NovelToon NovelToon
Terjebak Di Pulau Zombie

Terjebak Di Pulau Zombie

Status: tamat
Genre:Pembunuhan / Zombie / Misteri / Tamat
Popularitas:326k
Nilai: 4.7
Nama Author: DF_14

Ini cerita tentang sebuah pulau yang penghuninya zombie semua.

Hingga suatu hari ada beberapa korban kecelakaan pesawat yang selamat dari ancaman maut dan terdampar di pulau zombie.

Bukannya mendapatkan pertolongan disana, tapi malah mati satu persatu diserang makhluk yang mengerikan itu.

Akankah ada yang selamat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Suasana begitu terasa mencengkam bagi Marsell, Rere, Rangga, dan Alan, mereka tidak bisa beristirahat dengan tenang karena di koridor sana, banyak sekali zombie yang siap mencabik-cabik tubuh mereka jika mereka membuka pintu apartemen.

Marsell menyesal, seharusnya tadi dia tidak merusak mobil remote itu untuk mengelabui para zombie. Itu artinya mereka tidak bisa kemana-mana lagi sekarang.

Berbeda dengan orang-orang di rooftop sana, kini suasana terasa begitu tenang, mereka tak mendengar sama sekali suara zombie walaupun sebenarnya mereka bisa melihat zombie dengan jelas jika melihat ke bawah, namun malam ini mereka ingin sejenak melupakan kejadian mengerikan malam ini.

Tepat pukul 02.00 dini hari, Cindy sudah tidur, begitu pun Adel yang tertidur di atas sebuah meja lesehan besar di temani Mira dan Ana yang sama-sama merebahkan diri karena kelelahan.

Dave dan Victor merebahkan diri di lantai, walaupun tidak bisa tidur, Dave butuh waktu untuk mengistirahatkan tenaganya yang terkuras karena harus terus menerus melawan zombie.

Mereka belum bisa memikirkan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Hanya bisa berharap ada pesawat atau helikopter melintasi pulau ini.

Diego merebahkan tubuh Cindy di kursi sana. Diego membuka kemejanya, dia gunakan kemeja putihnya untuk menyelimuti tubuh puterinya.

Kini Diego hanya memakai kaos dalam berwarna putih, dia tidak peduli pada dirinya yang harus kedinginan demi Cindy.

Diego dan Rachel duduk di lantai sambil menyadarkan diri mereka ke pinggir kursi agar Cindy tidak terjatuh.

Diego tidak tau nasib mereka besok akan bagaimana, karena itu dia ingin menjelaskan semuanya pada Rachel, walaupun dia akhirnya harus mati, setidaknya dia tidak akan mati penasaran. Apalagi letak mereka ada di sudut kiri rooftop itu, berada sedikit jauh dengan kelima orang lainnya.

Diego memegang tangan Rachel, dan memandanginya dengan tatapan sendu, "Aku minta maaf jika dulu aku sudah menyakiti kamu."

Rachel hanya diam, dia belum tau harus menjawab apa pada Diego disituasi seperti ini.

"Dulu aku akui jauh sebelum bertemu kamu aku memang sering mempermainkan wanita. Tapi jujur saja hanya kamu satu-satunya wanita yang membuat tergila-gila, sampai aku tidak bisa menahan diri aku. Percaya atau tidak, tapi aku berkata jujur, aku hanya pernah tidur denganmu saja, aku bukan pria yang gampang meniduri wanita sembarangan." Diego mengatakannya dengan sungguh-sungguh dan apa yang dia ucapkan bukanlah sebuah kebohongan.

Rachel menghela nafas, dia dulu awalnya dia pikir hanya dia satu-satunya wanita yang special di hati Diego. Waktu itu dia begitu kecewa rupanya Diego seorang playboy, yang memiliki banyak kekasih.

"Setelah kamu pergi aku selalu mencari keberadaan kamu, aku bahkan gak pernah berkencan dengan siapapun lagi."

Rachel mengerutkan dahinya, "Benar kah?"

"Apa aku terlihat bercanda?" Diego memandangi kedua mata Rachel untuk meyakinkannya.

Rachel sangat tahu apa yang diucapkan Diego itu benar apa adanya.

"Jika aku mati disini, aku harap aku akan ada diingatan Cindy bahwa Cindy pernah bertemu dengan papanya." lirih Diego.

"Jangan bicara begitu." Rachel juga tidak tau nasib mereka akan bagaimana nanti tapi berharap dia dan Cindy bisa pulang bersama Diego.

"Tapi jika nanti kita berhasil pergi dari sini, apa kamu mau menikah dengan aku?"

Rachel tersenyum geli, "Bagaimana bisa kamu melamar aku di pulau mengerikan seperti ini?"

"Karena aku tidak tau besok nasib kita nanti akan bagaimana walaupun aku akan berusaha keras untuk melindungi kamu dan Cindy. Setidaknya kamu bisa menyemangati aku."

Rachel terdiam sebentar, dia akui dia masih memiliki perasaan pada Diego, dia rasa lebih baik dia berkata jujur selagi memiliki kesempatan untuk mengungkapkannya. "Baiklah, ayo kita menikah jika nanti kita berhasil pergi dari sini."

Diego tersenyum lebar mendengar jawaban dari Rachel, "Beneran kan? Kamu mau menikah dengan aku?"

Rachel dengan malu-malu menganggukkan kepala.

Mungkin karena hanya memakai kaos dalam, Diego sangat kedinginan, dia memeluk Rachel dari belakang. "Terimkasih, aku janji aku akan membawa kamu dan Cindy keluar dari pulau ini, dan semua yang ada disini juga. Entah bagaimana caranya."

"Iya, terimakasih juga kamu sudah berusaha keras untuk melindungi aku dan Cindy."

Lalu mereka saling menyatukan bibir mereka, saking senangnya, walaupun ciuman itu hanya sebentar saja. Karena akhirnya mereka bisa sama-sama mengungkapkan perasaan mereka.

...****************...

Dave masih merebahkan dirinya, menatap bintang-bintang yang berkerlap kerlip di langit, setidaknya dia bisa sedikit tenang sekarang ini, walaupun belum tau besok nasib mereka yang ada disini akan seperti apa, hanya berharap keajaiban akan datang.

Dave melihat Ana yang berjalan mendekati benteng rooftop, dia sangat merasa lega karena gadis itu ada bersamanya di rooftop ini.

Dave segera bangkit, dia menghampiri Ana disana. Rupanya Ana sedang melihat ke bawah sana, masih banyak zombie berkeliaran yang akan siap memangsa mereka.

"Kamu tidak tidur?" tanya Dave begitu berdiri di samping Ana.

Ana menoleh ke Dave, "Aku gak bisa tidur, aku takut zombie itu akan menyerang kita lagi. Apalagi disini kita tidak bisa lari kemana-mana."

"Setidaknya kamu harus istirahatkan badan kamu. Kita tidak tau apa yang akan terjadi besok, karena itu stamina kita harus tetap terjaga."

Ana mendeliki Dave, "Kamu juga, kenapa gak tidur?"

Dave hanya nyengir, dia baru sadar dia ngatain dirinya sendiri juga.

"Apa dulu aku sering buat kamu jengkel?" tanya Dave sambil memandangi Ana.

"Sangat. Kamu selalu menggangguku, bahkan aku sampai kaget kok bisa kita satu kampus?"

Dave terdiam sebentar, dia tidak tau besok apa yang akan terjadi padanya, karena itu dia ingin mengungkapkan perasaannya pada Ana, agar dia tidak mati penasaran, "Karena aku mengikuti kamu."

Ana membulatkan matanya begitu mendengar jawaban dari Dave, "Mengikutiku? Kenapa?"

"Awalnya aku juga tidak tau kenapa, karena aku gak pernah jatuh cinta. Aku merasa aneh pada diriku sendiri yang ingin selalu melihat kamu, aku baru sadar ternyata aku jatuh cinta sama kamu." Dave tau ini bukan waktu yang tepat membahas soal perasaan, tapi dia akan lebih tersiksa jika dia ditakdirkan tidak selamat pulau zombie ini, karena itu dia ingin Ana tau soal perasaannya.

Ana menjadi salah tingkah mendengarnya, "Kenapa tidak bilang dari dulu?"

"Kalau aku bilang dari dulu apa kamu akan menerimaku?" tanya Dave dengan penuh harap.

"Aku akan menjawabnya nanti jika kita sudah berhasil meninggalkan pulau ini, kita harus pulang bersama, janji ya?"

Dave tidak menjawab iya atau tidak, dia hanya tersenyum tipis.

Dave teringat dengan coklat yang ingin dia berikan pada Ana, dia masih menyimpannya di saku celananya walaupun kondisi kemasannya sudah tidak bagus lagi, "Ini coklat buat kamu, maaf kondisinya kayak gini."

Ana menerima coklat itu dengan senang hati, "Terimakasih, tapi apa aku boleh membaginya pada orang-orang disini?"

"Tentu saja, asal kamu ikut memakannya."

Mereka berdua tersenyum dan saling berpandangan, lalu mengobrol kembali.

"Sepertinya pulau ini sudah lama mati." ucap Dave, sambil memperhatikan semua bangunan di bawah sana.

Ana terdiam sejenak, waktu dia akan mengambil pedang untuk menolong Dave, dia tidak sengaja melihat kalender, sepertinya kalender disana menunjukkan tahun 2021. "Aku rasa tidak begitu lama, aku ingat betul aku melihat kalender di meja itu menunjukkan bulan Desember tahun 2021."

1
Khoerun Nisa
penasaran gmn menemukan diegonya
aas
ga berasa udh end aja
Mega Arum
Luar biasa....makasih Thor,
Rita Juwita
seruuu thor.. /Good//Good/
Dani
akan terlalu sangat amat konyol jika marcell yg sudah seperti itu masih dipercaya
Nuraishah❤💚
👍🏻
Robby Tom
cerita yg membagongkan, walaupun singkat
retno❤️
Akhirnya selesai baca novel ini... Ya ampun bener2 seruuu dan menegangkan... kayak lihat film aslinya. Pokoknya semua novel Kak Othor bagus2 dan keren ceritanya... Alhamdulillah sdh baca semuanya... tinggal nunggu cerita Noah yg lg up. Semangat trs berkarya Kak Othor... Sukses selalu ya 🙏🏻👍🏻🥰
DF_14 ᴶᵘʳᵃᵍᵃⁿ ᴱˢ ᴮᵃᵗᵘ: terimakasih🙏
total 1 replies
Pipitputriamanda Amanda
cerita nya menarik aku suka semat thour💪
Wiska Suandini
dijadiin film keren nih..
Lusi Sabila
sumpah baca novel ini ikut tegang.. deg-degan !!
Alexa Juliana
Alhamdulillah Diego dapat bertemu lg dgn klrg nya..Ayo reunian kalian dgn Dave, Ana, Mira dan Adel..
Alexa Juliana
Siallan benar si Marsell..Ya ampun Rangga sungguh kasihan kamu dikorbanin sama si Marsel..Smg dia juga dapat karmanya di cabik2 sama Zombi
Alexa Juliana
Mambahasib ---> membasahi
Alexa Juliana
Kasihan Rangga ada disana...
Alexa Juliana
Setelah Nino, lalu Pak Tio yg mengorbankan dirinya demi menyelamatkan teman2nya..
Alexa Juliana
Kenapa malah org2 baik yg jd korban Zombie..Knp g org ky si Marsel dan yg ninggalin istrinya tuh
Alexa Juliana
Lemparin aja tuh si Marsel ke para zombie
Alexa Juliana
Korban pertama di pulau itu Willy..Kasihan 😭😭😭
Alexa Juliana
Handphone nya bagus wlw sdh terkena air laut tp msh berfungsi...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!