa dibanding para tuan muda itu.

"Bagaimana kalau kita tidak usah ke pesta saja?" bisik pria itu lagi.

Napasnya terdengar cepat. Dan, Starla tahu jika pria itu sudah sangat menginginkan dirinya.

"Terserah, Tuan saja," jawab Starla.

Tidak menunggu lama, pria itu sudah membalik tubuh Starla dan langsung menciumnya dengan ganas.

Baginya, tak pernah ada kata cukup jika menikmati tubuh perempuan itu. Starla seperti candu baginya. Apalagi, ketika wanita itu menyebut namanya dengan desahan manja yang benar-benar menggoda.

"Starla... sebut namaku!" titah pria itu.

Saat ini, dirinya sudah menindih tubuh Starla di atas ranjang king size miliknya.

"Nino..." lirih Starla. Tatapan matanya yang seolah memelas, benar-benar membuat Gionino Roberts jadi gila. Pria dewasa berusia 34 tahun itu terus bergerak liar diatas Starla. Saat dirinya meledak, barulah ia akhirnya terkapar kelelahan disisi wanita itu.

"Starla, kamu memang hebat!" puji Nino sambil mencium puncak kepala wanita itu.

Starla tidak menjawab apa-apa. Dia menutup mata dan akhirnya tertidur dalam pelukan milyarder muda itu.

****

Sinar mentari pagi perlahan menembus jendela dan jatuh tepat di wajah Nino. Pria itu mau tak mau akhirnya terbangun.

Dalam kondisi masih setengah sadar, dia melihat Starla yang sudah selesai mandi dan berpakaian lengkap seolah hendak pergi.

"Kamu mau kemana?" tanya Nino sambil turun dari tempat tidur tanpa mengenakan apa-apa.

Tubuh atletisnya yang berotot sudah menjadi pemandangan yang biasa Starla lihat selama empat tahun terakhir. Namun, tetap saja, wajah Starla selalu memerah setiap kali melihat pemandangan seperti itu.

"Tuan Gionino Roberts, kontrak satu tahun kita sudah berakhir," ucap Starla. Dia berusaha mengusir pikiran m3sumnya dan mengembalikan akal sehatnya.

Dia menyerahkan sebuah map berisi perjanjian diantara mereka. Isinya, tentang hubungan mereka sebagai Sugar Daddy dan seorang gadis simpanan.

Ya, Starla adalah gadis simpanan milik Nino. Perempuan itu hanya dijadikan pemuas nafsu oleh lelaki dewasa itu. Sebagai imbalannya, Starla diberi uang setiap bulan serta uang tip setiap kali mereka selesai berhubungan diatas ranjang.

"Aku akan meminta Dika untuk membuat perjanjian yang baru," jawab Nino sambil menyambar handuk dan bersiap untuk masuk ke kamar mandi.

"Aku tidak akan memperpanjang kontrak ini lagi," ucap Starla yang seketika membuat Nino menghentikan langkahnya.

Pria dengan bola mata abu-abu itu menoleh dengan alis sedikit mengerut. Dia... tidak salah dengar, kan?

Sudah empat tahun mereka bersama. Dan, selama ini, Starla yang selalu memohon kepada Nino untuk memperbaharui kontrak mereka. Starla yang selalu merengek. Starla yang selalu berlutut dihadapan Nino demi perpanjangan kontrak diantara mereka.

"Kau... Bilang apa?" tanya Nino memastikan.

"Aku bilang, aku tidak ingin memperpanjang kontrak lagi. Hubungan kita sudah selesai, Tuan Gionino Roberts!" jawab Starla penuh penekanan.

Nino tersenyum paksa. Dia kembali berbalik dan menghampiri Starla. Kedua lengannya tampak mengurung Starla didepan meja rias.

"Kamu... yakin?" tanya Nino.

Starla tersenyum kemudian mengangguk dengan pasti. "Tentu saja yakin."

"Alasannya, apa?" Tatapan Nino mulai terlihat tajam. Rahangnya mengeras.

"Aku sudah lulus kuliah sekarang. Sudah waktunya aku kembali ke negaraku," jawab Starla.

Nino tertawa kecil. Dia mencengkram dagu Starla cukup kuat hingga perempuan itu tampak meringis kesakitan.

"Jadi, kau tidak butuh uangku lagi, ya?" tanya Nino.

"Ya," jawab Starla sambil melepaskan cengkraman pria itu dari dagunya.

"Oke. Kalau memang itu maumu, tidak masalah," sahut Nino. "Silakan pergi!" usirnya.

"Tapi, Tuan Nino belum memberikan tip untuk yang semalam," ucap Starla.

"Tidak ada tip untuk yang semalam," timpal Nino terdengar kesal. "Sekarang, cepat keluar!" lanjutnya mengusir wanita itu.

"Kenapa tidak ada? Biasanya, Tuan kan selalu memberiku tip."

"Yang semalam biasa-biasa saja. Jadi, tidak ada tip," ujar Nino beralasan.

"Biasa-biasa saja?" Starla tertawa hambar. "Mana mungkin. Jelas-jelas, Anda sampai keluar tiga kali."

Mata Nino seketika jadi melotot. Mulut perempuan ini kadang-kadang memang tidak ada filter. Namun, justru karena sikapnya itulah, Nino jadi merasa bahwa Starla sangat istimewa dibanding wanita-wanita lain yang pernah singgah dalam hidupnya.

Starla terlalu blak-blakan. Ia selalu mengungkapkan isi pikirannya secara gamblang tanpa keraguan.

Itu sebabnya, Starla bisa bertahan di sisi Nino sampai empat tahun lamanya.

"Aku bilang, KELUAR!" titah Nino penuh penekanan.

Starla mendengkus kesal. Dia tak percaya, Nino mengusirnya begitu saja.

Padahal, jika Nino memberinya uang tip, dia jadi tidak perlu menguras isi tabungannya untuk membeli tiket pesawat.

"Tapi..."

"Pengawal!!!" teriak Nino.

Dua orang berpakaian serba hitam langsung masuk. Tentu saja, Starla dibuat kaget oleh tindakan Nino tersebut.

"Seret wanita ini keluar dari rumahku! Kalau suatu saat dia datang lagi, jangan biarkan dia sampai masuk."

Kedua pengawal itu saling pandang. Tentu saja, mereka cukup terkejut dengan perintah atasan mereka. Sejak kapan, Starla jadi dibenci oleh Tuan mereka? Bukankah, gadis ini adalah kesayangan seorang Gionino Roberts?

"Tunggu apa lagi? Cepat usir dia!" titah Nino dengan penuh emosi.

"Baik, Tuan!"

Mata Starla membulat saat dua pengawal itu mulai bersiap untuk menyeretnya.

"Eh, kalian mau apa?" tanya Starla dengan sikap waspada. "Tidak perlu diseret! Aku bisa keluar sendiri!" ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.

Dia tiba-tiba meninju lengan Nino dengan keras. Namun, yang sakit malah tangannya sendiri. Sementara, pria itu tidak terlihat kesakitan sama sekali.

"Kamu mulai kurang ajar, ya?" ucap Nino penuh penekanan.

Starla tersenyum kecut. Dia tiba-tiba menginjak kaki Nino dengan keras.

"Arggggggghh!!" Reflek, pria itu berteriak kesakitan.

Sementara, Starla tertawa dengan puas. Akhirnya, dia berhasil membuat pria itu jadi berteriak kesakitan.

"Rasakan! Makanya, jadi lelaki jangan terlalu pelit! Dasar bujang lapuk!"

Setelah mengucapkan kalimat itu, Starla langsung berlari keluar dari kamar itu.

"Tuan Nino, terimakasih untuk empat tahunnya. Kalau boleh jujur, kemampuan Anda biasa-biasa saja. Aku tidak pernah puas," lanjut Starla berteriak.

"Anak itu..." geram Nino penuh kekesalan. Namun, dia tak bisa berbuat apa-apa. Starla sudah berlari pergi. Dan, entah kenapa, Nino merasa seperti ada sudut yang tiba-tiba kosong didalam hatinya.

1
Yulia Dhanty
bagus n menarik
mery harwati
Bagus Starla 👍
Buang laki² yang demi gengsi & ego tinggi hanya untuk merendahkan dirimu😠
Nino pikir di dunia hanya ada dia saja tanpa ada orang lain yang masih baik untuk menolongmu Starla 💪
mery harwati
Nino sama tolol & bodohnya dengan Arlo bila cara berpikirnya Starla akan datang & minta pertolongan sama dia, padahal Starla jelas² sudah bilang tak mau barang bekas Kanaya (termasuk Nino)
Starla bangkit & cari kebahagianmu tanpa Arlo & Nino, masih banyak orang yang baik padamu Starla 💪
Wiwit Manies
mana ini lanjutan nya /Pooh-pooh/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!