Ai Awso, si Bodyguard tapi lenje, suatu saat mendapat tawaran untuk mengawal Maria Zhang, Selebritis Seksi yang galak. Maria konon dihantui oleh sosok hantu penuh dendam, namun sosoknya meneror semua agen wanita yang ia sewa. Sosok itu tidak muncul kalau ada pria di dekat Maria.
Maria benci laki-laki karena rasa traumatis. Karena itu, Ai yang kemayu kerap dipilih untuk mendampinginya.
Mereka selalu berdua kemana-mana sampai akhirnya Maria lupa, kalau walau pun kemayu, tapi Ai laki-laki tulen. Gayanya aja lenje, tapi kalau udah berantem ya lebih gahar dari pria tulen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Warning! Mengandung 70% Curhat
Nayaka Tanurahardja-Bataragunadi (kalau berasa namanya panjang, mari kita pikirkan sisi positifnya ya pembaca, ini masih nama Indonesia. Bukan nama Thailand macam Pimchanok Luevisadpaibul, atau nama Rusia macam Sinelschikova Vyatcheslavovna. Pernah sih ada niatan buat namain tokoh macam Ice Juice atau Made Inbali, tapi nanti nggak menjual).
Tuh, Paksu bilang lain kali kasih nama Nabokong, atau Kutangsuwek.
Dih…
Lanjut,
Anak pertama pasangan Dimas dan Meilinda itu diperlakukan bagai seorang putri sejak dia lahir. Dicintai dan dimanja dan tak jarang secara berlebihan.
Karena memang wajahnya yang menggemaskan itu membuat siapa pun berubah jadi sayang padanya.
Saat kecilnya dia manis dengan kelakuannya yang menggemaskan. Pas sudah beranjak dewasa, saat ini 19 tahun, sikapnya makin baik lagi.
Dia pandai bergaul, nggak tegaan dan sensitif, agak ceroboh tapi sebenarnya cerdas, dan dia menaruh perhatian terhadap dunia seni dan fashion. Intinya jenis cewek lembut dan semanis madu.
Sebagian besar hidupnya selama ini digunakan untuk men-stalking Ai Awso. Dia memang sudah jatuh cinta dengan cowok bertulang presto itu sejak kecil. (Nggak usah nanyak dipresto berapa lama). Alasannya, karena Ai memahami dirinya.
Di saat yang lain menganggapnya musuh karena hidupnya yang selalu beruntung, kalau punya teman pasti mereka selalu membicarakannya di belakang, Ai selalu apa adanya.
Jelek ya jelek, bagus ya bagus.
Karena itu dia jadi suka sama Ai.
Sejak ditolak sama Ai karena berbeda keyakinan, dia memang down.
Tapi cepat bangkit lagi karena Ai memberinya pengertian.
Bahwa Tuhan tidak bisa dilawan.
Karena itu, dia lebih bisa menerima keadaan.
Suatu saat, dia pernah sambil nangis-nangis berdoa di sepertiga malam, minta ketenangan batin.
Tapi setelah itu saat Nayaka tertidur, ia diberikan suatu mimpi.
Ada seseorang di mimpinya. Berambut pirang, memakai setelan jas mahal. Di belakang pria itu tersanding senjata laras panjang. Tapi kondisinya berdarah-darah.
Sambil terseok-seok, sosok itu menghampiri Nayaka, berlutut dan mencium punggung tangannya, sambil bertanya : Mau jadi istriku?
Dan wajah pria itu persis Rumi Rutherford.
Itu terjadi sebelum adegan ciuman, setelah Ai membawa Sri Ratu Damaya ke rumah Nayaka dan mengaku pacaran dengan siluman ular itu.
Setelah mimpi itu, Nayaka bangun dalam keadaan gemetar, seluruh tubuhnya menggigil.
Lalu seharian ia menatap ponselnya yang ada hasil selfie si Wakom GSA.
Tante boleh ngomong 'cieeee' nggak?
Nggak boleh?
Yawda. Lanjut…
Walaupun ia masih sering stalking Ai dan bahkan cemburu saat tahu Ai dekat dengan cewek lain. Saat ini Nayaka belum tahu cewek yang dimaksud Ai adalah Maria Magdalena Zhang.
Sebenarnya mereka pernah satu kampus dan ambil jurusan yang sama di Manajemen Keuangan, karena kan memang satu circle. Leonard Zhang dan ayahnya Nayaka, si flamboyan Dimas Tanurahardja memang bro-mens (sinonimnya 'bestie' tapi antar cowok). Tapi karena mereka menempuh jalur berbeda, Maria pekerja keras, tapi jarang punya teman. Sementara Nayaka sosialita sejati dan agak malas kalau disuruh mikir berat-berat, jadi mereka berdua tidak terlalu akrab, hanya sekedar tahu saja.
Masalahnya saat itu Maria tidak melanjutkan kuliah karena kesibukannya bekerja, jadi dulu Maria tidak bertemu Ai yang memang agak telat masuk kampus soalnya digojlok dulu sama bapaknya buat jadi Warrior of sandwich di GSA.
Kok sandwich.
Iya… Soalnya dia bagaikan selada diantara tangkupan roti tawar. Tertekan.
Jadi, ya… Itu alasan Nayaka menawarkan dirinya untuk jadi escortnya Rumi di Reuni malam ini.
Dia mulai terobsesi dengan Rumi.
Dan mulai memikirkan semuanya. Mengolah semuanya dan membandingkan antara Rumi dan Ai.
Memang tidak boleh sebenarnya membanding-bandingkan seseorang. Semua punya kelemahan dan kelebihan masing-masing.
Dalam hal ini Nayaka mengukur siapa yang lebih baik untuknya, dan apakah kalau ia tetap mengejar Ai, si cinta lama, akan berakibat baik atau buruk untuknya.
Dan hasilnya jelas berat sebelah.
Nayaka dan Rumi bisa jadi adalah pasangan ideal.
Jadilah, target Nayaka berubah.
Setelah berputar memeriksa gaun berkelasnya, nggak usah dijelasin merk dan harganya, tidak bisa dibandingkan dengan piyama ala korea beli di shopee 100rebu dapet 3 kalo pake paylater diskon 10rebu gratis ongkir dipake 3 bulan udah jadi keset, Nayaka pun keluar dari kamarnya dan menemui ayahnya.
Om Dimas Tanurahardja
The Flamboyant Man, The Charming Gentleman, the Luckiest Guy -except when he meets Mas Yan- but on the other hand he always escapes from everyone's curse.
Wait…
Lidah Tante keselip jadi keseleo.
Nggak usah ngomong Inggris, Tante sering diprotes, kenapa Limerence adegan bahasa inggrisnya nggak diterjemahkan sih?
Jawabannya : kebanyakan. Jadi pegel habis itu bingung sendiri harus mulai darimana.
Macam novel pas udah jalan 20 episode, komen dari rider udah ribuan, tapi editor baru ngasih masukan : kalau bisa hubungan cinta antara Ai dan Maria dipertegas di 3 episode awal.
Aku harus apa?
Harus lanjut nulis lah, wakakakak.
(Maaf ya mbak editor, bukannya nggak butuh masukan tapi diriku kan galau kalau harus rombak segitu banyak).
Ini tante kasih tau tampangnya Om Dimas.
Si Boyo Kethek kalo kata Pak Sebastian. (Sampe sekarang Pak Sebastian masih sebel, kenapa jodoh adiknya harus Om Dimas. Apalagi, Om Dimas itu dulu TTMnya Tante Milady).
Cekidot.
Gimana? Kesengsem?
Anda tidak sendirian.
Liat aja hidungnya kayak perosotan. Alus dan runcing.
"Kamu kok cakep malam ini? Mau kondangan? Atau mau rapat karang taruna?" tanya Om Dimas saat melihat anak wedhoknya dengan gaya gempar membahenol.
"Sejak kapan aku jelek? Perasaan cakep melulu, deh," tanya Nayaka sebal.
"Ya iya, tapi gaya kamu kayak mau kencan. Duile wanginya semriwing…"
"Memang aku mau kencan," sahut Nayaka sambil memilih-milih sepatu ibunya di etalase. Soalnya bagus-bagus dan ngebling.
"Ama siapa kali ini? Ai udah punya pacar tauk. Nggak usah dikejar nanti ditolak lagi terus kamu nyoba bunuh diri lagi di akuarium. Kasian sapu-sapu Ayah jadi banyak kerjaan bersihin bedak yang ngambang," (ini Om-Om kompor banget, sumpah. Padahal dia udah 54 tahun).
Tapi Nayaka sudah terbiasa. Udah sering dibully sama Tante Author, jadi cemoohan ayahnya seperti angin sepoi sore-sore. Estetik.
"Sama Om Rumi," kata Nayaka.
"Cakeeeepp! Langsung Ijab aja besok!!" seru Om Dimas sambil gebrak meja.
"Aku jalan dulu, minta dua puluh juta buat beli bobba, transfer rekeningku ya Ayah,"
"Kalo halu kira-kira dong, beli bobba dimana? Taiwan?! Bobbanya 2 dollar, sisanya tiket pesawat!" Omel Om Dimas.
Lalu ia pun merogoh dompetnya.
"Nih 100ribu! Kalo bisa ada kembaliannya, duit rokok ayah seminggu tuh!"
Nayaka menyambar seratus ribuan di tangan Dimas, "Lumayan buat beli mekdi," sahut cewek itu sambil jalan keluar rumah.
Bersambung dulu. Mau hujan, ngentasi jemuran.