NovelToon NovelToon
Luka Di Balik Janji Semu

Luka Di Balik Janji Semu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Persahabatan / Cinta Murni / Romansa / Cinta Karena Taruhan / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:38.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Sheila Adalah Gadis Cantik Dengan Kepribadian Bar-Bar Dan Ceria Yang Menjalani Kehidupan Remajanya Dengan Penuh Warna. Namun, Warna Itu Memudar Sejak Ia Mengenal Devano, Seorang Laki-Laki Tampan Bertangan Dingin Yang Memiliki Kendali Penuh Atas Hati Sheila. Selama Dua Tahun Menjalin Hubungan, Sheila Selalu Menjadi Pihak Yang Mengalah Dan Menuruti Segala Keinginan Liar Devano, Meskipun Cara Berpacaran Mereka Sudah Jauh Melampaui Batas Kewajaran Remaja Pada Umumnya.​Selama Itu Pula, Sheila Mati-Matian Menjaga Satu Benteng Terakhir Dalam Dirinya, Yaitu Kehormatan Dan Keperawanannya. Namun, Devano Yang Manipulatif Mulai Menggunakan Senjata Janji Suci Dan Masa Depan Untuk Meruntuhkan Pertahanan Tersebut. Devano Memberikan Pilihan Sulit Menyerahkan Segalanya Sebagai Bukti Cinta Atau Kehilangan Dirinya Selamanya.​

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

​Kini Devano yang sedang berada di bandara langsung bangkit dan menyeka air matanya. Kilat matanya yang tadi penuh keputusasaan kini berganti menjadi amarah yang dingin dan mematikan.

​"Baiklah, Papa! Jika Papa ingin bermain denganku, kalau sampai terjadi apa-apa, aku tidak akan pernah memaafkan Papa!" bisik Devano dengan suara rendah yang mengancam udara kosong.

​Ia tidak lagi menuju loket tiket resmi. Devano mengeluarkan sebuah ponsel rahasia dari saku tersembunyi jaketnya—nomor yang hanya digunakan untuk keadaan darurat. Ia menghubungi seorang kolega lama di dunia balap ilegal yang memiliki akses ke penerbangan jet pribadi ilegal.

​"Siapkan jet pribadi itu sekarang! Aku tidak butuh paspor, aku hanya butuh sampai di Indonesia dalam waktu tercepat!" perintah Devano sambil melangkah cepat keluar dari terminal bandara menuju area hanggar pribadi.

​Sambil berlari, ia langsung menghubungi Risma di Indonesia. "Halo, Risma! Sekarang kamu pergi ke apartemen Sheila! Ia sedang dalam keadaan darurat! Aku akan sampai secepat mungkin. Bawa ke rumah sakit, semua biaya sudah diurus secara anonim!" teriak Devano melalui sambungan telepon yang tidak stabil.

​Risma yang sedang berada di kafe langsung berdiri hingga kursinya terjatuh. Wajahnya pucat pasi mendengar suara Devano yang begitu histeris. "Apa?! Apa yang terjadi pada Sheila, Vano?!"

​"Jangan banyak tanya! Pergi sekarang atau kita akan kehilangan mereka berdua!" raung Devano sebelum memutuskan sambungan.

​"Baiklah, Devano! Tapi jika terjadi sesuatu lagi dengan Sheila, aku tidak akan melepaskan kamu!" tegas Risma sambil berlari menuju parkiran motornya.

​Sementara itu di Indonesia, Risma tiba di depan apartemen Sheila dengan napas terengah-engah. Ia melihat dua pria berbadan besar mengenakan setelan hitam sedang mencoba mendobrak pintu Sheila.

​"Hei! Siapa kalian?! Pergi dari sini atau aku panggil polisi!" teriak Risma sambil mengangkat kunci inggris dari bagasi motornya. Dua pria itu menoleh, menatap Risma dengan dingin sebelum akhirnya memilih pergi melalui tangga darurat karena situasi mulai ramai oleh penghuni lain.

​Risma tidak memedulikan mereka lagi. Ia menendang pintu yang sudah setengah terbuka itu dan menemukan Sheila tergeletak di atas ubin dingin dengan wajah sepucat kapas.

​"Sheil! Sheila! Bangun!" isak Risma saat melihat cairan merah mulai merembes di lantai putih itu. Ia segera menghubungi ambulans dan Bunda Rini.

​Di sebuah kantor mewah di Jakarta, Tuan Narendra menyesap kopi pahitnya sambil menatap laporan monitor yang kini statis. Asistennya masuk dengan menunduk takut.

​"Tuan, gadis itu sudah dibawa ke rumah sakit oleh temannya. Perintah selanjutnya?"

​Tuan Narendra tersenyum tipis. "Biarkan dia di rumah sakit. Saya ingin Devano melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kehancuran yang ia ciptakan. Dan pastikan tim medis itu tahu siapa yang berkuasa di sana! Jangan biarkan bayi itu menjadi penghalang masa depan putraku!"

​Lampu operasi yang terang benderang menyilaukan mata Sheila. Di sekelilingnya, suara monitor jantung berbunyi teratur, namun di dalam dadanya, segalanya terasa hancur. Paru-parunya terasa sesak, bukan hanya karena rasa sakit fisik, tetapi karena pengkhianatan yang baru saja ia temukan melalui kamera tersembunyi dan foto-foto kejam itu.

​Seorang perawat berusaha memasangkan masker oksigen, namun Sheila menahannya dengan tangan yang gemetar hebat. Ia mengumpulkan sisa kesadarannya yang kian menipis.

​"Dokter... Tolong... Selamatkan bayi saya." rintih Sheila dengan suara yang nyaris hilang. Air mata mengalir dari sudut matanya, membasahi bantal operasi yang dingin.

​Dalam keadaan antara sadar dan tidak, wajah Devano terlintas di benaknya. Bukan sosok Devano yang ia cintai dulu, melainkan sosok pria yang kini ia anggap sebagai monster yang terus mengintai hidupnya.

​"Jika terjadi sesuatu dengan anakku... aku tidak akan pernah memaafkan kamu, Vano." isak lirih Sheila. Bibirnya yang pucat bergetar saat mengucapkan kalimat itu. "Aku menyesal pernah mencintaimu... sangat menyesal!"

​Ia membayangkan wajah Tuan Narendra, pria yang begitu berkuasa hingga ingin melenyapkan darah dagingnya sendiri bahkan sebelum anak itu sempat menghirup udara dunia. "Dan kini Papamu ingin menyakiti nyawa yang belum sempat lahir... Kenapa kalian begitu kejam?" bisiknya pilu.

​Pandangan Sheila mulai mengabur. Hal terakhir yang ia rasakan adalah dinginnya ruangan itu dan perasaan sendirian yang luar biasa. Tolong... jangan biarkan mereka mengambilnya! batin Sheila berteriak untuk terakhir kalinya sebelum kegelapan menjemputnya.

​Satu jam kemudian, sebuah helikopter pribadi mendarat di pinggiran kota. Devano turun dengan langkah lebar dan langsung merampas kemudi mobil sport yang sudah menunggunya.

​"Rumah Sakit Kasih Ibu! Sekarang!" perintahnya. Ketika sopirnya mencoba membantah, Devano membentak, "Saya bilang rumah sakit! Atau saya sendiri yang akan mematahkan lehermu!"

​Mobil itu menderu di tengah sunyi malam, melesat bagai anak panah yang lepas dari busurnya. Devano mengerem mobilnya tepat di depan lobi UGD. Tanpa mematikan mesin, ia melompat keluar dan berlari masuk.

​"Di mana Sheila Putri?!" raung Devano di depan meja administrasi. Risma muncul dari balik lorong dengan mata sembab dan langsung mencengkeram kerah jaket Devano. "Dia di dalam! Kondisi bayinya kritis, Vano!"

​Belum sempat Devano membalas, suara langkah kaki berat terdengar. Tuan Narendra datang dengan dikawal empat pria tegap.

​"Jadi, ini caramu menunjukkan bakat kepemimpinanmu, Devano? Melarikan diri dari London dan mengemis di depan pintu rumah sakit?" sindir Tuan Narendra dingin.

​Devano berbalik perlahan, menatap ayahnya dengan kebencian murni. "Papa pikir Papa menang? Papa pikir dengan menyakiti wanita yang mengandung anakku, Papa bisa menjadikanku boneka lagi?"

​"Anak itu adalah kesalahan, Devano. Dan Papa di sini untuk memastikan kesalahan itu tidak akan pernah merepotkan keluarga Narendra." balas Tuan Narendra tanpa perasaan.

​Amarah Devano meledak. Ia melangkah maju, berdiri tepat di depan hidung ayahnya. "Sentuh mereka sedikit saja, atau gunakan kekuasaan Papa untuk memengaruhi dokter di dalam sana... maka Papa tidak akan punya putra lagi! Aku akan memastikan seluruh kekaisaran Narendra hancur bersamaku malam ini!"

​Ketegangan itu terputus saat pintu ruang operasi terbuka. Bunda Rini keluar dengan lemas bersama seorang dokter. "Siapa keluarga pasien?" tanya dokter itu.

​"Saya suaminya!" jawab Devano tanpa ragu.

​Dokter menarik napas panjang. "Pasien sudah stabil, namun janinnya lahir prematur karena trauma hebat. Peluang hidupnya kecil jika tidak ada penanganan medis khusus yang sangat mahal..."

​"Lakukan apa pun! Gunakan peralatan terbaik di dunia ini! Aku yang akan bertanggung jawab!" tegas Devano.

​Plak!

​Sebuah tamparan keras dari Bunda Rini mendarat di pipi Devano. "Berhenti berlagak jadi pahlawan! Anakku hancur karena kamu dan keluargamu! Pergi kalian semua dari sini!"

​Devano terdiam. Ia berlutut di depan Bunda Rini, di hadapan ayahnya yang dingin, dan di hadapan Risma. Devano, seorang pewaris tunggal Narendra, kini bersimpuh di lantai rumah sakit yang dingin, tidak menyadari bahwa di dalam sana, Sheila telah mengutuk namanya dalam tidur panjangnya.

1
🇮🇩 NaYaNiKa 🇵🇸
Pelajaran buat perempuan kalo jatuh cinta seadanya aja. Jgn tllu buta apalg ngoyo. Krna kalo Qt jatuh ujung2nya playing victim. Pdhal salah diri sdri, jatuh buta2. Ok....
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Sheila : Carilah AQ...

Vano : Ogah. Bidadari surga jauh LBH cantik darimu.


Diriku: Justice Prevail... 😅😅😅🤣🤣🤣
Jing_Jing22: orang mah melow dong kak🤧 bab terakhir ini🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Bnr2 dah buta smua...
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
AQ perempuan ya. Tapi kadang suka Amazed sama perempuan modelan Sheila ini. Kalo dr awal dia gak menyerahkan dirinya ke Vano, kan gak bklan kejadian kek gini ya. Sekalipun ada tipu daya taruhan dll. Kalo mmg dia kuat pendiriannya dan sllu mau dgrin pendapat Risma, belajar dr pengalaman perempuan lain, gak akan kejadian jg kan. Tapi kan egonya sbnrnya yg menjatuhkan dia. Dan ujung2nya sibuk menyalahkan Vano. Mmg Vano salah dgn taruhannya dll. Tapi tetep aja, gak akan kejadian kalo dr awal Sheila kukuh bertahan gak ngikutin kemauan si Vano. Logisnya gitu lho. Cm kalo jalan pake rasa tanpa logika ya pasti buta2 kek gitu. Ujung2nya Denial, sibuk menyalahkan org lain tanpa berkaca. Agak kesel sbnre sama tokoh Sheila ini.
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Sheila terlalu buta mata & hati. Vano tllu larut dlm ego remaja yg buta segalanya.
🇮🇩 SaNTy 🇵🇸
Cinta & Luka susah utk berjalan bersama.
Melepas LBH baik drpd terluka dlm diam.
Kadang kesel sama keBegoan karakternya.
Kadang benci sama egoisnya pra karakternya.
Tapi kembali LG, semoga kisah sprti ini gak ada didunia nyata.
Semangat terus menulisnyaaaaa...
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Bagus banget asli.
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Bagus banget ceritanya. Kata2nya jg tersusun rapi. Kok sepi ya. Semangat lah Thor. Maafkan diriku yg terbiasa membaca tanpa ngeLike. Semoga ada waktunya membaca ulang & ngeLike.
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸: Semangat...!!! AQ merinding excited bc Arjuna dr bbrp akunku.
Jgn down. Asli tulisanmu bagus.
total 4 replies
Jingle☘️
luar biasa
☕︎⃝❥Haikal Mengare
😭 Kasian banget 🤧, Wanita pelecehan tetap gak bisa lolos padahal dia korban😭
CACASTAR
sweet banget dengan memberikan surat pada ibunya.
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
berontak ajaa bapakmu biar kapok semua
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
nah harus tegas sheila udah ada arkan ini
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
kan dia cuma obsesi ke sheila
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
siapa iya yang ditlfn smaa arkan
penasaran saya🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
kasian nuga diana jadi batu loncatan wkwkwk😭🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
untung aada arkan kalau ga da celaka kamu sheila
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
terllau egois si sheila ga mikir mateng dlu mau pergi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wkwkwk belum tau ajaa kehebatan arkan 🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
astag jadi kelakuan si bayu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!